PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Kebenaran


__ADS_3

Di sebuah tempat seseorang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.


"Uh dimana aku? sambil memegang kepalanya


"Anda sudah bangun Yang Mulia? Yang Mulia permaisuri sudah bangun" tanya salah satu pelayan sambil berteriak ke arah para pengawal dan pelayan yang lain.


Pengawal yang mendengar Permaisuri sudah bangun seluruh penghuni istana senang termasuk kaisar dan para pangeran dan putri segera ke kediaman Permaisuri.


Orang yang telah mereka sayangi dan di tunggu-tunggu sadar dari komanya akhirnya bangun juga.


"Sayang kamu sudah bangun? Tanya kaisar sambil memegang tangan sang permaisuri tercinta.


"Oh Ibunda akhirnya anda bangun juga" ucap para pangeran dan putri bersamaan sambil memeluk ibunda mereka dengan penuh kerinduan.


Permaisuri yang baru saja bangun bingung dengan keadaan yang sedang terjadi.


"Dimana ini? Dan Siapa kalian? Tanya permaisuri


Para pangeran, putri dan kaisar bingung kenapa Permaisuri tidak mengenal mereka?


"Sayang. Permaisuri tidak mengenali kami? tanya kaisar lembut dan di angguki oleh permaisuri.


"Tabib Kenapa permaisuri tidak mengenali kami? tanya Kaisar.


Segera Tabib memeriksa keadaan permaisuri sekali lagi.


"Mohon ampun Yang Mulia. Permaisuri kehilangan ingatannya di akibatkan tertidur terlalu lama. Ingatan Permaisuri akan Kembali seiring dengan berjalannya waktu" ucap Tabib itu.


"Baiklah kau boleh kembali Tabib" ucap kaisar


"Hamba undur diri Yang Mulia" ucap Tabib di jawab deheman oleh Kaisar.


"Sayang apa ada yang sakit? tanya Kaisar kuatir di sertai wajah-wajah cemas para pangeran dan putri.

__ADS_1


"Tidak ada. Permaisuri ini hanya butuh istirahat" ucap permaisuri


"Baiklah istirahat dengan baik Permaisuri ku" ucap Kaisar mencium kening permaisuri dengan penuh cinta.


Para Pangeran dan Putri bersama Kaisar meninggalkan kediaman Permaisuri.


Yah Dia adalah Permaisuri Li Ren Permaisuri dari Kaisar Wei Ling, Dia tertidur hampir 10 tahun. Apa yang menyebabkan dia tertidur belum di ketahui.


Selama dia tertidur, setiap hari Kaisar para pangeran dan putri selalu mengunjunginya. Mereka selalu bercerita apa saja yang mereka lakukan yang walaupun orang yang di ajak berbicara tetap tertidur dan tidak mendengar tapi mereka tetap berjuang dan tidak menyerah untuk mengajak orang terkasih mereka berbicara.


Anak-anaknya Selalu menceritakan tentang keberhasilan mereka. Sungguh keluarga yang harmonis.


******


Di tempat latihan biasa Zhang Wei tengah melatih Lou Li dengan keras dia tidak memberikan kesempatan untuknya mengambil nafas sejenak. Latihan yang di jalani oleh Lou Li adalah latihan Neraka bahkan itu lebih. Latihan di Luar nalar manusia. Bukan hanya kekuatan Fisik yang di latih, dia juga melatih Lou Li memanah, melempar belati dengan tanpa disadari oleh musuh.


Hari-hari Lou Li lalui dengan penderitaan yang tidak sedikit sampai seluruh tubuhnya terluka bahkan hampir kehilangan lengan kirinya ketika beradu pedang dengan Zhang Wei karena dia hanya hilang fokus sedetik. Waktu itu Zhang Wei dan Lou Li tengah berlatih pedang di tengah-tengah kesengitan latihan mereka tiba-tiba seekor kucing Liar lewat di dekat Lou Li jadi fokusnya teralih ke arah kucing itu


"Lou Li Kau harus fokus pada lawanmu! Biarpun binatang buas yang lewat di samping karena Kau tidak tahu kelicikan dari lawanmu. Bisa jadi sesuatu itu adalah bentuk pengalihan fokus yang di miliki lawan" Ucap Zhang Wei di tengah-tengah latihan.


"Baik Putri maafkan Lou Li" ucap Lou Li


Sekarang sudah sebulan berlalu latihan yang di jalani oleh Lou Li. Dan hari ini Zhang Wei akan mengajari dia Kultivasi.


