PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Pesta


__ADS_3

Setelah setengah jam menunggu akhirnya peran utama pun datang. Sedikit lagi dia baru tiba Zhang Wei sudah mau meluncurkan rencananya.


Seorang pemuda tampan berambut warna putih dengan topeng perak menutupi sebelah matanya.


Semua mata tertuju kepada satu sosok itu.


Semua orang tersihir dengan aura yang terpancar dari dalam tubuh orang itu.


"Kepala akademi"


"Kepala akademi"


"Kepala akademi ternyata masih sangat muda. Saya berpikir kalau kepala akademi adalah pria yang sudah berumur"


"Ia saya juga berpikir begitu"


Semua orang menghirup udara dalam diam. Aura dingin dan kekejaman terpancar dari dalam tubuh pemuda itu.


Zhang Wei mengerutkan kening terasa familiar dengan aura ini.


"Silahkan duduk maaf membuat kalian menunggu lama" ucap orang itu datar tetapi terdapat nada ramah dan tulus dalam kata-kata tersebut.


Gambar pemuda itu (Kepala akademi)



"Selamat datang di akademi Taiyang dan selamat bergabung berharap kalian bisa tenang bergabung dengan tim akademi Taiyang" ucap tetua pertama ketika mendapat anggukan dari kepala akademi.


Semua mata masih tertuju kepada sosok yang baru muncul itu. Mereka tidak pernah menyangka kalau kepala akademi yang terlihat sangat misterius dan tidak pernah muncul bahkan tetua akademi tidak dapat melihat langsung mukanya.


Kedua bola mata hitam itu menyusuri seluruh ruangan seperti mencari sebuah sosok.


Zhang Wei menopang dagunya di atas meja mendengar kan pemberitahuan dari tetua pertama.


Zhang Wei tidak fokus untuk mendengar hanya makanan dan tidur yang terus menari di benaknya.


"Kapan selesai pidatonya? gumam Zhang Wei masih membayangkan makanan enak


"Apa ada yang kau katakan Meimei? ucap Zhang Ziyi yang mendengar gumaman Zhang Wei


"Kapan makan? ucap Zhang Wei tidak menyadari perkataannya itu hampir di dengar oleh seluruh penghuni aula


"Meimei apa yang kau katakan? bisik Zhang Ziyi hampir tidak terdengar.


Dia menunduk mendapati tatapan semua orang tertuju di meja mereka. Mukanya sudah memerah karena malu.


"Sudah lewat jam tidur tetapi belum makan kapan selesai pidatonya? ucap Zhang Wei lagi masih belum menyadari perubahan situasi.


Orang orang menatapnya dengan tatapan cengo dan mencemooh.


"Apa anak itu tidak menyadari kalau ini acara dan di hadiri oleh kepala akademi?


Siapa anak itu?


Apakah dia merasa hanya dia yang lapar?

__ADS_1


Berbagai tanggapan, bisikan-bisikan itu belum di tanggapi oleh Zhang Wei.


Dia masih asyik menopang dagunya dan menutup matanya di atas meja dan bibir ceri nya itu terus berucap.


Karena tidak tahan akhirnya Zhang Ziyi menarik tangan adiknya sehingga Zhang Wei yang tidak siap di tarik itu kepalanya terbentur di atas meja.


"Auhhh shit! siapa yang menarik tangan ku? tanya Zhang Wei dengan nada dingin tidak lupa umpatan yang selama ini belum pernah keluar dari mulut nya.


Dia membuka matanya dan mengelus lembut jidatnya yang terbentur di meja.


"Meimei kau tidak apa-apa? ucap Zhang Ziyi cepat dia tidak bermaksud untuk menarik tangan adiknya.


"uhhh jidat cantik dan hidung mancung ku tidak cacat kan Jiejie? ucap Zhang Wei menghadap ke arah Zhang Ziyi sambil memperlihatkan jidat dan hidung mancung nya ke arah Zhang Ziyi.


Pfff


Semua orang menahan tawa karena kenarsisan Zhang Wei.


Karena kulitnya yang putih bak salju memudahkan memar di dahinya memerah.


"Maafkan Jiejie tidak bermaksud untuk menyakiti mu" ucap Zhang Ziyi kuatir.


Zhang Wei tidak mempedulikan kata-kata Zhang Ziyi dia sibuk mengoles kan obat memar di jidatnya yang di ambil dari ruang angkasa.


"Maafkan kami" ucap Zhang Ziyi bangkit berdiri seraya membungkuk minta maaf telah mengganggu berjalan nya acara.


