PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Orang mencurigakan


__ADS_3

Mereka mendapatkan luka yang akan sulit di sembuhkan jika nanti mereka pun berhasil sembuh tidak ada kemungkinan bahwa jalan kultivasi mereka berjalan lancar.


Kekuatan es absolute bukan hanya julukan konsekuensinya juga benar-benar tidak bisa di anggap remeh.


seorang gadis kecil yang menyamar jadi anak laki-laki berjalan berdampingan dengan seorang pemuda dewasa yang berpakaian sederhana seperti pakaian miliknya.


Seorang gadis kecil itu tidak lain adalah Zhang Wei yang ikut berpetualang bersama Surya Geni.


Dia memaksakan diri untuk ikut andil dalam perjalanan Surya Geni kali ini.


Tentu dengan segala cara dan rayuan Ia jalankan untuk mendapatkan ijin dari sang Permaisuri.


"Kakak apakah tempat yang kita tempuh itu masih jauh? ucapnya bosan karena tidak ada pertanyaan yang muncul di kepala kecilnya.


"Hmm masih lumayan jauh beberapa desa lagi yang harus kita lewati" saut Surya Geni dengan santai.


"Hmm tau begini langsung teleportasi saja" Gumam Zhang Wei.


"Apa kau menanyakan sesuatu? ucap Surya Geni yang mendengar gumaman Zhang Wei.


"Ah tidak ada" ucap Zhang Wei menggelengkan kepalanya.


"Masih empat desa di perbatasan yang kita lewati" ucap Surya Geni.


"Aku mengerti' ucap Zhang Wei


Kedua orang itu jalan berdampingan dengan warga yang pulang pergi dari aktivitas mereka.


Begitu memasuki desa yang ramai, Banyak orang berlalu lalang ada yang sibuk berbelanja ada yang sekedar melihat-lihat dan ada juga yang duduk berkelompok.


"Hmm hidup di desa memang terasa beda" Gumam Zhang Wei melihat interaksi para warga.


"Ya kau bisa melakukan apa saja tanpa memikirkan politik" sambung Surya Geni.


"Kita cari penginapan dulu setelah itu cari makan sebentar lagi malam" ucap Surya Geni melihat matahari sudah kembali ke peraduannya.


"Hm aku merasa lapar lagi" ucap Zhang Wei.


Kedua orang itu berjalan memasuki keramaian untuk mencari penginapan.


Di tengah tempat tinggal para warga yang padat terdapat sebuah bangunan yang sedikit mencolok dari bangunan yang lainnya.


"Selamat datang Tuan-tuan" Ucap pelayan cantik di depan pintu masuk penginapan melihat kedatangan Zhang Wei dan Surya Geni.


"Tolong sediakan dua kamar khusus serta beberapa hidangan makan malam" ucap Surya Geni.


"Baik Tuan mohon tunggu sebentar" ucap Pelayan itu sambil mencatat identitas pengunjung.

__ADS_1


"Kami memiliki dua kamar seperti yang Anda inginkan mohon di lengkapi pembayaran Tuan" ucap Pelayan itu lagi


"Berapa totalnya? ucap Surya Geni


"Karena ini merupakan kamar khusus dan biayanya juga sedikit berbeda dari kamar biasa jadi total kedua kamar satu koin emas Tuan" ucap pelayan itu


"Baiklah" ucap Surya Geni memberikan lima koin emas.


"beserta hidangan" ucap Surya Geni sebelum pelayan itu berkomentar.


"Baik Tuan kami akan segera melakukan permintaan Tuan" ucap pelayan itu mempersilakan Zhang Wei dan Surya Geni untuk mengikutinya.


Memang kamar yang di tempati oleh kedua kakak beradik itu sedikit lebih luas dan besar dari kamar lainnya.


Kamar itu juga tersedia air panas. Para pemilik penginapan akan selalu menyediakan air panas tanpa harus pemberitahuan dari tamu.


Kalau kamar superior hanya akan di sediakan air panas jika permintaan tamu dan itu ada penambahan biaya.


"Tidak buruk" gumam Zhang Wei melihat desain kamar yang Ia tempati terlihat sederhana tapi elegan.


"Sudah berapa lama aku berada di dunia ini? ucapnya menerawang jauh.


Sedikit demi sedikit sepotong ingatan memasuki ruang ingatan nya.


Dia masih ingat jelas apa tujuan dia berada di tempat ini.


Tok tok tok


"Ayo makan dulu" ucap Surya Geni melihat raut wajah Zhang Wei yang terlihat malas itu.


