PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
-


__ADS_3

Zhang Wei yang sudah sadar terlebih dahulu dan mendapatkan ingatannya setengah walaupun belum sepenuhnya tetapi yang pasti dia sudah mengetahui kalau dia memiliki ruang angkasa dan juga kekuatan yang tidak di anggap remeh.


Walau ingatannya tentang keluarga di daratan tengah belum terlalu jelas.


Zhang Wei membuka matanya melihat kakaknya pangeran Bintang yang masih menutup mata.


Zhang Wei kembali meletakkan tangannya ke pundak Pangeran Bintang dan kembali muncul di sebuah gua yang berada di lereng gunung dan itu terlihat sangat curam karena posisi gua itu berada di tebing atau lebih tepatnya pintu gua itu tidak memiliki jalan masuk.


Zhang Wei merubah penampilan menjadi penampilan pendekar dari daratan China. Dengan rambut hitam panjang di ikat ala ekor kuda bersamaan dengan warna bola mata biru laut serta berhanfu benar bertolak belakang dengan penampilan di daratan sini.


Jangan tanya kenapa dia merubah penampilan karena banyak alasan mengharuskan dia tidak mengungkapkan identitas untuk sementara.


Zhang Wei tidak lagi mengganggu istirahat pangeran Bintang dia lebih memilih untuk memeriksa ruang angkasa.


"Tuan akhirnya Anda mendapatkan kembali ingatan Anda" ucap Fei begitu melihat sosok Zhang Wei muncul.


"Ya aku belum menemukan ingatan ku sepenuhnya" ucap Zhang Wei berlalu ke arah bangunan yang tidak lain itu adalah ruang rahasia.


Begitu memasuki bangunan itu Zhang Wei dapat melihat alat musik modern yang dia miliki karena ruang ia masuk adalah ruang stadio.


Zhang Wei tidak berlama-lama di ruang rahasia dia memasuki ruang pembuatan ramuan dan obat.


Pil yang belum sempurna masih banyak berjejer rapi di rak dengan tungku pembuatan pil.


Zhang Wei sedikit memejamkan mata dan memegang kepalanya karena beberapa ingatan dan pengetahuan kembali memasuki pikirannya.


"Ini adalah Pil terakhir yang aku sempurnakan waktu ini" ucapnya memegang sebuah botol yang berisi beberapa Pil tingkat tinggi.


Zhang Wei tidak berada lama di ruang angkasa karena merasakan pergerakan dari dunia luar.


Begitu Zhang Wei muncul kembali bertepatan dengan pangeran Bintang yang membuka matanya.


Pangeran Bintang melihat sekelilingnya dan mendapati kalau dia berada di gua.


Dia mengernyit siapa yang membawanya? dia teringat kalau dia terluka dan melihat seluruh tubuhnya tetapi luka itu sudah menutup sempurna bahkan luka dalam yang dia dapatkan juga sudah sembuh hanya pakaiannya yang terlihat compang camping karena robek.


"Kau sudah bangun? ucap Zhang Wei menggunakan cara bicaranya yang dingin tak tersentuh.


Untuk sesaat Pangeran Bintang tertegun sebelum dia menjawab dia menilai penampilan orang di depannya.

__ADS_1


"Hm ya terimakasih. Tapi siapa yang membawaku kesini? Tanya pangeran Bintang


"Kalau aku tidak menyelamatkan mu kau sudah bertemu Raja neraka" ucap Zhang Wei dengan tidak berperasaan.


"Sekarang kau sudah pulih tinggal istirahat beberapa saat kau akan sembuh total karena kekuatan dalam tubuh mu itu masih tidak beraturan sebaiknya kau menyatukan mereka dulu" ucap Zhang Wei lanjut membiarkan Pangeran Bintang melanjutkan semedinya.


"Sebaiknya kau meminum ini terlebih dahulu" ucapnya lagi melemparkan sebuah botol yang berisi beberapa pil


"Apa ini? tanya Pangeran Bintang sedikit heran.


"Bukalah kau akan mengetahui" ucapnya tanpa memberitahu.


Pangeran Bintang melihat isi botol dengan ekspresi yang sangat terkejut.


"Bagaimana barang berharga ini bisa berada padamu? ucapnya setelah menetralkan ekspresinya.


"Kau minumlah itu akan membantu mengembalikan energi mu" ucap Zhang Wei.


Tentu Pangeran Bintang heran dan terkejut karena pil itu adalah pil langka dan juga di daratan mereka tidak ada yang mengonsumsi pil untuk peningkatan kekuatan.


