PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Perguruan tengkorak merah


__ADS_3

Di perjalanan yang sangat lancar tiba-tiba di halangi oleh sekelompok orang yang menutupi seluruh wajah mereka hanya menyisakan mulut dan kedua bola mata mereka.


Untung Zhang Wei lihai di atas kuda sehingga ketika orang-orang itu muncul di hadapannya dengan santai menghentikan laju kudanya.


"Astaga bisa jangan muncul seperti hantu? ucap Zhang Wei dengan latah


"Hantu-hantu darimana lagi ini? ucapnya lagi.


"Eh tunggu hantu? apa ada hantu yang berpakaian seperti itu? gumamnya lagi tidak menghiraukan orang di depannya sudah mengeluarkan pedang mereka masing-masing.


Zhang Wei masih terlihat berpikir di atas kuda dan menilai paman paman dewasa di depannya.


Yang walaupun dia kehilangan ingatan tetapi tidak menghilangkan karakter dia yang terlihat malas tahu.


Hanya kehilangan ingatan dan tidak mengenal siapa dirinya.


Surya Geni yang berhasil menyusul juga berhenti melihat ada orang yang menghentikan laju kuda Adik kecil itu.


Surya Geni mengenal siapa orang-orang didepannya dengan ekspresi suram di wajahnya dia turun dari atas kuda dan mengikat di salah satu pohon.


"Perguruan tengkorak merah? ucap Surya Geni setelah selesai mengikat kudanya.


Zhang Wei mengerutkan keningnya dan masih setia di atas kuda.


"Apakah kakak mengenal mereka? ucap Zhang Wei


"Hmm" Surya Geni mendengus dingin.


"Mereka adalah orang-orang dari perguruan laknat" ucap Surya Geni dengan sedikit keras.


Zhang Wei mengangguk mendengar jawaban Surya Geni yang terdengar seperti sangat kesal membuat dia mengerti satu hal kalau perguruan ini adalah perguruan aliran hitam.


"Hahaha tidak menyangka kami akan bertemu dengan seorang pangeran terhormat dari kerajaan bintang di sini" ucap salah satu orang itu dengan tertawa yang sangat menjengkelkan bagi Zhang Wei.


"Huh sungguh waktu yang tepat untuk menghabisi hama kerajaan" ucap Surya Geni langsung menyerang orang yang berbicara tadi yang di pastikan kalau itu adalah ketuanya.


"Ah sepertinya ini akan sedikit menyenangkan! tapi sepertinya aku melupakan sesuatu tetapi apa ya? ucap Zhang Wei terlihat berpikir.


Sesuatu yang di lupakan itu tidak lain adalah kamera digital nya tetapi karena lupa ingatan ya dia hanya merasa kejadian ini seperti familiar untuknya.


Kedua orang itu terus meluncurkan serangan yang tidak main-main. Karena Surya Geni merupakan anak muda yang jenius di umurnya yang masih muda sudah memiliki kekuatan yang dahsyat.


Menghadapi serangan seperti ini baginya hanya latihan kekuatan.


Baru beberapa serangan dari Surya Geni orang itu sudah terdesak olehnya.

__ADS_1


Melihat ketua mereka terdesak segera orang-orang yang masih berdiri ikut menyerang Surya Geni.


Melihat pertempuran di depannya seluruh anggota badan Zhang Wei terasa gatal ingin menghajar orang-orang itu.


Zhang Wei memikirkan bagaimana cara untuk bisa bergabung.


"Ah mereka memiliki ilmu sedangkan aku tidak apakah aku bisa menghadapi ilmu mereka? gumam Zhang Wei sesekali melirik ke arah orang yang bertempur itu.


Keterdiaman Zhang Wei tidak berlangsung lama karena sebuah panah entah berasal dari mana meluncur dengan sangat cepat ke arah Surya Geni yang masih sibuk bertarung itu.


Dan di pastikan kalau Surya Geni tidak akan bisa menghindar dari panah itu.


Secara naluriah Zhang Wei mengulurkan tangannya kearah panah yang tinggal beberapa senti akan bersarang di punggung Surya Geni.


Zhang Wei dengan langkah cepat dia sudah muncul di belakang Surya Geni dan menangkap anak panah itu.


Tanpa banyak gerakan Zhang Wei langsung mengarahkan balik anak panah itu ke sumber anak panah itu berasal.


