
Zhang Wei yang mendengar dari prajurit kalau dia telah menghilang selama dua hari tentu terkejut karena dia tidak menyangka kalau dia ke perbatasan Kekaisaran Zhang ternyata selama itu.
Zhang Wei kembali ke kediamannya untuk beristirahat sejenak menyiapkan mental menghadapi pertanyaan dari keluarganya.
Dia tahu kalau kejadian seperti ini akan ada badai besar menghampiri dia. Jadi dia akan kembali ke kediamannya untuk mencari ide untuk menangkal badai itu.
Kaisar Zhang yang mengikuti Zhang Wei tadi dan mengetahui kalau Putri bungsu nya telah masuk ke kediamannya segera menuju kediaman Kaisar untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
"Yang Mulia? Bagaimana dengan Putri Zhang Wei? saya mendengar dari penjaga kalau Zhang Wei sudah kembali." ucap Permaisuri
"Ya dia sudah kembali." jawab Kaisar
Permaisuri kembali ke kediamannya mengetahui kalau Putri bungsunya telah kembali membuat dia sedikit tenang.
Kasim Han sudah di kirim ke kediaman Putri Zhang Wei lebih sedu untuk di undang makan malam sebelum jam makan malam Zhang Wei menghindari penolakan Zhang Wei yang mengatakan kalau sudah selesai makan malam.
"Salam kepada Yang Mulia Putri! semoga di__" belum juga Kasim Han menyelesaikan perkataannya sudah di potong oleh Zhang Wei
"Saya akan bergabung makan malam dengan anggota keluarga kekaisaran" ucap Zhang Wei mengetahui maksud kedatangan Kasim Han
"Baik Yang Mulia Putri" ucap Kasim Han pamit undur diri.
Zhang Wei sudah rapi dan sudah siap dengan sangat ide untuk menangkal kemarahan nanti.
Zhang Wei berjalan dengan santai masuk ke aula ruang makan. Kasim Han yang mau mengumumkan kedatangannya segera tutup mulut karena kebiasaan Zhang Wei itu membuka pintu dengan kakinya.
Zhang Wei dapat melihat semua keluarga kekaisaran sudah berkumpul di aula. Melihat Zhang Wei masuk mereka mulai menatapnya dengan berbagai ekspresi terpancar dari wajah mereka masing-masing.
Zhang Wei yang merasakan tatapan terarah kepada nya membuat dia salah tingkah. Ekspresi itu tertutup dengan wajah datarnya.
Permaisuri yang melihat kedatangan Putri nya yang selama ini kurang kasih sayang dan juga jarang berkumpul bersama mereka segera menghampiri dan memeluk Zhang Wei dengan erat.
Zhang Wei yang mendapat pelukan tiba-tiba berdiri dengan tegang. Dia merasakan punggungnya basah ternyata Permaisuri ada menangis di pelukannya.
Zhang Wei segera mengusap punggung wanita yang menjadi ibunya di dunia ini.
__ADS_1
"Apa kau tidak apa-apa Putriku? Apa ada yang terluka? Kau pergi kemana selama dua hari ini? tanya permaisuri dengan berturut-turut. Jelas sekali dia sangat kuatir.
Zhang Wei yang mendapat pertanyaan bertubi-tubi dan terdapat nada kuatir di dalamnya merasakan kehangatan.
"Ibunda aku baik-baik saja! Maafkan aku karena pergi tidak memberitahu kalian. Sungguh aku tidak bermaksud membuat kalian kuatir" ucap Zhang Wei dengan tulus dan juga merasa bersalah.
"Sudahlah Putriku yang terpenting sekarang Kau pulang dengan selamat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Kaisar dengan memeluk Zhang Wei juga dengan di ikuti oleh saudara yang lain dan Selir agung.
Dan begitulah terjadi peristiwa haru di kediaman aula makan itu.
Zhang Wei banyak di beri petuah oleh orang tuanya ketika pergi untuk tidak lupa memberi tahu mereka.
Tentu Zhang Wei mengiyakan semua itu tidak mungkin dia bilang tidak kan? yang walaupun nantinya akan dia langgar semoga saja.
