
Zhang Wei terus menjelajah isi hutan itu. Pakaian yang dia kenakan sudah kotor karena bukan hanya terjatuh karena tanah licin tetapi juga kotor menghadapi beberapa jebakan yang terpasang di hutan itu.
Apalagi di hutan itu tidak bisa mengeluarkan kekuatan hanya mengandalkan kekuatan fisik dan kepintaran otak. Ini sedikit menyulitkan Zhang Wei untungnya di kehidupan dulu sudah menghadapi bahaya seperti ini bahkan mungkin lebih parah dari hutan ini.
Zhang Wei hanya mengandalkan alat canggih yang dia rancang khusus ini juga sangat membantunya.
"Untuk saya sudah menyiapkan segala sesuatunya kalau tidak entah apa yang akan terjadi nantinya" ucap Zhang Wei duduk di sebuah dahan pohon untuk beristirahat sejenak.
"Pantasan orang tidak pernah ada berhasil masuk ke sini ternyata ini permasalahannya" ucap Zhang Wei mengakui kehebatan orang yang mengendalikan isi hutan ini selain formasi pelindung yang hebat juga bahaya yang terdapat di dalam hutan ini sangat menyeramkan.
Kalau tidak berhati-hati maka nyawa akan melayang setiap saat. Orang yang berhasil masuk di sini harus mempunyai kekuatan dan kepintaran yang luar biasa.
Zhang Wei bisa terbebas selama ini karena adanya benda canggih di tangannya seandaikan benda koleksi ini tidak terikut menjelajahi ruang waktu bersamanya belum tentu dia bisa menghadapi ujian masuk hutan ini.
Jadi dia sekarang harus banyak bersyukur kepada sang pencipta yang memberikan dia kepintaran dan kebijakan untuk bisa memiliki benda bermanfaat itu.
Di kedalaman hutan sebuah sosok masih setia di depan cermin menonton aksi manusia kecil tersebut. Dia akui keberanian dan kekuatan anak itu.
Karena sudah larut malam akhirnya Zhang Wei memutuskan untuk kembali ke akademi nanti dia akan kembali lagi dengan segala macam persiapan.
Zhang Wei bangun dari duduknya kembali mengikuti jalur yang sudah dia tandai selama perjalanan tadi menghindari untuk tidak tersesat.
Setengah jam baru dia bisa berhasil keluar dari hutan keramat tersebut.
"Sungguh hutan yang penuh kejutan" ucap Zhang Wei memandang perbatasan hutan itu.
Sosok yang mengamati dirinya tidak menghalanginya juga dia membiarkan Zhang Wei bisa keluar dengan mudah.
Dia akan menanti kedatangan kembali anak kecil itu.
Tidak banyak berkata lagi Zhang Wei langsung kembali ke Akademi dengan berteleportasi tanpa menyadari ada orang yang melihatnya.
Zhang Wei tiba kembali sudah dini hari tanpa banyak aktivitas Zhang Wei menuju alam mimpi tanpa menyadari seseorang memantau dia dari kegelapan.
Orang itu hanya menatap dalam diam tanpa banyak perubahan ekspresi di wajahnya. Setelah Zhang Wei masuk baru orang itu menghilang dalam kegelapan.
Keesokan paginya seperti kemarin menjalankan pelajaran akademi hari ini seluruh murid di minta untuk berkumpul karena akan menyampaikan sebuah pengumuman penting.
__ADS_1
Zhang Wei dan Zhang Ziyi turun bersama dari ketinggian akademi ke dasar akademi karena pusat informasi berada di bagian pertama akademi. tempat belajar umum seluruh murid sedangkan tingkat selanjutnya tempat tinggal para murid dan tetua.
Sepanjang perjalanan banyak di temukan para murid yang menuju aula pertemuan ketika sampai di sana sudah banyak murid yang berkumpul.
Ada yang mengobrol ada yang menyendiri ada yang diam menanti dan ada juga yang duduk berkelompok sambil berkenalan berusaha untuk saling mengenal.
Seseorang tanpa sengaja menabrak Zhang Wei. Karena Zhang Wei sementara berjalan santai dan bercerita tidak menyadari ada orang yang sengaja menyenggol lengan nya.
"Maaf" hanya ucapan itu orang itu langsung jalan tanpa melihat wajah Zhang Wei begitu juga Zhang Wei tidak mempedulikan itu lagi.