Brukkk


Tiba-tiba seseorang terjatuh dari atas pohon dengan anak panah tertancap sempurna di atas dahinya.


"Ckkk dasar makhluk tak tahu diri cuma tahu menyerang dari belakang" ucap Zhang Wei mendekat ke arah orang itu.


Dengan tidak ada ketakutan sama sekali Zhang Wei mencabut anak panah dari dahi orang itu dengan satu kali tarik.


Zhang Wei mengendus bau dari anak panah itu yang tidak lain adalah kalau anak panah itu sudah di lumuri dengan racun ganas.


" Ckk benar-benar teliti. Tidak tahu kalau anak panah ini bersarang di punggung kakak mungkin dia akan keracunan lagi" ucap Zhang Wei memegang anak panah itu dan meninggalkan mayat yang sudah terbujur kaku tak bernyawa itu di tanah.


Surya Geni juga sudah menaklukkan semua orang-orang yang menyerang tadi.


"Kakak apakah kau tidak berencana menghancurkan kekuatan mereka? ucap Zhang Wei mendapati semua orang-orang itu mengerang sakit.


"Sudah cukup untuk mereka" jawab Surya Geni mendekat ke arah Zhang Wei.


Yang walaupun Zhang Wei sedikit kurang puas dengan pernyataan Surya Geni tetapi dia tidak berbicara lagi.


"Apa yang ada di tanganmu adik kecil? ucap Surya Geni mendapati sebuah anak panah di tangan Zhang Wei yang masih berlumuran darah hitam.


"Seseorang mencoba menyerang kakak dalam diam tetapi aku sudah menggagalkan rencana orang itu" ucap Zhang Wei


"Panah ini sudah di lumuri racun yang lumayan berbahaya untung tidak sampai bersarang di tubuh kakak kalau tidak akan sedikit merepotkan." lanjut Zhang Wei lagi.


"Terimakasih adik kecil telah membantu" ucap Surya Geni

__ADS_1


"Tidak masalah" ucap Zhang Wei naik kembali ke atas kuda yang dia tinggalkan begitu saja.


Surya Geni juga menyusul mereka meninggalkan tempat itu dengan orang-orang yang masih berbaring di tempat itu mengerang kesakitan.


Titik vital mereka di cederai oleh Surya Geni begitu saja.


Kedua orang itu tidak lagi memacu kuda mereka karena sebentar lagi mereka akan memasuki gerbang ibu kota kerajaan Bintang.


Mereka mengurangi laju kuda mereka ketika bertemu banyak pedagang, petani dan juga rakyat kecil di jalan.


Zhang Wei berhenti sejenak membiarkan para pejalan kaki masuk terlebih dahulu.


Seperti kerajaan yang lain atau daerah dimana pun tidak akan pernah lepas dari pemeriksaan para pengawal.


"Kakak sepertinya di depan ada pemeriksaan? ucap Zhang Wei melihat orang-orang yang masuk menunjukkan identitasnya sedangkan dia tidak memiliki kartu identitas.


"Iya" ucap Surya Geni


"Aku tidak memiliki kartu identitas" ucap Zhang Wei jujur karena memang itulah kenyataannya.


"Tidak apa-apa serahkan kepadaku" ucap Surya Geni.


Kini tiba giliran mereka berdua yang di periksa.


"Mohon tunjukkan identitas Tuan dan Nona" ucap salah seorang penjaga.


Surya Geni mengeluarkan plakat identitas miliknya dan menyerahkan kepada penjaga itu.


"Hormat kami kepada Yang Mulia pangeran" ucap penjaga itu mengetahui kalau Pemuda di depan mereka adalah pangeran mereka.


"Biarkan dia masuk dia adalah tamu ku" ucap Surya Geni.


"Baik Yang Mulia! silahkan Nona" ucap pengawal itu memberikan jalan kepada dua orang itu.


"Kakak apakah kau adalah seorang pangeran? tanya Zhang Wei asal


"Hmm" Surya Geni mengangguk kepala kecil.


Zhang Wei tidak pernah menebak atau pun mencari tahu identitas orang yang di temuinya di tengah hutan.


Dia hanya berpikir kalau Surya Geni adalah seorang pengembara.


Hai hai hai πŸ˜…


kabar apa?

__ADS_1


Sehat sehat sehat?


Jangan lupa tinggalkan jejak kakak ❀️


__ADS_2