
Surya Geni dan Zhang Wei menuju kerajaan Bintang atau lebih tepatnya istana ya.
Terlihat di depan mereka sebuah istana yang megah dan besar yang walaupun di halangi oleh sebuah gerbang yang sangat kokoh.
Sampai di depan gerbang para penjaga yang mengetahui kalau itu pangeran mereka segera membungkuk hormat.
"Selamat datang kembali Yang Mulia pangeran" ucap mereka serempak di sertai sujud hormat ksatria.
"Hmm" ucap Surya Geni dan membawa masuk Zhang Wei.
Zhang Wei sendiri tengah memperhatikan letak istana dengan baik bahkan dia sudah menandai setiap sudut tempat yang dia lewati.
"Ayo kita menghadap Ayahanda dan Ibunda permaisuri terlebih dahulu." Ucap Surya Geni berlalu ke arah aula tempat dimana Raja dan Permaisuri kerajaan Bintang berada.
Zhang Wei hanya mengikuti dalam diam dari belakang dengan mata berkelana ke mana-mana.
Sebuah ruangan megah telah berada di depan mereka. Terlihat Surya Geni menghirup udara sebentar sebelum memasuki ruangan itu.
"Salam kepada Ayahanda dan Ibunda permaisuri" ucap Surya Geni sambil mengepalkan satu tangannya kearah dada.
Zhang Wei juga ikut memberikan hormat karena Surya Geni juga.
"Salam kepada Raja dan Permaisuri kerajaan" ucap Zhang Wei mengikuti gaya salaman Surya Geni.
Raja dan Permaisuri terkejut dengan kehadiran Putra mereka satu-satunya sudah lama dia pergi keluar dari kerajaan untuk berkelana dan mereka tidak memperhatikan masih ada sosok kecil yang berdiri di belakang putra mereka.
Setelah Zhang Wei memberi hormat barulah mereka berdua sadar kalau masih ada orang di belakang putra mereka.
"Akhirnya kamu kembali Putraku" ucap Permaisuri dengan berlinang air mata setelah sadar dari keterkejutannya.
Dia sangat merindukan Putranya ini yang pergi dan tidak terdengar kabar sama sekali seolah di telan bumi.
Dia langsung memeluk Putranya itu dengan erat melepaskan segala kerinduan yang terpendam selama ini.
"Ibunda aku baik-baik saja sekarang Putra mu ini telah kembali" ucap Surya Geni menghapus air mata yang masih mengenang di pipi sang ibunda tercinta.
Setelah itu barulah sang raja bangkit berdiri dan memeluk erat Putranya. Dia juga tidak kalah bahagia dan terharu.
Yang walaupun dia sangat merindukan Putranya itu tetapi sang raja itu hanya memendam dan tidak mengeluarkan air mata hanya menatap Putranya dengan sendu.
Setelah ketiga orang itu puas melepaskan rasa rindu mereka barulah mereka menoleh ke arah sosok gadis kecil yang berdiri dengan tenang tanpa ekspresi apapun di wajahnya.
Mereka hanya mendapati wajah datar bak tembok itu menatap mereka dengan diam.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu kalau ekspresi wajah yang tenang itu hatinya tengah terus bergelisah ria.
Seolah telah menemukan seseorang yang sangat penting baginya.
"Putraku siapa gadis cantik ini? ucap permaisuri terus menatap Zhang Wei yang masih berdiri mematung bak patung itu.
"Ah adik kecil. Ibunda adik kecil inilah yang membantuku ketika aku terkena racun yang sangat kuat dan berbahaya di hutan kabut" ucap Surya Geni.
"Hutan kabut? kenapa kamu bisa berada di sana Putraku? apakah ada yang terluka? ucap permaisuri panik langsung membolak-balik tubuh Surya Geni memastikan Putranya ini baik-baik saja.
Siapa yang tidak mengetahui hutan kabut itu?
Hutan yang sangat di keramatkan oleh siapapun. Tidak ada yang mengetahui ada apa di dalam hutan itu?
Orang orang hanya berasumsi bahwa tidak ada yang berani memasuki hutan itu bisa dipastikan orang yang berhasil masuk tidak akan pernah kembali lagi.
Dan kenapa Putranya bisa berada di hutan itu? itulah yang di pikirkan oleh permaisuri.
Dan ini juga salah satu pertanyaan yang ada di benak Surya Geni kenapa Zhang Wei yang terlihat sangat biasa itu bisa berada di dalam hutan itu?
