PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Kabar kepulangan Putri Zhang Wei


__ADS_3

Kabar kepulangan Putri Zhang Wei telah menyebar di seluruh kekaisaran bahkan negeri tetangga juga mendengar. Bahkan di sebuah negeri yang tidak di ketahui keberadaannya mendengar kabar itu.


Seorang Pria tengah tersenyum penuh makna setelah mendengar kabar itu dari pengawalnya.


Para pangeran dan putri yang mendengar itu langsung menuju ke tempat permaisuri kebetulan di sana juga ada selir agung.


"Salam kepada Ibunda permaisuri dan ibu selir agung, semoga di beri kesehatan sampai seribu tahun" ucap mereka bersamaan.


"bangunlah. Ada apa kalian kemari? tanya permaisuri


"Ibunda permaisuri kami mendengar kabar dari para pengawal kalau Putri Zhang Wei telah kembali" ucap putri Zhang Ziyi putri ke dua kekaisaran.


"Kapan? Kenapa tidak ada yang memberitahu kepada ibunda? tanya permaisuri heran. dia tidak mendengar kabar itu.


"Kami juga baru mendengarnya tadi dari pengawal Ibunda. Sehingga kami langsung menuju kesini" jawab Pangeran ke dua Zhang Lin


"Oh baguslah kalau dia sudah pulang" jawab permaisuri santai.


Setelah menyampaikan kabar itu para pangeran dan putri kembali ke kediamannya masing-masing.


Di ibukota


Setelah puas berkeliling Zhang Wei menuju ke arah istana. Setelah sampai di pintu gerbang salah satu penjaga gerbang menghadang dia.


"Mohon tunjukkan identitas anda Nona? tanya salah satunya


"Apa saya perlu ijin mu untuk masuk? bukannya menjawab malah bertanya balik


"Apa kau pikir ini tempat yang seenaknya kau datangi? tanya penjaga itu dengan marah karena Zhang Wei tidak menanggapi pertanyaannya malah bertanya balik


"Apa hak Mu menghalangiku untuk masuk ke kediamanku? tanya balik Zhang Wei lagi


"Apa maksud dengan kediaman? tanya penjaga itu lagi


" Apa kau sudah bodoh? apa otak mu sudah keluar dari kepala? sehingga tidak mengerti dari maksudku? tanya Zhang Wei beruntun. Dia sangat kesal hari ini karena banyak orang yang menghalanginya hanya untuk masuk di ibukota dan sekarang kediamannya. Maunya dia menghancurkan mulut orang-orang itu yang banyak berbicara.


"Istana ini bukan kediaman mu" jawab penjaga itu tak mau kalah


"Apa kalian sudah melupakanKu? baru dua bulan saya meninggalkan istana" kesal Zhang Wei

__ADS_1


Mendengar kata"Dua bulan meninggalkan istana" langsung penjaga itu berlutut memohon ampun. yah yang walaupun sebagian orang istana tidak ada yang mau berdekatan dengannya tapi para pengawal dan pelayan masih menghormatinya karena dia masih anggota keluarga kekaisaran.


"Ampun tuan putri! hamba tidak mengetahui kalau itu Tuan putri" ucap mereka serempak sambil membenturkan kepala mereka di tanah.


"Ah sudahlah saya mau masuk dan istirahat" ucapnya sambil menerobos masuk dan menuju kediamannya.


Kediamannya masih seperti dulu tidak ada perubahan kecuali banyak rumput liar yang tumbuh. Melihat itu membuat Ia menyayangkan akan nasib yang menimpa putri Zhang Wei yang dulu.


"Sungguh sangat disayangkan sekali nasibmu Putri Zhang Wei" ucap Jack sambil melihat-lihat halamannya yang penuh dengan rumput liar dan kediaman tanpa pengawal dan pelayan.


Lalu dia melanjutkan perjalanan menuju kamarnya dan di sana terdapat banyak sarang laba-laba tergantung di mana-mana. Yang seperti sarang hantu saja


lalu Ia menggunakan elemen angin untuk membersihkan ruangan itu dan langsung menuju tempat tidur, dan menuju alam mimpi dia sangat lelah.


Seharian ini dia berjalan tanpa istirahat dan di tambah lagi dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi padanya membuat Ia langsung menuju alam mimpi.


Di Aula pertemuan,


Kaisar dan para pejabat baru menyelesaikan pertemuan mereka. para pejabat mengundurkan diri terlebih dahulu.


Ketika kaisar Zhang ingin meninggalkan tempat itu, para istrinya dan para pangeran dan putri datang menemuinya.


