PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Pesta ulang tahun Putra Mahkota


__ADS_3

Malam pun tiba semua orang sudah kembali berkumpul di aula tempat pesta di selenggarakan. Suasana saat ini agak berbeda tidak sama dengan tadi siang yang masih damai-damai kali ini Suasana sedikit hening sejak Zhang Wei memberi mereka konsekuensi mereka tidak berani lagi mengungkit sesuatu yang membuat jiwa iblis Zhang Wei bangkit.


Penampilan bakat masih di lanjutkan lagi karena dari kekaisaran Zhang dan Han belum menampilkan bakatnya.


Pangeran kedua dari Kekaisaran Zhang yang maju terlebih dahulu Pangeran Zhang Lin dan di susul oleh Putri Zhang Ziyi putri ke dua dari Kekaisaran Zhang.


Mereka menampilkan bakat menari dan musik rupanya.


Pangeran Zhang Lin memainkan seruling yang terbuat dari bambu dan di iringi dengan tarian oleh Putri Zhang Ziyi.


Lantunan suara suling yang merdu dan tarian yang sangat indah membuat semua terpukau termasuk Zhang Wei menikmati suasana itu tak luput kameranya dia merekam aksi kakak-kakaknya itu bukan hanya itu Putri Zhang Fei juga memainkan alat musik harpa mengiringi suara suling adiknya. Pangeran Mahkota kekaisaran Zhang juga tidak mau kalah dia mengiringi tarian adiknya itu. Jadi lengkap sudah Pangeran dan Putri kekaisaran Zhang menampilkan bakat di tengah aula kecuali Zhang Wei yang sibuk merekam. Dia tidak pernah sangka kalau kakak-kakaknya itu berbakat dan mereka saling melengkapi.


Semua orang di Aula di buat takjub karena variasi yang di buat oleh mereka.


Gemuruh tepuk tangan terdengar ketika mereka telah selesai. Mereka berdiri saling menatap satu sama lain. Bahkan mereka sendiri bingung dan takjub dengan penampilan mereka seperti orang yang sudah berlatih dari jauh hari saja.


Pesta terus berlanjut dan berakhir dengan makanan. Zhang Wei masih asyik dengan kameranya dia memutar kembali hasil rekaman dan lumayan tidak mengecewakan. Kakak-kakaknya segera bergabung dengan Zhang Wei untuk melihat rekaman itu mereka sampai membuka mulut mereka lebar-lebar sungguh mereka sangat takjub dengan benda aneh itu. Semua kejadian yang terjadi itu terekam semua disitu membuat mereka melongo tak percaya.


"Ei tutup mulut kalian mau saya terbangkan lalat-lalat untuk memasuki rongga mulut kalian". ucap Zhang Wei menyadarkan mereka.


Sontak saja mereka menutup mulut rapat-rapat. Melihat reaksi mereka yang sangat cepat Zhang Wei langsung tertawa terbahak-bahak


"buahhahhh kalian kek yang di komando saja" ucap Zhang Wei di sela tawanya. Tawa Zhang Wei yang sangat keras itu mengundang perhatian para tamu undangan. Mereka heran apa yang lucu? Zhang Wei masih saja terus tertawa tidak menghiraukan tatapan para tamu. Entah kenapa dia bisa tertawa lepas seperti itu dia sendiri juga tidak mengetahui hanya merasa perutnya itu seperti di glitik.


Setelah dia puas tertawa dia merubah ekspresinya ke muka datar bak tembok. Membuat orang yang terpana akan tawanya tadi segera tersadar dan juga takjub dengan perubahan yang sangat cepat itu.


"Ah maafkan Putri ini. Silahkan di lanjutkan pestanya" ucap Zhang Wei datar


Acara makan itu terus berlanjut.


"Besok akan di umumkan siapa pemenang dari pertunjukan bakat" ucap Kasim


"Baiklah karena waktu sudah larut malam. Kita sudahi pestanya sampai disini besok baru kita melanjutkan dengan acara pembagian hadiah untuk para Putri dan Pangeran." ucap Kaisar Wei


Semua tamu undangan dan keluarga kekaisaran Wei kembali ke tempat masing-masing yang sudah di siapkan oleh kekaisaran Wei.

__ADS_1


Zhang Wei langsung naik ke peraduannya dan menjelajahi alam mimpinya.


malam telah berlalu>>>>>>>>>>


Keesokan harinya Zhang Wei masih menjelajahi alam mimpinya tumben dia malas bangun. Keluarganya sudah selesai bersiap mau menuju Aula pesta Zhang Wei masih berkutat dengan tempat tidurnya.


