PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Pertarungan kakak beradik


__ADS_3

Begitu Zhang Wei berhasil menenangkan kekacauan akibat ulah dari pria tua yang umur tinggal beberapa menit saja membuat seluruh warga mengucapkan beberapa kata Terimakasih.


Kedua orang itu berhasil memasuki kota di mana puncaknya kekacauan yang di sebabkan oleh organisasi Hitam itu.


Kekacauan berada di mana-mana para warga berlarian tak tentu arah demi menyelamatkan diri mereka dari kejaran binatang buas yang di kendalikan oleh orang yang terbang rendah itu.


"Benar-benar menjijikkan" ucap Zhang Wei dengan geram.


"Kakak kau membantu di bagian selatan. Aku akan membantu beberapa warga. Jangan kuatir kan aku" ucap Zhang Wei sebelum melesat begitu saja.


Pangeran Bintang hanya menghela nafas dan tidak membuang waktu lama lagi dia berlalu ke arah selatan desa yang di kepung binatang buas.


Seluruh penjuru kota itu di kepung oleh organisasi bersama binatang buas dan iblis.


Sudah ada beberapa murid dari sekte aliran putih yang membantu menangani organisasi Hitam ini.


Bantuan murid sekte memang sedikit membantu tetapi banyak yang mengalami luka ringan bahkan parah.


Beberapa murid perempuan segera membantu para warga untuk menyelamatkan diri.


Murid sekte ini memang memiliki kekuatan yang cukup menahan kemampuan para pendekar tetapi lawan mereka ini sangat kuat mereka adalah para sesepuh yang memiliki ilmu beladiri tinggi setara dengan para guru di sekte.


Para murid ini berjuang mati-matian untuk mengulur waktu sebelum pasukan tambahan segera tiba.


Zhang Wei yang melihat keadaan orang-orang di kota ini memiliki wajah suram.


"Biar bagaimanapun para murid ini akan tetap kalah karena kekuatan para tua tidak tahu malu itu" Umpat keras Zhang Wei dia sekarang terlihat sangat kesal.


Zhang Wei terbang jauh di atas langit untuk mengamati pergerakan seluruh orang yang berperang di bawah sana.


"Hah pada akhirnya harus ada pertumpahan darah pada orang yang tidak bersalah" Ucap Zhang Wei menghela nafas seperti terlalu malas melihat dunia yang sudah sangat kacau.


Zhang Wei masih mengamati dengan seksama dan hati-hati untuk bertindak sesuai keadaan.


Para anggota aliansi itu benar-benar menguntungkan dengan keberadaan binatang buas.


Pertarungan senjata yang terus terdengar dan jeritan para warga yang tidak sengaja terkena serangan tidak terhindarkan juga.


Dua orang murid yang melawan seorang wanita tua terdesak seluruh badan mereka sudah di penuhi oleh luka yang tidak bisa di bilang baik-baik saja.


"Kakak kau mundur dan kembali cepat ke sekte biar aku yang menahan wanita tua ini" Teriak laki-laki yang masih muda itu terhadap pria muda lainnya.

__ADS_1


"Tidak akan. Kau yang kembali ke sekte biar aku yang menghadapi wanita itu" ucap pria muda lainnya menggelengkan kepalanya tidak setuju.


"Apa yang kau katakan? Kakak kau kembali lah kau di butuhkan banyak di sekte" ucap pria yang lebih muda tidak setuju dengan kakaknya yang keras kepala.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu kalau memang harus mati di sini maka kakak tidak akan pergi." ucap tegas pemuda yang lebih tua itu.


Kedua kakak beradik itu adalah dua orang murid dari sekte harimau putih yang kembali dari misi dalam perjalanan kembali ke sekte.


Akan tetapi mereka menemukan pertempuran di sini sehingga mau tidak mau mereka harus turut membantu para warga melarikan diri dari pertempuran.


Pria yang lebih tua itu kembali menarik pedangnya lagi dan berlari ke arah wanita tua yang menatap mereka dengan tawa mengejek.


"Hiyaaaaa" Dengan satu kali tarikan pemuda itu sudah melompat tinggi dan mengarahkan lurus pedangnya dengan gaya menebas.


Bisa di pastikan kalau terkena serangan maka lawannya akan langsung terluka berat namun lawan mereka adalah lebih senior dan ilmu beladiri lebih tinggi.


Tang


Suara besi yang bertemu. Pedang pemuda itu langsung penyok setelah menerima serangan tombak lawan.


