
Zhang Wei sekarang berada dalam ruangan angkasa milik nya dia sementara meramu beberapa pil yang belum di sempurnakan masih banyak pil yang belum di sempurnakan mungkin pemilik ruang angkasa dulu benar-benar maniak dengan herbal.
Ada banyak sekali botol yang belum juga di sempurnakan sehingga Zhang Wei memilih untuk di sempurnakan beberapa botol terlebih dahulu.
Dia juga tidak memiliki keburukan dalam hal meramu pil sehingga dalam tahap penyempurnaan ini dia berhasil menyempurnakan dalam tingkat yang tidak terbayangkan.
Sekarang wajah Zhang Wei sudah sangat kotor akibat kotoran kuali obat sama obat yang di bersihkan dia tampak sangat lucu dan menggemaskan melihat hitam-hitam di sebagian wajahnya.
Zhang Wei hampir seharian berada dalam ruangan penyempurnaan itu kalau Fei tidak menggangu nya untuk istirahat dulu.
Melihat banyaknya pil yang di sempurnakan dia benar-benar bangga.
"Ckckck tidak sia-sia aku belajar alkemi" Ucapnya menyombongkan diri sendiri dalam ruangan itu sepertinya karakter narsis nya kumat.
Keluar dari ruang angkasa ternyata waktu sudah pagi.
Zhang Wei memilih untuk jalan-jalan mengunjungi kolam renang yang dia bangun.
Segera Zhang Wei bersalin pakaian menggunakan pakaian yang agak ringan dengan hanya satu jepit rambut yang menggulung rambut panjangnya.
Keluar dari kediaman sudah ada beberapa pelayan yang mengekori nya padahal dia sudah melarang mereka untuk mengikuti nya tetapi untuk menghindari kejadian yang beberapa hari lalu terjadi padanya akhirnya para pelayan di biarkan tetap mengikuti lagian dia hanya mengunjungi kolam renang nya.
Zhang Wei berjalan dengan berlari kecil sekaligus untuk melatih tubuhnya terbang rendah membuat para pelayan yang mengikuti nya kalang kabut.
"Tuan Putri anda tidak boleh berlarian seperti itu" Para dayang benar-benar panik karena nya.
Zhang Wei hanya tersenyum miring otak jahilnya kembali kambuh dia memilih untuk melompat dari satu bangunan ke bangunan lainnya melihat nya berlari seperti pencuri membuat para dayang itu hati mereka terjatuh. Mereka hanya kuatir kalau Zhang Wei menabrak sesuatu atau tersandung itu akan sangat menggemparkan seluruh istana.
Putri Sekar Arum ini sangat di jaga bagaikan permata yang takut tergores sedikit pun.
Zhang Wei segera melompat turun membuat lagi-lagi para dayang menahan nafas ayolah mereka sekarang seperti menjalani ujian hidup dan mati.
Mereka hanya kuatir kaki kecil yang mulus itu tergores.
Zhang Wei telah tiba di bagian Utara istana Bintang beberapa pekerja laki-laki tampak bekerja sama untuk memenuhi kolam itu dengan air dari sumur.
Kolam yang di minta Zhang Wei sudah hampir penuh membuat Zhang Wei berdecak kagum.
Melihat kedatangan Tuan Putri kerajaan Bintang segera kepala pekerja menghampiri dan mengintruksi kawan-kawan yang lain untuk lebih bersemangat lagi.
__ADS_1
"Hormat kepada Yang mulia Putri" Ujar mereka membungkuk hormat.
"Bagaimana dengan kolamnya? Ujar Zhang Wei.
"Lapor Yang mulia. Sedikit lagi kami akan menyelesaikan nya" Ujar kepala pekerja itu.
"Baik. Kerja bagus" Ujar Zhang Wei memilih untuk berbaring santai di gazebo yang ada di danau tersebut.
Beberapa dayang segera mendekat dan mengipasi dirinya.
"Dayang Sumbi" Panggil Zhang Wei dengan nada malas.
"Saya Putri" Jawab Dayang Sumbi.
"Bibi tolong perintah kan orang dapur agar membuat kan minuman untuk para pekerja" Ujar Zhang Wei.
"Ini perintah" Tambah Zhang Wei lagi.
"Baik Putri hamba mohon pamit undur diri" Ujar Dayang Sumbi sebelum pergi melapor.
