
Melakukan gerakan kayang dan tergantung di udara tidak seperti anak panah sebelumnya yang hanya menembak ke arah nya tetapi belati ini mengikuti dimana dia berpijak seperti parasit.
"Sial benar-benar sial" Zhang Wei terus mengumpat tidak jelas.
"Dimana ada keberuntungan pasti juga harus ada kesialan ini sudah menjadi hukum alam" ujarnya terus menghindari belati yang terus mengincarnya memikirkan cara untuk menghindari belati ini.
Zhang Wei mengeluarkan sebuah kain yang sangat besar dan membentangkan nya menangkap seluruh belati yang mengejarnya dan mengikatnya dengan kuat menggunakan tenaga dalam sehingga kain itu kuat dan tidak robek.
Zhang Wei tersenyum puas setelah tidak ada lagi belati yang mengejarnya dia menyimpan kain beserta belati ke dalam ruang angkasa. Dia memiliki rencana untuk belati tersebut.
Berjalan hati-hati Zhang Wei begitu hati-hati dalam mempijak langkah kakinya memperhatikan setiap sudut untuk menghindari jebakan.
Untuk beberapa saat waktu berlalu Zhang Wei belum menemukan jebakan lainnya sehingga dia sedikit rileks.
Berjalan menelusuri lorong itu tanpa pencahayaan sama sekali. Mengeluarkan senter dari dalam ruangan angkasa entahlah pas memeriksa gudang yang berada dalam ruangan angkasa dia menemukan senter tersebut ternyata di sini dia membutuhkan nya tidak perlu repot-repot mengeluarkan elemen untuk membentuk cahaya.
Zhang Wei terus berjalan dan belum juga menemukan ujung lorong ini.
Zhang Wei dapat merasakan ada banyak pasang mata yang melihatnya tapi tidak tahu berasal dari mana? dan tidak ada pergerakan bahaya yang dia rasakan hanya murni seperti tatapan penasaran.
Zhang Wei menggaruk tengkuknya yang tidak gatal agak canggung dengan keadaan seperti ini.
Biasanya kalau seperti ini pasti ad serangan tapi ini apa?
Tidak lama kemudian Zhang Wei menemukan lorong dua arah ke arah kiri dan samping.
Jalan besar dan sempit.
Untuk sesaat Zhang Wei menimang harus melewati jalan mana.
Dia tiba-tiba teringat akan lagu anak-anak yang berbunyi kalau pilih yang sempit akan masuk surga.
"Hm oke aku ke kanan saja" Ujarnya menuju jalan yang agak sempit tidak ada halangan sama sekali.
Dia langsung berjumpa dengan pintu besar tetapi memiliki penjaga dua patung prajurit.
Zhang Wei dapat merasakan aliran kekuatan yang terus berputar dalam kedua patung prajurit itu.
"Oke kalau saran kemudian harus bertarung Saya sudah siap? Ujar Zhang Wei memasang kuda-kuda.
__ADS_1
"Selamat datang kembali Tuan. Kami hanya akan memberikan sebuah pertanyaan sebagai salah satu syarat untuk melewati pintu ini" Ujar Salah satu patung itu tiba-tiba berbicara.
"Baik silahkan" Ujar Zhang Wei berdiri santai.
"Kenapa memilih jalur pintu ini? Pertanyaan yang membagongkan bagi Zhang Wei.
"Hah? Zhang Wei menganga seperti orang bodoh siapa yang akan menyangka pertanyaan seperti ini yang akan di tanyakan.
"Saya suka lurus dan langsung tidak bertele-tele singkat padat dan jelas." Ujar Zhang Wei sedikit malas untuk menjawab.
Kedua patung itu mengangguk kemudian pintu besar itu perlahan lahan terbuka.
"Eh? Zhang Wei tidak percaya bagaimana jawaban asalnya itu bisa menjadi jawaban benar.
Sebuah cahaya yang sangat menyilaukan menghalangi pandangan ketika pintu itu terbuka.
Setelah Zhang Wei merasakan cahaya itu sudah hilang dia perlahan membuka matanya.
"Hm seperti familiar dengan tempat ini? Apakah aku pernah datang? Ujarnya melihat sebuah goa
Dia terus berjalan ke arah goa itu. Goa ini sangat luas dan di dalamnya begitu tertata rapi banyak patung yang berjejer rapi di sepanjang jalan membuat Zhang Wei yakin bahwa ini seperti pernah mengalaminya.
