
Zhang Wei tersenyum penuh kemenangan telah berhasil mengelabui para pembunuh itu.
Bukan hanya menyelamatkan nyawa pemuda itu tetapi juga mendapatkan dua ratus koin emas.
"Hah panen jajan yang cuma-cuma" ucap Zhang Wei melihat kantong koin.
"Paman itu berlari ke mana ya? Zhang Wei mengarahkan roh spiritual memeriksa area hutan setelah menemukan keberadaan pemuda itu Zhang Wei segera melesat.
"Paman! ucap Zhang Wei muncul dengan tiba-tiba di depan pria itu.
Pria itu sedikit terkejut dengan kehadiran Zhang Wei yang dia tidak merasakan kehadirannya.
"Paman terluka cukup serius. Kita harus segera meninggalkan tempat ini karena sebentar lagi para pembunuh itu akan menemukan keberadaan Paman" ucap Zhang Wei memapah pemuda itu.
"Paman tutup mata" ucap Zhang Wei
Dengan Patuh pemuda itu menutup matanya walau sedikit bingung dengan maksud bocah itu di depannya sekarang dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi.
Kalau pun dia di bunuh atau di jebak oleh anak kecil di depannya dia tidak peduli lagi.
Zhang Wei membawa pemuda yang terluka itu ke dalam sebuah gua yang berada di lereng bukit yang sangat terjal.
"Paman kita sudah tiba" ucap Zhang Wei
Pemuda itu membuka mata dan melihat sekitar kalau mereka berada di sebuah gua.
Gua ini terlihat bersih seperti ada orang yang tinggal di gua ini.
"Kita berada dimana? tanya pemuda itu.
"Kita berada di lereng bukit dekat hutan keramat" ucap Zhang Wei santai.
Dengan ekspresi kaget tentu pemuda itu tidak pernah menyangka kalau mereka berada di lereng bukit.
Hutan keramat tidak ada seorangpun yang berani mendekat. Hutan ini sudah dalam zona yang sangat di larang.
"Tempat ini cocok untuk paman memulihkan kondisi para pembunuh itu tidak akan menemukan keberadaan Paman di sini." ucap Zhang Wei.
"Karena paman terluka ini aku menyiapkan ramuan obat untuk paman seharusnya ini bisa menyembuhkan luka luar paman" ucap Zhang Wei menyerahkan mangkuk yang berisi ramuan herbal.
"Terimakasih" pemuda itu tanpa ragu-ragu meminum ramuan itu.
Setelah ramuan itu bersatu dengan tubuhnya segera dia duduk dalam posisi lotus untuk menyerap semua obat herbal itu.
__ADS_1
Zhang Wei yang melihat kalau dia sedikit kesulitan mengulurkan jari telunjuk tangan kanannya ke punda pemuda itu dan menyalurkan sedikit energi spiritual.
Selang lima belas menit pemuda itu menyerap vitalitas ramuan obat dan dia merasakan suatu energi yang hangat memasuki dantian nya dan luka dalam yang sudah lama dia derita segera perlahan sembuh dan semua luka-luka luar menutup semua.
Dia dapat merasakan perasaan yang tenang dan hangat semua beban pikirannya perlahan menghilang menggantikan semangat baru.
Setelah merasa cukup Zhang Wei menarik kembali jari telunjuk nya dan mengeluarkan beberapa buah dari ruang angkasa.
Dia menggigit jambu biji yang sudah di kupas oleh Fei untuknya dan duduk menjauh dari tempat duduk pemuda itu seperti tidak pernah mendekat ke arahnya.
Perlahan pemuda itu membuka matanya dan tersenyum dengan sangat menawan. Selama ini dia belum merasakan perasaan seperti ini.
"Terimakasih telah menyelamatkan nyawa ku" ucap pemuda terhadap Zhang Wei yang berada di pojok dengan senyuman tulus.
"aish tidak apa-apa paman kebetulan saya lewat dan bertemu dengan paman di kepung seperti itu siapapun pasti juga akan melakukan hal yang sama" ucap Zhang Wei merendah hati.
"Tidak banyak orang apalagi anak muda seperti mu melakukan hal seperti itu kalau tidak memiliki keberanian dan kemampuan jadi saya mengucapkan terimakasih yang tulus untukmu" ucap pemuda itu.
"Yah paman benar" ucap Zhang Wei tidak mau membantah.
Ya mana ada anak kecil yang akan berani mengambil resiko melawan pembunuh bayaran yang beberapa orang banyak seperti itu.
Tetapi bagi Zhang Wei pembunuh bayaran seperti itu hanya lah semut di matanya.
Dan para pembunuh itu sedikit bodoh sehingga memuluskan rencana yang di miliki oleh Zhang Wei berjalan mulus.
