
Zhang Wei membuka salah satu buku yang berada di dekat kuali tersebut.
Ternyata buku yang berisi berbagai racun tingkat tinggi.
Zhang Wei mulai duduk di sebuah kursi yang memang sudah di sediakan di situ dan mempelajari cara proses pembuatan pil.
Setelah memahami kata kata yang terkandung di dalamnya Zhang Wei langsung mau mempraktekkan pembuatan racun tingkat tinggi itu.
Zhang Wei memejamkan matanya terdahulu untuk mengingat kembali proses pembuatan racun agar ketika dia memulai proses tidak melupakan sesuatu.
Setelah rasa yakin tidak ada yang terlewat kan Zhang Wei fokus pada kuali obat yang sudah melayang di atas tungku dan mulai menyalurkan energi Qi di telapak tangan kanannya.
Racun yang dia jadikan bahan percobaan adalah racun yang sudah di buat tapi belum di murnikan.
Energi api murni mulai keluar dari telapak tangan yang mengarah ke kuali.
Proses pemurnian racun itu membutuhkan waktu seperempat dupa. Energi api itu terus melahap ramuan yang akan membentuk sebuah pil.
Pil putih kehijauan telah tertata rapi di dalam kuali dan itu bukan hanya beberapa tapi banyak.
"Wah Tuan berhasil membuat racun ini menjadi racun yang sangat mematikan. Selamat Tuan telah berhasil mempelajari proses pembuatan pil." Pekik Fei keras akan keberhasilan tuannya.
Sedari tadi dia hanya mengamati proses pembuatan pil yang di lakukan oleh Tuannya. Awalnya dia sedikit ragu untuk keberhasilan tuannya kalau memang dia berhasil tapi tidak dengan hasil sempurna seperti ini.
Rupanya darah alkemis dari Tuan pemilik ruang angkasa terdahulu telah di warisi oleh Zhang Wei.
"Wah sungguh cantik" ucap Zhang Wei sambil menimang nimang racun itu.
Bentuk racun yang di buat seperti pil telah tersamarkan dengan bentuk pil penyembuh tingkat tinggi.
Kalau orang-orang yang memakai racun ini tidak memperhatikan baik-baik akan di pastikan kalau mereka akan mengira ini adalah pil penyembuh tingkat tinggi.
Karena bentuk pil penyembuh dan racun hanya berbeda tipis yaitu dengan pil penyembuh memiliki garis putih hanya satu sedangkan racun memiliki dua garis putih.
Setelah masa percobaan pembuatan pil Zhang Wei menyudahi kegiatannya.
Nanti setelah mempunyai banyak waktu luang akan dia mencoba meracik obat lagi.
Rupanya belajar alkemis tadi cukup membuat Zhang Wei terkesan karena memang otaknya yang jenius membuat dia tidak mengalami kesulitan dalam belajar.
Zhang Wei keluar dari ruang semesta. Untuk racun yang berupa pil telah dia simpan di ruang cincin.
Karena hari sudah malam Zhang Wei tidak melakukan suatu pekerjaan lagi selain menuju tempat yang menjadi tempat kesukaannya yaitu tempat tidur.
__ADS_1
Di kediaman Kaisar tengah memikirkan bagaimana caranya agar anaknya yang satu itu tidak seenaknya keluar.
Kalau meminta dia untuk tidak keluar itu mustahil untuk dilakukan oleh Zhang Wei karena biar bagaimanapun anak itu tetap saja lolos.
Sekarang yang bisa dia lakukan adalah meminta dan menambah jumlah para pengawal bayangan untuk kawal dia secara diam-diam. Karena biar bagaimanapun Zhang Wei itu masih anak-anak dan masih membutuhkan perlindungan.
Cara yang dapat dia lakukan adalah mengawal kemanapun dia pergi jangan sampai terluka sedikitpun.
"Saya meminta kalian untuk mengawasi dan mengawal Putriku dengan baik. Jangan sampai dia mengetahui keberadaan kalian". Ucap kaisar kepada beberapa orang yang berada di depannya.
"Perintah siap kami laksanakan Yang Mulia" jawab mereka serempak.
"Baiklah kalian boleh kembali" ucap Kaisar lagi.
Kaisar Zhang baru menghela nafas lega dengan begini keamanan anaknya akan sedikit teratasi.