"Sekarang kita akan menyaksikan acara penyambutan yaitu tarian dari murid senior akademi" ucap tetua pertama akademi tidak terlalu ambil pusing dengan kejadian tadi.


Beberapa murid wanita memasuki aula berdiri di tengah aula yang memang di sisakan untuk acara nantinya.


Benar Zhang Wei sudah tidak tahan mengantuk nya.


"Jiejie saya keluar sebentar nanti saya akan balik lagi" ucap Zhang Wei kepada kakaknya


"Kau mau kemana Meimei? ucap Zhang Ziyi


"Mau cari udara di luar mengusir kantuk" ucap Zhang Wei menguap


"Cepat kembali" ucap Zhang Ziyi melihat adiknya mengantuk parah.


Zhang Wei berjalan perlahan keluar dari Aula begitu tiba di luar dia langsung menghilang mengagetkan kedua penjaga yang berada di luar.


"Siapa anak itu? tanya salah satu penjaga bergidik dengan menghilangnya Zhang Wei yang tiba-tiba.


Zhang Wei masuk ke ruang angkasa untuk tidur dan makan sungguh dia sudah lapar dan mengantuk parah.


"Fei apa ada makanan? tanya Zhang Wei begitu masuk


"Tuan Fei baru selesai memasak apa Tuan mau makan? tanya Fei


"Hmm bawakan itu ke kamar ya" ucap Zhang Wei berlalu ke arah kamar yang berada di ruang rahasia.


Fei menyiapkan makanan untuk Tuannya. Setelah memastikan semua makanan sesuai selera Tuan nya dia membawa ke kamar yang di tempati Zhang Wei.


"Tuan makanan nya sudah siap" ucap Fei melihat Zhang Wei keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Terimakasih Fei apa kau sudah makan? tanya Zhang Wei


"Sudah tuan jangan kuatir" ucap Fei


Zhang Wei hanya mengangguk dan beralih kepada makanan yang terlihat lezat itu.


"Hmm kau cukup pintar memasak ternyata" ucap Zhang Wei kepada Fei


"Tuan saja yang tidak pernah mencicipi makanan Fei" balas Fei


Zhang Wei terus makan tidak mempedulikan kata-kata Fei lagi.


Zhang Wei langsung menuju tempat tidur sungguh dia sudah sangat mengantuk apalagi mengingat kembali pesta tadi.


Pesta di aula terus berlanjut dan mempersilahkan para tamu untuk mencicipi makanan yang sudah tersedia.


"Meimei kemana ya? ucap Zhang Ziyi mencari sosok adiknya yang belum muncul juga.


Karena sudah satu jam berlalu Zhang Wei tidak ada di Aula.


"Jangan-jangan Meimei tertidur di luar ya? gumam Zhang Ziyi berlalu ke arah luar.


"Paman apa dapat melihat seorang anak keluar dari dalam aula menuju ke sini sudah satu batang dupa berlalu dia keluar" ucap Zhang Ziyi


Kedua penjaga itu saling melirik


"Bagaimana ciri-ciri anak itu yang di maksud oleh Nona? ucap salah satu penjaga


Zhang Ziyi menjelaskan ciri-ciri adiknya pakaian apa yang dia kenakan bahkan warna rambut dan tinggi badan semua di jelaskan oleh nya.


"Apakah anak yang menghilang tadi ya? tanya kedua penjaga itu mengingat sekilas bayangan sosok kecil itu.


"maksud Paman? tanya Zhang Ziyi


"Begini Nona tadi kami melihat seorang anak laki-laki keluar dari dalam aula dan tiba-tiba menghilang" ucap Penjaga itu.


Zhang Ziyi yakin anak kecil yang di maksud adalah adiknya karena cuma dia yang bisa berteleportasi.


Sosok kecil yang di perbincangkan keluar dari kegelapan


"Kenapa Jiejie berada di sini? tanya heran Zhang Wei


"Aku mencari mu karena sudah lama kau berada di luar ayo masuk katanya kau lapar? ucap Zhang Ziyi menarik tangan adiknya.


"Terimakasih Paman" ucap Zhang Ziyi berlalu masuk di ikuti oleh Zhang Wei di belakang.


Kedua penjaga itu saling melirik dengan kehadiran sosok kecil yang tiba-tiba muncul dan menghilang dalam sekejap.


Hai hai hai sobat πŸ‘


Author come back nih πŸ˜€


How are you guys?


Jangan lupa dukung kakak Author ya ❀️

__ADS_1


__ADS_2