Pemuda itu terpental jauh dan langsung memuntahkan seteguk darah. Dia sudah terluka dengan berat.


Bernafas saja dia sudah susah. Tombak yang menahan serangannya kembali datang tapi kali ini dia tidak memiliki kekuatan untuk sekedar menghindar.


Boommm


Suara ledakan yang keras dapat terdengar. Dan wanita itu terpental jauh karena serangan tiba-tiba yang menangkal laju pedangnya.


Melihat asap putih yang membumbung tinggi tidak ada yang tahu apakah masih hidup orang di balik asap itu atau tidak.


Wanita tua yang menyerang juga tidak menganggap remeh orang yang berada di balik asap itu dia tetap melihat daerah sekitarnya dengan hati-hati karena dia dapat merasakan kalau ada orang yang menangkis serangan terakhirnya.


Asap mulai pergi perlahan memperlihatkan sosok yang berada di balik asap tersebut.


"Hehe serangan mu lumayan juga nenek tua" suara terdengar lembut tapi mematikan datang dari balik asap itu beserta seorang sosok kecil mengibas pakaiannya yang terkena debu.


"Apa yang kau katakan Bocah? teriak wanita tua itu tidak terima di bilang nenek tua.


Hei walaupun umurnya sudah sangat tua tetapi dia masih terlihat muda dan cantik.


Apalagi dia seorang wanita tentu tidak akan terima kalau ada yang mengatainya nenek tua.

__ADS_1


"Bersiap lah nenek tua" ucap Zhang Wei sambil mengirimkan energi angin ke arah wanita tua itu tanpa basa-basi lagi.


Zhang Wei yang tiba-tiba melompat dari ketinggian tadi menahan serangan wanita tua itu yang menurutnya tidak seimbang.


Energi angin yang lumayan besar langsung menerbangkan wanita tua itu yang belum mencerna penyerangan ini hingga menabrak pembatas kota.


Lubang yang seukuran dengan tubuh wanita itu langsung tercetak di tembok tersebut.


Tidak di ketahui wanita itu masih bertahan apa belum.


Zhang Wei juga berdiri diam menunggu kedatangan wanita itu karena dia masih merasakan wanita itu masih hidup.


Sosok wanita tua muncul dengan penampilan yang sudah tidak sempurna seperti sebelumnya.


"Wah kau lumayan menahan seranganku Nenek tua seharusnya orang yang terkena serangan akan terluka berat atau mati di tempat. Harus kuakui bahwa kau memiliki pertahanan yang cukup kuat tapi itu belum cukup untuk menahan serangan ku yang lebih besar." ucap Zhang Wei menilai wanita tua di depannya.


Walaupun serangan nya tidak terlalu besar tetapi bagi orang yang sudah mendapatkan serangan darinya akan mendapatkan kritis.


Dan wanita tua di depannya harus di akui bahwa sanggup menerima serangannya.


Mendengar omongan kosong bocah di depannya wanita tua itu langsung menyembur kan darah dari mulutnya.


Wanita tua itu kembali berdiri dengan tongkat di tangannya kali ini dia akan menyerang tidak meremehkan kekuatan bocah di depannya.


"Kau terlalu meremehkan ku bocah. Aku akan menunjukkan bahwa apa itu kekuatan" ucap wanita tua itu kembali mengumpulkan energi di sekitar dan bersatu dengan tongkatnya.


Tongkat wanita tua itu bersinar kemerahan karena energi entah energi apa Zhang Wei tetap mengamati tongkat dan wanita tua itu.


"Kalian menjauh aku akan memberikan hadiah kecil buat wanita tua ini" ucap Zhang Wei masih mengamati pergerakan wanita itu kepada orang yang berada tepat di belakangnya.


Tanpa menunggu lama Zhang Wei langsung menteleportasi kan kedua orang itu sebelum serangan selanjutnya datang.


Energi yang sangat besar terkumpul di tingkat wanita tua itu.


Energi itu dapat di rasakan oleh Zhang Wei. Zhang Wei tidak menahan diri lagi dia juga menyiapkan sambutan hangat yang datang bertamu kepadanya itu.


Kedua kekuatan besar langsung menuju ke arah musuh masing-masing.


Boommm


Hahayyyy sobat semua author baru balik

__ADS_1


Salam sehat lama tak jumpa.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya agar author dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan cerita ini terimakasih πŸ™


__ADS_2