
Nona Muda itu adalah Nona Muda dari Klan Xia bangsawan nomor satu di kekaisaran Wei. Nona Muda yang Zhang Wei temui di sebuah rumah makan sebelum mereka keistana. Rupanya Nona muda itu tidak terima ketika Zhang Wei meninggalkannya begitu saja. Sehingga ketika dia melihat Zhang Wei tadi langsung saja muncul ide licik di otaknya untuk mempermalukan Zhang Wei di tambah dengan keberadaan Zhang Wei yang tidak di ketahui selama ini membuat dia tambah yakin kalau Zhang Wei pasti tidak memiliki bakat. Dia tidak tahu saja kalau yang dia hadapi saat ini adalah ratu dan rajanya orang licik.
"Apa Kaisar Wei siap menanggung resiko kalau Putri ini akan menampilkan bakat? tanya Zhang Wei dengan senyum misterius.
Kaisar dan Orang-orang yang melihat senyum misterius Zhang Wei terdiam mereka merasakan firasat buruk. Kaisar terdiam memikirkan maksud dari perkataan dari Putri Zhang Wei. Maksud perkataan itu tidak sesederhana yang di pikirkan. Dia tahu orang yang tampak terlihat tenang dipermukaan belum tentu tidak berbahaya jadi dia tidak boleh bertindak gegabah. Setelah cukup lama terdiam akhirnya dia menjawab.
"Baiklah Putri. Zhen akan menerima konsekuensi dari Putri" ucap Kaisar Wei mencoba untuk mengetahui konsekuensi apa yang akan dia dapat nanti.
Zhang Wei yang mendengar jawaban Kaisar Wei tersenyum puas begitu juga Keluarganya. Mereka berpikir apalagi yang akan dia lakukan? mereka tahu persis karakter Zhang Wei. Hukuman yang akan dia beri itu aneh-aneh lebih tepatnya di luar nalar.
Zhang Wei segera berjalan di panggung yang ada di tengah aula. Dia mengeluarkan Pianonya dari ruangan angkasa tak lupa kamera yang sudah dia setel. Dia meminta kakaknya pangeran kedua untuk membantu merekam. Dengan senang hati pangeran kedua mengambil kamera dari tangan Zhang Wei setelah Zhang Wei menjelaskan cara penggunaannya.
Orang yang berada di aula yang melihat Zhang Wei mengeluarkan benda aneh hanya menatap diam. Zhang Wei mulai memainkan jari-jarinya di atas keyboard piano. Dia menutup mata sambil mengingat orang yang sangat dia sayangi. Sebuah lirik lagu langsung terbersit di otaknya. Dia mulai melantunkan dengan penuh perasaan.
❄️✨✨ Hanya rindu by Admesh Kamaleng
Saat ku sendiri, ku lihat foto dan video
Bersamamu yang telah lama ku simpan
Hancur hati ini melihat semua gambar diri
Yang tak bisa, ku ulang kembali
Ku ingin saat ini, engkau ada di sini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati ini hanya rindu
Segala cara telah kucoba
Agar aku bisa tanpa dirimu,
Ho-oh
Namun semua, berbeda
Sulitku menghapus kenangan bersamamu
Ku ingin saat ini, engkau ada di disini
__ADS_1
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Bukan diri ini tak terima kenyataan
Hati ini hanya rindu,
Ho oh
Hanya rindu
Ho-oh
Ku ingin saat ini, engkau ada di disini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan, ho oh
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati ini hanya rindu
Ho-oh
Ku rindu senyummu, Ibu
❄️✨❄️❄️✨✨✨✨❄️
krik krik krik krik krik
Semua hening dan terbawa suasana sedih yang walaupun mereka tidak mengerti kata-kata yang di ucapkan oleh Zhang Wei tapi mereka paham apa makna yang terkandung dari lagu itu. Tak sedikit orang yang menangis apalagi Para Putri yang sensitif dengan perasaan.
Zhang Wei membuka matanya dan mendapati semua orang menangis sesenggukan termasuk Pangeran kekaisaran Han tapi mereka tidak mengeluarkan air mata karena gengsi mungkin kalik ya. Hanya memendam emosi haru itu. Zhang Wei heran kenapa mereka semua menangis.
