
Zhang Wei mengetuk pintu kereta itu dengan tidak sopan nya.
"Apakah kau Tuan Muda dari keluarga Lu? tanya Zhang Wei langsung inti ketika begitu jendela kereta tersibak.
"Hm? orang yang di tanya menaikan sebelah alisnya.
Sedikit terkejut dengan tindakan bocah yang berada di depannya ini
"Saya bertanya kepadamu? apakah telingamu itu tertambal kotoran sehingga kau tidak mengerti" ucap Zhang Wei kesal dengan orang yang berada di depannya.
Zhang Wei paling malas kalau sudah mengulang pertanyaan dia akan langsung melontarkan kata-kata tajam.
Tidak peduli siapa orang yang dia hadapi dan berada di mana.
Pemuda yang langsung di hujati dengan kata-kata tajam sedikit terkejut dan melongo tak percaya.
Sungguh bocah kecil yang berdiri di depannya ini kata-kata yang tidak di saring dan terlihat sangat tajam.
Tapi itu tidak membuat dia sakit hati malah terlihat lucu dengan muka kesal sosok kecil yang menceramahi nya sedari tadi.
Dia gemas dengan tingkah laku anak ini.
Para pengawal yang mendengar kata-kata pedas dan tajam yang di arahkan kepada Tuan Muda mereka tidak menerima dan langsung ingin menghajar bocah tengik di depan mereka.
"Jaga ucapan di hadapan Tuan Muda kami" ucap pengawal yang mungkin menjadi tangan kanan pemuda itu dengan nada dingin dan tatapan mata tajam kearah sosok kecil yang berdiri santai.
Zhang Wei bukanya takut dengan tatapan tajam dan kata-kata dingin tapi malah itu terasa lucu untuknya.
"fhfth buahahhhhh. Paman sungguh lucu dengan Ekspresi wajah mu itu. Itu tidak cocok untuk kau marah tau hhahahh " ucap Zhang Wei tertawa lepas bahkan sampai memegang perutnya yang terasa menggelitik.
Entah sejak kapan dia hobi tertawa. Menertawakan segala macam hal baik itu kecil ataupun besar baik genting atau tidak.
Dia yang kehidupan dulu menjadi manusia es yang tidak pernah tersenyum semenjak kehilangan orang yang terdekatnya dan selalu tersakiti.
Sekarang di kehidupan ini mulai tertawa lepas mungkin karena di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi dia melebihi nyawa mereka.
Secara tidak langsung telah mengembalikan kepribadian Jack/Zhang Wei ceria kembali seperti dulu lagi setelah keluar dari keluarga ayahnya di dunia modern.
Orang orang pada heran dengan kelakuan Zhang Wei yang tertawa lepas sampai memegang perutnya bahkan pengawal yang menatap tajam kepadanya merasa heran.
__ADS_1
Kenapa bocah ini tidak terlihat takut? kenapa dia menganggap ini lelucon?
"Wah rupanya anak itu mencari ajal kematiannya sendiri" bisik yang lain kepada temannya di sebelah
"Sepertinya latarbelakang anak itu tidak biasa di lihat dari pakaian dan juga kereta kuda yang dia miliki" ucap yang satunya.
"Kita nonton saja mungkin akan ada tontonan seru nanti" sambung yang lainnya
"Yah kita tidak bisa meremehkan anak itu juga di lihat dia dengan beraninya menatap wajah Tuan Muda Lu dan tidak merasakan takut sepertinya ini tidak sederhana seperti yang terlihat." ucap yang satunya lagi.
Yang tadinya tempat masuk itu terbentuk antrian memanjang sekarang berputar haluan menjadikan kejadian itu menjadi tontonan seru.
Pemuda yang berada di dalam kereta hanya menatap Zhang Wei dalam diam. Dia mengakui keberanian anak ini di depannya.
Selama ini belum ada orang yang pernah menatap langsung matanya ketika berbicara baru bocah pertama kali ini yang berani mengangkat wajah bahkan menghujani dia dengan kata-kata pedas.
"Paman wajah datar dan dingin mu itu belum sebanding dengan tatapan tajam dari pengawal ku. Bahkan belum ada orang selama ini yang mampu menatapnya tajam kecuali saya pastinya dong Paman" ucap Zhang Wei menyombongkan pengawalnya sekaligus menyombongkan diri.
Oh Lou Li seandaikan kau mendengar Tuan mu baru saja memuji dirimu pasti kau akan sangat senang. Karena Tuan mu yang sulit memuji orang selain dirinya sendiri ini secara tidak sadar telah memujimu.
