PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Undangan makan oleh anggota kerajaan


__ADS_3

Zhang Wei yang sudah selesai mandi segera menuju meja tempat makanannya di hidangkan.


Lalu dia duduk dan memulai acara makannya.


Makanan itu lumayanlah buat mengganjal perutnya yang sudah keroncongan yang walaupun rasanya tak seperti yang di inginkan olehnya.


Ketika dia sudah mau selesai, tiba-tiba saja dia mendengar suara pelayan dari luar pintu bahwa ada Kasim membawa pesan kaisar.


"Tuan Putri! ada Kasim membawa pesan Yang Mulia kaisar" ucap pelayan itu


"Ya biarkan dia masuk" ucap Zhang Wei dari dalam.


Setelah mendengar ijin dari Tuan Putrinya, pelayan itu mempersilakan Kasim untuk masuk. Kasim Han masuk dan mulai memberi salam


"Salam kepada Tuan Putri. Semoga panjang umur sampai seribu tahun" ucap sang Kasim


"ada apa Kasim Han? ucap Zhang Wei to the points


"Yang Mulia kaisar mengundang Tuan Putri untuk makan malam bersama dengan anggota keluarga kekaisaran yang lain" ucap Kasim Han


"Bilang pada Kaisar, Saya sudah selesai makan malam dan tidak ada ruang lagi yang harus di isi." Ucap Zhang Wei ketus. Dia tidak tau lagi kalau kata-katanya itu mengundang amarah. Dari dulu juga mereka tidak pernah mengundangnya nah sekarang Kenapa mereka mengundangnya?


"Baik Tuan Putri hamba pamit undur diri" ucap Kasim Han berlalu pergi. Belum sampai Ia di depan pintu, dia di panggil lagi oleh Zhang Wei.


"Kasim Han dan bilang pada Kaisar kalau mengundang saya makan, undang sebelum jam makannya saya karena kalau saya sudah makan, mohon maaf saya tidak akan mengabulkan permintaannya" ucap Zhang Wei lanjut.


""Di mengerti Tuan Putri" jawab Kasim Han sambil melanjutkan perjalanannya.


Di ruang makan Anggota keluarga kekaisaran.


Kasim Han telah menghadap,


"Lapor Yang Mulia! Tuan Putri Zhang Wei tidak memenuhi permintaan Yang Mulia dikarenakan Putri Zhang Wei sudah selesai makan malam dan Putri Zhang Wei juga bilang bahwa dia tidak mempunyai ruang untuk di isi lagi" ucap Kasim Han tanpa mengurangi satupun perkataan Zhang Wei.


Orang-orang yang ada di meja makan menganga tak percaya akan perkataannya itu. Sungguh keberanian yang mencari kematiannya sendiri, apakah dia tidak takut di hukum? itulah pertanyaan yang ada di benak mereka. Sang Kaisar yang mendengar perkataan putrinya merasa lucu akan kata-kata yang terdengar konyol itu.


"hahahaha sungguh lucu perkataannya. Apa adalagi yang Ia sampaikan? tanya kaisar di sertai tawa bahak-bahak, sungguh dia merasa perkataan putrinya itu ada-ada saja. Mereka yang ada di ruang makan menatap tak percaya melihat sang kaisar tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Mereka heran kenapa sang kaisar tertawa? Bukannya kata-kata itu kurang ajar? pikir mereka masing-masing.


"Tuan Putri Zhang Wei juga berpesan kalau Yang Mulia mengundang Putri Zhang Wei lagi untuk makan bersama usahakan Yang Mulia kaisar mengundangnya sebelum jam makannya. Dia akan menolak permintaan Yang Mulia kalau Tuan Putri sudah selesai makan." ucap Kasim Han menyampaikan pesan dari Zhang Wei


"Hhhhhhh baiklah Kasim Han, kau boleh kembali" ucap Kaisar Zhang


"Hamba pamit undur diri Yang Mulia" ucap Kasim Han sambil bangkit berdiri dan mundur sedikit ke belakang dan memutar badan kembali ke tempatnya.


Anggota kerajaan memulai acara makan malam mereka. Tidak ada yang berani bertanya kenapa kaisar Zhang tidak marah?.


Mereka makan dalam diam. Selesai makan mereka kembali ke kediaman masing-masing untuk beristirahat.


Di kediaman Putri Zhang Wei,


Saat ini Zhang Wei berlatih di belakang kediamannya.


Semua para pengawal dan pelayan yang ada di kediamannya telah ia suruh pergi. Awalnya mereka ragu untuk meninggalkan Putri Zhang Wei tapi dia mengancam mereka kalau mereka tetap tinggal maka besok mereka tidak akan bekerja lagi di kediamannya.