"Kenapa kalian menangis? tanyanya polos
Mendengar suara Putri Zhang Wei baru mereka tersadar.
prok prok prok prok
Kaisar menepuk tangan dan di ikuti oleh yang lainnya.
__ADS_1
"Nyanyian mu sungguh indah dan sedih Putri" Puji Kaisar Wei
"Kalau boleh tahu apa arti dari lagu itu Putri? tanya salah satu pangeran dari Kekaisaran Xiao
"ah itu lagu menyiratkan kerinduan seseorang terhadap orang yang di sayanginya yang telah pergi meninggalkan dia untuk selamanya." jawab Zhang Wei
Zhang Wei kembali ke tempat duduknya sebelum dia sampai dia mengingat sesuatu.
"Ah Putri ini baru ingat. Kaisar Wei Putri ini telah menampilkan bakat maka Kaisar Wei seharusnya bersedia menerima konsekuensi dari Putri ini" ucap Zhang Wei tersenyum telah berhasil mengingat apa yang mengganjal di pikirannya. ah rupanya dia mendapat mainan baru untuk mengusir kebosanannya.
Orang-orang yang ada di aula melongo tak percaya bahwa Putri Zhang Wei masih mengingat ancamannya termasuk Kaisar Wei hanya tersenyum kecut.
"Tentu Putri boleh memberitahu konsekuensi apa yang Zhen terima." ucap Kaisar Wei tersenyum canggung
"Hah mudah kok. Putri ini masih Menghormati orang tua. Baiklah saya minta seluruh orang yang berada di aula untuk pergi ke lapangan latihan para prajurit." ucap Zhang Wei
Kaisar dan yang lainnya bingung kenapa pergi di lapangan latihan para prajurit?
"Maaf Putri Zhang Wei. Kalau saya boleh tau kenapa kita semua harus pergi ke lapangan latihan para prajurit? tanya Kaisar Han
"Ikuti saja tanpa penolakan. Apa kalian mau saya memberi hadiah yang lebih menakjubkan? tanya Zhang Wei sarkastik. Hadiah yang dimaksud bukan benar-benar hadiah tapi hukuman yang di luar nalar manusia.
Semua orang keluar dari aula pesta termasuk Keluarganya tanpa terkecuali.
Kini semua mereka sudah berkumpul di tempat pelatihan para prajurit kekaisaran Wei. Mereka menunggu kedatangan sang pelaku.
"Bagus kalian sudah berada semua di sini. Maka dari itu semua orang saya minta untuk lari 10 putaran mengelilingi lapangan ini" ucap Zhang Wei santai
Orang-orang yang mendengar itu menatap tak percaya mereka di minta lari keliling lapangan yang luasnya hampir 5 kilo. Mereka serentak menoleh ke arah Zhang Wei
"Ada apa? Kalian minta tambah dengan senang hati Putri ini akan mengabulkannya." ujarnya santai
Banyak para pangeran dan putri bahkan Kaisar ingin memprotes melihat Zhang Wei menatap mereka dengan tatapan intimidasi. Mereka seperti menghadapi orang yang agung yang tidak boleh di lihat wajahnya oleh manusia fana. Mereka terpaksa hanya melakukan.
"Nona Muda dari Klan Xia yang telah menantang Putri ini silahkan duduk menemani saya" ucap Zhang Wei
Nona Muda itu langsung saja tersenyum sumringah. Zhang Wei yang melihat senyum hanya diam karena dia merencanakan sesuatu yang lebih gila untuknya.
Semua tamu undangan bahkan Tuan rumah sendiri harus ikut berlari. Para pengawal dan pelayan hanya menonton dengan diam. Mereka takjub dengan Tuan Putri Zhang Wei yang menaklukan semua orang bahkan para kaisar. Peristiwa ini sungguh langka.
Orang-orang yang telah berlari sudah ngos-ngosan padahal baru beberapa putaran.
Zhang Wei yang melihat mereka sudah kesusahan sangat senang. Dia senang melihat muka mereka yang sangat jauh dari kata wibawa dan anggun dan tak luput kamera yang merekam.
Nanti lanjut lagi ya ♥️
__ADS_1
Jangan lupa klik like dan Vote kakak