"Meimei apa yang terjadi dengan mu? tanya panik Zhang Ziyi
"Kenapa Jiejie? bingung Zhang Wei belum menyadari apa yang terjadi.
Orang sekitar yang mendengar teriakkan Zhang Ziyi yang sangat keras menoleh kan kepala.
Orang yang tidak melihat jelas yang terjadi hanya menoleh sesaat dan bingung sedangkan orang yang melihat apa yang terjadi tentu memiliki reaksi seperti Zhang Ziyi.
Zhang Wei masih belum menyadari ada sesuatu terjadi kepadanya.
"Meimei coba lihat ke badan mu? ucap Zhang Ziyi yang sudah ketakutan.
Dengan telaten Zhang Wei memegang belati itu dan siap untuk di cabut tetapi dia merasakan ke anehan berasal, yang belati tersebut.
Bukan hanya keras seperti baja tetapi mempunyai sengatan seperti sengatan listrik tiap kali Zhang Wei mengalir kan tenaga dalamnya untuk menyalurkan energi supaya tidak merusak organ dalamnya.
Tidak lama Zhang Wei merasakan pusing dan sakit kepala yang sangat hebat semua pandangan nya putih tidak melihat apapun.
Tiba-tiba tubuhnya rubuh ke tanah dengan cepat Zhang Ziyi memeluk erat tubuh adiknya.
"Tolong selamatkan adikku" teriak Zhang Ziyi panik mendapati adiknya pingsan.
"Meimei jangan menakuti ku bangun" ucap Zhang Ziyi sudah menangis menepuk nepuk pipi Zhang Wei.
Seluruh wajah Zhang Wei sudah pucat seperti kertas tidak ada rona merah sama sekali di wajahnya.
Para murid yang mendapati kejadian itu segera mendekat dan beberapa murid senior segera mengambil alih Zhang Wei untuk di bawa ke ruang perawatan.
__ADS_1
Dengan segera kejadian seseorang tertikam menyebar di seluruh akademi.
"Itu yang terluka murid kepala akademi" ucap salah satu murid yang mengetahui kalau kedua kakak beradik tadi adalah murid pribadi pemilik akademi.
Semua orang heboh dengan berita ini mereka bertanya tanya siapa yang berani menikam murid kepala akademi tadi.
Karena berita ini seperti angin dengan cepat berita sampai ke telinga tetua pertama.
Tetua pertama yang di dalam ruang rapat masih mengadakan rapat segera keluar dari ruang rapat tanpa basa-basi.
Para tetua yang lain saling memandang ada apa dengan penasaran tinggi mereka juga keluar mengikuti tetua pertama dari belakang.
"Dimana dia dirawat? tanya tetua pertama kepada seorang murid yang dia temui.
"Di ruang perawatan tetua pertama" ucap murid itu yang mengetahui kalau Zhang Wei di bawah ke ruang rapat.
Ada banyak murid yang sudah mengenal Zhang Wei dan Zhang Ziyi karena kebetulan dua hari lalu pas pesta penyambutan sempat menjadi pusat perhatian jadi tidak heran banyak yang mengetahui keduanya sebagai murid baru dan ada beberapa yang mengetahui kalau kedua kakak beradik itu murid kepala akademi.
Sedangkan di dalam ruang perawatan beberapa murid senior yang mempunyai bakat alcemi mencoba untuk mengeluarkan belati yang tertancap di tubuh Zhang Wei tetapi gagal.
Jangankan mencabut memegang belati itu saja mereka tidak sanggup seolah tenaga mereka tersedot ketika mereka mencoba.
"Bagaimana ini? tidak mungkin kan kita hanya menonton keadaan adik kecil ini" ucap seorang senior frustasi sendiri.
"Begini saja kita usahakan saja menahan peredaran darah nya biar darah tidak terus keluar" ucap salah satu yang memikirkan cara sedari tadi.
Mereka meracik obat untuk bisa menghentikan pendarahan itu sementara sebelum belati itu bisa di cabut.
Setelah obat yang di racik cukup mereka berusaha untuk menempelkan di sudut belati lalu membalutnya biar racikan obat itu tidak jatuh.
Sedangkan Zhang Wei masih setia di alam mimpi belum menyadari apa yang terjadi dengan tubuhnya.
Hai hai hai sobat π
Author come back nih π
Apa kabar kalian?
__ADS_1
**Jangan lupa like dan Vote β€οΈ kakak readers
Terimakasih atas dukungan kalian semua π**