
Daerah di perbatasan benar-benar kacau sudah banyak yang terluka dari pihak kerajaan karena adanya penyerangan dari kelompok organisasi bayaran yang meresahkan daratan Sunda karena kekacauan yang mereka timbulkan.
"Menyerahkan pangeran Bintang! ucap Pria muda terlihat seumuran dengan pangeran Bintang.
Pangeran Bintang menggertak kan giginya erat. Dia menoleh kearah para prajurit sudah banyak yang terluka bahkan sudah ada yang kehilangan nyawa.
"Kalian pikir dengan kalian membunuh seluruh prajurit ku kalian meraih kemenangan? ucap Pangeran Bintang sarkastik.
Dia menggerakkan tangannya ke udara mengumpulkan udara yang berada di sekitar. Cahaya putih menyelimuti tangan kanannya daun daun berterbangan dan juga awan yang semulanya putih sekarang tertutup dengan kabut matahari sudah tidak muncul warna.
Bunyi angin badai terdengar dari jauh membuat beberapa prajurit yang tidak memiliki kemampuan tinggi terbang terbawa angin.
Pangeran Bintang masih menutup matanya. Melihat pangeran Bintang mengeluarkan kemampuan segera pihak lawan juga tidak berdiam diri mereka segera melakukan hal yang sama.
Kalau kekuatan dalam dari pangeran Bintang adalah angin maka berbeda dengan orang-orang dari pihak lawan.
Orang-orang itu membentuk sebuah lingkaran seperti membentuk formasi.
Pola aneh mulai terwujud di udara menambah mencekamnya udara sekitar.
Para prajurit dan juga anak buah dari pihak musuh sudah tidak ada di tempat meninggalkan ketiga orang yang beradu kekuatan.
Serangan yang cukup besar langsung pangeran Bintang arahkan ke arah dua orang yang berada di depannya dan dari pihak mereka juga membalas serangan Surya Geni.
Beradunya dua kekuatan besar mengguncang area sekitar.
Booommmm
Suara ledakan yang cukup besar mampu membuat mereka mundur beberapa langkah dan sama-sama terpukul mundur dan menerima luka yang cukup serius.
Apalagi pangeran Bintang yang masih memiliki bekas luka dalam akibat racun membuat dia sedikit mengalami kemunduran.
"Saya tidak akan membiarkan kalian para pemberontak merajalela di muka bumi ini" ucap Surya Geni melakukan gerakan yang sangat cepat dan langsung membuat pihak sebelah tidak bisa menghindari serangan mendadak darinya.
Karena serangan yang memang memiliki kekuatan besar membuat dua orang itu merenggang nyawa seketika apalagi serangan pertama Surya Geni sudah memberikan mereka luka sehingga nyawa mereka tidak bisa di selamatkan.
Surya Geni juga tidak bisa di bilang baik-baik saja karena serangan yang dilancarkan tadi menguras energi banyak.
Dia langsung memuntahkan darah segar dan luka dalam yang dia miliki mengalami luka yang serius.
Dengan cepat Surya Geni langsung duduk bersila untuk bisa menutupi saluran darah yang mengalami luka agar berhenti.
Di tempat lain,
__ADS_1
Seorang anggota aliansi memasuki ruang rapat membuat beberapa sesepuh yang sementara membahas rencana geram.
"Apakah kau mencari mati? ucap salah satu wanita yang terlihat berumur dua puluh lima tahun tetapi tidak dengan umur aslinya yang sudah ratusan tahun semua anggota juga mengetahui hal itu.
"Mohon maaf nyai ketiga. Ini adalah laporan darurat yang harus segera saya laporkan" ucap pria muda itu berlutut.
"Katakan" ucap seorang pria tua yang duduk di kursi ketua.
"Bintang kehidupan tetua ke tujuh dan Tuan Muda ketiga mati" ucap lelaki muda itu memberanikan diri.
Prang
Bunyi gelas aluminium yang bersentuhan dengan lantai batu memecah keterkejutan orang-orang yang berada di aula pertemuan.
"Coba kau ulangi lagi? yang pertama kali bereaksi adalah wanita tadi dia dengan cepat mengangkat kerah baju pria muda itu.
"Bintang kehidupan milik Tuan Muda ketiga dan tetua ketujuh mati nyai" ucap pria muda itu sedikit takut.
"Siapa yang berani melakukan itu? Segera cari tahu di mana aura kehidupan milik tetua ketujuh dan Aji saka berakhir" perintah cepat wakil tetua.
