
Ketiga pasang mata itu menatap Zhang Wei dengan tatapan penuh harap dan deg-degan.
Setelah mendengar cerita singkat Surya Geni yang menceritakan kalau Zhang Wei tidak mengingat apapun dan juga tidak tahu berasal dari mana bahkan namanya juga tidak mengetahui.
Mereka bertiga berencana mengangkat sebagai Putri kerajaan apalagi permaisuri sangat menginginkan memiliki seorang anak perempuan dan melihat Zhang Wei dia merasa cocok dengan kepribadian anak gadis itu.
Zhang Wei tidak tahu harus bilang apa karena dia tidak mengetahui akan kemana dan mengingat siapa keluarganya.
Dia lama bergumul dengan dirinya apakah harus menerima kenyataan ini atau melepaskan.
"Aku tidak mengingat apapun siapa diriku sebenarnya? dan kalau kalian tidak keberatan dengan keadaan ku yang seperti ini aku tidak memiliki pilihan untuk sementara" ucap Zhang Wei jujur.
Dia bahkan terlihat bingung kenapa dia bisa tidak memiliki ingatan sama sekali seolah kejadian ini seperti di setting.
Permaisuri maju selangkah dan membawa Zhang Wei kembali dalam pelukannya.
"Siapapun dirimu dan darimana kamu berasal Ibunda ini tidak bermasalah. Sekarang kau adalah Putri kami satu-satunya" ucap Permaisuri memandang Zhang Wei di hadapannya dengan penuh kasih seolah Zhang Wei adalah Putrinya yang sudah lama hilang telah kembali.
Sekarang yang mereka pikirkan Zhang Wei harus di angkat menjadi Putri mereka. Bahkan feeling seorang ibu tidak akan pernah meleset menentukan karakter seseorang.
Mereka yakin dengan keberadaan Zhang Wei akan membawa kebahagiaan tersendiri bagi mereka.
"Ibunda" ucap Zhang Wei mengikuti kata Permaisuri.
"Jadi namamu siapa Nak? ucap Permaisuri.
"Nama? Sekar Arum" ucap Zhang Wei setelah memastikan itu namanya.
"Nama yang cantik seperti orangnya." Puji permaisuri.
"Itu nama pemberian kakak" ucap Zhang Wei.
"Apakah kau sudah memikirkan hal ini Putraku? ucap Permaisuri menatap Putranya yang terlihat tenang tetapi tidak dengan senyum menawan nya itu.
"Ibunda sejak pertama kali aku bertemu dengannya aku sudah mencap dia sebagai adikku tetapi syukurlah Ibunda dan Ayahanda mengangkat adikku sebagai Putri kalian" ucap santai Surya Geni.
Memang pertama kali Surya Geni membiarkan Zhang Wei mengikutinya karena dia sudah memikirkan akan mengangkat Zhang Wei sebagai adiknya.
Hidup nya yang sebagai anak tunggal membuat nya iri kepada warga dan kerajaan lain yang memiliki seorang saudara.
Begitu juga yang terjadi dengannya memiliki keinginan tinggi untuk memiliki seorang adik sehingga dia bertemu Zhang Wei membuat dia menilai Zhang Wei adalah kandidat yang cocok sebagai adiknya.
Salah satu alasan dia berkelana adalah untuk mencari adik dan membawa pulang kepada sang Ibunda.
__ADS_1
Ternyata pilihan nya kepada Zhang Wei tidak salah dan Ibunda permaisuri langsung meminta Zhang Wei sebagai Putrinya.
Zhang Wei menatap ketiga orang yang berada di depannya yang menanti jawaban darinya.
"Baiklah Ananda ini memberi hormat kepada Ayahanda, Ibunda dan kakak" ucap Zhang Wei membungkuk hormat kepada tiga orang dewasa yang menampilkan senyum bahagia dan lega.
"Selamat datang Putriku" ucap Raja yang bangkit berdiri memberikan pelukan kepada Zhang Wei.
Zhang Wei juga tidak menolak dan membalas pelukan hangat Raja.
"Selamat bergabung Putri ku" ucap permaisuri dengan terharu bahkan dia menangis bahagia.
"Selamat datang di rumah adik kecil" ucap Surya Geni memberikan pelukan di sertai senyum mengembang itu.
Zhang Wei juga tidak menolak pelukan mereka seolah dia Dejavu dengan keadaan seperti ini.
