
Lou Li berjalan pelan mendekati pembunuh yang dia akan jadikan kelinci percobaan.
"Kemarikan tanganmu. Saya akan melukis sesuatu" ucap Lou Li santai sambil menarik tangan pembunuh itu. Berulang kali pembunuh itu menggelengkan kepalanya tetap saja Lou Li tidak peduli. Dia hanya fokus mengukir tato bunga entah bunga apa itu author juga tidak tahu. Gambar bunganya tidak jelas juga rupanya Lou Li mempunyai keburukan dalam hal melukis.
"Ah sungguh lukisanku sangat indah" ucap Lou Li ketika menyelesaikan lukisan di tubuh pembunuh itu sambil mengibaskan kedua tangannya seperti menepuk debu. Orang-orang yang melihat ukiran di tubuh salah satu pembunuh hanya melongo. Apa dia bilang? Indah? oh sungguh sial sekali nasip Pembunuh itu, sudah di beri lukisan jelek pula.
Lou Li tidak peduli dengan muka bodoh orang-orang, dia terus mengukir sesuatu di masing-masing tubuh tiap pembunuh. Para pembunuh sudah ada yang pingsan karena tidak tahan dengan ukiran yang terus mengeluarkan darah karena memang Lou Li mengukir di daerah yang banyak urat nadi. Belum selesai dengan mengukir di tubuh Para pembunuh Lou Li melanjutkan memotong jari-jari tangan dan kaki mereka. Orang-orang yang menyaksikan aksi Lou Li hanya bergidik ngeri. Mereka tidak menyangka kalau pengawal Putri Zhang Wei sangat kejam pantasan Putri Zhang Wei memerintah mereka untuk tidak bertindak ternyata ini yang di maksud.
Lou Li mau melanjutkan kegiatannya lagi tapi sudah di hentikan oleh Zhang Wei
"Lou Li cukup sudah bermainnya biarkan mereka pergi" ucap Zhang Wei santai. Lou Li yang mendengar perintah Tuannya segera berhenti.
"Kalian beruntung bukan Tuanku yang mengurus kalian jikalau tidak saya tidak menjamin akan keselamatan kalian." ucap Lou Li sebelum meninggalkan mereka
"Terimakasih Tuan Putri" ucap mereka serempak
"hm kalian pergilah sebelum saya berubah pikiran" ucap Zhang Wei mengancam.
Mereka langsung lari terbirit-birit sebelum Putri Zhang Wei berubah pikiran. Kenapa Zhang Wei melepaskan mereka karena dia masih malas melihat orang mati tidak berguna. Cukup Lou Li memberi mereka hadiah yang tidak akan mereka pernah lupakan.
Setelah kepergian para pembunuh mereka melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
"Ayo lanjutkan perjalanan sedikit lagi kita akan menemukan penginapan" ucap Ling Zhi Pengawal pribadi Kaisar Zhang
Mereka kembali memacu kereta kuda dan benar saja tidak sampai 15 menit mereka telah menemukan sebuah Desa yang lumayan padat penduduknya.
Mereka menuju ke sebuah penginapan besar yang lumayan terkenal di desa itu. Bangunan sih tidak terlalu besar dan mewah tapi itulah penginapan yang terbaik dari yang lainnnya menurut orang-orang tapi tidak bagi Zhang Wei dia hanya mengikuti keluarganya masuk. Hampir seluruh kamar yang terdapat di penginapan itu mereka booking. Mereka di antar ke kamar masing-masing dan memesan makanan untuk di sediakan di kamar mereka akan makan di kamar masing-masing. Setelah selesai mandi dan makan Zhang Wei langsung menuju peraduan dan menikmati alam mimpi.
Keesokan paginya setelah mereka sarapan termasuk para pengawal dan pelayan juga. Mereka melanjutkan perjalanan seperti hari berlalu Zhang Wei masih menikmati keindahan alam dan tak bosan-bosannya mengabadikannya.
Kini hari berganti hari telah berlalu rombongan Kekaisaran Zhang telah memasuki ibu kota kekaisaran Wei. Selama perjalanan mereka tidak mengalami halangan yang berarti kecuali para pembunuh bayaran yang di jadikan kelinci percobaan oleh Lou Li.
Mereka ikutan mengantri untuk masuk ke ibukota sudah banyak kerajaan-kerajaan kecil yang telah sampai dan ikut mengantri.
Setelah melewati antrian yang panjang kini mereka berada di sebuah restoran untuk makan siang sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke istana kekaisaran Wei.
" Apa kau tidak punya mata hah? ucap nona muda itu
"Heh bukannya Kau yang menabrak Saya tadi? tanya balik Zhang Wei yang tidak habis pikir dengan otak bodoh nona muda ini.
"Kenapa kau tidak menghindar tadi? jawab Nona muda itu
"Apakah Kau tidak punya otak? atau otakmu sudah pindah di lutut? sehingga Kau tidak bisa membedakan yang mana yang salah" Tanya balik Zhang Wei
__ADS_1
"Apakah Kau tidak mengetahui siapa saya? ucap Nona muda itu mencoba menyombongkan diri
"Kenapa saya harus mengetahui siapa Kau? dan apa pentingnya untuk Saya? tanya Zhang Wei pedas
"Saya adalah Nona Muda dari Klan Xia. Bangsawan nomor satu di kekaisaran ini" ucapanya mencoba menakuti
"Cuma Nona muda dari sebuah Klan sudah angkuh apalagi jika dari Kekaisaran" ucap Zhang Wei mengejek
"Kau meremehkanku? tanya nona muda itu
"Kalau iya kenapa? tanya Zhang Wei sinis
"KAU! ucapnya tidak bisa berkata-kata dia sudah bertemu banyak Nona muda dan mereka selalu menghindarinya apabila dia sudah menyebut Klan Xia tapi Nona Muda yang barusan dia temui sungguh melebihi kesombongannya dan kata-katanya juga pedas.
Lou Li terus berjalan naik ke lantai dua tempat dimana keluarganya sudah berkumpul makan tanpa menghiraukan Nona muda yang terus meneriakinya.
Sampai di lantai dua makanan diatas meja sudah tersedia tinggal menunggu kedatangannya saja. Setelah Zhang Wei telah berkumpul bersama mereka. Baru mereka menyantap makanan siang itu.
Hay Hay Hay sobat π
apa kabar semuanya?
__ADS_1
Jangan lupa klik like ya sama Vote juga kalau bisa untuk mendukung Saya dalam berkarya. Terimakasih ππ