Segera rapat tertunda beberapa tetua langsung berpencar mencari tahu titik terakhir keberadaan aura milik kedua orang itu.
Zhang Wei yang berada di istana merasakan firasat buruk sepertinya sesuatu akan terjadi dengan salah satu keluarganya.
"Ayahanda? ucap Zhang Wei yang masuk begitu saja mengagetkan orang-orang yang berada di aula tempat Raja dan Permaisuri berada termasuk beberapa para menteri negara.
"Maaf Ananda membuat keributan! Saya hanya ingin memastikan bahwa Ayahanda dan Ibunda baik-baik saja" ucap Zhang Wei begitu menyadari beberapa pasang mata mengarah kepadanya.
Raja mengernyit sepertinya putrinya ini mengalami satu hal.
"Ada apa Putri Sekar Arum? ucap Raja
"Ayahanda dimana pangeran mahkota? ucap Zhang Wei tidak menjawab pertanyaan Raja karena dia tidak melihat keberadaan pangeran Bintang.
"Pangeran Bintang mengatasi pemberontak di perbatasan" ucap Raja.
"Terimakasih Ayahanda kalau begitu Ananda ini pamit" ucap Zhang Wei kakaknya itu berada di perbatasan.
Lagi lagi orang yang berada di aula bingung Zhang Wei tidak mempedulikan orang-orang itu lagi setelah mendapat anggukan kepala dari Raja.
Begitu keluar dari aula Zhang Wei langsung melesat menuju kediamannya dengan berlari membuat pelayan yang bersamanya kewalahan mengejar langkahnya.
"Bibi jangan membiarkan siapapun memasuki kamarku tanpa seijin dariku" ucap Zhang Wei dengan tegas dan serius kepada dayang Sumbi.
__ADS_1
"Pelayan ini mengerti Putri" ucap dayang Sumbi melihat ketegasan dan ekspresi wajah Zhang Wei yang tidak biasa.
"Baiklah saya percaya kepadamu Bibi" ucap Zhang Wei langsung masuk dan mengunci pintu kamar dari dalam.
Begitu pintu terkunci dia langsung menghilang dari ruang itu meninggalkan ruangan kosong yang seolah tidak pernah ada dirinya disana.
Untung dia bergerak secara naluriah yaitu menghilang sehingga dalam keadaan genting seperti ini dia bisa berteleportasi.
"Sepertinya pangeran Bintang dalam keadaan yang tidak baik-baik" ucap Zhang Wei.
dengan kemampuan melacak keberadaan aura milik pangeran Bintang dan juga daerah perbatasan yang pernah di datangi oleh Zhang Wei memudahkan dia langsung tiba dengan cepat.
Begitu Zhang Wei tiba di tempat tujuan dia membola dengan cepat dia langsung mengarahkan tangannya yang berisi kekuatan yang tidak di anggap remeh.
Tangannya bergerak secara naluriah tanpa mengetahui kalau kekuatan yang baru saja dia lemparkan akan membuat para pendekar yang berada di kekuatan menengah akan tamat di tempat.
Bagaimana dia tidak bisa membola kakaknya pangeran Bintang sudah di pastikan tidak bisa menangkis serangan yang akan di kirimkan untuknya.
Serangan itu membawa kekuatan besar dan dipastikan pangeran Bintang akan tinggal nama hari itu juga.
Di tambah keadaan pangeran Bintang yang sudah begitu menggenaskan. Dia tidak akan membiarkan orang-orang itu pergi begitu saja dia harus membuat mereka membayar akan perbuatan mereka.
"Uhuhkkk" cairan merah pekat wanita itu muntahkan
"Siapa kau? ucap wanita itu marah karena serangan nya terhalangi dan mendapati luka yang serius.
Kalau wanita itu tidak melindungi dirinya terlebih dahulu sebelum menyerang sudah di pastikan kalau dia yang kehilangan nyawa karena serangan dari remaja kecil di depannya.
"Malaikat maut mu'' ucap Zhang Wei menatap tajam wanita tua di depannya.
"Kurang ajar" teriak wanita itu dan langsung memberikan serangan mematikan ke arah Zhang Wei.
Beraninya bocah tengil di hadapannya menghinanya.
Dia tidak akan melepaskan orang yang sudah berani menghinanya.
Hai hai hai sobat π
Author baru Come back nih π
Apa kabar kalian?
Salam sehat ye
__ADS_1