PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Rumah makan


__ADS_3

Kereta kuda yang di tumpangi oleh Zhang Wei tanpa kusir itu membuat para penjaga heran.


Biasanya kereta kuda akan ada kasirnya tapi ini kereta kuda tidak ada seakan kuda itu yang menuntun jalan.


Zhang Wei melihat ke samping jendela dan bertanya


"Berapa biaya masuk Paman? tanya Zhang Wei dengan nada sopan


"2 koin emas Tuan Muda" ucap penjaga itu ramah.


"Ini untuk Paman" ucap Zhang Wei sambil memberikan 10 koin emas


"Itu sebagai hadiah pertemuan Paman" ucap Zhang Wei santai sebelum di kembalikan oleh Penjaga itu.


Menurut yang di dengar melalui pikiran penjaga itu Zhang Wei mengetahui kalau penjaga lagi membutuhkan uang untuk pengobatan anaknya yang sedang sakit.


"Terimakasih banyak Tuan Muda" ucap penjaga itu berulang kali sambil membungkukkan badannya berulangkali.


"Tidak apa-apa Paman semoga anak Paman cepat sembuh" ucap Zhang Wei tersenyum sampai kedua lesung pipinya tercetak.


Orang orang yang masih sempat melihat ke arahnya terpanah dengan senyuman maut Zhang Wei.


"Oh dewa sungguh ketampanan yang luar biasa" ucap rakyat


"Terlihat sangat menggemaskan ketika Tuan Muda itu tersenyum" ucap mereka dengan berbagai macam ekspresi senang di wajah.


Zhang Wei yang telah tersadar menjadi bintang dadakan segera merubah ekspresinya ke mode es.


Oh sungguh keterbalikan dengan ekspresi wajah yang ceria dengan sekarang. Seakan ekspresi tadi adalah dua orang yang berbeda.


Aura yang terpancar secerah matahari sekarang dingin seperti bongkahan es.


Dingin itulah yang mereka rasakan ketika berdekatan dengannya.


Zhang Wei melanjutkan perjalanan masuk dengan kereta kuda dan di susul di belakang sebuah kereta kuda yang tidak lain adalah kereta kuda pemuda Lu itu.


Zhang Wei turun dari kereta kuda setelah bertemu keramaian tidak mungkin kan mereka menggunakan kereta kuda di tengah keramaian ibukota.


Dan di susul gadis cantik yang sedari tadi orang orang tidak melihat keberadaan nya.


Ternyata gadis yang turun dari kereta kuda itu cantik hampir sama dengan anak laki-laki yang turun dari kereta kuda itu.


Tuan Muda itu kelihatan lebih bersinar dari gadis itu. Mereka adalah Zhang Wei dan Zhang Ziyi.

__ADS_1


Melihat kereta kuda di depan mereka berhenti kereta kuda milik keluarga Lu juga ikutan berhenti.


Zhang Wei segera menghampiri kereta kuda itu


"Paman masih jauh tempat makan itu? tanya Zhang Wei kepada pengawal yang menjadi tangan kanan Pemuda itu.


"Sedikit kedepan lagi kita akan sampai Tuan Muda" ucap pengawal yang bernama Mu Fang itu.


"Hm baiklah kalian yang menuntun jalan". Ucap Zhang Wei sambil berlalu naik kembali ke kereta kuda bersama kakaknya.


Mereka melanjutkan perjalanan mengikuti kereta kuda didepan.


Zhang Wei bersama kakaknya turun dari kereta kuda. Zhang Wei mendekat ke arah kuda terbang dan membisikkan sesuatu.


"Xiao Bai terimakasih telah mengantarkan kami ke kekaisaran Han. Salam kepada Ayahanda dan Ibunda Permaisuri dan Ibu Selir agung kami akan selalu merindukan mereka." Ucap Zhang Wei sambil memeluk kuda itu dan membelai lembut surai keperakan itu dengan penuh kasih.


"Kau pulanglah kami bisa menjaga diri disini" ucap Zhang Wei masih setia memeluk kuda itu.


Selama satu setengah minggu Zhang Wei banyak mengobrol dengan kuda itu membuat dia sangat menyukai dan menyayanginya.


Karena pada dasarnya Zhang Wei sangat menyayangi hewan membuat dia gampang akrab dengan binatang.


Kuda putih yang mengerti akan perkataan Tuannya segera menunduk hormat.


