
Zhang Wei yang tengah berjalan menuju ke arah pasar ibukota mengagetkan dengan kedatangan beberapa orang berpakaian serba hitam.
Mereka menghadang dia, Zhang Wei mengerutkan keningnya karena tidak mengetahui siapa orang-orang yang berada di depannya.
"Siapa kalian? tanya Zhang Wei dengan nada datar
"Kau tidak perlu tau siapa kami tapi yang pasti kami akan membawa mu pergi" ucap salah satu dari mereka.
"Membawaku pergi? memang nya ada masalah apa? Zhang Wei masih mode bingung.
Kenapa orang orang ini mau membawanya pergi? Apakah mereka mengenal siapa dia? tapi bagaimana bisa? terus kemana mereka mau membawa dia? itulah pertanyaan yang terlintas di benak Zhang Wei.
"Eh tunggu dulu! saya belum paham kalian mau membawa saya kemana? bisa kalian jelaskan sedikit kepadaku? biar saya bisa mempertimbangkan." ucap Zhang Wei belum terpancing emosi.
"Banyak bacot! cepat bawa dia" perintah seorang yang mungkin jadi ketuanya
"Baik ketua" ucap mereka serentak sambil mendekati Zhang Wei untuk menangkap nya
"Wah wah rupanya kalian tidak bisa di ajak kompromi. Baiklah kalian temani aku bermain kebetulan otot-otot ku pada kaku semua" ucap Zhang Wei sambil merenggangkan otot-ototnya kesana kemari seperti pemanasan.
Mereka dengan sigap langsung maju bersamaan untuk menangkap sosok kecil yang berdiri di tengah yang sedari terus merenggangkan otot-ototnya.
Ketika mereka mau menangkapnya tiba-tiba Zhang Wei menghilang dari tempatnya berdiri dan jadinya para orang orang itu saling berpelukan π.
"Dapat" ucap mereka dengan semangat.
"Dapat ya paman? ucap Zhang Wei yang tiba-tiba sudah muncul di belakang mereka sambil menepuk salah satu pundak seorang pria itu.
"Eh? ucap mereka lagi ketika mendengar suara sosok yang mereka tangkap berada di belakang mereka dengan sigap mereka saling menatap dan
"Arghhhhhh____ kenapa kau tidak menghindar? ucap mereka lagi saling menyalahkan karena tidak menghindar
"Buahhhhahhhhh" tawa Zhang Wei pecah karena melihat mereka terasa lucu
"Kalian sungguh lucu paman" ucap Zhang Wei masih memegang perutnya yang terasa menggelitik karena terus tertawa.
Rupanya kelakuan para pria itu terasa lucu untuknya.
"Hhhhhhhh" tawa para pria itu lagi mengikuti tawa Zhang Wei
"Cepat tangkap dia brengsek" ucap ketua mereka lagi menyadarkan mereka dari kelucuan itu.
"Baik ketua" ucap mereka dengan 1 2 3 melupakan tawa mereka dan segera mengincar sosok kecil yang masih sibuk memegang perutnya karena tertawa.
__ADS_1
"Eits tunggu dulu! berhenti di situ saya belum selesai tertawa hhhh" ucap Zhang Wei masih melanjutkan tawanya.
Dengan bodohnya mereka dengan secara tidak sadar mengikuti arahan dari Zhang Wei.
Mereka berhenti menunggu Zhang Wei menyudahi tawanya.
Sang ketua yang memimpin mereka sudah sangat geram dengan kelakuan anak-anak buahnya yang belum menangkap sosok kecil itu dan malah berhenti menunggu dia untuk berhenti tertawa.
Zhang Wei setelah puas tertawa baru menatap orang-orang yang berdiri di depannya dengan pandangan serius.
"Kalian benar-benar mau menangkap ku? ucap Zhang Wei menatap mereka
"Benar" jawab mereka dengan bodohnya serempak menjawab.
"Kalau saya menolak bagaimana? ucap Zhang Wei bertanya balik
"Tidak boleh! kau harus mengikuti kami" ucap mereka dengan menggelengkan kepala bersamaan.
"Begini bagaimana kalau kita buat kesepakatan paman? tanya Zhang Wei
"Kesepakatan apa? tanya penasaran lagi
"Bagaimana kalau kita buat kesepakatan kalau paman bisa menyentuh saya dalam sepuluh menit saya dengan senang hati akan mengikuti paman begitu juga dengan sebaliknya kalau saya menang paman pergi tanpa harus terluka dan melepaskan saya." ucap Zhang Wei menjelaskan kesepakatan mereka
Mereka diam terlihat berpikir sejenak. Mereka saling menatap satu sama lain seraya meminta pendapat seperti mereka mengerti satu sama lain mereka menganggukkan kepala serempak.
