
Zhang Wei masih berkutat dengan perubahan penampilannya.
Kesempurnaan dalam dua rupa, ketampanan dan kecantikan menyatu.
Zhang Wei melihat penampilannya
"Woah apakah ini saya? ucapnya sambil putar sana putar sini badannya menatap takjub dengan perubahan penampilan.
Kulitnya seperti kulit bayi yang halus, wajahnya seperti boneka barbie, warna kulitnya putih mulus bercahaya.
"Woah Tuan sangat cantik dan tampan" ucap Fei dengan mulut terbuka lebar satu kepalan tangan manusia bisa muat.
*****
Di dunia para dewa, semuanya tengah berkumpul karena fenomena alam yang tidak biasa. Mereka belum mengetahui pertanda apa ini?
"Saya mengumpulkan kalian semua di sini. Tentu kalian mengetahui fenomena alam yang baru saja terjadi. Apakah ini pertanda buruk atau baik tentu kita tidak bisa mengabaikannya begitu saja" ucap Kaisar Dewa
"Yang mulia Bagaimana kalau kita mengutus beberapa orang untuk menyelidiki ini" usul seseorang
"Benar Yang Mulia kejadian ini baru pertama kali terjadi seperti sesuatu yang besar akan bangkit. Apakah ini pertanda buruk atau baik yang akan mengubah tatanan alam kita tidak mengetahuinya" sambung dewa dunia
"Oleh karena itu Zhen mengutus Dewa Matahari dan Dewi Bulan" ucap Kaisar Dewa
"Titah di terima Yang Mulia" kompak mereka berdua.
Dewa matahari dan Dewi Bulan langsung menghilang dari tempat duduknya.
Di dunia juga, semua Kaisar dari seluruh kekaisaran langsung melesat ke arah Kekaisaran Zhang untuk mengadakan pertemuan mengenai Fenomena tadi yang baru saja terjadi. Setelah mendapatkan telepati dari Kaisar Zhang.
Kembali ke Zhang Wei,
Setelah puas meneliti semua anggota tubuhnya, Zhang Wei menatap kearah patung tadi. Dia tidak lagi mendapati patung itu melainkan seorang Pria tampan bak dewa yang keberadaannya transparan menatap Zhang Wei dengan tatapan rumit.
Zhang Wei tertegun melihat bola mata hitam pekat itu entah kenapa dia merasa sangat akrab dengan tatapan itu. Tiba-tiba orang itu memasuki tubuh Zhang Wei.
Setelah orang itu menyesuaikan dengan tubuh Zhang Wei, Zhang Wei merasakan kekuatan dahsyat mengalir dalam tubuhnya.
Busur yang di pegang oleh patung tadi ikut memasuki tubuh Zhang Wei membuat sang empunya melotot kaget ketika busur itu langsung menuju jantungnya.
Setelah patung itu menghilang tiba-tiba semua patung-patung prajurit tadi hidup Zhang Wei tidak menyadari ini karena masih berinteraksi dengan tubuhnya.
__ADS_1
Ketika dia berbalik betapa kagetnya dia melihat semua banyaknya orang layaknya prajurit bersujud kepadanya.
"Selamat datang kembali Yang Mulia" ucap mereka serempak
"hm? Kenapa kalian bersujud bangunlah" ucap Zhang Wei heran melihat banyaknya orang bersujud padanya dan memanggil dia Yang Mulia
"Salam hormat kami Yang Mulia" ucap mereka lagi masih dalam mode berlutut
"Hmm salam kalian saya terima bangunlah"ucap Zhang Wei malas untuk berbicara
Setelah mendengar perintah dari tuan mereka langsung saja orang-orang itu bangun serentak seperti yang di komando.
"Kok kenapa bisa ada banyak prajurit disini? Mereka berasal dari mana?" batin Zhang Wei menatap para prajurit yang ada di depannya.
Mereka berpakaian layaknya prajurit khusus dengan mempunyai tanda masing-masing di setiap lengan bajunya.
"Mereka adalah prajurit abadi yang telah tertidur panjang karena sebuah alasan. Karena kau berhasil membangunkan mereka dari tidur panjangnya *otomatis mereka akan menjadi pasukanmu .mereka hanya akan menerima perintah dari mu " saut sebuah suara terdengar tiba-tiba di pikirannya.
