
Alat yang di pasang Zhang Wei di belakang tengkuk mereka adalah tidak lain alat pelacak entah bagaimana dia memodifikasi alat itu menjadi alat pencabut nyawa dan juga penyelamat.
Dia menaruh alat alat itu ketika dia berjalan mengelilingi mereka Zhang Wei menaruhnya tanpa disadari oleh mereka dan juga orang yang melihat.
"Kalian bangunlah" ucap Zhang Wei masih berdiri santai
Mendengar perintah dari Tuan Muda baru mereka yang akan mereka layani para pengawal itu bangun.
"Karena kalian sudah menjadi pengawal ku maka saya akan memberikan kalian hadiah dan juga perbekalan" ucap Zhang Wei memberikan dua kantong kain yang berisi ribuan koin emas
Pengawal yang menerima kantong dari Zhang Wei menengok isinya dan terpampanglah ribuan koin emas yang berkilau.
"Pergilah belanja kebutuhan kalian dan cari kediaman untuk kalian tinggal nanti kalau kurang beritahu aku" ucap Zhang Wei
"Ini sudah sangat cukup Tuan Muda bahkan lebih" ucap Pengawal itu
"Baiklah kalian gunakan koin emas itu nanti saya akan memberikan kalian gaji berkali lipat yang biasa kalian dapat dan yah kalian perbaiki kediaman ini kembali. Besok kalian temui saya di rumah makan mawar putih" ucap Zhang Wei sebelum pergi
"Baik Tuan Muda" jawab mereka serempak
Zhang Wei langsung menghilang dari tempatnya berdiri begitu Zhang Wei telah pergi para pengawal itu yang menjadi anak buah Zhang Wei memperbaiki kediaman yang hampir hancur total karena ulah pertarungan mereka.
Hampir lima jam mereka memperbaiki kediaman itu dengan keseluruhan. Kediaman yang awalnya hancur berantakan dan biasa saja kini sudah rapi bagaikan tidak pernah terjadi pertarungan.
Beres dengan kediaman kedua kakak beradik itu mereka pamit untuk mencari sebuah kediaman untuk mereka tinggal.
Para pengawal itu membagi tugas ada yang belanja bahan makanan dan juga pakaian ada yang mencari sebuah kediaman mereka berpencar. Zhang Wei yang belum benar-benar pergi melihat akan hal itu segera menghilang dan terpatri senyum puas di bibir mungilnya.
Dia mempunyai rencana dengan para pengawal itu.
__ADS_1
Kembali ke kediaman kakak beradik itu Xin Nian yang terluka lumayan parah segera di papah oleh adiknya untuk masuk ke dalam kediaman yang sudah di perbaiki.
Xin Yu memberikan ramuan dan pil yang di berikan oleh Zhang Wei ketika masih di goa karena ramuan dan pil itu lumayan banyak.
Ada obat modern juga seperti alkohol obat merah, ampecillin, dan plester gunting dll di dalam sebuah kotak yaitu kotak P3K.
Kalian pasti tahu isi dari kotak P3K ada gunting peniti dan lain sebagainya.
Cara penggunaan obat-obat itu sudah di beri tahu oleh Zhang Wei jadi sekarang dia dengan telaten membersihkan luka kakaknya baru beralih mengobati mengikuti persis arahan yang di ajarkan oleh Zhang Wei.
Setelah beres dengan luka-luka kakak nya baru Xin Yu beranjak dari kamar sang kakak membiarkan kakaknya istirahat dan juga dia butuh istirahat karena lelah melawan para pengawal yang kultivasi Nya lebih tinggi darinya tadi.
Kita kembali ke tokoh utama
Zhang Wei yang menghilang tiba-tiba muncul di tengah pasar membuat rakyat yang kebetulan berada dekat dengan tempat kemunculannya kaget setengah hidup.
Zhang Wei terus berjalan melewati pedagang yang menawarkan dagangannya tanpa mempedulikan keterkejutan mereka atas kemunculan dia yang tiba-tiba.
