
"Benar kalian akan menuruti apapun yang di minta oleh anak kecil ini? tanya girang Zhang Wei seperti remaja pada umumnya.
Para pengawal mengangguk kepala dengan cepat. Sepertinya mereka merencanakan sesuatu
"Kalian pikir aku bodoh? ucap Zhang Wei di kala mengetahui rencana mereka dan menatap mereka dengan tajam
Para pengawal itu menelan salivanya dengan susah payah. Mereka tidak habis pikir di kala rencana mereka di ketahui dengan mudah padahal itu hanya rencana dalam hati.
"Kami tidak akan berani Tuan Muda" ucap mereka serempak lagi
"Biar kalian merencanakan juga tapi kalian tidak akan mudah lepas dariku kalian tahu kenapa? karena sesuatu telah aku pasangkan kedalam tubuh kalian" ujar santai Zhang Wei masih dalam mode bermain dengan pisau kecilnya.
Sontak mendengar hal itu membuat para pengawal mengerakkan tubuh mereka kesana kemari.
"Pasti kalian merasakan sesuatu tepat di belakang tengkuk kalian ketika kalian berencana membuat penghianatan?tanya Zhang Wei membuat mereka menganggukkan kepalanya tanpa sadar karena memang mereka merasakan sesuatu yang meremas batang leher dan langsung menyerang sel sel syaraf otak mereka menimbulkan suara yang bising di kepala.
"Tidak akan ada seorang pun yang bisa mencabut alat yang pasang di belakang tengkuk kalian. Karena apa? karena itu adalah ciptaan ku sendiri dan kalau ada orang yang berhasil mencabutnya bukan hanya nyawa mu yang melayang tapi orang yang mencabut alat itu akan kehilangan nyawa" ucap Zhang Wei lagi.
Para pengawal yang mendengar itu hanya menatap ngeri anak muda yang berdiri di depan mereka bagaimana bisa seorang anak laki-laki kecil yang bahkan seharusnya masih bermain dengan teman-teman ternyata menyimpan kekejaman.
"Kalau kalian tidak percaya silahkan seseorang mencobanya" ucap Zhang Wei lagi.
Para pengawal itu saling menatap satu sama lain siapa yang mau mencoba untuk mengetes alat itu? sampai seorang prajurit yang cukup bodoh mencoba dan meminta salah satu komplotannya untuk mencabut benda kecil itu kalau di lihat seperti tahi lalat kalau di perhatikan baik-baik baru mereka menyadari kalau itu adalah sebuah alat.
"Baik ada juga yang bernyali besar ternyata silahkan kalian mencoba. Tapi saya peringatkan kalian sekali lagi yang walaupun kalian mencoba melindungi diri kalian dengan kekuatan atau tenaga dalam kalian tidak akan pernah bisa terhindar dari maut karena alat itu adalah penghalau kekuatan spiritual" ucapnya lagi.
__ADS_1
Benar saja pengawal yang mau melindungi dirinya dengan energi Qi spiritual merasakan energi nya seperti tersedot sesuatu dan hilang entah kemana ketika dia siap mencabut alat itu. Membuat dia ragu lagi untuk melanjutkan aksinya dia menatap temannya untuk tidak mencabut alat itu karena temannya yang bodoh ini nekat akhirnya dia mencabut alat itu dengan susah payah.
Pengawal yang satu yang mau membantu temannya sudah kembali ke tempatnya semula berlutut dia sudah memutuskan untuk tidak mengambil resiko selagi dia masih di beri kesempatan untuk hidup.
Ketika dia mencabut alat itu belum terjadi sesuatu membuat para pengawal yang lain menatap Zhang Wei seperti tatapan ejekan.
*Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Empat detik*
Belum juga ada reaksi hingga detik kelima tiba-tiba alat itu meledak hingga meninggal kan bekas abu pengawal itu. Ledakan itu cukup keras mengharuskan mereka menutup telinga dan sedikit menjauh dan dengan cepat Zhang Wei memasang pelindung untuk orang orang yang berada di lokasi itu agar tidak terkena dampak dari ledakan itu.
