
"Sekarang dunia ini benar-benar kacau. Rupanya mereka butuh di mutilasi sepertinya" gumam Zhang Wei setiap daerah ada saja pertarungan yang di dapat.
"Paman berdua kembali lah aku akan membantu kalian mencari tuan muda kalian". Ucap Zhang Wei kepada dua orang yang salah mengenali dia.
Untung Zhang Wei membawa identitas sehingga memudahkan dia untuk meladeni mereka yang keras kepala.
"Maafkan kelancangan kami Yang Mulia Putri" ucap mereka.
"Kembali lah aku akan mengantar langsung kalau tuan muda kalian di temukan" ucap Zhang Wei lalu pergi begitu saja.
Belum jauh Zhang Wei meninggalkan tempat itu sudah kembali di hadang oleh sekelompok orang aliran hitam yang terkenal.
Mereka mengejar seorang cucu perempuan dan seorang kakek tua.
Kakek tua itu sedang tidak baik-baik saja sedangkan cucunya yang masih kecil itu meringkuk ketakutan di belakang tubuhnya.
"Kakek Tua serahkan anak kecil itu" ucap seorang wanita tua dengan nada suara yang tidak enak di dengar.
"Kalian orang serakah tidak akan pernah mendapatkan apa yang kalian inginkan" ucap kakek tua itu dengan tatapan mata tajam.
"Kakek tua dengan keadaan mu yang seperti itu apa kau yakin mampu melindunginya? ejek wanita tua itu lagi.
"Sampai mati pun aku tidak akan pernah membiarkan kalian mendapatkan cucuku" ucap kakek tua itu lagi.
"Kakek tua di ajak bicara baik-baik tetapi tidak bisa maka terimalah serangan ku" ucap wanita itu langsung melemparkan serangan ke arah Kakek tua itu begitu juga rekannya yang satu ikut menyerang.
Kakek tua itu segera membalas serangan dan melindungi cucunya di belakangnya.
"Kamu menepi sebentar ya Kakek akan menghadapi mereka" ucapnya sambil membelai lembut kepala bocah itu.
Dengan ketakutan anak kecil itu menjauh dari tempat serangan mengikuti arahan sang kakek.
"Kalian manusia serakah" geram kakek itu membalas serangan mereka tidak kalah sengit.
Yang walaupun dia sudah memiliki luka tetapi Kakek tua itu masih mengimbangi serangan mereka.
Seorang anak kecil meringkuk di sebelah sebuah pohon besar sambil mengintip pertarungan yang terjadi di depan dengan takut.
Terlihat sekali dari ekspresi wajah kecemasan dan takut.
"Booom"
Suara ledakan yang sangat keras terdengar memekakkan telinga membuat sosok kecil yang berjalan sambil bersiul berhenti mendadak karena serangan itu hampir mengenai dirinya.
"Astaga siapa yang berani menyerang Raja dunia bawah ini? latahnya.
Karena kebetulan posisi nya tidak jauh dari tempat pertarungan itu jadi serangan yang berhasil lolos itu hampir mengenai dirinya.
"Ckkk dunia sekarang hanya tau main keroyok" ucapnya sambil berjalan dan naik di atas dahan pohon besar yang tidak jauh dari tempat pertempuran itu.
"Menonton film action secara nyata" ucapnya sambil memangku kepalanya.
Dia akan menonton sebentar sebelum membantu.
Di tengah pertempuran itu Zhang Wei menyadari ada yang tidak beres segera salah satu dari kelompok itu melakukan hal curang.
__ADS_1
Zhang Wei memetik sebuah daun dan menembakkan serangan langsung ke arah orang yang melakukan hal licik itu.
Syuttt
Suara sayatan yang sangat tajam terdengar tiba-tiba jari-jari tangan orang itu terpotong dengan rapi.
"Arghhhh bajingan siapa yang menyerang ku dari belakang? teriaknya.
"Dari samping bodoh bukan belakang" gumam Zhang Wei mengoreksi kata-kata orang itu.
"Siapa jangan jadi pengecut menyerang orang dari belakang? teriaknya lagi.
Zhang Wei tetap di atas pohon menatap kesal orang yang berada di bawah karena salah bicara terus.
"Pengecut keluar kau dari tempat persembunyian" teriak orang itu lagi.
Karena suaranya yang terus memanggil orang mengganggu konsentrasi wanita tua itu sehingga serangan dari kakek tua itu mengenai dirinya.
"Arghh"
Serangan itu tidak main-main benar-benar tenaga dalam yang mengerikan langsung meninggalkan jejak luka yang dalam untuk wanita itu.
Sedangkan kakek itu juga langsung duduk lemah di tanah dengan tidak berdaya serangan itu adalah serangan terakhir.
Dia sudah terluka sangat parah luka dalamnya yang hampir tertutup kembali terbuka memperparah keadaan nya.
"Kakek! teriak anak kecil keluar dari tempat persembunyian berlari menuju kakek yang sudah terbaring lemah.
Zhang Wei yang tidak jauh dari situ terkejut dengan kemunculan anak kecil itu dia tidak mengetahui kalau ada anak kecil yang bersembunyi.
"Kalian orang jahat telah melukai Kakek aku tidak akan mengampuni kalian" ucapnya dengan tatapan benci.
