
Peperangan terjadi di setiap daerah di sepanjang perjalanan pulang ke istana Zhang Wei banyak menemukan para pendekar yang mencari masalah.
Zhang Wei yang bertemu dengan mereka dan mengganggu warga yang tidak memiliki kekuatan tentu menjadi sasaran empuk latihannya.
Dia dengan sangat senang hati meladeni mereka sehingga keberadaan dirinya beberapa pendekar sudah mengetahui.
Berita munculnya seorang bocah tengil yang tidak jelas di ketahui identitasnya meresahkan beberapa tokoh berpengaruh dalam dunia beladiri.
Bagaimana tidak meresahkan setiap tokoh aliran hitam yang kedudukannya berpengaruh mengalami nasib buruk setiap berhadapan dengan bocah itu.
Bukan hanya satu orang yang mengalami kejadian itu tetapi hampir rata-rata mengalami hal tersebut salah satunya ratu lebah beracun.
Perlu diketahui bahwa ratu lebah adalah salah satu penatua dari sekte lebah beracun. Kenapa namanya di juluki sebagai ratu lebah karena keahliannya melebihi beberapa penatua dan juga dia adalah orang satu-satunya yang menguasai teknik milik sekte lebah beracun dengan sempurna.
Julukan ratu itu juga dia dapatkan karena serangan racun yang mematikan miliknya.
Setiap para pendekar yang berhadapan dengannya akan selalu mengalami cedera buruk kalau tidak kehilangan nyawa.
Hanya bocah tengil itu yang mampu membuatnya tidak berdaya.
Bukan karena kekuatan bocah itu tetapi karena kelicikannya sehingga membuat beberapa pendekar yang bertemu dengannya merasa tidak berdaya.
Yah selama perjalanan kembali Zhang Wei bertemu target latihan.
"Aish orang-orang di jaman ini pada pertumpahan darah terus yang terjadi. Kalau dunia masa depan perebutan perempuan dan laki-laki"
"Dimana pun selalu ada landasan yang di perebutkan" Zhang Wei merasa lucu dengan kehidupan manusia sekarang.
Berbeda dengan dia yang berjalan santai tidak mempedulikan masalah yang baru saja terjadi sedangkan orang-orang sekarang mulai mengenal namanya tetapi tidak dengan rupanya.
Kebanyakan orang yang belum mengenal dia langsung hanya berasumsi bahwa sekarang tokoh baru yang kembali muncul adalah pendekar dewasa.
Sekarang Zhang Wei memasuki ibukota sebelum waktu kembali masuk dalam peraduan.
Kehidupan di sini tidak jauh berbeda dengan kehidupan yang berada di daratan tengah.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan rumah penduduk lantera sudah di nyalakan membuat keramaian kota itu terlihat indah.
Zhang Wei kembali ke istana dengan melewati dinding istana yang tingginya puluhan meter.
Dengan keahlian melompat dia berlari dan terbang kecil mendarat tepat di belakang kediaman miliknya.
Zhang Wei mendarat sempurna di balik pohon rindang yang berada di kediaman itu setelah merubah penampilan menjadi seorang Putri dia berjalan pelan seolah tidak ada yang terjadi.
"Tuan Putri syukur Anda sudah kembali" ucap dayang Sumbi setelah Zhang Wei kembali di dalam kamar.
"Apa yang terjadi Bi? ucap Zhang Wei
"Tadi Yang Mulia pangeran mencari Anda! ucap dayang Sumbi
"Hamba beralasan kalau anda beristirahat dan tidak bisa di ganggu"lanjutnya lagi.
"Dimana pangeran mahkota berada? ucap Zhang Wei
"Di aula kerajaan Tuan Putri" ucap dayang Sumbi penuh hormat.
Penjaga yang berada di luar membungkuk hormat mendapati kedatangannya.
Zhang Wei hanya mengangguk sebentar sebelum melangkah masuk.
"Paman apakah pangeran mahkota ada di dalam? tanya Zhang Wei.
"Menjawab Tuan Putri! Yang Mulia pangeran ada di dalam bersama Raja dan Permaisuri" ucap penjaga pintu.
"Baiklah aku akan masuk" ucap Zhang Wei berjalan masuk.
Di aula terdapat anggota kerajaan dan beberapa para menteri rupanya mereka membahas suatu hal yang penting.
