PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Nonton


__ADS_3

Keesokan paginya Zhang Wei kembali mengumumkan lomba yang tertunda karena harus beristirahat semalam.


"Perhatian semuanya kita kembali melanjutkan lomba yang tertunda" ucap Zhang Wei yang sudah berada di atas kudanya.


Kaisar dan kakak-kakaknya hanya bisa pasrah melihat kelakuan unik dari Putri yang satu ini.


"Siap Putri." jawab serempak.


Zhang Wei kembali melambaikan tangannya untuk membuat perisai di arah kereta kuda yang di tempati oleh saudari dan ibunya.


Mereka kembali memacu kudanya memecah keheningan hutan.


Selama dua hari mereka memacu kuda akhirnya mereka memasuki perbatasan kekaisaran Zhang.


Yang seharusnya menempuh perjalanan selama 1 Minggu tapi ini mereka hanya tiga hari karena ide konyol Zhang Wei mengadakan lomba pacu kuda.


Selama tiga hari itu pun juga di sertai istirahat kalau malam.


Ketika mereka memasuki wilayah Kekaisaran Zhang mereka masih memacu kuda. Para rakyat yang berhadapan dengan mereka menatap takjub dengan kelihaian Tuan Putri mereka memacu kudanya.


Para pengawal bahkan kakak-kakaknya belum ada yang berhasil mendahului Zhang Wei, mereka sudah mengarahkan seluruh kekuatan mereka ke kuda tetap saja tidak melampaui Zhang Wei. Meskipun begitu mereka tetap berusaha.


Zhang Wei mulai menurunkan laju kudanya karena sudah memasuki ibu kota kekaisaran, karena penduduk di sini padat. Banyak penduduk yang berkeliaran.


Melihat anggota keluarga kekaisaran lewat para rakyat mulai membuka jalan dan memberi hormat.


Selang lima belas menit semua rombongan sudah tiba di istana.


Para pengawal dan pelayan berjajar rapi menyambut kedatangan Tuan mereka dengan selamat.


"Selamat datang kembali Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Putra Mahkota dan Yang Mulia Pangeran kedua dan Yang Mulia Putri pertama, kedua dan ketiga" ucap para pengawal dan pelayan serempak.


Mereka kembali ke kediamannya masing-masing untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum ke ruang makan karena mereka tiba sudah sore dan sedikit lagi waktunya makan malam.


Di kediaman Zhang Wei,


Sampai di kediamannya Zhang Wei langsung menuju kamar mandi karena sudah gerah ingin membersihkan diri secepatnya.


Pelayan yang melihat Tuannya langsung ke kamar mandi segera berbondong-bondong membawakan air panas dan menyiapkan pakaian gantinya.


Melihat para pelayan yang berbondong-bondong membawa masuk air panas akhirnya Zhang Wei menunggu di depan pintu kamar mandi. Setelah mereka selesai langsung dia berenang di kolam pemandian kecilnya itu tanpa membuka pakaiannya terlebih dahulu.

__ADS_1


A few minutes a later


Zhang Wei sudah rapi dengan hanfu cantik yang tipis sangat pas di badannya. Dia langsung jalan menuju ruangan makan anggota keluarga kekaisaran, entah dia kerasukan apa? tumben dia mau jalan ke sana dan bergabung makan padahal rasa laparnya sudah sampai di ulu hati.


Kasim yang melihat kedatangannya segera mengumumkan tapi sudah di cegat, dia langsung saja menendang pintu itu tanpa mau capek-capek untuk membuka dengan tangannya.


Keluarga yang lainnnya yang sudah ada di meja makan terkejut dengan bunyi pintu yang di tendang keras. Tanpa aba-aba semua mata mereka tertuju pada satu titik yaitu pintu yang terbuka yang menampilkan sosok makhluk kecil yang berjalan dengan tergesa-gesa.


Tanpa aba-aba Zhang Wei langsung duduk tanpa memberi salam hormat kepada Kaisar, Permaisuri, Selir dan kakak-kakaknya.


Dan mengambil makanan yang dia sukai dan makan dengan sangat cepat, tanpa mempedulikan wajah-wajah bodoh orang-orang yang ada di ruang makan itu.


Yang menatapnya dengan membuka mulut lebar-lebar melihat kekacauan yang di perbuat olehnya. Mereka masih menonton Zhang Wei yang menikmati makanannya dengan sangat cepat. Entah dia menghabiskan berapa porsi? Zhang Wei tengah bersendawa dengan tidak tahu malu dan sopan nya.


"Ah perut akhirnya kau terisi juga," ucapnya sambil mengusap perutnya seperti ibu hamil yang jalan 8


Setelah selesai dengan kegiatannya baru dia tersadar kalau dia tadi makan dengan tidak elitnya dan mendapati ruangan Seperti sepi.


