PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Memasuki hutan binatang buas


__ADS_3

Zhang Wei sedikit terkejut mendapati seluruh warga yang menonton tadi pingsan dan hanya meninggalkan Surya Geni yang masih sibuk mengatur posisi tidur warga yang terkena ilusi tadi.


"Apa yang terjadi? tanya Zhang Wei


"Sebuah kekuatan yang berusaha menghisap jiwa mereka telah berhasil keluar membuat mereka semua pingsan. Tidak ada yang berbahaya hanya menunggu mereka sadar kembali" ucap Surya Geni setelah memastikan mereka semua aman.


Zhang Wei dan Surya Geni duduk menunggu mereka untuk sadar kembali.


Selang lima belas menit sudah banyak warga yang sadar dari pingsan dan menatap sekitar dengan wajah bingung.


Heran mengapa semua orang pada sibuk dan di atas panggung terdapat beberapa penari termasuk Nona kedua yang baru sadar.


Mereka mengingat kalau sebelumnya mereka menyaksikan pertunjukan dan ikut menari mengikuti alunan suling setelah itu mereka pingsan dan tidak mengingat apapun.


Yah mereka tidak mengingat kejadian ketika Zhang Wei memainkan suling membalas suara suling nona kedua karena kesadaran mereka sudah di kendalikan oleh iblis kecil tadi.


Zhang Wei dan Surya Geni meninggalkan tempat itu setelah mengetahui semua warga sudah siuman.


Berita tentang seluruh warga yang menonton pertunjukan pingsan hampir seluruh pelosok kota mengetahuinya.


Zhang Wei dan Surya Geni kembali ke penginapan untuk melanjutkan perjalanan kembali ke ke ibukota kerajaan besok.


"Adik kecil aku belum mengetahui siapa namamu? dan berasal dari mana? ucap Surya Geni yang memang belum siapa nama Zhang Wei dan hanya memanggil dia dengan sebutan adik kecil.


""Ah nama? ucap Zhang Wei memegang kepalanya tidak mengetahui siapa namanya.


Zhang Wei menggelengkan kepalanya tidak mengingat apapun.


"Aku tidak mengingat apapun" ucap Zhang Wei.


Hanya Lu Zhang dan Zhang Wei yang terus berputar di pikiran kecilnya entah nama siapa itu.


"Baiklah kalau kau tidak mengingat nya tidak apa-apa" ucap Surya Geni melihat Zhang Wei memegang kepalanya berusaha mengingat namanya.


"Besok kita akan meninggalkan kota ini kalau kau ada keperluan di kota ini silahkan lakukan dahulu sebelum besok kita pergi" ucap Surya Geni.


"Hei apa kau tahu tadi terdapat pemberitahuan dari istana untuk mengambil bagian dalam perburuan binatang buas yang merajalela di pinggiran desa madu" Ucap seorang warga kepada temannya yang lain.


"Ya saya mendengar tetapi siapa yang akan berani menghadapi binatang buas yang begitu banyaknya yah memang hadiah yang di tawarkan sangat memuaskan" tanggap temannya yang lain.

__ADS_1


Zhang Wei berhenti sejenak di ikuti oleh Surya Geni di sampingnya.


Dia sedikit tertarik dengan berita yang di ucapkan oleh orang-orang itu. Jiwa petualangan nya bangkit seketika.


"Kakak sepertinya kita mengambil bagian? Aku sangat penasaran ada apa di hutan itu? ucap Zhang Wei


"Kalau kau mau mencobanya kenapa tidak? kita akan menunda keberangkatan" ucap Surya Geni mengiaya kan perkataan Zhang Wei.


"Adik kecil aku tidak tahu harus memanggilmu dengan nama apa? ucap Surya Geni menatap Zhang Wei sekilas kemudian menatap langit yang kemerahan.


"Boleh kakak memberikan ku nama yang bagus pasti" ucap Zhang Wei


"Hmm nama ya? ucap Surya Geni terlihat berpikir sebentar.


"Bagaimana kalau aku memberikan mu nama Sekar Arum? ucap Surya Geni setelah menimang sebentar nama yang akan di berikan untuknya.


"Sepertinya terlihat bagus" ucap Zhang Wei


"Baiklah aku akan memanggil mu Arum" ucap Surya Geni.


"hum" Zhang Wei mengangguk kan kepalanya.


