
Zhang Wei terlihat berlatih dengan tekun di halaman kediamannya sekali-kali dia akan berlatih bersama gurunya.
Kepala akademi hanya memberikan arahan dan memantau Zhang Wei dari kejauhan.
Yang walaupun secara kultivasi dan ketahanan fisik Zhang Wei kuat tetapi pengalaman bertarung nya masih jauh dari gurunya dan di dunia ini ada banyak orang hebat yang tersembunyi dunia penuh misteri.
Karena Zhang Wei pada dasarnya adalah jiwa yang haus akan ilmu pengetahuan membuat dia tidak sedikitpun kemampuannya adalah yang paling tinggi melainkan kalau bisa dia akan terus mencari ke tingkat selanjutnya.
Setelah kejadian penyelamatan anak anak desa Zhang Wei tidak ada keluar dari akademi sama sekali.
Dia sibuk berlatih memperdalam ilmu pengobatan dan ilmu formasi. Dia sekali-kali akan berlatih dengan Zhang Ziyi.
Zhang Wei yang tengah berlatih di halaman terkejut dengan reaksi tubuhnya yang tidak biasa entah bagaimana tubuhnya perlahan-lahan lemah.
Di dunia lain dari ruang angkasa yang di miliki oleh Zhang Wei tempat yang pernah muncul dalam ingatan.
Tempat yang di mana Zhang Wei bertemu dengan prajurit abadi. Sekarang Zhang Wei mendatangi kembali tempat itu untuk ketiga kalinya.
Zhang Wei yang merasakan tubuhnya semakin lemah di dekap oleh seseorang dan membaringkan dia di atas batu marmer mulia yang menyerupai seperti ranjang abadi.
Yang mana disekeliling ranjang itu terdapat beberapa mawar biru dan teratai emas yang sepanjang waktu memancarkan energi kehidupan dan spiritual.
Zhang Wei yang sudah tidak menyadarkan diri itu terbaring lemah di atas ranjang batu itu.
Sekali sekali tubuh Zhang Wei akan mengeluarkan cahaya.
Seorang pria tampan yang keberadaannya seperti sosok agung tengah memandang Zhang Wei yang mengeluarkan energi istimewa.
"Sudah waktunya sosok itu bangkit dari dalam tubuh mu" gumam pria itu mengulurkan tangannya memeriksa tato yang ada di pinggang Zhang Wei tidak lupa dia melakukan sesuatu di atas dahi Zhang Wei.
Dahi Zhang Wei mengeluarkan sebuah cahaya biru yang sangat indah dan itu terlihat sangat halus.
Di kekaisaran Zhang
Kaisar dan dua ibu tengah berkumpul di ruang perjamuan.
"Yang Mulia! perasaan ku tidak tenang seperti sesuatu yang besar tengah terjadi saya menghawatirkan Putri kita Zhang Wei. Saya merasa seperti sesuatu terjadi kepada nya" ucap permaisuri berjalan mondar mandir.
Baru kali ini dia sangat kuatir dengan keadaan putri bungsu nya itu.
"Tenanglah! tidak akan terjadi apa-apa padanya" ucap Kaisar menenangkan padahal di dalam hatinya juga dia lebih terlihat sangat kuatir dari siapapun.
"Coba hubungi anak-anak kita yang lain Yang Mulia" ucap permaisuri.
"Baiklah" ucap kaisar.
__ADS_1
Di akademi kejadian yang sama terjadi kepada keempat bersaudara mereka tengah menghawatirkan adik kecil mereka tanpa sebab.
"Meimei apakah kau mengetahui di mana Meimei Zhang Wei? ucap pangeran kedua setelah berhasil bertemu dengan adiknya Zhang Ziyi.
"Aku juga belum mengetahui kemana Meimei pergi tapi selama ini dia selalu berlatih di halaman belakang hanya sedari tadi pagi saya belum melihat keberadaan dirinya." Ucap Zhang Ziyi tidak kalah cemas.
"Apakah sudah mengecek di kamarnya? ucap Putra Mahkota yang sedari tadi masih diam
"Aku tidak bisa masuk kedalam kamarnya seperti di lindungi oleh formasi yang sangat kuat." ucap Zhang Ziyi karena dia sudah berusaha masuk tetapi terhalang oleh sesuatu bahkan hanya sekali mendekat tetap seperti ada tembok kokoh yang tidak bisa di tembus.
