PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Tes pertama


__ADS_3

Pagi sekali Zhang Wei sudah bangun begitu juga penghuni kediaman Tuan Muda Lu.


Hari ini adalah hari pertandingan seleksi murid baru untuk ke empat akademi tersohor.


Satu persatu peserta yang akan mengikuti perlombaan dan juga penonton selaku pendukung untuk anak-anak atau saudara mereka.


Untuk menyaksikan langsung bagaimana pertandingan itu berlangsung.


Zhang Wei dan juga Zhang Ziyi baru juga tiba bersamaan dengan peserta lain.


Penampilan mereka yang berbeda dari yang lainnya mampu menarik perhatian publik.


Zhang Wei menggunakan rambut aslinya yang berwarna putih keperakan. Dia tidak menggunakan warna rambut hitam tetapi bola matanya tetap warna hitam hanya rambut saja yang berbeda.


Kalau Zhang Ziyi rambut hitam warna bola mata warna merah. Semerah darah.


Penampilan mereka yang bertolak belakang yang membuat mereka jadi pusat perhatian.


Namanya mereka manusia es dan patung berjalan hanya memikirkan diri sendiri tanpa mempedulikan keadaan sekitar.


Zhang Wei dan Zhang Ziyi berjalan ke arah tempat paling depan di mana itu masih kosong dan sangat berdekatan dengan tempat duduk para penguji.


Kali ini perlombaan di adakan di sebuah lapangan luas yang berada di sudut pasar ibukota Kekaisaran Han. Tempat ini kerap kali di jadikan arena pertandingan.


Seorang pria muda berumur sekitar 25 tahun maju di depan seperti nya dia yang akan memimpin pertandingan ini.


Di kursi penonton dan tamu sudah penuh bahkan untuk perwakilan ke empat akademi juga termasuk kakak-kakak dari duo bersaudara Zhang Wei dan Zhang Ziyi.


"Selamat datang di arena pertandingan untuk para calon murid. Perkenalkan nama saya Mo Fei! Saya yang akan memandu pertandingan ini di bantu oleh rekan saya dari ke empat akademi selaku penentu untuk penerimaan murid baru ini" jeda Mo Fei


"Langsung saja pertandingan ini kita buka dan perlombaan atau tes pertama yang akan kalian lalui adalah tes kecerdasan dasar seperti menulis atau membaca" ucap Mo Fei lagi


"Para murid akan di bagi sesuai dengan umur kalian. Dari umur 5 tahun sampai 14 tahun boleh berdiri di samping kanan saya dan umur 15 sampai 20 boleh berdiri di samping kiri saya" ucap Mo Fei.


Biasanya murid yang dapat mengecam pendidikan di akademi adalah rata-rata yang sudah berusia 15 tahun dan ada juga yang sudah mengecam pendidikan ketika berumur 10 tahun kalau memang itu anak jenius.


Entah kenapa sekarang mereka menerima anak yang masih berumur lima tahun. Mungkin mereka mau mencari yang benar-benar jenius.


Semua peserta yang hampir ribuan itu memisahkan diri sesuai dengan usia mereka.


Begitu juga Zhang Wei berpisah di sebelah kanan dan Zhang Ziyi di sebelah kiri karena perbedaan umur mereka.


Zhang Wei yang masih berumur 13 tahun bergabung dengan para bocah.

__ADS_1


Rata-rata di kelompok Zhang Wei mereka seumuran semua hanya Zhang Wei yang kelihatan mencolok sendiri karena penampilan dan juga wajahnya yang cantik dan tampan mengingatkan mereka akan satu orang yang selalu mereka dengar rumornya yaitu Zhang Wei sendiri.


Zhang Wei hanya berdiri tenang di tempatnya melihat pihak akademi membantu membagi kelompok mereka.


Zhang Wei sedikit kesal dengan umurnya harus bergabung dengan para bocah yang banyak mengoceh sedari tadi.


Karena kelamaan berdiri dan acara pembagian itu masih lama karena banyaknya murid membuat pembagian kelompok itu mengambil banyak waktu.


Zhang Wei segera duduk di tengah-tengah lautan kelompok bocah itu sambil menopang kepalanya dan menutup matanya karena bosan.


Tentu karena penampilannya yang berbeda dari mereka membuat kelompok bocah tidak ada yang berkomentar. Mereka membiarkan dia menopang kepalanya seperti itu.


Mereka menyisakan banyak tempat di tengah untuk tidak menggangu tidurnya yang terlihat tidak terusik itu.