Daripada di pecat terpaksa mereka mengikuti perintah Tuan Putri mereka.


Setelah puas berlatih dan merasa lelah. Dia kembali masuk ke kediamannya karena udara sudah begitu dingin. Tak lupa dia membersihkan diri dahulu sebelum pergi ke peraduannya.


Setelah semua selesai, dia mulai membersihkan badannya dan tidak lama kemudian dia sudah berpakaian rapi. Pakaian yang dia gunakan, yang di beli sendiri olehnya sebelum kembali ke istana kemarin.


Semua hanfu yang di beli jenis hanfu laki-laki karena memang dia risih dengan banyaknya kain di tubuh ketika melihat banyak Nona Muda yang lewat yang menggunakan hanfu berat. Selain itu juga jiwa lelakinya itu masih menyukai berbaur laki-laki seperti berjalan, dari segi pakaian, makanan sampai hobi.


Jadilah sekarang dia menggunakan hanfu laki-laki berwarna navi. Yang walaupun dia masih sedikit ribet memakai pakaiannya sendiri.


Dia sekarang sudah menghadap meja makan. Makanan yang Ia buat simple saja. Seperti nasi ronggeng dan telur mata bebek karena di jaman ini mereka sudah bisa mengolah kelapa menjadi minyak. Jadi, jangan heran kalau ada minyak goreng di dapur.


Dia sudah menyelesaikan makannya ketika para pengawal dan pelayan datang.


Pelayan yang melihat Tuan mereka melakukan semua sendiri bersujud dan memohon ampun.


" Mohon ampun Yang Mulia. Mohon hukum hamba yang tidak berguna ini. Membiarkan Tuan Putri melakukan semua dengan sendiri." ucap para pelayan itu dengan bersujud dan membenturkan kepala mereka di tanah.


"Hei apa yang kalian lakukan? Bangunlah saya memang sudah terbiasa melakukan semua dengan sendiri jadi kalian tidak usah merasa bersalah." ucapnya sedikit kaget ketika para pelayan tiba-tiba berlutut memohon ampun.

__ADS_1


" Kalian hanya perlu membersihkan kediaman ini dan menyiapkan makanan untuk makan siang dan makan malam. Yang lainnya kalian tidak usah melakukannya." lanjutnya lagi


"Tapi Yang Mulia" ucap mereka


"Tidak ada tapi-tapian" potongnya cepat


"Baiklah Yang Mulia" jawab mereka serempak.


Zhang Wei berlalu meninggalkan mereka yang masih berlutut. Dia berencana hari ini akan berjalan-jalan mengelilingi Istana.


Hari masih sangat pagi dan udara masih terasa dingin tapi sudah banyak para penjaga dan pelayan yang berlalu lalang melakukan pekerjaan mereka.


Para pengawal dan pelayan yang berpapasan dengannya menunduk hormat. Zhang Wei terus berkeliling dan berpapasan dengan para Pangeran dan Putri di jalan yang akan menuju ruang makan.


Zhang Wei tidak menghiraukan mereka, dia hanya terus melihat apa yang menarik perhatiannya. Dia berlalu begitu saja di depan mereka. Para Pangeran dan Putri merasa heran dan geram bersamaan karena beraninya dia tidak menyapa mereka.


"Zhang Wei! Beraninya kau tidak menyapa saudaramu" ucap Putra Mahkota geram.


Zhang Wei yang mendengar ada yang meneriaki namanya menoleh ke arah sumber suara.


"Siapa lagi ini para bocah" batinnya kesal


"Apa perlu saya menghilangkan pita suaramu? sehingga kau berhenti berteriak" ucap Zhang Wei dengan dingin.


Mendengar nada dingin itu membuat mereka sedikit kaget dan apalagi ucapannya yang tanpa embel-embel putra mahkota.


"Apa kau tidak di ajarkan sopan santun? geram putra mahkota


"Siapa Kau dan kalian juga siapa? apa kalian mempunyai hak untuk mengaturku? tanya Zhang Wei menatap mereka bergantian dengan mata memicing.


"Rupanya otak bodohmu itu sudah kehilangan akalnya ya? ucap Pangeran ke dua


" Kalau saya bodoh berarti kalian lebih bodoh berbicara dengan tidak jelas" ucapnya malas menghadapi otak kekanakan mereka dan menekankan kata lebih bodoh.


"Kalau kalian tidak mau kehilangan pita suara lebih baik diam" ucapnya berlalu pergi


"KAU! " teriak pangeran ke dua tapi Zhang Wei sudah meninggalkan mereka.

__ADS_1


β™₯️ Jangan lupa jempolnya πŸ‘


__ADS_2