PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Bertemu mangsa baru


__ADS_3

kejahilan adalah suatu karakter yang sudah tertanam kuat di dalam diri Zhang Wei seperti sekarang dia tengah menjahili sepasang kekasih yang lagi kasmaran.


sepasang kekasih yang tidak mengetahui kalau ada sosok kecil yang tengah mengamati mereka melanjutkan aksi mereka.


Zhang Wei yang masih menonton acara selanjutnya tengah memainkan sesuatu di tangannya.


Sepasang kekasih yang lagi mandi bersama di sungai mengusik jiwa nakal Zhang Wei.


"Aish rejeki anak tampan memang ada di mana-mana" gumam Zhang Wei bangga dengan keberuntungan nya.


"Dimana pun saya melangkah akan selalu ketemu rejeki" ucap Zhang Wei masih mengamati aksi selanjut laki-laki yang tengah menggoda seorang gadis apakah itu pacar nya? atau bukan Zhang Wei juga tidak terlalu memastikan.


Tetapi yang pasti mereka adalah mangsa empuk bagi Zhang Wei.


Dua sejoli yang lagi kasmaran masih belum menyadari keberadaan makhluk kecil yang tengah bergelantungan di dahan pohon menanti dengan semangat aksi mereka.


Pemuda itu perlahan mendekati sang pujaan hati dan menggenggam tangannya setelah saling menatap dan tersihir satu sama lain.


Perlahan mendekat ujung hidung mereka sudah saling menyentuh satu sentimeter bibir mereka akan bersatu.


Dengan tidak berdosa nya Zhang Wei meminta seekor burung pipit untuk terbang ke arah mereka.


Burung pipit itu terbang rendah dan langsung mematuk bibir kedua pasangan itu dan jahatnya lagi burung itu masih sempat meninggalkan kotorannya.


Kedua pasangan yang mabuk asmara itu seketika terbangun dari alam liar mereka.


"Apa ini? ucap gadis itu menatap kotoran burung di tangannya yang jatuh di atas bibir atasnya.


"Ahh kotoran burung" teriaknya langsung membasuh wajahnya dan tangan.


Begitu juga dengan pria muda itu. Dia begitu kesal dengan kedatangan burung itu yang tiba-tiba di saat momen penting.


Ah bibirnya bengkak bekas patukan dari burung cantik dan nakal itu.


Dua orang itu bukan mendapatkan hadiah ciuman dari pasangan tetapi dapat hadiah mahal dari seekor burung kecil nakal seperti Tuan yang memerintah.


Burung pipit kecil itu langsung terbang kembali ke arah Zhang Wei yang masih bergelantungan di dahan pohon.


"Kerja bagus" ucap Zhang Wei memberikan biji bijian untuk burung kecil itu.


"Cuit cuit cuit" burung itu bercicit rendah.


Karena sudah mendapatkan hiburan tersendiri akhirnya Zhang Wei meninggalkan tempat itu dengan wajah gembira meninggalkan pasangan yang sudah mau bertengkar yang saling menyalahkan itu.


Zhang Wei tidak langsung balik ke akademi tetapi memilih berjalan menelusuri desa-desa yang berada di bawah gunung tempat akademi Taiyang berada.


Di sebuah desa yang terlihat ramai dan padat Zhang Wei berjalan ke lorong desa dan dia dapat melihat ada beberapa murid akademi Taiyang.

__ADS_1


"Kenapa ada murid di sini? apakah mereka ada misi di luar? ucap Zhang Wei meneliti setiap murid itu.


Selama beberapa detik dia meneliti dan menemukan ke ganjalan.


Memang pakaian yang mereka gunakan terdapat lambang akademi tetapi kalau di perhatikan baik-baik itu seperti lambang yang di rekayasa.


Lambang akademi biasanya adalah lambang matahari yang sesuai namanya. Tetapi di tengah lambang itu akan terdapat gambar naga yang seperti terbang mengitari matahari.


Lambang seperti ini akan sulit untuk di rekayasa atau meniru karena lambang ini mempunyai pola tersendiri untuk di gambar.


Sedangkan lambang yang terdapat di jubah setiap murid yang di lihat Zhang Wei lambang naga dan matahari nya sedikit berbeda dan ini sangat jelas kalau lambang itu di rekayasa.


"Kayaknya ada yang salah dengan lambang itu? ucap Zhang Wei masih memperhatikan gerak gerik mereka.


Benar begitu murid murid itu mendekat banyak para pedagang yang menjauh.


"Kayaknya ada yang tidak beres di sini" ucap Zhang Wei naik ke atas atap rumah untuk memperhatikan gerakan mereka.