Sekarang bukan itu lagi yang di pertanyakan. Mereka menghadap kearah sosok kecil yang masih berdiri itu tanpa terganggu sedikit dengan pertanyaan permaisuri.
Ketenangan ini tidak cocok sama sekali dengan usianya yang masih begitu muda.
"Ah Nak kemarilah" ucap Permaisuri sedikit terkejut.
Zhang Wei hanya maju ke arah Permaisuri tanpa berkata sepatah katapun masih dengan ekspresi tenang tetapi tidak ada yang melihat kedua bola matanya itu tengah memancarkan cahaya lain.
Bahkan raja yang memperhatikan Zhang Wei dengan diam tidak melihat perubahan itu sama sekali.
Raja memiliki ketertarikan tersendiri untuk gadis kecil yang berdiri tenang itu.
Gadis kecil itu memiliki aura tersendiri yang tidak di miliki oleh orang lain. Gadis kecil seperti itu dengan ketenangan dan caranya berjalan seperti seorang bangsawan tinggi tidak terlepas dari penglihatan raja.
Apa yang diamati oleh Raja tidaklah salah sekarang Zhang Wei tengah menampilkan sisi lainnya.
Seorang yang berdarah bangsawan tinggi tentu memberikan orang lain dengan rasa yang berbeda.
Zhang Wei tidak terkejut sama sekali ketika mendapat pelukan hangat dari permaisuri. Dia masih berdiri tegak di hadapan permaisuri.
Sekarang Zhang Wei seperti mendapatkan sesuatu yang belum pernah dia miliki dari seorang permaisuri yang memberi dia pelukan hangat dan penuh kasih.
"Terimakasih telah menyelamatkan putraku nona" ucap Permaisuri dan melepaskan pelukannya dan menatap Zhang Wei dengan tatapan mata hangat dan tulus.
__ADS_1
Kedua bola mata hitam Zhang Wei memancarkan cahaya sendu.
"Tidak apa-apa Yang Mulia Permaisuri! Kebetulan waktu itu saya juga tersesat dan bertemu dengan kakak" ucap Zhang Wei
Karena memang Zhang Wei tidak mengingat nama Surya Geni dan terbiasa memanggil Surya Geni dengan sebutan kakak.
"Kakak? ucap Permaisuri tertegun sejenak dan tidak lama kemudian senyum cerah terbit dari kedua bibir tipis itu.
"Ah akhirnya aku memiliki seorang anak perempuan" ucapnya dengan senyum lebar dan cerah secerah mentari pagi.
Hanya mendengar kata kakak Permaisuri itu begitu sangat senang dan bersemangat.
Tentu kedua laki-laki dewasa itu turut merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh wanita yang mereka kasihi.
Yah kerajaan Bintang hanya memiliki seorang anak laki-laki yang tidak lain adalah Pangeran Bintang sesuai dengan nama kerajaan yaitu Surya Geni.
Permaisuri tidak memiliki anak lagi ketika kejadian naas menimpa mereka belasan tahun yang lalu.
Permaisuri sangat ingin memiliki seorang anak terlebih seorang anak perempuan yang bisa dia ajari berbagai keterampilan tetapi sampai sekarang mereka belum memiliki seorang anak sama sekali.
Melihat kesedihan yang di miliki oleh sang Ibunda membuat Pangeran Bintang memutuskan untuk berkelana dan pergi sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Yang walaupun Permaisuri itu tidak pernah menampilkan kesedihan di hadapan sang suami dan anak tetapi sebagai anak Pangeran Bintang bisa merasakan kesedihan yang dimiliki oleh sang Ibunda.
Terkadang tidak hanya sekali dua kali mendapati sang Ibunda menangis dan melamun.
Siapa yang tidak sedih ketika mendapati seorang yang kita kasihi begitu sedih?
Tentu pangeran Bintang mengalami hal itu Juga.
Hai hai hai sobat π.
Author come back nih π₯°
Pasti kalian penasaran kan? yah author balik lagi nih
Jangan lupa dukung kakak terserah mau dukung lewat apa?
Kalian membaca itu sudah menjadi kebahagiaan Author apalagi kalau kalian menyukai cerita ini menambah kebahagiaan Author untuk meneruskan cerita ini.
**Mau crazy up?
Bisa kok, cuman author lagi malas ketik.
__ADS_1
Maklum ketik lewat hp itu sangat membosankan**.