PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Zhang Wei menghilang?


__ADS_3

Keesokan paginya suasana rapat kerajaan heboh dengan adanya para pembunuh di kediaman Putri kerajaan.


"Yang Mulia tentu penyerangan terhadap Putri kerajaan ini akan berdampak pada hari kedepannya. Kita tidak akan pernah tahu apakah para pembunuh ini masih mengincar Yang Mulia Putri kedepannya." ujar salah satu pejabat istana mengemukakan pendapat.


Mereka mendiskusikan langkah apa yang harus mereka ambil untuk mengatasi masalah yang terjadi atas Putri kerajaan.


Tentu Zhang Wei sudah berkunjung ke penjara bawah tanah tanpa sepengetahuan orang-orang kerajaan.


"Saya sangat penasaran dengan keberanian kalian memasuki kediaman seorang Putri kerajaan? ucap Zhang Wei santai masih dengan bahasa formal menatap para pembunuh yang masih terikat itu.


Para pembunuh itu hanya menatap Zhang Wei dengan tatapan meremehkan.


"Kalian benar. Saya tidak mempermasalahkan tatapan kalian yang meremehkan itu. Tetapi sepertinya kedua tangan cantik ini sangat gatal untuk mengukir sebuah karya di atas tubuh kalian" ucap Zhang Wei mengeluarkan tusuk konde yang berada di atas rambutnya.


Zhang Wei perlahan mendekati mereka dengan senyum mengerikan.


Menarik salah satu tangan pembunuh yang masih terikat dengan tali seperti tali sihir tidak mudah untuk di lepas.


"Kau mau aku mengukir kata apa disini? ucap Zhang Wei dengan bahasa informal.


"Ah sepertinya mengukir kata mati itu akan terlihat bagus" ucapnya lagi sambil menekan ujung tusuk konde itu di atas tangan orang itu.


Pembunuh yang menjadi sasaran pertama Zhang Wei menggelengkan kepalanya berulang kali dan memohon ampun.


Zhang Wei tetap menikmati kegiatannya tanpa mempedulikan rintihan pembunuh itu.


Dia tampak menikmati kegiatannya itu bahkan suara pilu pembunuh itu memberikan sensasi berbeda untuknya.


"Ah suaramu sangat indah Paman" ucapnya sambil tangannya terus berputar di atas tangan pria itu.


"Ah sepertinya aku mengerti kenapa Paman itu mengatakan kalau aku kedatangan mainan ternyata mainan baru itu adalah kalian" Zhang Wei terus mengoceh.


"Kau tahu Paman dari kemarin setelah pelantikan aku sangat bosan tidak tahu harus melakukan apapun. Terimakasih paman-paman semua datang menemaniku bermain" ucapnya lagi setelah terdiam beberapa saat sambil terus berpindah ke setiap pembunuh yang jumlahnya empat orang itu.


Sekarang di tubuh masing-masing pembunuh itu terdapat maha karya si cantik Zhang Wei.


"Kalian tahu suara kalian sangat indah untuk di dengar" ucapnya dengan senyum psikopat.


Sekarang para pembunuh itu menyadari satu hal bahwa Putri yang baru di angkat ini tidak sederhana yang terlihat.


Dia kejam tidak sesuai dengan usianya sama sekali. Bahkan mereka sendiri saja masih belum berani mengukir di atas tubuh seseorang.

__ADS_1


Membunuh ya mereka sudah banyak mengambil nyawa orang tetapi ini berbeda sesuatu dengan anak remaja bahkan ketika dia melukai tubuh mereka. Anak kecil ini masih sempat-sempatnya bersenandung kecil seperti Ia menikmati pekerjaannya itu.


Sepertinya kerajaan Bintang melahirkan pembunuh berdarah dingin.


Mereka terlalu meremehkan anak kecil yang baru saja di angkat menjadi Putri kerajaan Bintang.


"Ingat kalau kalian berhasil pergi ukiran akan menjadi kenangan terindah untuk paman-paman dariku" ucap Zhang Wei dengan nada senang.


"Oke aku pergi dulu" ucap Zhang Wei berlalu pergi dari penjara setelah menutup kembali mata para pembunuh itu.


Zhang Wei dengan santainya melewati para penjaga penjara tanpa mereka sadari keberadaan Zhang Wei.


"Ah kenapa ya aku seperti sangat menikmati kejadian tadi? dan aku bisa melukis di tubuh mereka? ucapnya dengan membolak-balik kedua telapak tangannya yang kecil putih bersih itu.


"Apakah ada danau di istana? coba cari" ucap Zhang Wei.


"Bibi apakah ada danau di istana? ucap Zhang Wei kepada salah satu dayang yang lewat.


