
Di sebuah tempat yang seperti pasar gelap terdapat banyak orang yang mengelilingi sebuah arena seperti arena pertandingan.
Beberapa orang berteriak menyemangati pahlawan mereka masing-masing terdapat puluhan anak-anak berdiri di dalam arena tersebut.
Sudah ada yang cedera terdapat luka di sekujur tubuh mereka.
Berbagai emosi terpancar lewat ekspresi wajah mereka.
Zhang Wei bersama para murid palsu itu berjalan mendekat ke arah arena pertandingan.
Murid yang membawa Zhang Wei ke daerah itu di bawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang terlihat sangat gelap.
Zhang Wei mengikuti dengan diam tidak ada raut wajah ketakutan atau pun curiga sama sekali.
Dia berjalan sambil matanya melihat ke kiri kanan memindai semua yang di lewatinya.
Sambil dia mengedarkan energi spiritual nya memeriksa keadaan ruangan itu.
Murid akademi yang melihat Zhang Wei tenang saja tanpa ada perubahan ekspresi wajah sama sekali melainkan ekspresi datar bak tembok.
Ekspresi wajah ini sedikit membuat mereka kurang nyaman seolah anak kecil yang bersama mereka adalah orang yang berbeda seperti orang dewasa.
Dengan langkah pasti dan penuh wibawa Zhang Wei berjalan dia masih mengedarkan energi spiritual nya. Tetapi tetap dia menyembunyikan tingkat kultivasi nya.
Selama beberapa saat berjalan akhirnya mereka tiba di sebuah lorong dan berbelok ke kanan sedikit mereka tiba di sebuah ruangan yang terang berbanding terbalik dengan ruangan yang mereka lewati tadi.
"Kemana kita akan pergi Kakak? ucap Zhang Wei kembali ke mode anak kecil supaya mereka tidak curiga.
"Kita akan menemui kepala akademi" ucap mereka lagi.
Zhang Wei hanya mengangguk mengerti dan mengikuti mereka dengan diam dari belakang dan dengan cepat kedua tangannya tidak diam dan terus menyentuh tempat yang sedikit tersembunyi.
Setelah mereka memasuki sebuah ruangan yang terlihat mewah tetapi menyeramkan. Beberapa murid itu memberi hormat Zhang Wei hanya diam berdiri memandang langsung orang yang berdiri membelakangi mereka.
Salah satu murid yang melihat Zhang Wei berdiri dan tidak memberi hormat segera menariknya untuk memberi hormat.
Supaya penyamarannya tidak terbongkar Zhang Wei mengikuti apa yang mereka lakukan.
"Siapa yang kalian bawa? suara yang sangat rendah dan dingin keluar dari mulut orang yang berdiri itu.
Suara yang membuat orang langsung ketakutan.
"Kami mendapatkan dia di desa tenggara tuan" ucap salah satu murid itu dengan sedikit takut.
"Hmm"
Hmm?
Hanya kata "Hmm" yang keluar dari mulutnya setelah itu terasa hening kalau ada jarum yang jatuh kelantai juga pasti akan terdengar.
Zhang Wei mengerutkan keningnya dengan kedinginan orang yang berdiri di depannya.
__ADS_1
"Kalian tahu apa yang kalian lakukan? ucap orang itu masih membelakangi.
"Kami akan melaksanakan tugas Tuan" ucap mereka serempak.
Zhang Wei masih meneliti dalam diam bola matanya terlihat melirik ke sana kemari tetapi tetap wajahnya di tekuk.
Sambil jari-jari tangannya terpaut satu sama lain. Terlihat seperti orang yang tengah ketakutan.
Setelah menjawab mereka kembali membawa Zhang Wei keluar dari ruangan itu.
Zhang Wei masih sempat menoleh ke arah orang itu dan setelah pintu tertutup Zhang Wei menempel kan sesuatu di dinding pintu dan berjalan keluar dengan semacam ekspresi licik di wajahnya.
Zhang Wei berjalan mengikuti mereka keluar tetapi lewat dengan jalan berbeda lagi.
Lagi-lagi Zhang Wei mempunyai kesempatan untuk memindai setiap tempat untuk mencari tahu keberadaan anak-anak yang sudah di bawa pergi sebelumnya.