"Ada apa kalian kemari? tanyanya lembut


"Apa? dia sudah ada di istana? kenapa dia tidak datang melaporkan kepada Zhen? tanyanya dengan sedikit emosi. Beraninya putri Zhang Wei tidak melaporkan kedatangannya.


"Bagaimana kalau kita berkunjung ke kediamannya Yang Mulia? ucap permaisuri lagi.


"Baiklah ayo kita kesana" ajak kaisar Zhang menyetujui.


Mereka semua menuju ke kediaman Putri Zhang Wei. Ketika mereka tiba di pintu gerbang kediaman itu terlihat sangat sepi. Tidak terdapat seorangpun di sana baik pengawal ataupun pelayan. Semua mereka cukup terdiam lama di pintu gerbang sampai Kaisar Zhang membuka pintu kediaman itu dan terpampang lah halaman yang tidak terurus yang di penuhi tanaman liar.


Kini mereka berdiri di pintu kamar Putri Zhang Wei dan sekitaran pintu itu terdapat banyak sekali sarang laba-laba membuat mereka tambah diam.


Kaisar langsung saja membuka pintu itu tanpa perasaan. dan tampaklah seorang gadis tertidur nyaman di atas peraduannya tanpa sedikitpun terusik dengan bunyi pintu yang di dobrak. Kaisar, Permaisuri, Selir agung dan para pangeran dan putri yang melihatnya tertidur sangat pulas sedikit tertegun dengan kecantikan Zhang Wei yang tidak di poles apapun. Sungguh kecantikan yang tidak dimiliki manusia yang tinggal di dunia fana ini.


" Ayo kita kembali biarkan dia istirahat" ucap kaisar Zhang sambil beranjak dari situ dan di ikuti yang lain dari belakang.


Sehabis dari kediaman Zhang Wei Kaisar Zhang langsung memerintahkan beberapa pengawal dan pelayan untuk membersihkan kediaman Putri Zhang Wei dan tinggal untuk melayani dia.

__ADS_1


Para pengawal dan pelayan yang di perintahkan langsung menuju kediaman Putri Zhang Wei. Setelah mereka tiba, Mereka langsung membersihkan kediaman itu.


Putri Zhang Wei yang tengah tertidur bangun dari tidurnya karena mendengar hiruk-pikuk seperti ada yang membersihkan kediamannya karena memang dia sedikit terusik dengan suara yang di timbulkan.


Lalu dia berjalan pelan dan membuka pintu kamarnya dan terlihat beberapa pengawal dan pelayan yang tengah sibuk membersihkan kediamannya tanpa menyadari keberadaannya.


Salah satu pelayan yang telah sadar dan melihat Tuan Putri mereka berdiri di depan pintu datang menghampirinya.


"Maaf Tuan Putri! Ada yang bisa hamba bantu putri? tanya pelayan itu dengan sopan sambil menunduk hormat.


Zhang Wei menolehkan kepalanya ke arah pelayan itu dan mulai melihat dari atas sampai bawah membuat pelayan itu ketakutan.


"Mohon ampun Yang Mulia! maafkan yang rendah ini telah mengganggu yang mulia" ucap pelayan itu sambil bersujud dan membenturkan kepalanya ke tanah berulang kali.


Zhang Wei yang melihat itu menyuruh dia bangun.


"Bangunlah! tolong siapkan saya air mandi" ucapnya dengan nada datar.


Pelayan yang mendengar itu dan tidak mendapat hukuman sangat senang.


"Terimakasih Yang Mulia. Hamba akan menyiapkan air mandi untuk Yang Mulia" ucapnya lalu bangkit dan berlalu ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi yang di pinta oleh Zhang Wei.


Beberapa saat kemudian, pelayan yang di minta untuk menyiapkan air mandi datang menghampirinya.


"Yang Mulia air mandinya sudah siap" ucapnya sopan


"Baiklah Terimakasih" ucapnya berlalu.


Pelayan itu mengikuti dia di belakang.


"Ada apa kau mengikuti ku? tanya Zhang Wei heran


"Hamba akan membantu Yang Mulia mandi" ujarnya pelan


"Tidak usah, saya akan membersihkan diri sendiri. Kau bantu saya menyiapkan pakaian dan makanan" ucapnya menolak.


What? hello apa dia harus membiarkan orang lain melihat tubuhnya oh tolonglah.


Zhang Wei menenggelamkan badannya di bak kayu yang lumayan besar dan mulai membersihkan badannya dengan cepat tidak ingin melihat tubuhnya lama-lama. Dia masih canggung dengan tubuh barunya.

__ADS_1


Nanti saya update lagi♥️


Mohon jempolnya kakak 👍


__ADS_2