Besok mereka akan menunda keberangkatan sementara karena Zhang Wei mau menyelediki tempat berasal nya binatang buas seperti yang di bicarakan.


Melihat bulan yang bersinar terang dia memandang di kejauhan langit malam dia seolah merasakan kekosongan.


"Ada apa dengan diriku? mengapa aku tak mengingat apapun? ucap Zhang Wei bergumam.


Zhang Wei berdiri di dekat jendela dan menaiki setiap atap rumah warga sensasi seperti ini membuat sekelebat bayangan muncul di pikirannya yang melakukan hal yang sama tetapi gambar itu tidak jelas membuat Zhang Wei tidak dapat melihat sosok itu.


Zhang Wei terus berjalan dengan hati-hati di atas atap tersebut untuk tidak menimbulkan kekacauan.


Setelah sampai di perbatasan kota Zhang Wei dapat langsung melihat hutan lebat yang memancarkan aura dingin.


Hutan ini bukan hutan yang di lewati Zhang Wei waktu pertama kali sampai di tempat ini.


Zhang Wei berdiri di pembatas hutan dan kota itu udara yang berasal dari dalam hutan dapat dia rasakan.


Zhang Wei mengerutkan keningnya seperti ada yang kurang beres.

__ADS_1


"Tuan teruslah berjalan ke arah selatan" ucap suara hati Zhang Wei


Zhang Wei mendengar suara itu lagi dan suara ini terasa familiar baginya tetapi tidak mengingat apapun yang tidak lain itu adalah suaranya Fei.


Zhang Wei mulai berjalan masuk sesuai arahan dari Fei udara juga semakin mencekam tapi itu tidak membuat Zhang Wei merasa takut yang walaupun tidak ingat kalau memiliki kekuatan tetapi satu hal Zhang Wei merasa tertantang.


Zhang Wei melanjutkan perjalanan sambil memasang kewaspadaan karena semakin dia memasuki hutan lebih dalam aura yang terpancar juga semakin mencekam.


Di tengah hutan Zhang Wei dapat merasakan ada pergerakan dari depan segera Zhang Wei berjalan dan bersembunyi dibalik pohon besar yang berada di depannya.


Segera Zhang Wei berjalan perlahan berpindah ke pohon yang lain untuk dapat melihat langsung topik yang tengah menjadi sasaran nya.


Untung sinar bulan menerangi kegelapan malam memudahkan Zhang Wei dapat melihat target.


Di depan sana sosok serba berpakaian hitam tengah memainkan kedua tangannya seperti merapalkan sebuah mantra.


Dari kedua tangan orang itu Zhang Wei dapat melihat cahaya berbeda keluar dari tangannya.


Bukan kedua cahaya itu yang menarik perhatian Zhang Wei melainkan cara orang itu memainkan kedua cahaya itu.


Sepertinya orang itu kesulitan menetralkan kedua cahaya yang berasal dari tubuh orang itu.


Kedua cahaya itu yang menyebabkan beberapa binatang buas berteriak dengan liar.


Orang itu berusaha supaya menenangkan kedua kekuatan itu rupanya kekuatan itu adalah kekuatan yang berlawanan sehingga menyulitkan orang itu untuk menaklukkan mereka.


Kedua cahaya itu bertentangan saling mengalahkan untuk bisa menduduki tubuh orang itu dengan sempurna.


Karena cahaya itu adalah kekuatan yang sama-sama memiliki keunggulan tinggi menyulitkan orang yang menjadi wadahnya.


"Orang itu kesulitan untuk menaklukkan kedua cahaya itu" gumam Zhang Wei.


Dia hanya mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak ada niat untuk membantu sama sekali kalau dia mau membantu pun dia akan dengan apa? sedangkan dia tidak memiliki kekuatan hanya keberanian dan keingin tahuannya yang tinggi.


Tunggu kau dapat mengambil ingatan mu kembali baru kau mengetahui kalau kau memiliki kekuatan yang mengerikan Zhang Wei.


Hai hai hai sobat πŸ‘


Author come back nih πŸ₯°

__ADS_1


Maaf maaf kerjaan dunia nyata menumpuk maklumlah


Jangan lupa dukung ya kakak readers biar Author semangat menulis karena dukungan kalian semua yang menjadi inspirasi bagi Author


__ADS_2