"Ayahanda akan mengadakan pesta penyambutan dan perkenalan untuk mu" ucap Raja
"Baiklah kalau begitu Ayo Ibunda mengantar mu istirahat" ucap permaisuri menggandeng tangan Zhang Wei.
Karena sebelumnya Pangeran Bintang telah meminta para pelayan untuk menyiapkan kamar untuk adiknya.
Kedua orang wanita itu keluar dari aula menuju kediaman milik Putri kerajaan.
Melihat kedua wanita itu keluar barulah Raja menoleh ke arah Putranya yang masih menatap pintu keluar.
"Dengan gaya mu yang seperti ini tidak mungkin kau tidak mengetahui sesuatu? ucap Raja lagi.
"Ayahanda awalnya aku juga tidak mengetahui sesuatu tetapi setelah dua minggu mengenal adik kecil aku menemukan ada yang berbeda" ucap Surya Geni
Sekarang mereka mengobrol sebagai Ayah dan Anak terlepas dari status sebagai Raja dan Pangeran.
"Lihat saja kejutan yang akan di berikan oleh adik kecil nanti" ucap Surya Geni pamit kepada Raja yang masih mencerna setiap perkataan pangeran Bintang.
"Melihat nya kau membawa dia kehadapan kami membuat kami yakin kau mengerti sesuatu" ucap Raja setelah beberapa saat.
Permaisuri membawa Zhang Wei ke arah kediaman yang sudah di bersihkan oleh banyak pelayan.
Kediaman ini adalah khusus untuk Putri kerajaan. Kediaman ini sudah lama di persiapkan oleh Permaisuri yang walaupun dia tidak memiliki Putri tetapi seolah dia mengetahui sesuatu dia mendirikan kediaman ini.
Bahkan kalau ada kegiatan istana kediaman ini tidak pernah di ijinkan untuk memakai sebagai kamar untuk tamu yang menginap.
Sekarang melihat banyaknya pelayan dan ini perintah dari Pangeran untuk mempersiapkan kediaman ini membuat tanda tanya besar bagi penghuni istana.
__ADS_1
Apakah mereka memiliki Putri kerajaan sekarang?
Dan siapa yang diangkat sebagai Putri kerajaan?
Apakah Putri Mayang Sari?
Pertanyaan itulah yang meliputi pemikiran para pengawal dan pelayan.
Apalagi mendengar perintah dari seorang Pangeran dingin mereka untuk mempersiapkan kediaman itu dengan sangat cantik dan sempurna.
Sekarang kediaman itu sudah di sulap dengan banyak nya bunga yang berwarna putih.
Kediaman ini di sulap dengan kesan Putri kerajaan yang suci tetapi berkarakter tegas.
Yah kediaman ini sesuai dengan selera Zhang Wei.
Kediaman yang di tanami dengan banyak pohon beserta danau teratai dan di kelilingi oleh bunga yang berwarna putih hanya ada beberapa bunga yang berwarna lain tetapi tidak mengalahkan banyak warna putih.
Kalian ingat kan di chapter sebelumnya kalau Jack itu hanya menyukai warna putih dan hitam.
Begitu kedua wanita cantik itu memasuki kediaman para pelayan dan pengawal menunduk hormat.
"Salam kepada Yang Mulia Permaisuri" ucap mereka serempak.
Mereka hanya membungkuk kepada Zhang Wei karena mereka memang belum mengetahui siapa dia sebenarnya.
Mereka hanya memiliki satu pemikiran apakah gadis ini yang akan menjadi Putri kerajaan mereka?
"Dia adalah Putri kerajaan Putri Sekar Arum" ucap Permaisuri dengan tegas kepada pelayan dan pengawal melihat tatapan kebingungan mereka.
"Salam kami kepada Yang Mulia Putri kerajaan" ucap mereka lagi kepada Zhang Wei.
"Terimakasih" ucap Zhang Wei mengangguk kepada mereka.
"Ayo Putriku" ucap Permaisuri membawa masuk Zhang Wei dan di ikuti oleh beberapa dayang di belakang mereka.
"Sungguh Yang Mulia Putri kerajaan sangat cantik" ucap beberapa pelayan di belakang.
Mereka mengagumi kecantikan Zhang Wei yang masih terbalut dengan pakaian sederhana tetapi tidak menghilangkan kecantikan yang dia miliki.
Hai hai sobat π
Author kembali lagi nih π₯°
__ADS_1
Author bilang malas tetap juga Author mengetik π
Jangan lupa dukung kakak readers ya