Seluruh penghuni istana kekaisaran sibuk dengan kesibukan masing-masing ada yang sudah tidur dan ada juga yang sibuk berlatih karena belum mengantuk dan yang hanya duduk melamun menunggu kedua mata tertutup rapat.
Salah satu orang itu adalah Zhang Wei yang sudah memasuki alam mimpi apalagi dengan udara malam ini yang terasa dingin membuat dia membalut seluruh tubuhnya dengan selimut tidak membiarkan sedikit udara untuk masuk.
Belum sampai setengah jam dia tertidur dia sudah mandi keringat karena panas dari selimut yang dia pakai.
"Ah kenapa dingin sekali malam ini" gerutu Zhang Wei sambil bangun untuk menutupi seluruh jendela dan pintu dengan rapat agar udara luar tidak memasuki kamarnya.
Kenapa dia tidak menggunakan elemen apinya untuk menghangatkan ruangan.
"Begini kan agak mendingan" ucapnya setelah merasakan udara dari luar sudah berkurang.
Pagi sekali Zhang Wei sudah mau keluar dari kediamannya. Entah apa yang dia lakukan di dunia luar? entahlah Author juga pusing.
Untuk dia tinggal di istana selama dua puluh empat jam tanpa keluar itu tidak akan pernah ada dalam kamus besar Zhang Wei.
Kali ini kepergian nya harus di ketahui oleh orang kerajaan.
"Ayahanda! Saya keluar ke istana sebentar saja" telepati Zhang Wei
Untung Kaisar Zhang yang masih berada di kamarnya sudah terjaga dari tidurnya. Yang walaupun begitu tetap saja Kaisar Zhang kaget dengan kemunculan suara Putri bungsunya di pikirannya.
Kaisar yang mau menyahut harus terpotong ucapan nya
"Ayahanda tidak usah kuatir karena saya hanya ke pasar ibukota" ucap cepat Zhang Wei sebelum mendengar Omelan dari ayahnya itu.
"Huft baiklah hati-hati bawa beberapa pengawal tanpa penolakan" ucap cepat Kaisar karena dia tahu Zhang Wei akan menolak.
__ADS_1
"Baiklah Ayahanda saya keluar dengan Lou Li" ucap Zhang Wei
Lou Li sudah di ketahui oleh Kaisar kalau Lou Li adalah pengawal pribadi Zhang Wei.
Zhang Wei keluar dari kediamannya dengan cara baik tanpa harus menghilang atau memanjat tembok.
"Yang Mulia Putri" ucap penjaga gerbang ketika melihat dirinya datang.
"Saya mau ke ibukota Ayahanda sudah mengijinkan" ucap Zhang Wei kepada penjaga itu untuk tidak melapor lagi
"Baik Putri" ucap penjaga itu lagi.
Zhang Wei melanjutkan perjalanan. Berjalan santai seperti yang dia lakukan kemarin. Rupanya berjalan santai sambil menikmati udara pagi yang sejuk dan mengisi paru-parunya.
Ah belum pernah dia melakukan hal semacam ini ketika masih di dunia modern dulu.
"Ah memang udara pagi yang sejuk membuat seluruh perasaan hilang" ucapnya sambil menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan.
Dia mengulanginya hingga beberapa kali.
Dia berjalan tanpa pengawal karena Lou Li belum kembali dari tugas yang diberikan untuknya oleh Zhang Wei.
Sekarang hanya dia sendiri yang menikmati udara segar ini. Dan juga sudah banyak rakyat yang berlalu lalang memulai aktivitas mereka.
Ada yang ke pasar, ada yang ke ladang dan berbagai macam tempat.
Dan juga pasar ibukota sudah ramai dengan para pengunjung termasuk Zhang Wei salah satunya.
Kegiatan ini menjadi salah satu minat Zhang Wei itu sendiri. Menyaksikan orang-orang bertransaksi bercengkrama dengan para rakyat tanpa adanya kasta.
Menikmati keramaian kota yang masih sangat tradisional yang belum adanya polusi atau semacamnya.
Jadi itulah yang menjadi alasan utama dia sering datang ke pasar ibukota hanya sekedar menyaksikan aktivitas para rakyat.
Hai hai hai sobat π
Author baru Come back nih π
Sudah dua hari author gak update π³
Jangan lupa dukung kakak β€οΈ
Para readers adalah semangat Author ππ
__ADS_1