"Xiao Bai mengerti Putri" ucap kuda itu tiba-tiba membuat Zhang Wei terlonjak kaget.


Membuat orang-orang di sekitarnya ikut terkejut mereka tidak pernah menyangka kalau kuda yang menarik kereta tadi bisa berbicara.


"Benar Putri" jawab kuda itu lagi


"Ah kenapa kau tidak menjawab dari dulu" ucap Zhang Wei kesal bercampur senang.


Dia kembali memeluk kuda itu lagi dengan penuh haru dan bangga ternyata kuda yang dia tumpangi bisa berbicara.


"Maafkan hamba Putri karena tidak menjawab pertanyaan Putri selama ini" ucap kuda itu.


Bukan tanpa alasan kuda itu tidak mau berbicara karena memang kuda itu tidak mau terlalu berinteraksi dengan manusia yang walaupun selama ini Zhang Wei selalu berbeda dari saudaranya yang lain.


Kuda itu berani berbicara tadi karena dia benar-benar merasakan ketulusan hati dan perasaan sayang akan hewan yang begitu besar dari Zhang Wei ketika memeluknya.


"Baiklah kau pulanglah ingat pesan yang saya bilang". Ucap Zhang Wei memeluk kuda itu kembali.


Setelah acara peluk pelukan itu selesai kuda itu kembali memutar kebelakang kembali menyusuri jalan yang di tempuh tadi.

__ADS_1


Kuda itu tidak langsung terbang karena dia tidak mau ada orang yang melihatnya atau nanti Tuan Putrinya akan dalam masalah.


Setelah memastikan Xiao Bai telah hilang dari pandangan matanya. Zhang Wei kembali menarik kakaknya untuk mendekat ke arah Tuan Muda Lu tadi.


"Ayo saya sudah sangat lapar" ucap Zhang Wei langsung menyeret Pemuda itu tanpa basa-basi lagi.


Orang yang di tarik itu hanya mengikuti dari belakang dengan diam tanpa protes membiarkan sosok kecil itu menarik nya.


Mu Fang yang melihat Tuannya di tarik seperti itu mau mencegah tetapi melihat Tuannya tidak marah akhirnya membiarkan.


Tuan Muda Lu adalah Pria kejam dan dingin tak tersentuh. Tidak ada yang berani berdiri di dekatnya lama lama bahkan pengawal pribadinya saja tidak sanggup.


Yang mampu berbicara ceplas-ceplos dan tidak menghormati Tuannya adalah bocah kecil yang menarik tangan Tuannya itu.


Dan dia merasa heran kenapa Tuan Mudanya terasa seperti tidak terganggu dengan keadaan seperti itu.


Malah dia masih sempat melihat Tuannya tersenyum tipis.


Biasanya orang yang berani menyentuh tangannya akan kehilangan anggota tubuhnya.


Tuan Muda Lu adalah Pria misterius yang tidak di ketahui asal usul nya. Dia menjadi bangsawan nomor satu di kekaisaran Han karena sebuah rahasia yang tidak di ketahui oleh banyak orang bahkan Kaisar Han sendiri tetapi karena itu wasiat dari Kaisar terdahulu membuat Tuan Muda Lu diangkat menjadi bangsawan nomor satu.


Orang orang hanya mengetahui namanya sebagai Tuan Muda Lu entah siapa nama asli nya belum ada yang mengetahui.


Pria itu terlalu misterius dan semua pengawal yang ada di kediamannya.


Para penjaga yang melihat kedatangan Tuan Muda Lu segera membungkuk hormat dan mempersilahkan mereka untuk masuk.


Para pelayan langsung mengantar ke tempat duduk yang menjadi tempat duduk ketika Tuan Muda Lu datang.


"Kau mau pesan apa hm? tanya Tuan Muda Lu dengan lembut


Itu sukses membuat pengawal nya melongo tak percaya dengan nada lembut itu bahkan Zhang Wei sendiri merinding.


"Ei ada apa dengan nada mu itu buat merinding saja" ucap Zhang Wei langsung merasa merinding.


"Ada apa memangnya? bingung sendiri Tuan Muda Lu nya


Apakah ada yang salah? itulah yang dia pikirkan.


Hai hai sobat πŸ‘


Tumben Author update sampai 3 chapter semoga sebentar tidak ada halangan untuk author ketik lagi

__ADS_1


Jangan lupa dukung kakak


Dengan cara Like komentar dan Vote kalau Kaka readers tidak keberatan 😊


__ADS_2