PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Pertemuan


__ADS_3

Di benua kultivator tengah mengadakan pertemuan untuk membahas perekrutan murid baru untuk bisa belajar di empat akademi yang tersohor. Mereka memilah murid dengan cara pertandingan


Kali ini pertandingan itu akan di adakan di kekaisaran Han. Semua perwakilan para tetua dari empat akademi ini sudah memutuskan syarat-syarat dan ketentuan dalam pemilihan murid baru nanti.


Semua undangan dan berita sudah di sebarkan di seluruh kekaisaran baik kerajaan kecil maupun besar yang ada di benua kultivator.


Seperti saat ini di kekaisaran Zhang,


Kaisar Zhang mengumpulkan Semua anak-anaknya termasuk Putra Mahkota dan Pangeran kedua dan putri pertama.


"Ada apa Ayahanda mengumpulkan kami semua di sini? tanya Zhang Wei dengan heran dan tanpa basa-basi. Tumben mereka di kumpulkan seperti ini.


"Ayahanda mengumpulkan kalian semua di sini terutama kau Zhang Ziyi dan Zhang Wei__"


"Ada apa dengan kami Ayahanda? Potong Zhang Wei cepat sebelum mendengar semua penjelasan buat orang kesal saja anak ini.


"Wei'er dengarkan Ayahanda dulu berbicara jangan kau langsung potong" ucap Kaisar sedikit kesal dengan keinginan tahuan putrinya yang tinggi.


"Ah maafkan aku Ayahanda" ucap Zhang Wei tidak enak langsung potong pembicaraan


"Sudahlah. Ayahanda mengumpulkan kalian semua tentu kalian sudah dengar dalam dua bulan ke depan akan di adakan pertandingan pemilihan bakat untuk ajang pencarian murid baru untuk empat akademi tersohor yang ada di benua ini" ucap Kaisar Zhang menjeda sedikit ucapan nya.


"Dan untuk Putra Mahkota dan Pangeran kedua dan juga Putri pertama tentu mengetahui secara pasti bagaimana menghadapi ujian dari ke empat akademi ini. Oleh karena itu Ayahanda minta kalian bertiga untuk membimbing kedua adik kalian" Ucap Kaisar Zhang lanjut


"Siap Ayahanda kami siap membantu" jawab serempak ketiga orang itu di sertai senyum misterius entah kenapa Zhang Wei merasakan sesuatu yang tidak beres.


Zhang Wei menoleh ke arah kakak perempuannya yaitu Putri Zhang Ziyi yang melihat ke arahnya juga dan mereka sama-sama merasakan firasat tidak enak.


"Bagus Ayahanda senang" ucap Kaisar Zhang


"Ayahanda haruskah Chen Gege, Lin Gege dan Fei Jiejie yang membimbing kami?" ucap Zhang Wei mencoba cari alasan untuk tidak di bimbing oleh mereka

__ADS_1


"Yah mereka yang akan membimbing kalian." ucap Kaisar tegas tanda bahwa tak ada penolakan karena dia tahu pasti Putrinya yang satu ini akan mencoba menghindari itu.


"Ah apalagi yang mereka rencanakan sepertinya saya harus mencari akal" batin Zhang Wei di kala melihat ke tiga orang yang berstatus menjadi kakaknya itu masih tersenyum misterius menatap dirinya seperti memandang mangsa.


Beralih dari Zhang Wei ketiga kakak beradik itu tengah berdiskusi lewat pikiran merencanakan sesuatu yang membuat Zhang Wei akan jera nanti mengikuti arahan dari mereka. Kekuatan bertelepati adalah keunikan mereka yang seperti orang bilang kalau Kekaisaran Zhang adalah wadah untuk para jenius dari jenius.


Saat ini Zhang Wei tengah berjalan menuju tempat Xin Nian dan Xin Yu tinggal setelah selesai dengan pertemuan tentang lomba itu.


Kali ini dia kesana untuk sekedar mengusir rasa bosannya. Entah kenapa saat ini tempat yang ada di benaknya hanya tempat tinggal Kakak beradik itu.


