PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Keberangkatan


__ADS_3

Wilayah tengah benua tempat Zhang Wei sekarang berada tengah adanya sebuah kompetisi perburuan yang selalu terjadi setiap tiga tahun sekali.


Ini untuk mengetes bakat generasi muda dan mempererat hubungan kerjasama dengan negara tetangga serta sekte.


Sebagai salah satu keturunan keluarga kerajaan Bintang apalagi dia adalah putri kerajaan tentu Zhang Wei akan ikut andil menyaksikan pertarungan anak muda ini.


"Sayang kalau kamu tidak ingin ikut, itu lebih bagus" Ujar Permaisuri mengelus lembut tangan putrinya.


Zhang Wei yang tengah di elus tangannya merasakan perasaan hangat seorang Ibu.


"Aku tidak apa-apa Ibunda" Ujar Zhang Wei mantap.


Dia juga penasaran akan bakat apa saja yang muncul nantinya mungkin ada yang baik dan bisa di jadikan pasukan.


Zhang Wei memiliki rencana tersendiri untuk mengikuti pertandingan ini.


Dia yang sudah sedikit mendapatkan ingatannya mengetahui pasti kalau daerah kelahirannya bukan di sini tetapi di daerah yang sangat jauh yang bisa menempuh setahun perjalanan untuk tiba.


Dunia ini sangat luas ada banyak kehidupan yang tinggal di tingkat dunia ini.


Masih banyak misteri dalam dirinya yang belum terungkap salah satunya lambang yang berada dalam perut sebelah bagian kanan.


Hari keberangkatan ke wilayah benua tengah di belahan dunia tempat tinggal Zhang Wei akhirnya tiba.


Zhang Wei mengikuti kompetisi bukan dari sebagai Puteri kerajaan. Rombongan Zhang Wei dan pangeran Bintang akhirnya siap.


Beberapa pengawal dan pelayan tampak menyiapkan kereta kuda beserta perbekalan perjalanan.


Zhang Wei berdiri di tengah para ksatria yang menutupi badannya dengan armor penuh hanya bagian mata dan mulut yang terlihat.


Melihat persiapan perjalanan Zhang Wei hanya mengangguk memahami para ksatria yang menemani perjalanannya ini benar-benar cekatan.


Sebenarnya Zhang Wei tidak memerlukan hal itu tetapi karena perjalanannya sebagai seorang putri kerajaan dari Kerajaan Bintang sehingga mau tidak mau harus menaiki kereta kuda.


Dia sebenarnya lebih prefer untuk pergi dengan peringanan tubuh atau teleportasi.


"Putri ku kamu harus menjaga dirimu sendiri di sana" Ujar Permaisuri memeluk hangat Zhang Wei.


Zhang Wei juga tidak menolak pelukan itu dia membalas pelukan hangat itu.


"Aku tidak apa-apa Ibunda tidak ada yang perlu di kuatirkan" Zhang Wei setelah berpamitan dengan semua anggota keluarga dia kemudian naik ke kereta kuda yang memiliki lambang kerajaan Bintang.

__ADS_1


"Jaga baik-baik Tuan Putri kalian. Nyawa kalian yang menjadi taruhannya" Ujar permaisuri kepada seluruh rombongan yang masih menunduk kan kepala.


"Kami akan mempertaruhkan nyawa kami untuk Yang mulia Putri Yang mulia Permaisuri" Jawab serempak pasukan khusus itu.


"Baik aku memegang janji kalian" Ujar Permaisuri sebelum membiarkan mereka naik ke kereta.


Zhang Wei hanya membawa dua orang pelayan dan pengawal kaveleri.


Ksatria ini tidak begitu banyak hanya berjumlah 20 orang karena Zhang Wei sendiri tidak terlalu menginginkan banyak pengawal.


Perjalanan yang mereka akan tempuh nanti lumayan panjang dan pastinya membosankan bagi Zhang Wei.


Sekarang Zhang Wei tengah duduk di dalam kereta dengan malas serta sebuah peta terbentang di depannya.


Memindai seluruh tempat yang kemungkinan terdapat bahaya dan alasan lainnya adalah untuk mempersingkat waktu.


Sore hari rombongan Zhang Wei baru keluar dari perbatasan kerajaan Bintang dan kerajaan Beruang.


"Kita istirahat terlebih dahulu di sini" Ujar Zhang Wei dengan singkat.


"Baik Yang mulia Putri" Segera beberapa pelayan dan pengawal mendirikan tenda.