"Baiklah mungkin Meimei lagi berlatih" ucap Putra Mahkota ragu ragu. Dia sedikit tidak yakin dengan persepsi nya.
"Ya kita hanya berharap Meimei baik-baik saja" ucap keempat kakak beradik itu.
Putra mahkota mendapatkan telepati dari sang ayah yang menanyakan kabar tentang adik bungsu mereka.
Terpaksa putra mahkota harus berbohong dengan mengatakan kalau Zhang Wei tengah berlatih dengan mereka.
"Ada apa Gege? ucap Zhang Ziyi
"Ah tidak apa-apa ayahanda kaisar baru saja menanyakan kabar Meimei" ucap Putra Mahkota
Ke empat kakak beradik baru saja hendak meninggalkan tempat itu tiba-tiba terdengar bunyi petir beserta gempa bumi yang sangat dahsyat.
Semua orang kalang kabut lari kesana kemari. Murid yang berada di ruangan segera berlari ke lapangan yang jauh dari pepohonan.
"Semuanya tinggalkan ruangan!
Suara penatua pertama dengan energi spiritual mengumumkan kepada seluruh penghuni akademi.
Seluruh dunia terjadi gempa bumi bunyi petir di mana-mana. Semua orang panik banyak peramal yang meramalkan kejadian ini.
Seluruh orang hebat dan penting tidak terkecuali panik dan terkejut dengan kejadian langka ini.
Hanya satu kata yang melintas di pikiran mereka.
"Apa yang terjadi?
"Gege kenapa tiba-tiba ada petir tanpa hujan? ucap Zhang Ziyi di tengah berjuang untuk merangkul lengan kakaknya agar tidak terjatuh.
Seluruh murid akademi berlari ke arah lahan yang sangat luas yang tidak ada pepohonan sama sekali.
"Meimei berpeganglah yang kuat" ucap Zhang Lin merangkul adiknya dengan erat.
Mereka berempat terbang kearah lapangan dengan sangat cepat berkumpul bersama murid yang lainnya.
__ADS_1
"Gege bagaimana dengan Meimei Zhang Wei? ucap Zhang Ziyi setelah sedikit tenang.
"Kita tidak bisa kembali ke sana" ucap Zhang Lin memandang ke arah akademi.
Kepala akademi sudah memasang array pelindung untuk melindungi para murid.
Seluruh daerah kekaisaran mengevakuasi warga yang berhasil selamat.
Hampir beberapa menit gempa bumi terjadi setelah gempa terjadi di gantikan dengan suara petir yang mengeluarkan suara terus menerus yang dahsyat.
Seluruh orang hebat dalam ilmu kultivasi segera membentuk temeng untuk melindungi para warga yang tidak mempunyai kekuatan kultivasi.
Seluruh orang hebat baik dalam ilmu kultivasi hitam dan putih bekerja sama untuk menahan kekuatan gempa bumi yang tidak terlihat biasa ini.
Fenomena alam seperti ini bukan hanya sekedar fenomena alam yang terlihat normalnya.
Fenomena alam ini mengartikan sesuatu yang lain di tambah warna langit yang berganti warna ini menandakan sesuatu telah bangkit.
Di kedalaman hutan naga biru yang telah berhasil keluar dari cangkang seutuhnya kini terbang rendah keluar dari gua.
Naga biru kecil itu meraung rendah seperti memberitahukan kepada dunia bahwa dia telah kembali.
Sang legenda telah kembali
Kembali untuk menata alam bersama sang pemimpin.
Naga biru kecil itu masih terus mengitari langit biru seperti mencari sesuatu.
Seolah dia menunggu seseorang memanggilnya kembali.
Di dunia yang tidak di ketahui sosok yang masih tertidur di ranjang abadi itu belum menampakkan tanda-tanda untuk segera sadar.
Seorang pria muda yang duduk tidak jauh dari sosok kecil itu tengah menutup matanya mencoba untuk memanggil seseorang.
" Long Zi dimana kau?
Sebuah suara yang sangat familiar terdengar menggema.
Hai hai hai hai sobat π
Author baru Come back nih π₯°
Terimakasih untuk semua dukungan dari kakak readers terkasih.
Selamat menyongsong hari raya natal dan tahun baru untuk teman-teman Nasrani ππππ§¨
__ADS_1
Tuhan Yesus memberkati ππ