Seperti hanya dia yang berbunyi, Lalu dia mengangkat kepalanya ke depan dan mendapati Kaisar menatapnya dengan mulut terbuka, lalu dia menoleh ke samping kiri dia mendapati Permaisuri, Selir dan dua kakak perempuannya ekspresi yang sama juga terjadi seperti Kaisar.


Dia menoleh ke arah samping kanan dan terdapat wajah tampan Gege Gege Nya dengan mulut terbuka. Zhang Wei tidak tahu harus omong apa? ketika mendapati muka bodoh mereka gara-gara ulahnya sendiri.


Zhang Wei mulai menetralkan ekspresinya lalu berdehm


"Ehem maafkan Putri ini tidak menyapa Ayahanda, Ibunda permaisuri, ibu Selir dan Gege Jiejie" ucapnya untuk mencairkan suasana


"Tadi Putri ini sangat lapar jadi habis deh semuanya" ucapnya lagi.


Mereka segera tersadar dari tampang bodohnya. Ketika mereka mendengar kata habis keluar dari mulut Zhang Wei mereka segera melihat ke arah meja makan dan terdapat semua sudah ludes tinggal tempatnya saja yang Zhang Wei tinggalkan.


"Meimei bagaimana bisa dengan perut kecilmu itu memuat semua makanan yang ada di atas meja? Pekik Pangeran kedua dengan kaget melihat isi meja makan sudah ludes.


"Ah maaf. Putri ini sungguh lapar jadi makan dengan sangat lahap. Setelah Putri ini puas makan baru sadar ternyata makanan sudah habis" ngakunya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ya sudah buat ulang saja" ucap Kaisar melihat Putri bungsunya itu makan dengan lahap tanpa etika seorang Putri bangsawan.


Kaisar segera meminta para pelayan untuk membuat ulang makanan.


"Ah Ayahanda Kau memang paling terbaik" ucap Zhang Wei dengan mengacungkan kedua Jempolnya.


Posisi duduk Putri Zhang Wei saat ini adalah menghadap kaisar dan di sisi meja samping kirinya terdapat para ibu dan kakak perempuannya Putri Zhang Fei dan di sisi meja samping kanannya terdapat duo pangeran dan Putri ke dua Zhang Ziyi.

__ADS_1


Kaisar yang mendengar dan melihat ulah Zhang Wei hanya terkekeh.


"Ah akan sangat membosankan menunggu begini tanpa melakukan sesuatu" ucapnya memecah keheningan.


"Apa ada permainan yang Meimei ingin lakukan? tanya Pangeran kedua.


Rupanya dia adalah sosok Kakak yang paling peka terhadap keunikan adiknya yang satu ini.


"Permainan ya?πŸ€” ucapnya sambil mengelus dagunya dengan ujung jari telunjuk


"Bagaimana kalau kita nonton saja? Biar Ayahanda dan Ibunda ikut bergabung." ucap Zhang Wei mengusulkan ide.


"Menonton? menonton apa? beo mereka bersamaan


"Menonton film di laptopku" ucapnya sambil mengeluarkan laptopnya mencari sebuah film yang dia sukai dulu di dunia modern


Dia menemukan sebuah film action yang berjudul the fast furious dia mulai berjalan menuju kursi yang di duduki oleh Kaisar.


"Ayahanda. Bisa Ayahanda duduk di samping kursi bunda Permaisuri? Zhang Wei mau memakai kursi ayahanda untuk menopang laptop ini" ucap Zhang Wei setelah sampai di samping Kaisar.


Kaisar segera beralih ke arah kursi yang berada di samping permaisuri.


Zhang Wei segera memutar Film itu, Para pangeran dan putri segera merapatkan kursinya biar mereka dapat melihat dengan jelas.


Mereka menonton dengan tenang tanpa ada yang berbunyi sedikitpun, mereka menatap takjub dengan para pemeran yang dengan lihainya menghindari tembakan.


Mereka semua tegang ketika Pemeran utama mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil tangannya terus menembak. Seolah mereka yang berada di posisi itu.


Film itu terus berputar seiring dengan perubahan ekspresi mereka juga yang terus berubah-ubah, kadang tegang kadang sedih kadang tertawa lepas ah berbagai ekspresi keluar dari wajah mereka.


Membuat Zhang Wei yang melihat itu tersenyum tipis. Dia bisa merasakan kehangatan keluarga sekarang.


Hay Hay Hay sobat πŸ‘


Apa kabar semua?


sehat sehat sehat?


Author baru up lagi ini, maklum new normal Corona jadi Author sibuk kerja


Tidak sempat ketik lama-lama. Author hanya mencuri waktu istirahat mengetik satu bait

__ADS_1


__ADS_2