Karena tak ingin mengganggu acara rapat itu Zhang Wei memutar balik tubuhnya dan kemudian pergi sebelum anggota kerajaan menyadari kehadirannya.
"Aish semua orang melakukan rapat kerajaan terus aku harus kemana? gumam Zhang Wei bingung sendiri.
__ADS_1
Zhang Wei langsung menghilang dan muncul di penjara bawah tanah mengunjungi tamu tak di undang dulu.
Di penjara khusus terdapat beberapa prajurit bayaran yang keadaannya tidak bisa di bilang baik-baik saja dengan baju yang sudah compang camping beserta wajah yang tak terurus.
Bagaimana tidak hampir setiap hari mereka diberi hukum cambuk oleh prajurit atas perintah Zhang Wei sendiri tanpa persetujuan dari Raja dan ini juga tidak masalah bagi mereka.
"Halo apa yang kalian rasakan sekarang? ucap Zhang Wei dengan wajah polosnya kalau ada orang yang melihat wajahnya akan percaya kalau dia benar-benar polos tanpa mengetahui kalau di balik wajah polos itu terdapat Iblis tampan.
Orang-orang yang berada di balik jeruji hanya menatapnya tajam dan kebencian. Melihat tatapan mereka membuat jiwa psyko Zhang Wei meronta.
"hahaha" tiba-tiba Zhang Wei tertawa lepas bukan tapi tawa mengerikan membuat para penyusup itu menelan air liur mereka yang tercekat di tenggorokan.
"Kalian pikir kalian bisa lolos dari balik jeruji ini dengan bantuan mereka" ucap Zhang Wei langsung mengarahkan pandangannya ke balik tembok batu dan mengarahkan tangannya yang berisi qi spiritual dan menarik mereka untuk segera datang.
Tentu orang yang berada di balik batu itu terkejut bukan main bahwa penyembunyian nya terbongkar.
Belum sempat dia merespon untuk membalas tiba-tiba seluruh tubuhnya kaku dan tertarik oleh sebuah magnet.
"Kuakui keberanian kalian untuk menerobos penjagaan istana Bintang. Apakah penjagaannya yang lemah atau kekuatan kalian yang besar? Yang walaupun begitu kalian tidak akan bisa keluar dari sini tanpa persetujuanku" Ucap Zhang Wei membuat tali bergantung dan mengikat kedua kaki ketiga orang yang berhasil masuk itu membuat mereka tergantung terbalik. Kepala di bawah dan kaki di atas plafon.
Mereka sekarang menyadari bahwa orang yang menjadi target mereka memiliki kekuatan beladiri yang tinggi bahkan dia bisa menarik mereka hanya dengan kekuatan tenaga dalam tanpa menyentuh.
Mereka meremehkan kekuatan anak kecil itu sendiri. Mereka mau melakukan perlawanan tetapi seluruh tubuh mereka masih kaku seolah satu tali tak kasat mata mengikat mereka.
"Semakin kalian berusaha untuk lepas semakin kalian merasakan kesakitan yang terlihat menyenangkan untukku." ucap Zhang Wei meniup jari-jari kuku tangan yang lentik dan indah itu.
"Aku akan membagikan sedikit kebahagiaan kalau aku itu sangat menyukai kesengsaraan dan kesakitan orang yang berada di bawah tajamnya pisau cantik ini. Rasanya itu.....ah mantap" Ucap Zhang Wei seperti bercerita kisah bahagia sambil menampilkan pisau kecil seperti pisau buah yang menampilkan pantulan cahaya obor yang berada di penjara bawah tanah itu.
Orang yang berada di dalam jeruji dan yang masih tergantung terbalik itu hanya menatapnya ngeri bagaimana bisa seorang gadis kecil memiliki sisi kejam seperti itu.
Membayangkan pembunuhan dengan wajah ceria. Kalaupun kejam tetapi tidak sampai seperti itu juga.
Sekarang mereka benar-benar menyadari bahwa sekarang mereka menjadi target utama nya dan menjadikan mereka boneka percobaan.
Hai hai hai sobat semua maafkan author yang baru kembali muncul.
__ADS_1
Author akhir-akhir ini memiliki sedikit kendala dalam menulis sehingga menunda untuk menulis.