Sudah berulangkali Lou Li membangunkan majikannya itu tapi berulang kali juga Zhang Wei menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya. Terus cara tidur tidak menunjukkan seorang putri ka memang dia lakiπŸ™„


"Putri ini sudah pagi, sebentar lagi semua tamu undangan di minta untuk sarapan pagi bersama" ucap Lou Li


"Ya sebentar 5 menit lagi" ucap Zhang Wei sambil mengangkat tangannya merentangkan lima jari.


Lou Li hanya bisa menghela nafas panjang. Tuan Putrinya ini terlalu unik.


Keluarga kerajaan Zhang sudah berkumpul di depan pintu kamar yang di tempati Zhang Wei karena tidak melihat dia keluar dari pintu kamarnya.


"Ayolah Putri. Yang Mulia kaisar dan yang lainnya sudah ada di depan pintu kamar Putri." ucap Lou Li


"Yayyay saya bangun" ucap Zhang Wei bangun berlalu ke kamar mandi dengan mata yang masih tertutup.


Zhang Wei menabrak tiang pintu kamar mandi.


"Aww sejak kapan ada tiang di sini?"ucapnya sambil mengusap keningnya yang menabrak tiang tadi.


Zhang Wei berpikir dia berjalan di lapangan rupanya dia bermimpi. Lou Li yang melihat Tuannya mengomel sendiri kepada tiang hanya menutup mulut tertawa dalam diam.


Bukan hanya tiang yang ditabrak oleh Zhang Wei bak kamar mandi pun dia tabrak.


"Ah benda apa sih yang berada di jalan? kenapa orang pada iseng menaruh barang di tengah jalan" ngomelnya masih dengan mata tertutup belum sadar ada di mana dia.


Zhang Wei membuka matanya karena dia tidak bisa melangkah lagi karena bak mandi menghalau jalannya.


"Eh Saya dimana? kenapa di kamar mandi? bukannya tadi masih di jalan ya? ucapnya bingung setelah sadar sepenuhnya dari tidur atau lebih tepatnya mimpi


"Ah lebih baik mandi" ucapnya dengan terjun di bak mandi tanpa menanggalkan pakaiannya terlebih dahulu.

__ADS_1


15 menit baru dia keluar dari kamar mandi dengan hanfu yang sederhana berwarna hijau tapi terlihat cantik dan imut.


Lou Li yang sudah melihat Tuan Putrinya keluar dari kamar mandi dan sudah rapi segera menghampirinya


"Putri sebentar lagi acara di aula akan segera di mulai.'" ucap Lou Li


"Yaya saya tahu'" ucap Zhang Wei malas


Zhang Wei keluar dan di susul dari belakang oleh Lou Li. Kaisar, Permaisuri, Selir agung dan saudara saudarinya masih menunggu kedatangannya di depan pintu kamarnya.


"eh kenapa kalian disini? tanya Zhang Wei dengan ekspresi wajah tidak bersalahnya.


"Meimei kami menunggumu sedari tadi untuk berangkat bersama ke aula" jawab Pangeran kedua dan di angguki oleh yang lainnya.


"oh" jawab Zhang Wei membuat mereka meradang.


"Sudah sudah ayo sekarang kita ke aula perjamuan" ucap Kaisar Zhang melerai.


Anggota kekaisaran Zhang berjalan dan mereka bertemu dengan anggota keluarga dari kekaisaran Xiao juga yang baru menuju ke arah aula perjamuan.


Mereka memberi salam sambil menganggukkan kepala sedikit.


Kedatangan mereka langsung di umumkan oleh Kasim


"Anggota keluarga kekaisaran Zhang dan anggota keluarga kekaisaran Xiao memasuki ruangan" ucap sang Kasim.


Dua anggota keluarga kekaisaran itu segera masuk rupanya mereka yang datang terakhir.


Mereka duduk di tempat yang sudah di siapkan oleh pihak kekaisaran Wei. Mereka semua makan dalam diam.


Hay Hay Hay sobat πŸ‘


Maaf baru update Author sibuk dari tadi pagi ada acara di rumah. ini Author ketik cari-cari waktu πŸ™


Jangan lupa klik like dan Vote kakak ❀️

__ADS_1


__ADS_2