PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Saya mau Toko ini


__ADS_3

Zhang Wei yang melihat pelayan itu memarahi anak-anak mendengus tidak suka.


"Mereka mau mencari pakaian yang cocok." jawab pelayan yang bernama Sue itu


"Bagaimana bisa mereka mampu membeli pakaian di sini sedangkan makan saja mereka masih kelaparan" ujar wanita itu ketus


"Kenapa kalau penampilan seperti ini dan mampu membeli pakaian yang ada di toko ini?" saut Zhang Wei tidak kalah sengit


"Heh kalau kau mau gembel kesana tempat gembel bukan di sini toko ini bukan untuk para pengemis seperti kalian mana bisa kalian membeli pakaian di sini. Disini adalah toko pakaian yang berkualitas tinggi dan semua yang membeli pakaian semua bangsawan tinggi". ucap pelayan itu menggertak anak-anak yang ada di depan mereka.


"Terus atas dasar apa kami tidak bisa membeli pakaian di sini? tanya Zhang Wei tidak habis pikir dengan kinerja pelayan yang berada di depannya.


"Dari pakaian kalian saja sudah sangat membuktikan buat apa saya harus mencari dasar lain" ucap Pelayan itu dengan tatapan meremehkan.


"Oh jadi karena pakaian kami. Baiklah saya ingin menemui pemilik toko ini" ucap Zhang Wei


"Heh buat apa anak kecil mau menemui Tuan kami?" tanya pelayan itu menatap Zhang Wei tidak suka


"Yah saya mau membeli semua pakaian yang ada di toko ini sekaligus tokonya" ucap Zhang Wei berlalu masuk dan duduk di kursi ruang tunggu.


Dia memanggil anak-anak pengamen itu untuk duduk bersamanya


"Kalian kemari lah tidak usah hiraukan bibi tua itu" ucap Zhang Wei dengan santai tanpa merasa bersalah.


"Heh jangan seenaknya kau duduk. Pengawal!!" teriak pelayan itu memanggil penjaga untuk mengusir anak-anak gembel itu.


Penjaga yang mendengar teriakan pelayan itu segera masuk dan menghampirinya.


"Bawa mereka pergi dari sini merusak pemandangan saja". Perintah pelayan itu


Zhang Wei yang melihat Pengawal itu segera menghampiri teman-temannya menjentikkan jari membuat mereka tidak bisa bergerak.


"Sedikit saja kalian menyentuh mereka kalian akan kehilangan kepala" ucap Zhang Wei dengan tatapan mata yang sangat dingin dan Aura menyeramkan keluar dari tubuhnya membuat para pelayan dan juga pengawal tadi pingsan kecuali anak-anak gembel tadi karena tidak terkena dampak dari aura Zhang Wei.


Lou Li yang tinggal di bayangan segera muncul ketika melihat Tuannya mengeluarkan aura menyeramkan menandakan bahwa Tuannya benar benar marah.


Zhang Wei sudah sangat bersabar menghadapi Sifat pelayan tadi tapi dia sudah benar benar melampaui batas kesabaran Zhang Wei. Kenapa mereka harus di usir di karenakan hanya pakaian yang mereka pakai? apakah mereka tidak pernah berpikir mungkin orang itu melakukan penyamaran atau apalah? kenapa yang ada di benak mereka hanya orang kaya yang perlu di hormati?


Hanya Kenapa dan apa yang ada di pikiran Zhang Wei.


" Tuan tenangkan amarah mu" ucap pelan Lou Li


Zhang Wei menutup matanya yang sudah menampilkan reaksi berbeda tadi kalau dia tidak segera menguasai emosinya.

__ADS_1


Zhang Wei menarik nafas dalam-dalam dan meng hembuskan pelan-pelan. Dia melakukan itu berulang kali sampai emosinya benar-benar normal kembali.


"Lou Li kau temui pemilik toko ini dan beli toko ini bagaimana pun caranya" ucap Zhang Wei dengan tegas


Zhang Wei memberikan sebuah cincin penyimpanan yang berisi jutaan koin emas di dalamnya.


"Di dalam cincin ini terdapat banyak koin emas dan cincin itu akan menjadi milikmu kau gunakan koin itu membeli toko ini.


Lou Li menerima cincin itu dan memeriksa isinya betapa terkejutnya dia mendapati jutaan koin emas terdapat di dalamnya.


Lou Li melihat Tuannya dengan tatapan mata sulit di artikan.


"Kau gunakan saja koin itu sampai abis mau kau pakai beli kediaman atau menyimpannya terserah padamu yang Saya inginkan kau harus membeli toko ini." ucap Zhang Wei lagi


Lalu Zhang Wei menghampiri salah satu pelayan yang membawa mereka masuk tadi dan meminta dia menyiapkan 70 setel pakaian.