"Tetapi bagaimana cara mu membawa ku kesini? ucap pemuda itu sedikit terkejut dengan kemampuan sosok kecil yang berada di depannya ini.
"Hehe itu salah satu ilmu yang kakek ajarkan untukku karena aku tidak mempunyai ilmu beladiri yang cukup tinggi jadi kalau aku menemukan masalah agar bisa langsung kabur" ucap Zhang Wei dengan sedikit bumbu kebohongan.
Pemuda itu hanya mengangguk kepala tidak banyak bertanya walaupun masih ada sedikit kejanggalan dalam penjelasan itu tetapi alasan itu sedikit masuk akal.
Dan ilmu teleportasi itu bukan ilmu yang bisa di pelajari oleh kebanyakan orang hanya orang-orang tertentu atau keturunan tertentu yang memiliki ilmu tersebut.
Mungkin sosok kecil yang berada di depannya ini adalah salah satu pewaris ilmu itu atau memang ada orang yang mengajari nya seperti yang di beritahu kan olehnya.
"Ini ada buah-buahan dan juga ini koin emas yang di berikan oleh para pembunuh itu untukku mungkin ini sedikit berguna untuk paman" ucap Zhang Wei menyodorkan keranjang yang berisi buah dan sekantong koin emas.
Pemuda itu menatap serius anak kecil yang berdiri di depannya ini dengan perasaan sulit.
Dia jarang menemui orang yang begitu rendah hati.
"Tidak tidak berikan saja buah itu sudah cukup untuk ku kau ambil koinnya terimakasih" ucap pemuda itu cepat.
__ADS_1
"Tidak apa-apa paman! ambil saja koin ini saya tidak terlalu membutuhkannya paman ambillah kalau paman keluar dari sini saya rasa paman akan sedikit kesulitan" ucap Zhang Wei tetap memberikan koin itu.
"Barang yang saya sudah berikan tidak akan saya ambil kembali kalau paman tetap menolak saya akan membuang koin-koin ini" ucap Zhang Wei.
Dengan perasaan canggung terpaksa pemuda itu mengambil koin emas itu dan menyimpannya.
"Kalau begitu saya pamit dulu paman" ucap Zhang Wei bangkit berdiri setelah menghabiskan buah terakhir yang dia makan.
"Itu terimakasih anak muda siapa namamu boleh saya mengetahuinya" ucap pemuda itu
"Paman boleh memanggilku Lu Zhang kalau paman membutuhkan sesuatu boleh menghubungi ku di akademi Taiyang. Saya belajar di sana paman" ucap Zhang Wei sebelum pergi.
Zhang Wei keluar dari gua dan langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul di kediamannya.
"Sungguh anak yang bermurah hati. Tidak salah dia mewarisi kekuatannya" gumam pemuda itu berubah ke wujud aslinya dan menghilang di tempatnya berdiri tidak lupa dia mengambil buah-buahan dan koin yang di berikan Zhang Wei untuknya.
"Dududududdu hmm dududu" Zhang Wei bersenandung memasuki kediaman yang di tempati oleh Zhang Wei dan Zhang Ziyi.
"Meimei kau darimana saja tadi? Zhang Ziyi keluar dari kediaman ketika mendengar suara adiknya yang sudah dari tadi pagi keluar dari kediaman dan baru kembali ke kediamannya.
Dia keluar akademi Taiyang dengan seenak jidatnya tanpa mempedulikan aturan lisan yang di tetapkan oleh pihak akademi.
Akademi Taiyang di liputi oleh formasi yang tidak sembarang orang bisa menembus pertahanan akademi tetapi Zhang Wei tidak berlaku formasi itu.
Dan murid yang berada di akademi Taiyang tidak sembarangan bisa keluar dari akademi dan apabila ada murid yang keluar tanpa seijin akademi akan diberikan sanksi.
Kalau Zhang Wei ketahuan entah sudah berapa kali kena hukuman.
Tapi ini memang salah satu syarat Zhang Wei sebelum bergabung dengan pihak akademi Taiyang ketika dia pertama kali di angkat menjadi murid akademi Taiyang dia sudah mengajukan persyaratan kalau seluruh peraturan akademi tidak akan berlaku untuknya.
Kepala akademi menyetujuinya terpaksa para dekan yang lain mengiyakan siapa yang berani menantang keputusan kepala akademi?
Tidak ada.
Ini kesempatan bagus membiarkan Zhang Wei merajalela dengan seenaknya.
Hai hai hai sobat π Author baru come back nih π
Apa kabar kalian?
**Jangan lupa Vote dan suka serta komentar nya dong β€οΈ
Terimakasih**
__ADS_1