Disekitar kotak panjang ada cahaya biru yang terus menguar dari dalam kotak itu sehingga Zhang Wei sendiri merasa kesulitan untuk mendekat.
"Ada apa sebenarnya dalam kotak itu? Gumam Zhang Wei memikirkan cara untuk bisa mengatasi tekanan dengan resiko yang tidak terlalu berbahaya.
Duduk melipat kakinya di atas lantai goa Zhang Wei terus menatap kotak itu sekali-kali dia akan mengetuk jari telunjuknya di tanah.
Memang seperti itulah dia ketika berpikir. dalam ruangan itu sudah tidak ada jebakan sehingga Zhang Wei sedikit santai untuk tidak terburu-buru.
Waktu terus berlalu Zhang Wei juga belum menemukan cara yang bagus dan tepat untuk menerobos penghalang dari kotak itu.
"Baiklah kalau begini terus sampai tahun berlalu pun aku tidak akan menemukan cara. Lebih baik menerobos dengan paksa lihat saja siapa yang menang? Ujar Zhang Wei dengan bodoh amat akan jalan pikirannya yang buntu.
"Baik bersiap menerima serangan ku kotak misterius" Ujarnya mencoba melepaskan serangan main main agar mengetes dampak kekuatan dari kotak itu.
Tidak ada reaksi yang terlalu dari kotak itu.
"Aish bagaimana kau memberikan serangan seperti itu Jack" Gumam Zhang Wei pada dirinya sendiri menyadari kebodohannya.
__ADS_1
Kenapa malah mengirimkan serangan?
Zhang Wei membatalkan serangannya dia sedikit tidak rela membiarkan energi nya terkuras sia-sia.
Dia kembali meneliti mungkin array pelindung dari kotak itu bisa di pecahkan olehnya.
Berjongkok di atas lantai dia mencoba mempelajari setiap titik kecil yang dia jumpai itu seperti titik biasa sehingga tidak heran Zhang Wei pada awalnya tidak menyadari kalau yang melindungi kotak itu adalah sebuah array pelindung.
Sebagai salah satu pengguna array Zhang Wei paham dari titik yang muncul.
Apalagi dia sedikit memiliki ingatan masa lalu tentang penggunaan mekanisme dan jebakan serta misteri perlindungan dari sebuah barang baik dari benda elektronik sehingga tidak heran dia sangat paham dengan kinerja sebuah array pelindung.
Dia mencoba susun puzzle dan menghubungkan satu sama lainnya. Ini adalah teka-teki mengharuskan Zhang Wei memaksa otak jeniusnya itu memecahkan kode.
Ini tidak menggunakan kekuatan spiritual ataupun kekuatan tenaga fisik tetapi menggunakan kekuatan pikiran dan kinerja otak untuk bisa memecahkan pola yang terukir di atas lantai tersebut.
"Kenapa aku tidak menyadari nya tadi ya" Gumamnya terus mengukir di atas lantai.
Padahal tadi dia duduk sambil mengamati loh bisa saja dia melewatkan hal semacam ini.
"Oke aku sudah menemukannya" Ujarnya dengan cepat menghubungkan setiap titik. Garis garis berbentuk vertikal dan horizontal terus tergambar dari jari-jari lentik Zhang Wei.
Ini adalah jalan menghubungkan semua titik agar mencapai suatu tempat tertentu yang tidak lain itu adalah sebuah peta seluruh kerajaan yang terkubur ini.
Zhang Wei sendiri belum menyadari dia hanya mengikuti feeling nya untuk meluruskan setiap garis yang salah.
Hampir satu jam Zhang Wei berkutat menghubungkan setiap titik kecil dengan penuh kehati-hatian agar tidak ada yang salah.
Setelah Zhang Wei menyelesaikan garis terakhir yang menuju bangunan utama.
"Astaga benar ini adalah sebuah peta" Ujar Zhang Wei setelah semua garis terhubung dan melihatnya dengan jelas.
"Siapa yang menyangka kalau peta sebenarnya adalah sebuah array pelindung ckck" Zhang Wei menggelengkan kepalanya sedikit bangga dan terkejut.
"Tidak aneh orang-orang tidak bisa menghubungkan semua garis itu sebab garis array itu sendiri adalah peta kerajaan ini.
Cahaya yang menyelimuti dan memberatkan Zhang Wei juga sudah menghilang.
Zhang Wei berjalan mendekat ke arah kotak kayu yang memiliki ukuran tersendiri itu ukiran pola Naga dan Phoenix yang saling berhadapan dan di tengahnya terdapat ukiran pedang serta panah.
__ADS_1