"Bibi tolong siapkan saya 70 setel pakaian seukuran dengan tubuh mereka" ucap Zhang Wei pada pelayan itu


"Baik Tuan Muda" jawab pelayan itu berlalu pergi


"Oh ya bibi apa di sini ada tempat mandi? biarkan mereka membasuh badan mereka." ucap Zhang Wei sebelum pelayan itu benar benar pergi.


"Ada Tuan Muda tapi ada penambahan biaya 2 koin emas" ucap pelayan itu


"Baik Tuan Muda" jawab pelayan itu sambil membimbing anak anak gembel itu menuju bilik yang menjadi kamar mandi.


Anak anak yang di tuntun itu melihat ke arah Zhang Wei dengan tatapan takut dan bingung.


"Kalian ikuti bibi itu. Kalian bersihkan diri terlebih dahulu." ucap Zhang Wei tersenyum lembut kearah mereka.


Anak anak itu mengikuti pelayan sampai di sebuah bilik yang terdiri dari beberapa kamar ganti dan mandi.


"Kalian silahkan masuk di dalam dan membersihkan badan nanti saya akan mengantarkan kalian baju ganti" ucap pelayan itu ramah


"Terimakasih bibi" ucap anak anak itu serempak.


Seorang anak laki-laki yang sedikit lebih besar dari anak anak yang lain menuntun teman-temannya untuk segera mandi.


Anak anak itu mandi dengan sangat cepat. Mereka tidak mau membuat penolong mereka menunggu terlalu lama.


Mereka memakai pakaian yang menjadi pilihan mereka masing-masing di bantu oleh para pelayan karena memang perintah dari Zhang Wei karena sekarang pemilik dari toko ini adalah dia.


Zhang Wei yang memerintah Lou Li tadi untuk membeli toko ini segera menemui pemilik toko tanpa ba bi bu be Lou Li berhasil mendapatkan surat pengalihan kepemilikan atas nama Zhang Wei. Entah bagaimana caranya hanya Lou Li dan pemilik toko ini sebelumnya yang mengetahui.

__ADS_1


Pelayan yang mengusir Zhang Wei tadi sudah di pecat dan para pengawal memindahkan dia di luar karena masih pingsan akibat ledakan aura dari Zhang Wei.


Para pelayan itu memperlakukan anak anak malang itu dengan sangat lembut dan memakaikan mereka sedikit perhiasan yang senada dengan warna baju mereka masing-masing.


Setelah semua selesai mereka di bawah ke arah Zhang Wei.


"Tuan Muda kami sudah selesai merias teman-teman Tuan Muda" ucap pelayan Sue


Zhang Wei menatap mereka dengan takjub, terpampanglah wajah wajah tampan yang selama ini tersembunyi karena tidak ada yang mengurus mereka dan selalu tertutupi karena panasnya terik matahari.


Sekarang mereka seperti Tuan Muda dari keluarga bangsawan tinggi.


"Wah kalian sungguh tampan" ucap Zhang Wei menepuk tangan dengan gembira.


"Ah aku ingat" ucap Zhang Wei di kala mengingat sesuatu.


Dia mengeluarkan sebuah kamera Nya


"Kalian berdiri berjejer di sana biar saya mengambil gambar kalian" ucap Zhang Wei sambil membantu mereka untuk pasang action


" Kalian melihat ke arah benda ini dan tersenyum. Ya bagus 1 2 3", ucap Zhang Wei memberi arahan dan memuji mereka karena mereka cepat paham dan mulai menghitung


Jeprett


Bunyi lampu kamera di kala Zhang Wei berhasil mengambil gambar mereka.


Lalu dia menyuruh mereka untuk foto satu satu, ada yang foto bersama ada yang foto sendiri dengan gaya masing-masing ternyata mereka anak yang lumayan cerdas dan maju. Zhang Wei menjelaskan ke mereka satu kali mereka sudah bisa paham yang walaupun awalnya mereka kaku dan masih malu-malu.


Setelah mereka berhasil menguasai dan bisa bergaya mereka terus menerus meminta Zhang Wei mengambil gambar mereka membuat dia sedikit kewalahan.


hai hai hai sobat πŸ‘


Author come back nih πŸ˜€


**Jangan lupa like dan Vote kakak ❀️ kritik dan saran πŸ“ sangat di butuhkan


Terimakasih


Note: Mungkin besok author akan sedikit lambat update karena masih kerja besok pagi sampai malam semoga ada waktu besok


bye bye bye readers


Selamat malam dan selamat tidur

__ADS_1


Mimpi author ya biar selalu up πŸ₯°**


__ADS_2