
Lalu Zhang Wei beralih naik ke atas pohon untuk dapat melihat langsung aksi dari orang tersebut tidak ada ketakutan sama sekali untuknya.
Laki-laki itu masih berusaha untuk bisa menenangkan kedua kekuatan itu.
"Tuan sepertinya Anda harus turun tangan" ucap suara itu lagi.
"Turun tangan? maksudnya membantu dia tapi bagaimana caranya sedangkan aku tidak memiliki kekuatan" ucap Zhang Wei kepada dirinya sendiri.
"Itu hanyalah kekuatan yang berada di tingkat medium" ucap suara itu lagi.
"Tuan tinggal menindih tangan ke arah pemuda itu" lanjut Fei
"Apakah tidak ada cara yang lebih menantang lagi? ucap Zhang Wei rupanya jiwa adventure nya tertantang.
"Kalau aku memicu kekuatan dengan menghadapi dia langsung Ini tidak terjadi masalah? Tanya Zhang Wei.
"Itu ide yang baik Tuan" ucap Fei.
"Baiklah" ucap Zhang Wei melompat turun dari pohon.
"Hehe ayo bermain" ucap Zhang Wei mengambil ranting kayu dan melemparkan ke arah orang yang lagi berusaha menaklukkan kedua kekuatan itu.
"Ayo lawan aku" ucap Zhang Wei pasang kuda-kuda.
Orang yang tengah berusaha itu tersusik dengan ranting kayu yang di lemparkan oleh anak kecil yang berada di depannya.
Tanpa basa-basi tiba-tiba orang itu yang ternyata seorang pemuda melemparkan serangan dengan sendirinya ke arah Zhang Wei.
Zhang Wei tentu menghindar secara refleks tanpa perintah.
Boom π₯π₯
Ledakan yang di hasilkan oleh kekuatan yang baru saja di lemparkan ke arah Zhang Wei.
"Woaah kekuatan yang besar" ucap Zhang Wei menatap takjub hasil kreasi dari kekuatan itu meninggalkan kehancuran yang benar-benar luar biasa.
Belum sempat Zhang Wei memikirkan hal lain kekuatan yang lain menghampiri Zhang Wei lagi.
Lagi-lagi Zhang Wei menghindar tepat waktu. Zhang Wei menghindari terlihat santai seolah dia sedang bermain-main.
π₯π₯
π₯π₯
π₯π₯
Boom
__ADS_1
bunyi ledakan yang beruntun terdengar terus api dan es memenuhi seluruh tempat pertempuran itu.
"Wah tidak menyangka saya bisa menghindar untung menghindar tepat waktu kalau tidak mungkin sudah jadi bubur daging" ucap Zhang Wei mengoceh di kala melihat efek dari serangan yang di luncurkan untuknya.
Pemuda itu terus meluncurkan serangan ke arah sosok kecil yang terus menghindar dengan lihainya di depan.
Ini bukan kemauan dari pemuda itu tetapi melainkan tubuhnya secara refleks memberikan serangan kepada sosok kecil itu.
Ah tidak itu bukan serangan melainkan latihan kedua kekuatan yang dia miliki itulah yang menggerakkan tubuhnya secara otomatis sehingga dalam serangan kali ini tidak ada maksud pembunuhan.
Zhang Wei sibuk menghindar kesana-kemari karena serangan terus membombardir ke arahnya membuat dia tidak memiliki waktu membalas.
"Wah ini sungguh mengasyikkan" ucapnya di tengah-tengah dia menghindar hahah jiwa nakalnya telah bangkit.
Di saat dia keasyikan tersendiri dia lambat menyadari sebuah kekuatan menghampiri dirinya mengetahui kekuatan itu menghantam dirinya dengan secara alami Zhang Wei mengangkat kedua tangannya untuk melindungi kepalanya dari serangan itu karena dia tidak memiliki waktu untuk menghindar.
Dengan posisi membungkuk Zhang Wei masih menutup erat kedua matanya menanti serangan itu menghantam dirinya tetapi,
Serangan itu tidak kunjung. Bukan tidak datang tetapi sesuatu hal menghalangi serangan itu.
"Hah? aku masih hidup? ucap Zhang Wei setelah menunggu beberapa saat tidak ada serangan yang menghantam dirinya.
Dia perlahan membuka sebelah mata kirinya lalu di susul mata kanannya.