Setelah pembagian kelompok sesuai dengan umur sekarang mereka pembagian kelompok dalam jumlah kecil lagi agar bisa di atur tes ilmu pengetahuan itu.


Zhang Wei yang keasyikan dengan alam pikirannya tidak menyadari kalau sekarang dia menjadi pusat perhatian karena ketenangannya yang tidak terusik sama sekali yang membuat mereka heran akan kelakuannya.


Salah satu pengurus yang ikut mengatur acara ini segera menghampirinya.


"Tuan" ucap wanita itu dengan lembut sambil menepuk tangan Zhang Wei dengan lembut


"Hmm? Zhang Wei yang mendapat tepukan ringan di tangannya segera membuka matanya.


eits kakak pertama?


Yah bukannya ini kakaknya?


"Jiejie? ucap Zhang Wei setelah menyadari kalau gadis yang menepuk tangannya adalah kakaknya


"Meimei itu kah kau? kenapa penampilan mu berubah? tanya Zhang Fei yang sedikit kaget penampilan adik bungsunya itu.


Zhang Wei tadi tertidur duduk sambil menutup sebagian wajahnya hanya bagian atas dari mata sampai dahi yang terlihat.


Apalagi rambutnya yang sudah kembali ke warnanya warna putih keperakan membuat Zhang Fei sedikit tidak mengenalinya.


"Jiejie panjang ceritanya. Ada apa Jiejie mendekatiku? bisik pelan Zhang Wei ke telinga kakaknya.


Entah kerasukan roh apa dia Sekarang berbisik biasanya dia akan omong tanpa rem.


"Kau tadi ketiduran sedangkan temanmu yang lain sudah ke tempat masing-masing sesuai kelompoknya." ucap Zhang Fei menjelaskan


"Baiklah terimakasih Jiejie saya bergabung dulu" ucap Zhang Wei berlalu ke arah kelompok yang menjadi kelompoknya.

__ADS_1


Zhang Fei kembali mengomando para murid baru itu untuk mengikuti tes tertulis sebagai tes pertama.


Mereka di minta untuk menulis kaligrafi apa saja yang mereka ketahui.


Zhang Wei yang memang sudah belajar dan sudah bisa membaca dari Sononya maksudnya dari dunia modern tentu itu adalah pelajaran anak paud kalau di eranya.


Setelah tes itu selesai tidak sedikit para calon murid yang gagal. Dan mereka di harapkan untuk mengikuti tes itu lagi untuk tahun depan.


"Baiklah hari ini kita menyudahi tes pertama. Selamat bagi yang berhasil di tes pertama dan yang masih gagal untuk terus berusaha. Besok kita akan melanjutkan tes kedua yaitu tes bakat persiapkan diri kalian dengan baik terimakasih." ucap Mo Fei dengan tegasnya.


Semua orang kembali ke arah kediaman masing-masing ada yang ke penginapan begitu juga Zhang Wei yang mau beranjak tapi di tahan sebentar oleh kakaknya.


"Meimei tunggu! panggil Zhang Fei lumayan keras untung sudah sepi dan tidak ada orang lagi.


"Kau sendirian? mana Meimei Ziyi? tanya Zhang Fei yang tidak mendapati adiknya yang satu.


"Mungkin sudah pulang terlebih dahulu Jiejie" ucap Zhang Wei santai


"Aku disini" ucap Zhang Ziyi yang baru saja tiba rupanya dia mencari keberadaan adiknya.


"Ada apa Jiejie mencari kami? ucap Zhang Wei


"Tidak ada hanya mau memastikan keadaan kedua adikku yang cantik dan manis ini" ucap Zhang Fei menggoda


Entah dari mana nada menggoda itu dia dapatkan yang pasti untuk sesaat wajah datar itu telah hilang.


"Oh ayolah Jiejie! itu sangat tidak cocok dengan wajah datar mu itu" ucap Zhang Wei langsung kena di hati memang.


"Tidak Jiejie hanya mau menghampiri kalian apa salah kalau kakak cantik mu ini menghawatirkan adik-adiknya? tanya Zhang Fei dengan alis mata satu terangkat


"Sejak kapan sifat narsis mu itu muncul? tanya Zhang Wei mengikuti gaya berbicara Zhang Fei


"Ah baiklah Jiejie harus pergi kalian hati-hati" ucap Zhang Fei tidak menanggapi nada sindiran dari adiknya yang satu itu.


Kalau tidak menghindar bisa rumit masalahnya.


Hai hai hai sobat πŸ‘


Author come back nih πŸ˜€


apa kabar gengs?


Jangan lupa untuk selalu dukung ya

__ADS_1


__ADS_2