"Deal" ucap Zhang Wei menjabat tangan mereka.
Mereka tidak peduli lagi dengan ketua mereka yang melihat mereka bingung karena tidak mendengar apa yang mereka tengah bicarakan.
Karena dia berdiri lumayan jauh dari mereka sehingga dia tidak mendengar apapun yang tengah mereka bicarakan. Dia hanya melihat mereka saling menatap setelah beberapa saat mereka mengangguk dan kemudian anak kecil yang berdiri di depan mereka menjabat tangan mereka.
Dia belum bertindak dia masih memandang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Para pria itu segera menyiapkan diri untuk bisa menangkap sosok kecil yang tengah berdiri santai tanpa mempedulikan orang orang yang berada di depannya.
Mereka langsung menyerang Zhang Wei tanpa senjata hanya tangan kosong karena mereka mau menangkapnya.
Begitu juga dengan Zhang Wei yang menunggu aksi mereka, dia hanya terus menerus menghindar tanpa membalas menyerang.
Lima menit berlalu, mereka juga belum ada yang bisa menangkap Zhang Wei jangankan menangkap mendekati Zhang Wei saja belum ada yang berhasil karena sosok kecil itu sangat lihai menghindari serangan mereka.
Tujuh menit berlalu belum juga ada yang berhasil mendekati dia.
__ADS_1
"Ayo paman tinggal 3 menit lagi" ucap Zhang Wei di sela pertarungan dia sambil memperlihatkan ke tiga jarinya.
Para pria itu terus mengincar sosok kecil itu tanpa mempedulikan kata-katanya yang ada di benak mereka menangkap sosok kecil itu.
Mereka sudah kelelahan, nafas mereka sudah memburu tapi belum berhasil juga mendekati sosok kecil itu. Sedangkan yang di incar tidak ada tanda-tanda kelelahan kelihatan dia seperti bermain main dengan mereka.
"Ayolah paman ini tinggal satu menit lagi masa kalian belum bisa mendekati saya" ucap Zhang Wei seperti mengejek mereka.
"Ya ya ayo paman pasti bisa ya terus" ucap Zhang Wei terus memberi mereka semangat untuk bisa menangkap dia.
"Berhenti" ucap Zhang Wei menjulurkan satu tangannya meminta mereka berhenti
"Waktu yang di tentukan sudah selesai nah karena paman belum bisa menangkap saya maka sekarang saya boleh pergi" ucap Zhang Wei langsung menghilang dari tempatnya berdiri tanpa mendengar jawaban mereka terlebih dahulu.
Para pria itu hanya mengangguk mengerti dan sedikit terkejut dengan kehilangan dia yang tiba-tiba.
Ketua mereka yang menyaksikan pertarungan tadi segera menghampiri anak buahnya yang tidak berhasil menangkap sosok kecil itu yang tiba-tiba hilang.
"Kenapa kalian membiarkan dia pergi? tanya ketua itu melihat anak buahnya hanya berdiri dengan diam tanpa ada niat untuk mengejar
"Ah kami membiarkan dia pergi karena tidak bisa menangkap dia selama sepuluh menit" ucap mereka dengan tidak berdosa nya
"Apa kalian bodoh? jelas jelas dia mengerjai kalian" bentak ketua mereka tidak habis pikir dengan kebodohan para anak buahnya.
"Apa? pekik mereka serempak sambil melirik satu sama lainnya.
"Maafkan kami karena sudah berhasil di bodohi ketua" ucap mereka menundukkan kepalanya
"Cepat kalian cari dia" ucap ketua itu lagi
"Tapi kami sudah berjanji membiarkan dia pergi kalau tidak berhasil menangkapnya dalam sepuluh menit dan tidak akan mencari dia" ucap salah satu dari mereka dengan bodohnya.
Membuat dia jadi Samsat empuk dari ketuanya.
"Apa kau belum mengerti? dia membodohi kalian" bentak ketua lagi itu
Dengan serempak mereka lari terbirit-birit menjauh dari ketua mereka sebelum menjadi sasaran empuknya.
Hai hai hai sobat π
Apa kabar para readers?
Author come back nih π
__ADS_1
**Jangan lupa like dan Vote nya kakak
Author sangat berterima kasih dengan Vote dan like dan komentar kalian**.