PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Busur panah


__ADS_3

Beberapa jam kemudian setelah Zhang Wei terbangun dari tidurnya, hanya mendapati langit biru yang tanpa awan sama sekali seperti langit buatan tanpa adanya matahari.


"Hah Berapa lama aku tertidur? Ujarnya meringis dengan kelakuan nya yang tidur begitu saja tanpa mempedulikan keadaan sekitar untung tempat ini aman.


Zhang Wei mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Dia seperti berada di dalam jurang yang di apit banyak bebatuan ini seperti cekungan.


Zhang Wei meneliti setiap sudut mungkin dia akan menemukan hal yang baik. Tempat selalu dia berada tidak sengaja akan selalu memberikan keberuntungan baginya dan dia yakin akan keberuntungannya.


Dia harus berterimakasih kepada masa lalunya yang sudah memberikan kepahitan hidup terlebih dahulu sehingga di kehidupan ini dia di berkahi dengan kelimpahan baik dari keluarga serta kekayaan kekuatan.


"Aku tidak akan percaya kalau tidak ada keberuntungan disini" ujarnya masih meneliti setiap sudut dengan teliti takut ada yang terlewat baik itu hanya seekor semut dia teliti.


Kalau mungkin di dunia modern mungkin ini tidak masuk akal sama sekali tetapi ini di dunia antah berantah yang memiliki keajaiban dari luar nalar manusia.


Bahkan lalat pun berbahaya jadi dia dengan hati-hati melangkah ke arah tebing seperti goa itu.


Benar seperti dugaan Zhang Wei kalau akan ada sesuatu sebuah lubang tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri muncul.


Hanya lubang kecil jadi itu perlu merangkak untuk bisa masuk.


Melapisi tubuhnya dengan perisai dia mulai merangkak untung tubuhnya kecil jadi bisa muat ke dalam lubang pintu seperti itu.


Kelihatan dari luar emang kecil tapi siapa yang tahu ketika berhasil masuk ke dalam malah seperti menemukan dunia berbeda dari sebelumnya.


Seperti berada di dunia lain menemukan dunia matahari yang begitu bersinar tanpa halangan awan sama sekali dengan langit biru yang membentang.


Bunyi khas binatang terbang alam luas dapat terdengar.


"Hm bahkan aku tidak menyangka kalau masih ada dunia lain indah seperti ini" Gumam Zhang Wei menghirup udara bebas belum juga puas menikmati keindahan itu tiba-tiba dia merasakan rasa kematian.


Dengan cepat dia terbang menjauh benarkan di tempatnya berdiri sebelumnya muncul sebuah lubang besar akibat benda yang muncul dari dalam tanah.


Belum juga lega karena berhasil terhindar beberapa anak panah entah dari mana datangnya menyerbu dirinya.


"**** kalau begini aku yang akan mati sia-sia" ujarnya terus menghindari hujanan anak panah.


Sebelum dia menghindar lagi anak panah dari bawah kakinya meluncur menembak lurus ke arahnya.


"Baiklah kalian pikir aku tidak bisa menaklukkan kalian? ujar Zhang Wei.


Mengumpulkan energi ke telapak tangannya dan berputar di udara seperti penari ballet.


Dia mengulurkan tangan kanannya yang dilapisi energi dan mengarahkan kepada anak panah yang melesat ke arahnya.

__ADS_1


Happ


"Ya aku mendapatkan mu" ujarnya menyentil ekor dari anak panah itu.


"Uchhh kau memiliki duri ternyata" Ujarnya kembali menyentil anak panah itu dan serangan tersengat kembali menghampiri nya.


"Kau ingin aku melepaskan mu? enak saja siapa pun yang berani menyentuh raja ini maka imbalannya tidak akan kira-kira" Ujar Zhang Wei terus mempermainkan anak panah yang berada di tangannya seolah mengejeknya.


Anak panah yang seperti memiliki kesadaran sendiri terus memberontak untuk lepas dari tangan Zhang Wei.


"Ayo kau harus membawaku dari mana kau berasal" Ujar Zhang Wei terus menekan anak panah itu.


Anak panah yang sudah tidak berdaya hanya bisa mengumpat dalam hati.


"Kau mengatakan sesuatu? Teriak Zhang Wei.


"Ayo waktu ku tidak banyak" Ujar Zhang Wei memberikan jalur bagi anak panah itu.