"Hm" Zhang Wei mengikuti dari belakang menuju kamar sebelah.


Terdapat banyak sekali hidangan di atas meja membuat ratu makan segera melahap tanpa memperhatikan etika makan.


Langkah kaki di atas atap membangunkan Zhang Wei dari tidur cantiknya.


"Siapa orang yang berkeliaran di atas atap?" gumam gadis kecil itu masih dengan mata tertutup tapi kedua telinganya masih mendeteksi langkah kaki orang.


"Lima orang ya? ucapnya mengangguk berkali-kali.


"Oke mari kita cek" Zhang Wei bangkit dari tempat tidur dan mengambil cadar hitam yang tergeletak di samping tempat tidurnya.


Setelah memastikan bahwa penampilan Zhang Wei tidak ada yang ceroboh dia membuka jendela kamar.


Angin malam langsung menyentuh wajahnya yang mengantuk.


Dia mendongak melihat bulan yang tampak bersinar terang tanpa halangan awan sama sekali.

__ADS_1


"Uh pemandangan alam yang mendukung" ucapnya sambil melompat dari atas jendela kamar.


Dia terbang rendah mengikuti langkah kaki orang itu dengan hati-hati.


Zhang Wei melompat dan mendarat sempurna di atas pohon rindang untuk menyembunyikan keberadaan nya.


Karena badannya yang kecil memudahkan dia bersembunyi di balik dedaunan pohon yang lebat.


Memusatkan kekuatan ke kedua matanya memudahkan dia untuk melihat jelas pekerjaan orang-orang itu.


"Eh mereka mengangkat siapa? ucapnya melihat seorang menggendong seorang wanita.


"Wah ada yang tidak beres nih" ucapnya dengan cepat kembali mengikuti langkah kaki orang-orang itu.


Zhang Wei terus membuntuti kelima orang itu bahkan dia mengikuti secara terang-terangan tidak menyembunyikan keberadaannya seperti pertama kali.


"Siapa kau? ucap orang itu melihat Zhang Wei yang bisa mengimbangi laju terbang mereka.


"Aku? ucap Zhang Wei ikut berhenti dan menunjuk dirinya sendiri dengan polos.


Keempat orang yang tidak membawa apa-apa langsung menghadang Zhang Wei dengan senjata mereka masing-masing di arahkan ke sosok kecil yang berdiri tenang itu.


"Jawab siapa kau? tanya ulang orang yang bertanya tadi.


"Aku? aku" jawab Zhang Wei seperti orang kebingungan padahal akal bulus yang dia jalankan.


"Woah ada Kakak cantik rupanya di sini" ucap Zhang Wei heboh sendiri mendekati orang yang menggendong seorang gadis muda tidak menghiraukan senjata yang di todong kearahnya.


"Bocah sialan serang" ucap seseorang langsung tanggap melihat gerak-gerik Zhang Wei.


Segera ke empat orang itu menyerang Zhang Wei. Bukan Zhang Wei namanya kalau hanya mendiami orang-orang itu.


"Apa salahku Paman? ucap Zhang Wei mendramatisir keadaan.


"Aku tidak melakukan apapun. A-ku hanya sekedar lewat kebetulan bertemu dengan paman" ucapnya seperti orang ketakutan.


"Aku kehilangan jejak orang tuaku. Mereka hilang dan aku tidak tahu mereka pergi kemana? Aku mencari mereka t-tapi sampai sekarang aku masih belum mengetahui jejak mereka." ucap cepat Zhang Wei sebelum orang-orang itu menyadari kalau dia mengakali mereka.


Tentu siapapun yang akan bertemu dengan Zhang Wei tidak akan percaya seorang bocah berjalan sendirian di gelapnya dini hari.


"Tadi aku melihat Paman makanya aku ikut karena takut" ucapnya lagi masih setia dengan menghapus air mata palsu.


Satu yang Zhang Wei lupa kalau dia sementara dengan penampilan yang mencurigakan seharusnya kalau bocah biasa dia tidak akan menggunakan pakaian seperti pendekar. Rupanya Zhang Wei masih terbiasa dengan penampilan dari daratan China.


Halo semuanya para sahabat Author maafkan **Author baru update karena berbagai alasan.


Tentu kalian mendengar masalah bencana alam yang terjadi di bumi NTT karena Author adalah salah satu masyarakat NTT tentunya terkena dampak.

__ADS_1


Setelah masalah bencana Author di rujuk ke rumah sakit selama satu minggu dua hari mengharuskan Author istirahat full.


Sebulan Author gak ada update ya**


__ADS_2