Zhang Wei berdiri di sebuah rumah makan, dia belum ada rencana untuk masuk tiba-tiba sekelompok anak kecil kira-kira berumur lima tahun ke atas tidak sengaja menabraknya.
"Ah maaf kan kami Tuan Muda" ucap mereka berlutut dan menundukkan kepalanya dengan takut takut di pukuli oleh pengawal orang yang mereka tabrak.
Zhang Wei yang di tabrak itu sedikit kaget karena hampir dia terjatuh kalau dia tidak cepat menyeimbangkan berat badan Nya.
Zhang Wei sedikit tertegun dengan penampilan anak-anak yang berada di depannya. Penampilan yang begitu Kumal, baju yang compang camping, wajah wajah yang hitam karena panasnya terik matahari.
Melihat orang yang mereka tabrak menatap mereka dengan diam membuat mereka tambah bersujud meminta maaf. Mereka berpikir bahwa Tuan Muda yang mereka tabrak telah marah tapi yang sebenarnya Zhang Wei tengah memikirkan bagaimana nasib mereka yang berjuang sendiri akan kehidupan.
"Apa kalian sudah makan? tanyanya alih-alih marah malah menanyakan apa mereka sudah makan membuat mereka sedikit bingung dan tertegun. Biasanya kalau mereka tidak sengaja menyenggol Tuan Muda dari keluarga bangsawan biasa mereka di hukum di hajar sampai babak belur biar bagaimanapun mereka meminta maaf.
__ADS_1
"Hah? ucap mereka serempak setengah terkejut
"Apa kalian sudah makan? ulang Zhang Wei lagi membantu mereka untuk berdiri.
Mereka memegangi perut masing-masing yang memang sudah sedari tadi minta di isi karena belum makan sejak kemarin siang.
"Ayo kita cari pakaian dulu buat kalian baru setelah itu kita makan bersama. Kebetulan saya tidak ada teman makan" ucap Zhang Wei menghindari ketidak enakan mereka.
Biar bagaimanapun remaja laki-laki yang berdiri di depan mereka adalah seorang Tuan Muda dan akan sangat tidak sopan dan juga mereka tahu diri walaupun mereka lapar tapi mereka berusaha untuk mencari makan sendiri.
"Ayo" ucap Zhang Wei lagi menarik tangan kedua anak kecil yang berada di dekatnya.
Melihat Tuan Muda yang mereka tabrak tadi menarik kedua tangan kawan mereka tanpa ada rasa jijik membuat mereka mengekor dia dari belakang.
Sekarang mereka berdiri di sebuah toko pakaian yang terkenal di ibukota, banyak orang berlalu lalang masuk ke luar dari toko itu.
Salah satu pelayan di toko itu yang melihat banyaknya anak-anak gembel dan di pimpin oleh seorang anak remaja laki-laki yang pakaian nya sedikit mewah mendatangi mereka.
"Maaf adik-adik ada apa kalian kemari? tanya pelayan itu ramah.
"Maaf bibi saya mencari setelah pakaian buat teman-teman saya. Apa ada pakaian yang bisa bibi rekomendasikan? ucap Zhang Wei sedikit mengagumi sikap pelayan yang ada di depannya.
Biasanya pelayan baik dari dunia modern dan juga di dunia ini selalu memandang rendah orang yang berpakaian kumal atau gembel jarang sekali dia menemukan orang seperti pelayan di depannya ini. (Tapi tidak semua begitu e banyak juga kok orang yang menghormati orang lain)
"Ikuti saya adik-adik"ucap pelayan itu dengan sopan meminta mereka mengikutinya dari belakang.
Orang orang yang melihat banyaknya anak-anak gembel memasuki toko pakaian itu membuat mereka memandang jijik. Salah satu pelayan yang melihat temannya membawa masuk anak-anak gembel segera menghampiri.
"Sue gembel dari mana yang kau bawa itu? ucap pelayan itu menatap tajam anak-anak membuat mereka meringkuk ke belakang Zhang Wei.
__ADS_1
**Jangan lupa klik like dan Vote β€οΈ kakak
Love you more than Ten thousand words ππ**