"Baiklah segera lakukan" Ujar Zhang Wei menutup matanya memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan kedepannya.
Jam telah berlalu Zhang Wei masih setia berbaring di bawah gazebo tidak lama kemudian seorang pengawal menghampiri nya.
"Hormat kepada Yang mulia Putri" Ujar pengawal itu sambil menaruh tangannya di dada.
Zhang Wei membuka matanya sebelah dan bertanya ada apa.
"Lapor Yang mulia! Kolam yang anda minta sudah terisi sepenuhnya" Ujarnya.
"Baiklah" Ujar Zhang Wei bangkit berdiri dan berjalan ke arah kolam yang terisi sepenuhnya.
"Terimakasih kalian sudah bekerja sangat keras" Ujar Zhiyu Wei memberikan sekantong koin emas dan memberikan nya kepada kepala pengawal agar membagikan nya kepada yang lainnya.
"Terimakasih yang mulia atas kebesaran hati Tuan Putri" Ujar seluruh pelayan dan pengawal.
"Bangkit lah" Ujarnya.
Segera beberapa pelayan membawa minuman yang sudah di siapkan oleh dapur istana dan memberikan nya kepada seluruh orang yang sudah bekerja sangat keras itu adalah minuman buah di dalamnya terdapat beberapa campuran buah-buahan serta air kelapa sehingga tampak segar sesuai instruksi dari Zhang Wei sendiri.
__ADS_1
Bahkan para dayang menatap heran resep dari Tuan Putri mereka tetapi tetap di lakukan karena itu adalah perintah yang harus mereka lakukan.
Setelah melihat hasilnya akhirnya para pelayan mengerti.
"Oke karena kolamnya sudah siap maka tinggalkan aku sendiri" Ujar Zhang Wei.
Di dalam dasar kolam terdapat banyak kerikil untuk mencegah air kolam keruh dan berlumut nanti.
"Baik Tuan Putri" Mereka secara serempak menjawab setelah membungkuk hormat para pelayan itu menjauh dan hanya memantau dari jauh karena tahu Tuan Putri mereka ingin mandi.
Zhang Wei melepas pakaian atasnya yang berbentuk jas hanya meninggalkan atasan serta celana yang berbahan tipis dan melompat di dalam kolam dia seperti ikan yang berenang ke sana kemari.
Sudah lama dia menantikan momen seperti ini.
"Hua segarnya" Ujarnya setelah puas menenggelamkan dirinya di dalam dasar kolam.
"Anda tidak apa-apa Tuan Putri" Ujar beberapa pengawal dan pelayan yang sudah mendekat dengan raut kuatir di wajah mereka melihat Zhang Wei menenggelamkan dirinya di dalam dasar kolam dan tidak keluar dalam beberapa saat membuat para dayang dan pengawal kalang kabut. Mereka berpikir kalau Tuan mereka tenggelam dan tidak bisa berenang.
Melihat para pelayan di depannya menatap nya dengan raut cemas Zhang Wei tersenyum konyol.
"Aku tidak apa-apa. Kolam seperti ini tidak akan membunuhku. Aku hanya mencoba menahan nafas dalam air" Ujar Zhang Wei begitu meyakinkan.
Melihat Tuan Putri mereka baik-baik saja segera pelayan dan pengawal minta maaf karena sudah lancang melihat Tuan mereka mandi.
"Maafkan kami Yang mulia Putri mohon beri kami hukuman karena sudah lancang" Ujar mereka membenturkan kepalanya di tanah yang berbatu.
"Hei apa yang kalian lakukan?
"Bangunlah aku masih di dalam air" Ujar Zhang Wei.
Zhang Wei juga mengerti karena ini adalah hal tabu di jaman ini melihat Tuan mereka mandi dengan keadaan seperti ini walaupun masih tertutup rapat dengan baju.
Zhang Wei juga hanya memunculkan kepalanya di permukaan sedangkan seluruh badannya masih dalam air.
"Aku masih ingin melanjutkan berenang jadi kalian bisa kembali" Ujar Zhang Wei segera para pelayan menjauh.
Yoyo welcome back with me author recehan π€
Halo para pembaca setia PCDT selamat datang dan selamat membaca π€
__ADS_1
Terimakasih sudah berkunjung