Belum sampai di tempat itu di depan pintu kediaman sudah banyak orang seperti menonton sesuatu. Untuk menutupi rasa penasaran Zhang Wei segera menghampiri salah satu warga yang berada di situ.


"Permisi bibi! Ada apa? kenapa banyak sekali orang yang berdiri di depan kediaman ini" tanya Zhang Wei


"Oh ada orang seperti berasal dari luar kekaisaran mencari buronan kerajaan mereka. Katanya orang yang tinggal di kediaman ini adalah salah satu orang yang mereka cari" ucap bibi itu menjelaskan kronologinya.


Mendengar penjelasan dari warga itu segera Zhang Wei memasuki kediaman itu tanpa basa-basi dia menendang perut dua penjaga yang menghalangi jalannya.


Di lihat dari penampilan orang-orang itu keadaan mereka tidak ada yang lebih baik mereka mendapatkan luka masing masing.


Apalagi Xin Nian yang baru sembuh membuat luka-luka lamanya kembali terbuka.


Xin Yu sudah di tawan oleh mereka karena memang ilmu bela diri dari Xin Nian hanya berada di Bumi menengah sedangkan orang yang di lawannya berada jauh dari tingkat nya.


Ketika seorang pengawal hendak menusukkan pedang ke arah Xin Nian dari belakang dan Pangeran Xin Nian tidak menyadari itu langsung Zhang Wei memungut sebuah batu kerikil kecil dan menembak kan langsung ke arah laju pedang itu.


Prang...


Bunyi pedang yang bertabrakan dengan kerikil yang di tembakkan oleh Zhang Wei


*prakk,,,,,.

__ADS_1


Tring*


Pedang dari pengawal itu langsung terbelah jadi dua. Pengawal yang mendapati pedangnya patah menjadi dua bagian segera menoleh ke arah pelaku.


Dan berdiri seorang remaja laki-laki yang kira-kira masih berusia 13 tahun berdiri dengan tenang tanpa terusik sedikit pun oleh tatapan tajam dari pengawal yang pedangnya di patahkan oleh Zhang Wei.


Dia menatap mereka satu persatu dari atas sampai bawah dari samping kiri dan kanan meneliti penampilan mereka.


"Apa yang membuat kalian berani membuat keributan di wilayah kekaisaran Zhang? Apa kalian tidak takut di hukum gantung dan menjadi buronan kekaisaran? tanya Zhang Wei berjalan mengelilingi pengawal pengawal itu setelah dia melumpuhkan kekuatan mereka lalu menyuruh mereka berlutut dan kedua tangan terangkat di atas.


"Maafkan kami karena membuat kekacauan di sini. Tapi kami harus membawa mereka" ucap salah satu pengawal dan menunjuk kedua kakak beradik itu dengan dagunya.


"Apa hak kalian membawa teman-teman ku mau saya gantung" ucap Zhang Wei sembari memainkan sebuah pisau kecil di telapak tangannya.


"Ampuni kami Tuan Muda! Kami tidak mau mati" ucap mereka serempak di kala melihat Zhang Wei berjalan mendekati mereka.


Mereka belum mengetahui pasti kekuatan dari anak kecil yang berdiri di depan mereka, mereka tidak bisa mengabaikannya begitu saja, bahkan ketika dia melumpuhkan mereka hanya dengan hentikan jarinya kalau dia mau membunuh mereka bukan hal sulit untuk dilakukan.


"Kenapa saya harus mengampuni kalian ketika kalian mau membunuh teman-teman ku? dengan apa kalian harus membayarnya? ucap Zhang Wei masih bermain dengan pisau kecilnya.


"Kami akan melakukan apapun untuk Tuan Muda asalkan jangan membunuh kami" jawab mereka cepat tanpa memikirkan konsekuensi dari perkataan mereka.


Zhang Wei yang mendengar pernyataan mereka segera tersenyum puas sebentar lagi rencananya akan berhasil.


Hai hai hai sobat πŸ‘


Apa kabar kalian semua?


Sehat sehat sehat?


Jangan lupa klik like dan jempolnya kakak πŸ‘ dan Vote ❀️

__ADS_1


Terimakasih sudah setia menunggu update dari karya Author πŸ₯°


__ADS_2