"Ah apakah ada orang? siapa Kau? Zhang Wei tersentak di kala mendengar suara tidak asing baginya sepertinya dia pernah mendengar suara ini tapi tidak tahu di mana?
"Tidak perlu tau siapa saya? tapi yang pasti yang perlu kau ketahui bahwa banyak hal yang menunggumu di masa depan dan kau akan mengetahui siapa saya ketika kau berhasil menjalankan apa yang telah membuat mu berada di dunia ini" ucap suara itu lagi
"Apakah Kau mengetahui siapa saya sebenarnya? tanya Zhang Wei penuh minat
"Sebuah tugas? tanya Zhang Wei
Dia sedikit penasaran dengan suara itu dan juga terkejut kalau dia mengetahui dia adalah jiwa asing apalagi dia mengetahui kalau dia adalah jiwa laki-laki. Kalau adapun yang mengetahui kalau dia adalah jiwa lain mungkin itu akan sedikit masuk akal tapi untuk mengetahui pasti kalau dia adalah jiwa laki-laki atau perempuan itu sedikit sulit.
" Saya mengetahui semua tentangmu tapi belum saatnya kau mengetahui semua itu" ucap suara itu lagi.
"hmm" ucap Zhang Wei*
"Yang Mulia........
"Yang Mulia.......
"Yang Mulia.......
Salah satu jenderal pasukan memanggil Zhang Wei tiga kali karena dia melihat Tuannya itu diam saja dari tadi ketika mereka menyuruh mereka untuk bangkit berdiri.
"Ahh ada apa? tanya Zhang Wei setelah kaget dari lamunannya
__ADS_1
"Yang Mulia tidak apa-apa? tanya Jenderal itu dengan nada kuatir
"Hm saya tidak apa-apa dan oh ya saya berada di mana? tanya Zhang Wei karena dia tidak mengetahui dia ada di mana
"Yang Mulia berada di dalam dunia lain Yang Mulia" ucap jenderal itu
"Dunia lain? beo Zhang Wei dengan tiga kerutan di dahinya muncul
"Maafkan hamba Yang Mulia! untuk pertanyaan ini hamba tidak berhak untuk menjawab" ucap Jenderal itu minta maaf dengan tulus karena dia tidak berhak.
"Baiklah baiklah bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke dunia ku" ucap Zhang Wei tidak mau bertanya terus
"Yang Mulia hanya mengingat apa yang Yang Mulia lakukan terakhir kali sebelum berada di dalam dunia Yang Mulia" jelas jenderal itu
"Baiklah terimakasih_" ucap Zhang Wei menggantung
"Beavis Lan" ucap Jenderal itu mendengar pertanyaan Tuannya yang menggantung
" Terimakasih Beavis" ucap Zhang Wei
Zhang Wei segera memfokuskan pikirannya mengingat kembali kegiatan yang dilakukannya terakhir kali.
Dia mengingat kalau tadi dia sementara menyatukan kedua elemen langka yang dia miliki untuk memodifikasi pistol yang akan dia beri untuk prajurit yang sudah berpartisipasi untuk mengikuti lomba pacu kuda.
Tiba-tiba dia sudah berada di dunia ruang angkasa sedang mengeluarkan kedua elemen di tangannya dan mengarahkan ke tumpukan pistol yang berada di depannya.
Ternyata hanya rohnya yang berkeliling dunia lain itu tapi raganya tetap pada ruang angkasa.
Tiga puluh menit dia memodifikasi ratusan pistol itu. Setelah selesai pistol itu tampak terlihat indah dengan hitam mengkilap dan memancarkan aura mistis yang luar biasa.
"Woah saya tidak pernah menyangka kalau kedasyatannya akan sehebat ini" ucap Zhang Wei setelah menguji kehebatan senjata api itu.
Pohon yang menjadi sasaran empuk peluru dari Zhang Wei hangus langsung jadi abu tanpa meninggalkan bekas.
Setelah puas dengan hasil modifikasinya Zhang Wei langsung keluar dari ruang angkasa ternyata hari sudah siang.
Hay Hay Hay sobat π
Come back nih π₯°
**Jangan lupa klik like dan Vote kakak β€οΈ terimaksih
__ADS_1
Ada ide? boleh sumbang**