Anak panah itu tidak lagi memberontak membiarkan Zhang Wei mengikutinya.


Melihat Zhang Wei tidak berniat menyakiti nya dan hanya sekedar iseng mengerjainya sehingga anak panah itu tidak keberatan menuntun Zhang Wei ke pada Tuannya berada.


Sepanjang gua Zhang Wei dapat melihat berbagai tanaman langka yang tumbuh di sudut-sudut gua.


"Wah lahan obat tidak sia-sia terjebak di sini" Ujar Zhang Wei tersenyum konyol biar bagaimanapun dia masih juga terkejut dengan keanehan di dunia ini.


"Hei kau akan membawa ku kemana? Ujar Zhang Wei sudah beberapa menit berlalu tetapi juga mereka belum tiba di tempat tujuan.


Kalau anak panah itu ada mata pasti dia sudah memutar bola matanya dengan malas.


Apakah ada manusia tidak sabaran dengan manusia kerdil di belakangnya ini?


"Aku tahu kau pasti mengumpat" Ujar Zhang Wei emang iya anak panah itu tengah mendumel dalam hatinya dengan bahasa planet.


Desain dalam gua itu benar-benar bagus di mana dalam gua itu di desain begitu bagus seperti istana di dalam gua begitu megah dan elegan terdapat beberapa kristal yang tergantung menyinari setiap lorong gua dan juga terdapat beberapa part yang terbentuk beberapa ruangan.


Zhang Wei terus meneliti setiap sudut ruangan. Tidak memakan waktu lama mereka tiba di sebuah pintu berwarna cokelat tua mengkilap.


Dengan lambang busur serta anak panah persis yang menuntun Zhang Wei.


Zhang Wei seperti familiar dengan pola di depan pintu itu.


"Saya tidak bisa mengantar anda lebih dalam lagi selanjutnya andalah yang akan menentukan masa depan kerajaan ini" Tiba-tiba anak panah itu bersuara membuat Zhang Wei sedikit terkejut.

__ADS_1


"Oke mari kita coba" Zhang Wei tidak juga menolak melainkan tertarik dengan apa yang ada di balik pintu gerbang besar ini.


Tentu itu bukan suatu yang mudah dan mesti harus berhati-hati.


Zhang Wei menatap beberapa pola yang tampak acak dan rumit membutuhkan kerja keras dan kepintaran dalam memecahkan serangkaian kode tersebut.


Berjongkok di bawah pintu itu dan memindahkan beberapa batu yang tampak acak itu dan menyusunnya dengan cepat seperti gambar busur dan anak panah.


Kacha✨


Zhang Wei berhasil memecahkan kode itu tapi pintunya tidak ada tanda-tanda terbuka.


"Apakah aku berhasil? apakah ada yang salah? ujar Zhang Wei kembali meneliti hasil kreasi nya.


Selang dua menit baru terdengar bunyi pintu berderet.


"Tidak salah reaksi pintunya lama. Karena pintu ini sudah lama tertutup sehingga menyebabkan beberapa karatan di sudut" Gumam Zhang Wei memaklumi hal ini.


Zhang Wei baru saja menginjakkan kakinya ke depan pintu sudah di sambut dengan ribuan panah dari berbagai sudut.


Belum selesai panah ratusan belati menghampiri nya Zhang Wei sedikit kesulitan menghindar karena tempat ini tidak memberikan Ia ruang gerak yang bebas.


Salah melangkah akan langsung di sambut berbagai jebakan.


Mulut patung harimau yang ada di empat sisi terus memuntahkan anak panah.


"Ayo kita bertanding" Zhang Wei mengeluarkan beberapa koin dari ruang demensi melemparkan ke arah mulut patung harimau itu dan mengembalikan beberapa ratusan anak panah.


Setelah tersumbat patung harimau itu tidak lagi mengeluarkan anak panah.


Zhang Wei melakukan hal yang sama kepada patung harimau lainnya.


Tinggal ribuan belati yang masih terus mengincarnya.


"Ck ini merepotkan" Ujar Zhang Wei mengibas pakaiannya yang melayang karena gerakan nya yang cepat.


bersambung>>>>


Hahay sobat


Saya kembali lagi salam salam salam


Selamat membaca 🤗

__ADS_1


__ADS_2