Malam harinya Zhang Wei mengeluarkan alat perangnya yaitu panci dan beberapa bumbu masakan.


Zhang Wei tampak serius mengolah daging buruan dari para ksatria.


Menikmati waktu makan dengan sedikit berbagi cerita dengan para pengawal ternyata sedikit lebih baik bagi Zhang Wei yang mudah bosan.


Setelah Zhang Wei selesai makan segera dia mengumpulkan para ksatria itu dalam beberapa kelompok untuk berjaga.


Tim itu di bagi dalam tiga kelompok.


"Yang Mulia Putri anda bisa beristirahat kami akan berjaga di sini" Ujar para ksatria melihat Zhang Wei hanya duduk di kursi rotan yang di sediakan dengan beberapa camilan yang menemaninya.


"Kalian lanjutkan saja penjagaan" ujar Zhang Wei sambil duduk berseloroh.


Waktu telah berlalu Zhang Wei belum juga tidur membuat para pengawal kuatir Tuan mereka akan sakit kalau tidak istirahat sama sekali.


Dini hari udara semakin dingin memberikan kesan horor Zhang Wei membuka matanya dan tersenyum miring.


"Akhirnya kalian muncul" Ujarnya.

__ADS_1


Pengawal persiapkan senjata kalian kita kedatangan tamu tak di undang" mendengar perintah Zhang Wei segera para pengawal membangunkan yang lainnya.


Segera dengan cepat pengawal membentuk barisan dan mengarahkan senjata dari berbagai arah.


Zhang Wei mengangkat sebelah tangannya.


"Mereka hanya para cecunguk yang ingin merampas harta" Ujar Zhang Wei beberapa belati kecil tampak berputar di sekitarnya.


Itu adalah belati yang dia dapatkan dari goa misterius kerajaan kegelapan.


Melihat belati yang menari mengitari Zhang Wei wajah para pengawal pias bagaimana bisa belati yang sangat mengkilap itu bisa di miliki oleh seorang gadis yang masih sibuk bermain pada usianya.


"Waktunya kalian makan kesayangan" Ujar Zhang Wei mengibas tangannya.


Di lain tempat,


"Ketua bagaimana ini? Apakah kedatangan kita sudah di ketahui? Ujar salah satunya yang berdiri paling dekat dengan orang yang di panggil ketua.


"Diam" Ketua itu menghardik salah satu bawahannya.


"Persiapkan pertahanan KA...." Belum selesai ucapnya sudah ratusan belati menghujam setiap anggota yang datang bersamanya.


Melihat belati yang tampak mengkilap bersarang indah di jantung dari setiap anggotanya tanpa sadar Ketua dari kelompok itu menelan ludah susah payah.


Menoleh ke arah sumber belati itu tampak seorang duduk dengan tenang tanpa ada tanda-tanda bahwa barusan dia telah mencabut ratusan nyawa dalam satu serangan.


Pembunuhan ini tidak bisa di katakan bahwa itu adalah sebuah keberuntungan ini jelas-jelas pembunuhnya adalah seorang yang sudah lama mengalami hidup dan mati.


"Sampai kapan kau akan bersembunyi" Ujar Zhang Wei menutup matanya.


Mendengar suara monoton Zhang Wei segera para pengawal melayangkan pandangan mereka ke segala penjuru karena mereka tidak bisa merasakan adanya keberadaan yang lain di sekitar.


"Turunkan senjata kalian dia tidak akan mencabut nyawa ku" Ujar Zhang Wei menyuruh para pengawal menurunkan senjata.


Mendengar bahwa keberadaan nya sudah di ketahui laki-laki itu terpaksa keluar dari tempat persembunyian nya


"Aku tidak tahu kau siapa tetapi jika kau berani bertindak di luar dari batasan maka penjara hitam menjadi tempat terakhir mu" Ujar Zhang Wei dengan dingin.


"Dia dapat merasakan orang ini tidak memiliki jejak aura sama sekali. kalau dia tidak memiliki kemampuan pendeteksi yang luar biasa di luar nalar maka bisa dipastikan bahwa rombongan Zhang Wei lah yang akan menderita kerugian.


Bukan karena Zhang Wei takut tetapi dia tidak ingin bergerak lebih banyak saat ini dia ingin menikmati waktu santainya dengan damai.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak menyangka Putri yang terpilih memiliki kemampuan pendeteksi terbaik" Sebuah suara dingin dan dalam serta kaku terdengar dari arah barat.


__ADS_2