PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Tidak bisa turun?


__ADS_3

Di sebuah pinggiran hutan perbatasan kekaisaran seorang pemuda berlari dengan sekujur tubuhnya di penuhi luka dan tidak jauh dari tempatnya berdiri terdapat beberapa orang pembunuh yang mengincar nyawa pemuda itu.


"Tuan Muda serahkan benda itu maka kami akan membiarkan mu terbunuh dengan sedikit rasa sakit" ucap seorang pembunuh yang merupakan pemimpin dari para pembunuh.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyerahkan benda itu kepada orang serakah seperti kalian" ucap pemuda itu menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Wah rupanya di beri kesempatan tetapi tidak mendengar jangan salahkan aku harus menggunakan kekerasan Tuan Muda" ucap pemimpin itu


"Kalian maju jangan biarkan dia lolos" ucap pemimpin itu memerintah anak buahnya.


Pemuda yang di panggil Tuan Muda itu menggerakkan giginya dia harus melawan kalau tidak benda itu akan jatuh ke tangan orang serakah seperti mereka.


Dengan segala upaya memaksakan tenaga yang dia miliki melawan segerombolan para pembunuh itu.


Walaupun sudah terluka begitu parah tetapi pemuda itu masih memiliki kemampuan beladiri yang tinggi ini sedikit membuat beberapa para pembunuh itu kewalahan.


Para pembunuh itu mengeluarkan tenaga dalam mereka menciptakan gelombang tenaga dalam yang sangat dahsyat.


Melihat gelombang tenaga dalam yang terbentuk tersebut tidak ada cara lain pemuda itu menggunakan kemampuan terakhirnya.


Kalau sudah begini dia tidak akan bisa selamat dari mereka yang walaupun mati nanti benda ini tidak boleh jatuh ke tangan mereka.


"Kalian yang memaksaku untuk melakukan hal ini" ucap pemuda itu.


Sambil duduk posisi lotus dia mengumpulkan tenaga dalam terakhir nya sebelum itu terjadi tiba-tiba terdengar sebuah suara halus.


"Yoo di sini ada perlombaan kah? sepertinya seru" ucap seseorang dari atas pohon yang tidak jauh dari tempat mereka sambil memakan buah apel dengan satu kaki di biarkan terayun dan satunya lagi dia gunakan untuk tumpuan tangan kanan yang sedang memegang buah apel.


Dia berbicara tetapi tidak melihat ke arah lawan bicaranya fokus nya hanya kepada buah yang berada di genggaman tangannya.


Dengan sendirinya mereka yang sedang mengadu kekuatan segera menghentikan aktivitasnya mereka sejenak dan melihat sosok kecil yang dengan santainya memakan buah.


"Heh bocah kalau tidak ada pekerjaan jangan mengganggu" hardik seorang pembunuh.


"Hah? kenapa Paman bisa tahu? ucap sosok kecil itu dengan ekspresi kaget.


"Kayaknya paman peramal ya" ucap sosok itu menatap serius pembunuh yang berbicara dengannya.


"Heh bocah kalau tidak mau kena hajar silahkan kembali ke rumah jangan membiarkan kedua orangtua mu tidak melihat mu lagi" ucap pembunuh itu lagi.

__ADS_1


"Ah paman sangat perhatian bikin aku terhura. Mantap nih calon bibi masa depan akan sangat bahagia bisa bertemu dengan paman." ucap sosok kecil itu masih menanggapi omongan pembunuh itu.


Pembunuh yang mendapat pujian seperti itu sedikit senang sungguh kata kata sosok kecil itu sangat menyentil ujung hatinya.


"Heh bocah jangan banyak omong kosong segera tinggalkan tempat ini sebelum kami habis kesabaran kalau tidak....." salah satu pembunuh belum menyelesaikan kata-katanya sudah di potong


"Kalau tidak kenapa Paman? apakah aku akan mendapatkan hadiah? hadiah apa yang akan paman beri? emas? mobil? rumah? atau pesawat, sertifikat penggadaian toko emas atau jangan-jangan..." sosok kecil itu terus mengoceh dan menutup mulutnya seperti mengingat sesuatu.


Membuat para pembunuh apalagi pembunuh yang di potong pembicaraan nya sedikit linglung melupakan kata kata yang sudah tersusun rapi harus sirna seketika.


"Kalau tidak kau tidak akan melihat matahari besok pagi" ucap pembunuh itu setelah berhasil mengingat.


"Hah? kenapa bisa begitu paman? apakah matahari besok tidak akan muncul? APAKAH PAMAN BENAR-BENAR PERAMAL? ucap sosok kecil itu pura-pura tidak mengerti dengan suara yang melengking menerbangkan beberapa burung yang terdapat di atas pohon yang dia duduki melesat jauh.


"Kau benar-benar mau di hajar bocah" ucap seorang pembunuh langsung melesatkan sebuah serangan.


