
Zhang Ziyi yang mendengar bentakan dan juga kata yang sangat tidak dia sukai segera memandang kesal kepada perempuan itu.
"Siapa yang kau bilang ****** hah? tanya Zhang Ziyi terlihat jelas kalau dia marah.
"Kau siapa lagi? tantang perempuan itu balik
"Mulut mu itu sepertinya tidak pernah dapat hadiah ya? tanya Zhang Ziyi masih mengatur emosi agar tidak meledak.
Zhang Ziyi masih mengontrol emosinya biar tidak terpancing dengan kelakuan ****** di depannya.
Zhang Wei yang belum terlalu jauh dari belakang Zhang Ziyi segera menoleh ke arah sumber suara yang begitu keras membentak seseorang yang tidak lain adalah kakaknya.
Zhang Wei masih menunggu akan apa yang di lakukan oleh kakaknya.
"Ku bilang berikan jepit itu ****** apa kau tidak dengar? marah wanita itu masih dengan nada angkuh
"Kalau saya bilang tidak mau? tanya Zhang Ziyi menantang balik wanita itu
"Kau harus tetap menyerahkan nya kalau tidak kau akan tahu akibatnya" ucap wanita itu masih dengan nada angkuh.
"Kenapa saya harus takut ketika kau mengancam seperti itu? Apa yang harus membuat saya takut? tanya balik Zhang Ziyi memancing balik amarah wanita itu.
"Kau akan di hukum karena berani mengganggu ku. Apakah kau tidak mengenali siapa aku? aku adalah putri ke tiga dari klan Xia" ucap wanita itu masih dengan nada yang semakin angkuh.
"Buat apa saya harus mengetahui mu? seakan orang terhormat saja" ucap Zhang Ziyi santai
Wah rupanya Zhang Ziyi belajar banyak dari adiknya yang memiliki mulut tajam.
Zhang Wei yang masih memastikan perdebatan itu tersenyum tipis dengan gaya bicara kakaknya sedikit mirip dengannya.
"Diam kau ******" teriak wanita itu karena tidak bisa membalas kata-kata pedas dari Zhang Ziyi dan mau mengangkat tangan untuk menampar tetapi sudah di halangi oleh tangan kecil.
"Jangan sekali kali kau menempel kan tangan kotor mu itu di tubuh kakak ku" ucap Zhang Wei dengan sorot mata dingin ke arah wanita itu.
"Tangan mu itu tidak ada artinya untuk sehelai ataupun seujung kuku kakak ku" lanjutnya lagi.
Wanita itu berdiri ketakutan mendapati sosok kecil yang menatapnya begitu dingin membuat dia tidak berani untuk menatap mata itu sedikit pun.
Di tambah dengan kata-kata tajam yang sangat menusuk membuat dia berani menantang lagi.
__ADS_1
"Kalian akan menjadi buronan keluarga Xia karena berani membentak ku" ucap wanita itu lantang
"Keberadaan keluarga mu itu tidak ada apa-apanya bagi ku. Sekali saya berkata seluruh keluarga dan nama keluarga Xia akan hanya tinggal nama untuk keesokan harinya." ucap Zhang Wei masih menatap wanita itu
"Kau mau mencobanya Nona? dengan senang hati Saya akan melayani apa yang menjadi permintaan mu" ucap Zhang Wei masih dengan mode cool nya
"Kalian tidak akan aku biarkan lolos" ucap wanita itu berlalu dengan amarah tinggi
Zhang Wei beralih menatap kakaknya. Dia tahu kakaknya paling tidak suka membentak orang.
"Jiejie apa kau tidak apa-apa? tanya Zhang Wei untuk menghindari kecerewetan dari satu makhluk saja.
"Hmm Kau tidak boleh melakukan hal itu lagi Meimei. Kau tahu Jiejie tidak akan merasa tenang kalau terjadi apa-apa dengan mu" ucap Zhang Ziyi menasehati balik adiknya untuk berjaga sikap karena mereka berada di kekaisaran tetangga bukan kekaisaran sendiri.
Dia tidak mau adiknya itu atau bahkan dia berada dalam masalah hanya karena masalah seperti tadi.