"Bagaimana canggih kan alatku? tanya Zhang Wei dengan tatapan polos dan gembira seperti tatapan anak kebanyakan yang mendapatkan mainan baru dari orang tua.
Para pengawal yang masih selamat hanya menatap takut dengan remaja laki-laki itu bagaimana bisa ada alat seperti itu? dan anak ini mendapatkan nya darimana? dan siapa dia sebenarnya? itulah yang ada di benak mereka termasuk kakak beradik menatap Zhang Wei dengan tatapan mata yang sulit di artikan.
"Oh ayolah jangan menatapku seperti itu? itu sangat menakutkan bagi ku tahu? ucap Zhang Wei seolah merasa tersakiti dengan tatapan mereka.
" Bagaimana kalian masih nekat mau pergi dariku? Silahkan saja saya tidak bermasalah kok benar ia benar" ucap Zhang Wei sambil menganggukkan kepalanya berkali kali.
"Kami akan mengikuti Tuan Muda" ucap mereka serempak mereka tidak mau mati masa depan mereka masih panjang.
__ADS_1
"Bagaimana saya percaya kalian? tanya Zhang Wei mengetes kesungguhan mereka
"Kami akan di sambar petir kematian jika kami ada niat sedikit pun untuk menghianati Tuan Muda" ucap mereka serempak dan bersungguh-sungguh dan tiba-tiba alam merespon sebuah petir berwarna putih kemerahan menyambar kediaman itu tapi tidak menimbulkan korban jiwa atau pun kerusakan.
"Ingat kalian sudah bersumpah dan alam pun menerima sumpah kalian dan kalian sendiri yang akan menanggung akibatnya" ucap Zhang Wei tersenyum puas
"Nah karena kalian sudah bersumpah untuk mau menjadi pengikut ku maka kalian aku bebaskan" ucap Zhang Wei menjentikkan jarinya dan tali yang mengikat mereka terlepas membuat mereka sedikit menghela nafas lega karena sungguh mereka merasakan tangan dan kaki mereka mati rasa karena terangkat terus ke atas kepala.
"Terimakasih Tuan Muda" ucap mereka serempak lagi
"Karena kalian sekarang resmi menjadi pengikut ku dan menjadi pengawal kedua setelah pengawal pribadi maka Saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu seperti pepatah mengatakan tak dikenal maka tak disayang." ucap Zhang Wei berceloteh
"Nama saya Zhang Wei. Kalian bisa memanggil saya apapun terserah" ucap Zhang Wei
"Baik Tuan Muda" ucap mereka lagi sambil mencerna nama yang baru saja mereka dengar sepertinya mereka sedikit mendengar dengan nama ini tapi mereka mendengar dari siapa? mereka belum menyadari kalau yang berdiri di depan mereka adalah seorang putri kekaisaran yang sulit di atur dan juga namanya sudah di ketahui oleh banyak orang termasuk mereka sendiri jadi wajar kalau mereka berpikir seperti itu.
Banyak orang mendengar namanya dan keunikan yang dia miliki dan kecantikan yang sangat mempesona tapi tidak ada yang mengetahui pasti bagaimana wajahnya yang sebenarnya karena dia sering melakukan penyamaran ketika keluar dari istana seperti sekarang ini Zhang Wei menggunakan hanfu laki-laki dan sedikit merias wajahnya dengan menambahkan sesuatu seperti membentuk alisnya terangkat atau terpotong dan bulu matanya di pakaikan dengan penghitam bulu mata. Jangan tanya dia mendapatkan dari mana? tentu saja dari ruang yang selalu menyediakan apa yang dia butuhkan yaitu ruang rahasia dari namanya saja penuh misteri tentu saja isinya juga penuh rahasia.
Hai hai sobat π
Apa kabar?
Author come back nih π
**Jangan lupa dukung dengan cara Like komentar dan Vote dari kakak readers
__ADS_1
Love you more than ten thousand words πππ**