Dayang itu tampak melihat penampilan Zhang Wei dari atas ke bawah memastikan siapa orang ini.


"Ah salam Yang Mulia Putri" ucapnya setelah berhasil mengingat siapa sosok yang bertanya kepadanya.


"Aish lupakanlah. Apakah ada danau di istana? ucapnya lagi.


"Baiklah terimakasih Bibi" ucap Zhang Wei berlalu pergi dari situ.


Zhang Wei berlari kecil memutari jalan-jalan setapak untuk mencari letak keberadaan danau itu.


"Aish terlalu luas istana ini" ucapnya berhenti sejenak berlari karena lelah.


Bagaimana tidak Zhang Wei berlari menggunakan kekuatan fisiknya.


Zhang Wei duduk di bawah pohon yang rindang tanpa mempedulikan pakaiannya kotor.


Duduk memangku satu tangannya dengan kaki yang di tekuk dan satu kakinya di biarkan berseloroh di tanah.


Berbeda Zhang Wei yang duduk santai sedangkan di istana kediamannya terjadi keributan karena tidak mendapati keberadaannya.


"Yang Mulia kami tidak mendapati keberadaan Yang Mulia Putri di kediamannya" ucap seorang dayang memberanikan diri untuk melapor.


"Kenapa kalian bisa kehilangan Putri Sekar Arum? tanya Raja

__ADS_1


"Mohon ampun Yang Mulia! Yang Mulia Putri meminta hamba untuk mencarikan kain untuknya." ucap pelayan itu masih membungkuk hormat.


"Segera kerahkan para pengawal untuk mencari keberadaan Putri Sekar Arum" ucap Raja kepada para pengawal.


Seluruh istana heboh mencari keberadaan Zhang Wei. Bagaimana tidak heboh karena tadi malam baru saja terjadi perencanaan pembunuhan membuat mereka kalang kabut mencari keberadaannya.


Takut terjadi sesuatu kepadanya karena kejadian tadi malam masih berbekas di benak masing-masing orang.


Kejadian seperti ini beberapa orang sangat mensyukuri tetapi berbeda yang berada di jalur yang berbeda mereka benar-benar panik tidak mendapati sosok kecil itu.


Mereka menelusuri istana mendatangi setiap tempat baik dapur kerajaan, perpustakaan, dan tempat pelatihan tetapi orang yang mereka cari tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Bahkan beberapa pengawal sudah tersebar di luar istana.


Kembali ke tempat Zhang Wei berada. Sekarang dia lagi menikmati angin sejuk di bawah pohon beringin kecil.


"Hmm aku merasakan energi di sini sangat tebal." ucapnya.


Secara naluriah Zhang Wei mengganti posisi duduknya menjadi posisi lotus untuk menyerap energi yang besar itu.


Zhang Wei terus menarik energi yang terpancar dari pohon yang dia duduki sebenarnya.


Zhang Wei tidak menyadari satu hal bahwa pohon yang dia serap kekuatan nya adalah pohon suci yang di keramatkan keberadaannya.


Tidak ada seorang pun yang berani mendekat kepada pohon itu karena aura pohon itu sendiri lebih tinggi dari keberadaan orang-orang di situ.


Racun yang dimiliki oleh pohon itu tidak ada seorang pun yang mampu menghadapi sehingga tidak ada satupun orang serakah yang bisa mendekat ke arah pohon itu.


Satu keuntungan yang di dapat dari pohon suci itu yaitu orang yang berhasil menyerapa sedikit energi pohon itu mampu membuat orang itu memiliki kekuatan yang besar dan juga membuat seseorang menerobos ke tingkat selanjutnya.


Berbanding terbalik jika seseorang itu tidak berhasil mendekat sama sekali atau energi pohon itu lebih kuat maka orang itu akan mengalami kehancuran kekuatan dan juga terkena racun yang sulit di deteksi.


Dengan sendirinya pohon itu melingkupi Zhang Wei yang tengah berkultivasi itu dan terus memancarkan energi.


Hai hai hai sobat πŸ‘ Author baru come back nih πŸ₯°


****Author mau pengumuman sedikit. Di kolom komentar ada yang bertanya kepada Author kok nama pemeran nya ada nama indo sih Thor?


Begini kakak readers sekarang Zhang Wei itu berada di daratan tengah bermiliar-miliar jau hnya dari dari tempat dia berasal. Dia berada di benua asia tenggara kalau pada jaman modern.


Jadi kakak readers kalau benar-benar membaca detail pada chapter chapter sebelumnya pasti menemukan daerah tempat Zhang Wei muncul dan juga penampilan Zhang Wei Author sudah jelaskan kalau berbeda dari orang-orang di kerajaan itu*.

__ADS_1


Jangan lupa dukung ya kakak readers


Terimakasih***


__ADS_2