"Ya Jiejie kau tahu saya tidak akan pernah melepaskan siapapun kalau ada yang berani menyakiti anggota keluargaku" ucap Zhang Wei serius kali ini tidak ada nada mengejek di dalam nya.
"Hm Jiejie mengerti hanya kau perlu mengontrol emosi mu Meimei" Jawab Zhang Ziyi.
"Ya ayo kita balik sebentar lagi malam." ucap Zhang Wei memperhatikan cakrawala yang sudah berganti warna.
"Meimei ini untuk mu" ucap Zhang Ziyi menyerahkan satu jepit rambut yang serasi dengan jepit rambutnya juga.
"Jiejie saja yang pakai" ucap Zhang Wei
"Tidak. Ini untuk mu kalau kau tidak memakainya tidak apa-apa. Simpan saja sebagai hadiah dari kakak mu yang imut ini" ucap Zhang Ziyi dengan nada narsis.
Zhang Wei menerima dan menyimpan jepit rambut itu dan tidak membalas perkataan Zhang Ziyi yang kelihatan narsis itu.
Di tempat perkumpulan para penguji mereka tengah membahas akan kejadian tadi siang mengenai bakat Zhang Wei yang hanya menampilkan kegelapan.
Mereka baru kali ini menemukan kasus seperti ini sebelumnya belum pernah terjadi.
"Menurut pengamatan saya kalau anak ini mempunyai bakat yang istimewa di lihat dari pertama tes itu dia sangat berbeda jauh dari yang lainnya." ucap salah satu penatua dari akademi Meide
"Yah kalau kita mengambil kesimpulan anak ini akan kita pertimbangkan. Karena saya yakin dia seperti hanya bermain main dengan tes ini. Dilihat tadi pagi dia berlari begitu santai bahkan sampai mengantuk." sambung tetua yang lain
"Tatapan mata nya saja kita tidak bisa melihat nya seakan ada sesuatu di dalam tatapannya itu" ucap salah satu tetua mengingat ketika Zhang Wei membalas menatapnya disaat dia tengah mengamatinya.
__ADS_1
Awalnya tetua itu terkejut dan ketika dia terus menatap kedua bola mata hitam pekat itu seakan dia tersedot di dalamnya dan seperti mendapatkan alarm berbahaya untuk tidak menatap mata itu lagi.
Tanpa sebab tetua itu berkeringat dingin setelah memutuskan kontak mata itu.
Di mulai dari situ penatua itu tidak berani lagi menatap langsung mata Zhang Wei.
Di tambah dengan kejadian dengan batu cermin yang menampilkan kegelapan membuat dia tambah yakin kalau anak ini mempunyai keistimewaan.
Seperti menghadapi seorang yang Agung yang berwujud anak kecil.
Berdasarkan setiap pendapat yang di sampaikan oleh para tetua akhirnya mereka memutuskan untuk Zhang Wei menjadi kandidat nomor satu murid dalam untuk ke empat akademi.
Tergantung Zhang Wei akan masuk di akademi mana nanti.
Yang pasti setiap penatua menginginkan Zhang Wei untuk masuk kedalam akademi mereka.
"Hatcuh" bersin seseorang tiba-tiba.
"Meimei apa kau sakit? tanya Zhang Ziyi yang berada di sampingnya.
Zhang Wei yang bersin tiba-tiba bahkan berulangkali membuat Zhang Ziyi menatapnya kuatir.
"Tidak apa-apa Jiejie hanya bersin biasa mungkin ada orang yang menyanjung kehebatanku" ucap Zhang Wei dengan nada bangga.
"cih orang ada kuatir malah bercanda" ucap Zhang Ziyi dengan nada kesal
Hai hai hai sobat π Author
Maaf Author baru update
I just got home
Kerjaan menumpuk dari tadi pagi sampai sekarang baru pulang rumah 14 jam kerja. Maaf Author curhat hehehe
Sehat selalu π
Terimakasih untuk kalian yang sudah selalu mendukung Author dengan segala macam cara seperti Like, komentar, Vote, dan juga membaca.
Terimakasih
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu dukung kakak Author ya