Setelah perjamuan itu Zhang Wei kembali ke kediamannya untuk melakukan percobaan untuk membuat pil sesuai petunjuk yang telah dia pelajari di toko herbal tadi.
Zhang Wei langsung menuju ruang angkasa karena di sana lebih aman selain tenang dan juga menghemat waktu.
Zhang Wei segera memanggil Fei
"Fei dimana kau? Panggil Zhang Wei dengan suara cempreng
Zhang Wei hanya menggelengkan kepala heran dengan sikap narsis pelayan nya yang satu ini.
"Saya membutuhkan bantuan mu Fei tunjukkan saya tungku dan juga dapur tempat pembuatan pil. Saya akan mencoba membuat pil." ucap Zhang Wei to the points mengenai maksud kedatangannya.
"Serius Tuan mau belajar alkemi? tanya antusias Fei
"Hmm. Apa ada yang salah? tanya Zhang Wei
"Hah? tidak ada Tuan. Fei hanya kaget dengan keinginan Tuan" ucap Fei cepat
"Yah apa kau punya cara? tanya Zhang Wei
"Ada ruang alkemis Tuan karena dulu pemilik ruang angkasa adalah salah satu tabib surgawi bahkan lebih dari itu." ucap Fei sambil menuntun Zhang Wei ke arah gubuk yang kecil yang berada di pinggiran danau yang baru di ketahui keberadaannya oleh Zhang Wei.
__ADS_1
Waktu pertama kali Zhang Wei masuk ke ruang angkasa dia tidak memperhatikan kalau ada gubuk di pinggir danau.
"Di sini adalah ruang pemilik ruang angkasa terdahulu Tuan" ucap Fei mempersilahkan Zhang Wei masuk.
Di ruang itu terdapat beberapa ramuan yang sudah jadi dan juga pil yang telah di buat. Ramuan yang tidak di anggap remeh dengan kemanjurannya.
Pil-pil yang akan menggemparkan dunia kultivator kalau sampai keberadaan pil itu sampai di dunia luar.
Semua pil itu adalah pil yang sangat tinggi kualitas nya. Pil yang kebersihannya 100%.
Tidak hanya itu ada juga buku-buku yang tersusun rapi di rak sebelah rak penyimpanan pil dan ramuan.
Di samping rak-rak buku itu terdapat sebuah kuali yang tergantung dengan penampilan yang sangat cantik dan di penuhi aura mistik yang tidak biasa.
Kuali yang tidak lain adalah Kuali milik pemilik ruang angkasa terlebih dahulu. Kuali yang menyempurnakan kualitas pil itu menjadi sangat sempurna.
Zhang Wei menatap takjub dengan isi ruangan itu. Ruangan yang terlihat sangat rapi dan bersih seperti tidak ada setitik debu.
Zhang Wei menuju melihat ramuan dan pil-pil itu yang jumlahnya sangat banyak dan mustahil untuk di habiskan selama ratusan tahun.
"Fei kau tahu tingkat berapa kualitas ramuan dan pil-pil ini? tanya Zhang Wei menimang salah satu botol yang berisi pil entah pil apa itu.
"Tuan ramuan dan pil-pil ini adalah pil tingkat sangat tinggi dan mustahil untuk mendapatkan pil seperti ini yang kebersihannya 100% atau bahkan yang sangat sempurna." jelas Fei ketika memeriksa kualitas pil itu.
"Tuan sangat beruntung mempunyai pil pil ini. Tuan tidak perlu membuat pil lagi karena pil ini sudah sangat lebih dari kata sempurna." ucap Fei dengan semangat.
"Hm saya rasa begitu juga tapi tidak apa-apa saya akan mencoba untuk belajar alkemis. Mungkin saya bisa membuat pil dengan memadukan teknik modern" ucap Zhang Wei membayangkan dia membuat pil dengan teknik modern dan tradisional.
Hai hai sobat π
Author baru Come back nih π
Apa kabar para readers?
Author sehat sehat
__ADS_1
**Jangan lupa like dan Vote β€οΈ kakak readers
Terus dukung Author ya**