Pangeran Bintang dapat mengetahui kalau ada pil yang meningkatkan kemampuan yaitu dari pedagang yang datang dari daratan China. Dan sekarang salah satu pil yang di incar oleh para pendekar berada di tangan sosok kecil yang sekarang berpindah tangan kepadanya tentu merasa sangat senang.


Kebanyakan di daratan Sunda menggunakan sebuah artefak dalam meningkatkan kemampuan.


Zhang Wei berpisah di tengah jalan dengan pangeran Bintang. Mereka akan pulang ke tempat mereka masing-masing.


"Aku akan berpisah denganmu dari sini" ucap Zhang Wei begitu mereka muncul di perbatasan jalan menuju istana.


"Terimakasih senior telah membantu junior ini" ucap Pangeran Bintang.


Walaupun dia adalah pangeran Bintang dan juga lebih dewasa dari Zhang Wei tetapi melihat kemampuan bocah di depannya dia tidak bisa hanya memanggil namanya saja.


"Baiklah kalau begitu aku pergi" ucapnya dengan langsung melesat seperti angin meninggalkan beberapa helai daun yang beterbangan karena jejaknya.


"Di umur yang masih sangat muda tetapi sudah memiliki kemampuan yang tinggi. Semoga aku bisa bertemu lagi denganmu senior" ucap pangeran Bintang sebelum melesat terbang menuju istana.


Zhang Wei kembali muncul di kediaman dengan sangat cepat seperti hembusan angin membuat beberapa prajurit yang kebetulan ada di jalan masuk kediamannya terpelanting cukup jauh.


"Apakah kau melihat sesuatu? ucap seorang prajurit kepada kawannya.

__ADS_1


"Hembusan angin yang membuatku bergidik" ucapnya mengusap tengkuknya.


Zhang Wei dengan cepat dia sudah berganti pakaian seorang putri dan tidak lama kemudian muncul pangeran Bintang berkunjung ke kediamannya bersama dua orang tua yang tidak lain adalah Raja dan Permaisuri.


Yah tidak ada hal lain yang mereka tanyakan selain hanya mengunjungi gadis kecil itu yang tidak muncul beberapa hari ini.


Pangeran Bintang juga sedikit merindukan adiknya itu setelah kembali dari peperangan yang hampir mencabut nyawanya.


Mereka tidak lama berkunjung karena Zhang Wei sudah mengusir ketiga orang dewasa itu karena akan melanjutkan istirahat nya.


Zhang Wei yang kembali masuk ke dalam kamar memainkan sebuah api kecil di tangannya sambil menerawang mencoba menggali ingatannya.


"Apa tujuan mengirimku ke sini sebenarnya? gumam gadis kecil itu sambil menaikkan salah satu kakinya ke atas satu kaki dalam posisi berbaring.


Zhang Wei bangkit berdiri dari berbaring begitu mengingat kalau dia memiliki kegiatan lain harus dia lakukan.


Zhang Wei berlalu ke arah danau tepatnya disebelah danau karena di sana Zhang Wei meminta untuk di buatkan kolam renang yang tidak terlalu besar.


Karena pas pada waktu pertama Zhang Wei mandi di danau dan mendapatkan ide untuk membuat kolam khusus untuk berenang.


Sekarang beberapa pelayan dan prajurit tengah mengisi kolam yang dalamnya hampir dua meter itu.


Zhang Wei duduk di gazebo yang tidak jauh dari danau itu dan beberapa pelayan tengah mengipasi dirinya dan ada yang memijit kakinya karena hari ini dia cukup lelah.


Air dingin di cuaca seperti ini memang yang terbaik. Melihat matahari yang teriknya bisa memanggang orang hidup kalau berdiri lama.


"Masih berapa lama lagi baru selesai? ucap Zhang Wei sedikit berteriak.


Salah satu pelayan maju untuk menjawab" Besok subuh kolamnya akan penuh Tuan Putri" ucapnya sedikit membungkuk.


"Lama amat" ucapnya mendengar kalau besok baru bisa menggunakan kolam renang itu.


Hai hai hai hai sobat πŸ‘ Author baru come back nih πŸ˜€


Apa kabar kalian?


Sehat?


Maaf Author jarang update karena ada kesibukan dunia nyata dan juga Author dalam keadaan kurang sehat dan ini juga author menulis sudah jauh hari tetapi karena kondisi yang membuat Author tidak update.

__ADS_1


***Jangan lupa dukung ya biar Author semangat untuk menulis karena dukungan kalian yang membuat Author memiliki motivasi


Terimakasih πŸ™***


__ADS_2