"Bocah tidak ada lagi yang akan menolong mu" geram wanita tua itu.
"Ikat bocah itu dan bawa ke ketua" ucap wanita itu kepada rekannya yang kehilangan lima jari tangan.
Segera rekan wanita tua itu mengikat anak kecil itu dengan rantai mantra.
Zhang Wei tidak tinggal diam dia melompat dari atas pohon dengan cadar di wajah menutup sebagian wajahnya meninggalkan kedua mata Phoenix itu yang menatap tajam.
"Siapa kau? tanya laki-laki yang di gagalkan serangan nya terhadap anak kecil itu.
"Kau tidak memiliki kualifikasi untuk mengetahui! ucap pedas Zhang Wei.
"Bocah kami tidak memiliki urusan denganmu" ucap pria itu lagi.
"Tapi aku yang memiliki urusan dengan kalian" ucap Zhang Wei langsung menyerang kedua orang itu.
Dia tidak akan pernah bisa meninggalkan orang yang membuat dunia resah karena keberadaan mereka.
Dia akan menumpas hama itu sampai ke akar-akarnya.
"Kalian pantas menjadi debu"
"Kekuatan hitam kalian lumayan juga" ucapnya terus memainkan mereka sambil terus mengirim serangan yang melumpuhkan saraf mereka.
__ADS_1
"Bocah kau jangan berbangga dulu." teriak wanita tua yang sudah terluka itu tambah parah karena terkena serangan Zhang Wei yang terlihat lembut tetapi mematikan.
"Ayo gunakan formasi penyerangan" ucap wanita tua itu lebih dulu duduk bersila.
"Kalian menyerang dengan cara seperti itu baik aku akan menanti jurus kalian yang terlihat di andalkan oleh orang" ucap Zhang Wei melipat kedua tangannya di dada sambil menatap kedua orang yang berada di depannya dengan malas.
Dia akan menantikan serangan andalan mereka untuk dia copy dan mencabut dari diri kedua orang itu.
"Mau buah? tawar Zhang Wei kepada anak kecil yang ada di belakangnya sambil mengeluarkan beberapa buah dari kantung bajunya.
Anak kecil itu tidak menjawab Zhang Wei langsung menyodorkan beberapa buah dan memakan sebuah buah pir sambil menunggu ke-dua orang di depannya menyerang.
Langit hitam mulai terkumpul di sekitar kedua orang itu bunyi gemuruh terdengar di atas langit menandakan kalau serangan mengerikan akan segera terjadi.
Mereka tidak pernah menyangka kalau serangan andalan mereka harus di lakukan untuk menyerang bocah ingusan yang berada di depan mereka bahkan serangan ini bocah itu masih terlihat malas meladeni..
Diam-diam Zhang Wei melapisi tubuhnya dengan energi pelindung serta kakek tua dan anak kecil di belakang dia membentuk segel tangan.
Tidak ada yang menyadari sebuah pelindung kokoh tak terlihat segera muncul.
Zhang Wei masih sibuk memakan buah pir di tangannya menanti kedatangan serangan itu.
"Bocah terima serangan kami Hiaaa" ucap dua orang itu bersamaan mengarahkan serangan ke arah Zhang Wei.
Sebuah pelindung tak kasat mata dengan sendirinya aktif menerima serangan itu dan menembakkan kembali ke arah kedua orang itu membuat mereka yang tidak siap segera terkena serangan sendiri.
Zhang Wei masih sibuk makan karena dia percaya pelindung yang dia ciptakan akan menangkap serangan mereka.
Pelindung Zhang Wei memberikan serangan balik membuat kedua orang itu langsung menjadi debu.
Bintang kehidupan kedua orang itu langsung mati dan tidak menampilkan cahaya membuktikan kalau kedua orang itu kehilangan nyawa.
Kedua pendekar kembar yang lumayan di perhitungkan keberadaannya mati di tangan bocah ingusan? lelucon macam apa itu?
Dengan serangan senjata makan tuan pula.
"Adik kecil minumkan ini pada kakek tua dia akan segera pulih" ucap Zhang Wei menyerahkan sebuah pil penyembuhan yang berasal dari ruang angkasa yang tidak sengaja di bawah keluar oleh Zhang Wei ketika dia menyerap energi kehidupan pohon suci di istana.
Anak kecil itu tidak banyak bertanya dan langsung mengikuti perintah Zhang Wei.
Setelah meminum pil itu segera terjadi perubahan yang sangat signifikan.
Luka luar Kakek tua itu perlahan menutup benar-benar kesembuhan yang efektif.
"Terimakasih anak muda" ucap Kakek tua itu setelah beberapa saat memeriksa tubuhnya.
Bahkan sekarang keadaan segar bugar tidak terlihat kesakitan sama sekali.
"Tidak apa-apa aku harus kembali Pak tua" ucap Zhang Wei berlari kecil meninggalkan kedua kakek cucu itu yang menatap Zhang Wei yang perlahan menghilang dari pandangan mereka.
Hai hai hai sobat π Author baru come back nih π.. Author numpuk pekerjaan jadi kurang waktu untuk update.
apa kabar kalian semua?
Sehat sehat sehat?
__ADS_1
Jangan lupa dukung ya kakak readers