"Woah ini lebih indah" ucapnya ketika mendapati sebuah pelindung menahan kekuatan yang hampir mengenai dirinya.
Kekuatan pelindung itu secara alami menyelimuti dirinya ketika dia dalam bahaya.
"Hehe keajaiban" ucap Zhang Wei terkekeh sendiri.
Kekuatan yang hampir menghantamnya sekarang telah hilang dan pemuda yang memiliki dua kekuatan itu sekarang telah mampu mengimbangi kedua kekuatan itu.
Kedua kekuatan itu tidak lagi bertolak belakang seperti sebelumnya melihat hal itu Zhang Wei segera menghampiri dan memegang pundak pemuda itu sebentar sebelum pergi dari situ.
Satu peristiwa telah berhasil membantu Zhang Wei mengingat sepenggal ingatan tentang kekuatan yang dia miliki.
Karena kedua kekuatan tadi hampir menyerupai kekuatan yang dia miliki bedanya kekuatan yang di miliki Zhang Wei adalah kekuatan yang langka yang mana hampir tidak ada yang memiliki kekuatan itu.
Setelah membantu laki-laki itu menetralkan kedua kekuatan yang dia miliki Zhang Wei kembali keluar dari hutan.
Binatang buas yang merajalela yang meresahkan warga kini tidak kelihatan lagi karena sumber keresahan binatang buas itu yang tidak lain adalah kekuatan yang di miliki oleh pemuda itu tidak lagi berontak seperti semula.
"Huftt" pemuda itu menghela nafas panjang setelah berhasil menaklukkan kedua kekuatan aneh itu.
"Dimana gadis kecil tadi? ucapnya melihat sekitar tidak mendapati sosok yang telah membantunya menaklukkan kedua kekuatan itu.
"Semoga aku bertemu lagi dengan mu gadis kecil" ucap pemuda itu bangkit dari duduknya dan langsung meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Zhang Wei yang telah berhasil keluar dari hutan meneliti kedua telapak tangannya yang mengeluarkan cahaya aneh tadi.
Dia merasa heran bisa menangkis serangan yang di arahkan kepadanya tadi dan apa tadi? dia dengan santai bisa menghindar serangan yang bertubi-tubi tanpa kesusahan sama sekali.
Zhang Wei kembali ke penginapan sudah dini hari semua orang sudah masuk dalam alam mimpi.
Matahari sudah tinggi tetapi sosok gadis kecil masih bersembunyi di balik kain tebal melewatkan sarapan pagi.
Sosok itu adalah Zhang Wei yang masih mengarungi alam mimpi karena terlambat tertidur dari subuh tadi.
Sudah berulangkali seorang pria dewasa mengetuk pintu kamar yang dia tempati tetapi pemilik kamar tersebut belum menunjukkan tanda-tanda untuk bangun.
Melihat adik kecil itu masih tertidur pulas terpaksa laki-laki itu harus menunda rencana hari ini.
Sudah pukul dua siang kalau di dunia modern Zhang Wei baru merenggangkan otot badannya di tempat tidur.
"umm sudah pukul berapa ini? ucapnya sambil menguap lebar.
Zhang Wei bangkit langsung menuju jendela kamar dan membuka betapa terkejutnya dia mendapati matahari sudah di atas kepala.
"Astaga saya tertidur" ucap Zhang Wei tidak percaya dia bisa tertidur sampai jam begitu.
"Adik kecil kau sudah bangun? ucap Surya Geni setelah mendapati Zhang Wei keluar dari kamar.
"Kau melewatkan sarapan dan makan siang mu" ucap Surya Geni
"Ya aku tertidur dan lupa waktu" ucap Zhang Wei.
"Aku sudah memesan makanan untuk mu sebentar lagi pelayan akan mengantarkan" ucap Surya Geni.
"Baiklah aku akan menunggu mereka" ucap Zhang Wei kembali ke kamar.
Tidak lama kemudian beberapa pelayan masuk membawa makanan yang di pesan oleh Surya Geni.
"Kakak apa kau sudah makan? ucap Zhang Wei
"Sudah.Kau makanlah sebentar lagi kita keluar" ucap Surya Geni
"Baiklah" ucap Zhang Wei sibuk melahap makanan.
Hai hai hai sobat π Author baru come back nih π₯°
Apa kabar kalian?
Jaga kesehatan selalu ya
Semoga dalam lindungan Tuhan selalu ππ
__ADS_1