PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Gadis sombong


__ADS_3

Dengan keahlian Zhang Wei yang tidak seberapa itu menjadi pembicaraan hangat di seluruh penghuni istana. Bagaimana tidak makanan yang dia masak memberikan rasa yang sulit di lupakan.


Sekarang anggota kerajaan itu tengah berada di ruang santai yang mana Zhang Wei di berondong berbagai pertanyaan oleh ketiga orang itu karena keberadaan nya yang dua hari ini tidak muncul.


"Aish kenapa kalian menatapku seolah aku telah menghilang selama setahun? keluarlah bahasa santuy Zhang Wei.


"Dua hari kami tidak melihat keberadaanmu Putriku" ucap lembut permaisuri.


Setelah bercerita panjang lebar membuat mulut Zhang Wei terasa tebal.


"Aish bercerita dengan mereka membuat bibir tipis ku mulai tebal" ucapnya sambil memijit pelan dagunya yang terasa lelah.


"Yang Mulia kami telah mengumpulkan beberapa bukti pemberontak di wilayah perbatasan" ucap seorang mata-mata kepada Pangeran Bintang.


"Baiklah kau boleh kembali" ujar Pangeran Bintang memeriksa laporan yang di berikan untuknya.


Zhang Wei kembali berkunjung di ruang kerja milik Pangeran Bintang. Melihat kedatangan Tuan Putri mereka para prajurit segera melaporkan kedatangannya.


"Tidak perlu biar aku masuk" ucap Zhang Wei cepat dan membuka pintu ruang kerja itu dengan kakinya betapa tidak sopan.


Para prajurit hanya meringis sendiri melihat kelakuan Zhang Wei.


"Kakak apakah kau sibuk? ucap Zhang Wei masuk dan duduk di depan Pangeran Bintang begitu saja dan lupa memberikan salam.


Pangeran Bintang hanya menghela nafas pasrah rupanya kelakuan asli Zhang Wei kembali muncul.


Tidak lagi mempedulikan raut wajah Pangeran Bintang Zhang Wei melirik dokumen yang berada tepat di depannya.


"Pemberontak? ucap Zhang Wei mengangkat sebelah alisnya.


Bukan tidak sopan hanya saja mata Zhang Wei yang tidak bisa diam di tempat memaksanya untuk melihat dokumen itu.


"Beberapa kecoak berusaha untuk mengambil alih kerajaan ini" ucap Pangeran Bintang.


"Dan apa rencana mu? ucap Zhang Wei sekarang dengan serius menatap pangeran Bintang.


Karena dia yakin pemberontak ini sedikit sulit untuk di atasi kemungkinan kakaknya ini sedikit mengalami kesulitan untuk para pemberontak mungkin ada hal yang tidak sepele yang bersangkutan dengan kasus ini.


"Kasus selanjutnya masih dalam tahap penyelidikan" ucap Pangeran Bintang.


"Baiklah jika kau memerlukan bantuan adik cantikmu ini silahkan hubungi segera" ucap Zhang Wei bangkit berdiri.


"Apa ada hal yang ingin kau sampaikan kepada kakak tampan mu ini? balas pangeran Bintang sarkas


"Tidak jadi. Lain kali saja" ucap Zhang Wei berlalu pergi.


Rencananya hari ini Zhang Wei keluar untuk mengajak pangeran Bintang mengantarnya ke tukang besi tetapi sepertinya kakaknya itu sibuk.


Dan rencananya hari ini mengalami sedikit perubahan mengetahui ada pemberontak rupanya Zhang Wei harus sedikit bertindak.

__ADS_1


Dia tidak akan mengijinkan beberapa kecoak yang mencoba untuk menunjukkan taringnya terhadap keluarganya ketika dia mendarat di daratan Sunda tanpa ingatan sama sekali.


Mungkin dengan melakukan hal hal kecil seperti ini akan membantu sedikit keluarga karena dia yakin perjalanan kedepannya masih jauh.


Dan untuk memecahkan misteri yang membuat dia tiba di daratan ini dia harus segera mengambil langkah cepat.


Sesuai rencana disinilah dia sekarang menaiki salah satu pohon rindang dan tinggi mengamati sekitar yang berada di bawah ketinggian pohon tersebut.


Ya Zhang Wei berada di perbatasan tempat para pemberontak itu menyerang. Dia ingin memastikan siapa dalang di balik penyerangan tersebut.


Zhang Wei duduk di salah satu dahan pohon dengan buah apel di tangannya.


"Apakah orang-orang ini tidak memiliki pemikiran? ucap Zhang Wei bingung dengan jalan pikiran mereka yang tidak sesuai dengan tindakan yang mereka ambil.


Apakah dengan mereka menyerang seperti ini akan langsung mendapatkan apa yang mereka inginkan? Tentu tidak karena target mereka terdapat sosok mengerikan yang bersemayam.


Iblis berwajah bak Dewa.


Zhang Wei berdiri di ketinggian pohon itu sambil menggelengkan kepalanya berulang kali melihat para pemberontak itu berlatih.