Selama sebulan itu para pangeran dan putri, Kaisar, Permaisuri dan Selir agung selalu datang dan meminta maaf tapi tetap saja mereka tidak mendapatkan respon dari Zhang Wei. Mereka hanya mendapati wajah datar bak tembok yang tidak ada mimik emosi. Selama sebulan kadang mereka datang bersama, kadang mereka datang sendiri-sendiri, Kadang mereka datang berkelompok seperti para pangeran dan putri, Kaisar, Permaisuri dan Selir agung. Berbagai macam cara telah mereka lakukan hanya untuk mendapatkan perhatian dari Zhang Wei kadang mereka seperti orang bodoh. Yang walaupun mereka tidak mendapatkan hirauan dari Zhang Wei tapi mereka senang dapat melihat wajah saudara, saudari, dan Putri mereka.


Zhang Wei bukannya tidak memaafkan hanya saja mereka datang di saat dia sibuk jadi dia hanya meninggalkan mereka.


Dia itu Jiwa Laki-laki tidak terlalu bagus menyimpan dendam. Dia memang dingin tapi masih mempunyai hati yang hangat.


Seperti saat ini Para Pangeran dan Putri kembali berkunjung ke kediamannya. Penjaga pintu kediaman sudah menghalangi mereka tapi tetap saja mereka lolos masuk ke dalam kediaman.


Ketika mereka masuk, mereka dapat liat Zhang Wei tengah duduk santai di bawah pohon yang ada di samping kediamannya.

__ADS_1


Ketika merasakan kehadiran orang lain Zhang Wei segera menoleh dan mendapati saudara-saudarinya menatap dia dengan tatapan penuh penyesalan.


"Hei kenapa kalian menatap Putri ini dengan tatapan bodoh? tanya Zhang Wei dengan dingin tapi dalam kata itu terdapat kehangatan.


"Apa kalian mau Putri ini menjadikan kalian patung untuk di pajang di kediaman ini? tanya Zhang Wei ketika melihat mereka belum beranjak dari tempat mereka berdiri.


Mendengar pertanyaan kedua Zhang Wei segera mereka menuju ke arahnya yang walaupun pertanyaan sindiran tapi mereka mengerti maksud dari kata-kata itu.


"Kalian benar mau menjadi patung? tanyanya sekali lagi ketika melihat mereka berdiri saja


"Duduklah. Hari ini hari baik" ucapnya sambil menepuk tempat yang ada di sampingnya.


Lalu mereka duduk mengikuti arahan Zhang Wei. Tidak ada yang berani berbicara. Sampai suara dingin terdengar kembali


"Kalian mau bisu untuk selamanya? tanyanya dengan nada dingin


"Ah ti..dak" respon cepat Pangeran kedua karena memang dia yang selalu aktif berbicara


"Terus kenapa kalian diam seperti orang yang di kunci mulutnya? tanya Zhang Wei dengan gaya cool seperti lelaki. Memang jiwanya laki-laki hanya tubuhnya saja yang gadis.


"Ah Meimei maafkan Kami karena tidak pernah peduli dengan Meimei selama ini" ucap Putri pertama Zhang Fei


"Ah sudahlah" ucap Zhang Wei tidak terlalu ambil pusing yang penting hari ini itu hari baiknya.


Tidak lama kemudian muncul Kaisar, Permaisuri, Selir agung. Mereka juga melakukan hal yang sama mereka benar-benar menyesal di lihat dari perjuangan mereka selama satu bulan ini membuktikan.


"Saya mau memberi satu kebenaran buat kalian, terserah kalian mau percaya dan menerimanya setelah Saya menceritakan kebenaran ini" ucap Zhang Wei jeda


"Permintaan maaf kalian sudah terlambat. Orang tempat kalian meminta maaf sudah pergi untuk selamanya." ucap Zhang Wei berhenti sejenak memperhatikan raut wajah mereka. Tapi yang dia dapat raut wajah untuk meneruskan perkataannya.


"Orang yang berdiri di depan kalian sekarang adalah orang lain. Sebuah Jiwa yang dari masa depan yang menepati tubuh ini. Putri Zhang Wei meninggal ketika dia jatuh dari air terjun dan tenggelam karena kehabisan udara makanya dia menghembuskan nafas terakhirnya tepat ketika saya memasuki tubuh ini. Seharusnya Saya mati ketika saya terjatuh di jurang karena kecelakaan mobil. Tapi saya tidak tahu ketika saya sadar. Saya sudah berada di tubuh ini. Mungkin bagi kalian cerita ini seperti karangan tapi itulah kenyataannya. Ketika kalian mendengar cerita ini percaya atau tidak tergantung kepada kalian". Ucap Zhang Wei membongkar rahasia dia berasal dari dunia modern. Dia menceritakan ini biar mereka tahu kebenarannya. Masalah mereka menerima atau tidak itu akan menjadi keputusan mereka.


Setelah mengetahui kebenaran ini akankah Keluarga kekaisaran menerima kenyataan? atau sebaliknya? lets see πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2