"Woi sabar! ucap gadis itu melempar bekas apel yang dia gigit setengah menghalangi serangan yang datang kepadanya.


"Paman dengarkan dulu penjelasan ku" ucap anak kecil itu sambil turun dari atas pohon.


Tetapi tidak bisa turun mau melompat terlalu tinggi tempat dia duduk.


Dengan kompak orang dewasa yang berada di situ menjatuhkan rahang mereka. Tadi sosok kecil yang tidak terkenal takut tadi berada di mana?


Sekarang anak kecil itu menangis seperti anak kecil pada umumnya yang takut ketinggian dan takut jatuh.


"Paman aku tidak bisa turun. Mama anakmu akan tinggal terus di atas pohon" ucap anak itu berteriak seperti anak yang benar-benar ketakutan.


"Huaaa bagaimana ini? yaaaa sangat tinggi" teriaknya lagi ketika matanya menatap ke bawah.


Para pembunuh itu seperti orang bodoh menatap anak kecil yang berada di atas pohon terus meraung ketakutan.


Semua pembunuh itu teralihkan perhatiannya ke arah anak kecil itu.


"Paman tolong bantu aku untuk turun" ucap anak kecil itu memelas dengan mata kucing yang sudah basah karena menangis dengan kedua tangannya masih memeluk batang pohon.


Para pembunuh itu menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal bingung bagaimana menolong anak kecil itu.


Tempatnya itu sangat tinggi dari mereka berdiri kalau memang dia tidak bisa turun terus tadi memanjat menggunakan apa? inilah pemikiran pembunuh yang terlintas.

__ADS_1


"Bocah apakah kau benar-benar tidak bisa turun? tanya seorang pembunuh sedikit curiga.


"Huaa Paman apakah aku kelihatan bercanda? aku tidak bisa turun" ucap anak kecil itu lagi.


"Bagaimana kau bisa naik kalau kau tidak bisa turun? ucap pembunuh itu lagi


"Aku tadi ada mengikuti lomba memanjat pohon tinggi bersama teman-teman di desa. Siapa yang bisa memanjat pohon tinggi maka akan mendapatkan hadiah seratus koin emas berserta sebuah rumah" ucap anak itu


"Kau tahu Paman seratus koin emas dan juga rumah itu sangat berharga bagiku. Mungkin bagi paman dengan jumlah seperti itu kecil dan mudah di dapat tetapi berbeda denganku dan orangtuaku barang-barang ini sangat penting bagi kami" ucap anak itu melakoni bagiannya dengan sangat sempurna tidak ada kecacatan dalam perannya.


Benar juga dengan jumlah seperti itu bagi mereka hanya kecil tetapi berbeda dengan anak itu justru ini sangat membantu mereka maka wajar anak itu nekat memanjat pohon hanya sekedar mendapatkan hadiah itu tanpa memikirkan konsekuensinya ketika turun.


"Paman tadi ketika mengikuti lomba aku tidak memikirkan kalau aku tidak bisa turun tetapi karena hadiah itu sangat penting bagiku membuat saya tidak takut untuk memanjat pohon tinggi." lanjutnya lagi.


"Sekarang kami akan menurunkan mu dari atas situ dan tidak usah mengikuti lomba itu lagi kami akan memberikan mu koin emas dua kali lipat dari hadiah lomba." ucap pemimpin pembunuh itu.


Para pembunuh itu merasa sedikit iba dengan perjuangan dan kehidupan anak kecil itu yang berani mempertaruhkan nyawanya hanya demi hadiah.


Setelah anak itu berhasil di turunkan dan tak lupa mereka memberikan dia koin emas sesuai jumlah yang mereka sudah janjikan.


"Terimakasih Paman kalian sungguh bermurah hati saya mengharapkan agar paman-paman segera mendapatkan calon bibi masa depan" ucap anak itu sebelum pamit.


"Yah apa perlu di antar" ucap seorang pembunuh


"Tidak usah paman tempat tinggal ku tidak jauh dari sini kalau begitu terimakasih Paman jangan lupa untuk berkunjung ke rumah kalau paman-paman ini mempunyai waktu" ucap anak itu berlalu cepat dari para pembunuh itu.


Para pembunuh itu hanya mengangguk kan kepala mengerti dan membiarkan anak kecil itu pergi.


Setelah kepergian anak itu baru mereka menyadari kalau sosok yang mereka incar telah pergi.


"Sialan cepat cari tuan muda Wan sialan itu" ucap pembunuh tidak mendapati pemuda yang mereka kejar hingga sampai ke tempat ini.


Hai hai hai hai sobat πŸ‘


Author come back nih πŸ˜€


Bantu selalu dukung ya


**Author ada ikut lomba banyak update. Semoga Minggu yang akan datang ini Author normal update lagi

__ADS_1


Jangan lupa like dan Vote ❀️ kakak readers**


__ADS_2