"Apakah kalian tidak melihat itu murid akademi Taiyang? ayo kita pergi dari sini" ucap beberapa warga.


"Jangan cari masalah dengan mereka kalau tidak kita akan kena masalah"


"Sekarang akademi Taiyang sudah tidak seperti dulu lagi sejak kepala akademi muncul" ucap beberapa warga


Zhang Wei yang mendengar tambah mengerutkan keningnya.


"Adik kecil pergi sebelum mereka menemukan mu". Ucap seorang warga yang tidak mau Zhang Wei di bawa pergi.


"Ada apa memangnya bibi? ucap Zhang Wei


"Sudah banyak anak-anak yang mereka bawa pergi untuk di jadikan murid kalau anak-anak atau kami tidak menuruti kemauan mereka akan dengan paksa menyeret anak-anak." ucap yang di panggil bibi oleh Zhang Wei.


"Hah? sejak kapan akademi Taiyang merekrut murid dengan cara seperti itu? respon Zhang Wei tidak percaya.


Dia mengetahui pasti kalau Keempat akademi tersohor seperti ini tidak pernah melakukan dengan hal memalukan seperti itu.


Akademi Taiyang yang menjadi salah satu akademi terbaik memiliki reputasi yang baik dan tinggi kayaknya ada yang tidak beres.


"Terimakasih bibi saya permisi" ucap Zhang Wei pergi dari hadapan mereka.


Zhang Wei segera menghampiri sekumpulan murid yang menyamar jadi murid akademi Taiyang itu.


Para murid yang melihat ada anak kecil yang mendekat menampilkan wajah tersenyum bahagia.


"Adik kecil apakah kau mau bergabung dengan kami untuk belajar di akademi Taiyang? ucap seorang murid perempuan menghampiri Zhang Wei.


"Apa itu akademi Taiyang? tanya Zhang Wei dengan muka polos.

__ADS_1


"Tempat kau akan belajar menjadi kuat dan tak terkalahkan nanti" ucap yang lainnya.


"Apakah aku nanti akan kuat ketika aku belajar di akademi Taiyang? ucap Zhang Wei dengan berbinar.


"Tentu adik kecil akan menjadi kuat dan tak terkalahkan nanti" ucap murid yang satu.


"Apakah nanti di akademi Taiyang aku bisa makan enak? ucap Zhang Wei menelan air liurnya mengingat makanan enak.


"Tentu bukan hanya makanan enak bahkan kau akan mendapatkan kehidupan yang kau impikan di sana" ucap mereka.


"Aku mau kalau begitu. Aku mau makan makanan enak, pakai pakaian mewah dan menjadi kuat" ucap Zhang Wei melihat pakaian yang dia gunakan terlihat kusam dan kusut seperti pengamen.


"Itu sangat bagus jadi adik kecil mau ikut dengan kami? ucap murid akademi palsu itu.


"Apakah kakak murid akademi Taiyang itu? ucap Zhang Wei menatap polos mereka.


Kemampuan akting Zhang Wei patut di ancungi jempol kalau di dunia modern mungkin dia akan menerima penghargaan.


"Ia kami murid akademi Taiyang" ucap mereka serempak.


"Apakah kakak kuat? ucap Zhang Wei


"Ia"


"Apakah kakak kaya? tanyanya lagi.


"Ia kami mempunyai banyak harta" ucap mereka.


"Apakah aku boleh makan makanan enak? apakah aku boleh meminta sedikit koin dari kakak? aku lapar belum makan dari dua hari lalu dan ibuku di rumah sakit. Kami tidak mempunyai koin untuk berobat dan hanya aku yang di harapkan oleh ibu" ucap Zhang Wei.


"Baiklah tidak usah sedih kami akan membawa mu makan lalu kami akan membawa ibu mu ke rumah tabib" ucap mereka.


Mereka harus berkorban untuk bisa mendapatkan mangsa yang bagus dan anak kecil di depan mereka yang masih polos mereka tidak akan tahu kalau sebentar lagi dia akan menemui ajalnya.


Biarkan dia makan dan berpisah dengan ibunya untuk selamanya hahaha rencana mereka sungguh sempurna.


Tidak tahu lagi kalau sosok kecil yang terlihat polos di depan mereka sudah tertawa bahagia sekarang dia mendapatkan mangsa empuk korupsi.


Ratu licik


Hai hai hai sobat πŸ‘ Author baru come back nih πŸ˜€


Sudah tiga hari Author tidak update.


**Jangan lupa untuk selalu dukung Author ya ❀️


Terimakasih sudah menunggu update selanjutnya πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2