"Wah secara tidak langsung saya telah memujimu Lou Li kalau saya pulang dari sini akan ku beri kau hukuman karena sudah berani untuk saya puji" kesal sendiri Zhang Wei.
Secara tidak sengaja telah memuji pengawalnya dengan bibirnya yang tidak boleh memuji orang lain.
" Ini semua gara-gara Paman! secara tidak langsung saya memuji pengawal saya yang kurang di hajar itu" sungut Zhang Wei sambil memandang pengawal itu dengan tatapan kesal.
Lah pengawal? yang di tatap kesal itu tambah heran dengan kelakuan anak yang berdiri di depannya.
Tadi tertawa lah sekarang malah marah balik seharusnya yang marah saya dong. Batin orang itu.
"Apa liat liat? tanya Zhang Wei masih kesal melihat pengawal itu melihat nya dengan bingung.
"Ah gara-gara Paman tau. Paman harus bertanggung jawab pokoknya tidak ada penolakan" ucap Zhang Wei dengan nada tegas dan dingin tiba-tiba.
Mereka tambah heran dengan perubahan emosi anak kecil ini.
"Heh gara-gara Kau tadi yang mengulang pertanyaan membuat ku banyak bicara tau". Sungut Zhang Wei masih dengan nada kesal kepada pemuda yang berada di dalam kereta.
Pemuda itu tambah merajut alisnya heran kenapa malah sekarang dia yang kena amukan.
__ADS_1
"Eh maaf Tuan. Kalau pengawal saya membuat Tuan Muda kesal." ucap pemuda itu terlihat gemas dengan kedua pipi Zhang Wei yang naik turun karena menahan emosi.
Orang orang di situ tambah heran dan juga pengawalnya. Baru kali ini mereka mendengar Tuan Muda mereka mengucapkan hal tabu yaitu kata maaf kepada seseorang apalagi sosok kecil yang bahkan masih tinggal bermain dengan teman-teman nya.
"Pokoknya kau harus bertanggung jawab tidak ada penolakan" ucap Zhang Wei menatap tajam kepada pemuda yang masih setia di dalam kereta.
Pemuda yang mendapat tatapan mata tajam bak pisau itu sedikit terkejut. Entah kenapa tatapan mata anak ini seperti jurang tak terbatas yang tidak bisa di jangkau kedalamnya.
"Apa ada yang saya bisa bantu Tuan Muda? ucap pemuda itu lagi.
"Kau harus mengajakku makan sudah lapar dari tadi gara-gara Kau". Tunjuknya langsung ke arah wajah.
"Baiklah saya akan menawari Tuan Muda makanan yang menjadi tempat makan langganan saya" ucap pemuda itu
"Bagus. Ayo berangkat" ucap Zhang Wei semangat langsung masuk kearah kereta kudanya.
Pemuda yang memperhatikan Zhang Wei tersenyum tipis dia sedikit terhibur dengan tingkah absurd anak kecil itu.
Ketika melihat kereta kuda yang di naiki oleh Zhang Wei pemuda itu sedikit mengernyit.
"Kereta kuda itu bukan kuda biasa. Siapa sebenarnya anak itu? gumam pemuda berdarah dingin itu.
"Ya Tuan apa ada yang bisa saya bantu? tanya pengawal yang tidak sengaja mendengar gumaman Tuannya.
"Mu Fang apakah kau mengetahui kereta kuda yang di tumpangi oleh anak itu? tanya pemuda itu.
"Menurut pengamatan hamba Yang Mulia kereta itu seperti berasal dari luar kekaisaran." ucap Pemuda yang di panggil Mu Fang tadi.
Orang yang sama yang di tertawai oleh Zhang Wei.
"Hmm selediki siapa anak itu? Saya merasakan anak itu mempunyai latar belakang yang kuat karena saya tidak bisa menembus pikirannya bahkan tatapan matanya itu seperti jurang tak terbatas." ungkap jujur Pemuda itu yang di panggil Tuan Muda Lu
Tentu pengawal yang berada di sampingnya terkejut dengan ungkapan Tuan Mudanya. Karena tuan mudanya itu tidak pernah mengakui seseorang itu atau memuji seseorang seperti sekarang ini.
Berarti latarbelakang anak itu tidak biasa seperti yang terlihat. itulah yang di batinkan oleh Mu Fang itu.
"Baik Yang Mulia" ucap pengawal itu lagi.
Hai hai hai sobat
__ADS_1
Kisah Tuan Muda Lu akan di ceritakan di bab selanjutnya ya
Jangan lupa dukung kakak ❤️