"Ckckck mereka banyak melakukan kesalahan dalam gerakan berpedang" ucapnya.


Wajar baginya berkomentar seperti itu karena dia memiliki pemahaman ilmu pedang yang tinggi dan di dalam ruang angkasa miliknya terdapat banyak seni beladiri yang tinggi yang mana keberadaan ilmu seni itu masih misterius.


Tetapi Zhang Wei memiliki itu hanya tinggal dia mengaplikasikan ilmu beladiri itu.


Di belahan dunia lain seorang gadis cantik tengah merengek kearah pemuda tampan yang berdiri di depannya.


"Gege apakah kau mengetahui kemana Zhang Wei Meimei pergi? ucap gadis itu yang tidak lain adalah Zhang Ziyi.


Dia yakin pasti pria dewasa yang berdiri di depannya ini mengetahui sesuatu.


"Meimei akan tetap kembali jadi jangan kuatir sudah kembali berlatih. Apakah kau mau ketika Meimei kembali dia melihat kakaknya yang cerewet belum juga naik kultivasinya? ucap Pria yang adalah Kaisar Iblis.


"Ya Gege benar" ucap Zhang Ziyi


"Maaf mengganggu waktu kerja Gege" ucap Zhang Ziyi cengengesan sendiri.


Melihat kepergian Zhang Ziyi Kaisar Iblis hanya menggelengkan kepalanya dia juga ingin melihat wajah polos adik kecilnya itu.


"Dia belum sepenuhnya mendapatkan ingatannya kembali" gumamnya sambil membolak-balik halaman kertas yang berada di depannya.


Bukan hanya mereka berdua yang merindukan keberadaan Zhang Wei para pengawal dan pelayan juga merindukan kehadiran sosok kecil majikan mereka.


Bahkan Lou Li yang mencoba untuk bertelepati dengan tuannya tidak bisa sama sekali seolah sebuah dinding tak kasat mata menghapus jejak telepati itu.


Mereka merindukan suara tuan mereka. Mereka berharap tuan mereka dapat menjalani hari yang baik.


Zhang Wei keluar istana dengan pakaiannya sebagai Putri tetapi agak lebih sederhana dan ketika dia kembali ke istana tanpa sengaja bertemu dengan orang yang memusuhinya.

__ADS_1


"Brukkk"


Seorang gadis terjatuh dengan tidak elitnya.


"Hei apakah kau tidak memiliki mata? teriak gadis itu.


Seorang gadis kecil memiringkan kepalanya sedikit tanda bahwa dia bertanya.


"Kenapa kalian diam? tangkap dan beri dia hukuman telah menabrak ku" teriaknya kepada beberapa pengawal yang hanya berdiri tidak bergerak.


Membuat Zhang Wei tambah merajut alisnya hingga bersatu. Dia yang tertabrak kenapa malah dia yang di tangkap?


"Nona anda yang menabrak saya" ucap Zhang Wei mencoba untuk tidak membuat orang babak belur.


"Terus? Kenapa kau menghalangi jalan saya? ucapnya ngotot.


"Apakah wanita ini tidak memiliki otak? atau otaknya sudah pindah di dengkul? batin Zhang Wei menggelengkan kepalanya untuk anak muda jaman sekarang.


"Nona anda yang tidak melihat jalan" ucap Zhang Wei.


"Kalau kau melihat kenapa tidak menghindari saya? ucapnya tidak mau mengalah.


"Fix otaknya tidak berada di tempat" batin Zhang Wei lagi.


"Sebentar nona saya akan memanggil kembali otak anda ke tempat yang seharusnya" ucap Zhang Wei.


"Kau mau menghina saya ya? geram gadis itu.


"Tidak nona saya hanya ingin membantu Anda untuk mencari keberadaan otak anda" ucap Zhang Wei merasa tidak bersalah.


"Sepertinya otak anda belum pergi terlalu jauh. Sebaiknya anda segera memanggilnya kembali" ucap Zhang Wei dengan wajah serius padahal dalam hati dia sudah kesal sekaligus tertawa.


"Pengawal cepat tangkap jalang kecil ini" teriak gadis itu.


Emosinya sudah tidak bisa di kontrol lagi. Kata-kata Zhang Wei benar-benar penghinaan baginya. Gadis kecil di hadapannya itu telah mempermainkan dirinya yang seorang putri menteri.


Beberapa pengawal dengan sigap segera mengelilingi Zhang Wei yang masih berdiri seperti patung.


Sekarang wajah Zhang Wei datar bak patung es hanya udara di sekitar mereka yang terus mencekam membuat beberapa pengawal dengan sendirinya menjauh.


Udara yang berasal dari tubuh Zhang Wei benar dingin menyulitkan mereka hanya sekedar untuk bernafas.


Beberapa pengawal yang memang beladiri nya tidak seberapa memuntahkan cairan merah segar.


Hai hai hai hai sobat πŸ‘πŸ‘


Author baru Come back nih pasti kalian menunggu lama amat ya?


Maaf kan author yang jarang up

__ADS_1


__ADS_2