Semua tempat dan kamar yang di lewati oleh Zhang Wei sudah kosong.
"Apakah anak-anak yang di bawa tidak di sekap di sini ya? heran Zhang Wei dalam hati.
Zhang Wei di bawa kesebuah lorong yang berada di bawah tanah dan masih melewati sebuah danau buatan.
Zhang Wei lumayan mengagumi kreatif orang sehingga tercipta sebuah danau yang ada air terjunnya.
Semakin Zhang Wei berjalan ke depan tidak berhenti kedua tangannya bergerak.
Zhang Wei di bawa ke sebuah ruangan seperti sel untuk orang yang di kurung.
"Heh mulai sekarang kau akan di beri tugas. Kalau kau mau hidup tenang segera ikuti apa yang di perintahkan" ucap dingin wanita yang membawa dia.
Nada nya yang sekarang berbanding terbalik dengan nada lembut. Dengan nada takut Zhang Wei segera bertanya dengan cepat.
"Kakak sebelumnya mengatakan kalau aku akan belajar dan bisa makan enak" ucap Zhang Wei dengan tatapan polos
"Makan kepalamu" ucap wanita itu sinis melihat iba kepada Zhang Wei yang terlihat polos.
"kakak menipuku? ucap Zhang Wei
"Salah sendiri begitu bodoh" ucap wanita itu tersenyum sinis.
"Tapi kakak berjanji bahwa aku akan menjadi kuat dan bisa makan enak di sini" ucap Zhang Wei dengan mata berkaca-kaca.
"Kakak apakah aku boleh bertemu dengan teman-teman yang lain? ucap Zhang Wei
"Ya kau bisa bertanya dengan mereka dan kalian tidak bisa keluar dari tempat ini" ucap wanita itu lagi sebelum pergi.
Setelah kepergian wanita itu Zhang Wei perlahan tersenyum dingin.
"Kalian pikir kalian bisa menahan ku hanya dengan perlindungan seperti ini? ucap Zhang Wei menepuk pintu besi ruang tahanan itu.
Seketika pintu itu hancur berubah menjadi tumpukan besi.
__ADS_1
Zhang Wei keluar dari ruangan itu dan berjalan keliling menuju ruang tempat anak-anak yang lain di sekap.
Dia mendapati di setiap ruangan banyak anak-anak muda seumuran dengannya di sekap dan juga terlihat sangat menyedihkan.
Banyak gadis yang seumuran dengan kakaknya Zhang Ziyi yang juga keadaannya tidak terlihat baik.
Mereka ini yang banyak menghibur anak-anak yang berada di bawah umur mereka.
Melihat seorang anak laki-laki kecil datang mereka segera mendekat.
Zhang Wei berdiri di depan sel yang berisi anak kecil yang seumuran dengannya.
"Jangan mendekat sel ini berisi mantra" teriak mereka supaya Zhang Wei tidak terkena mantra itu.
Zhang Wei menutup matanya sesaat untuk memeriksa mantra apa yang di gunakan ternyata ini hanya mantra sederhana.
Zhang Wei mengeluarkan sebuah cahaya biru dari ujung telunjuk tangan kanannya dan mengarahkan ke arah gembok sel itu.
Suara besi yang bertumpuk tidak lama terdengar membuat anak-anak itu bersorak.
"Aku akan melepaskan kalian" ucap Zhang Wei setelah semua pintu sel telah di hancurkan olehnya.
Anak anak yang mendengar ucapan Zhang Wei seketika terdiam. Mereka ingin sekali keluar dari tempat ini tetapi..
"Ada apa? ucap Zhang Wei melihat perubahan wajah mereka.
"Tetapi kita tetap tidak akan bisa kabur dari tempat ini" ucap salah satu anak yang mengetahui pasti apa yang terjadi setelah ini.
"Jangan kuatir kalian percaya saja padaku" ucap Zhang Wei percaya diri.
Anak anak itu menatap Zhang Wei ragu-ragu. Dilihat dari umur mereka seumuran bahkan masih adik.
Apakah dia mempunyai kekuatan yang sebesar itu.
"Tidak ada waktu lagi kalian menutup mata sampai saya bilang buka baru kalian buka mata mengerti? ucap Zhang Wei buru-buru.
Segera Zhang Wei menarik satu-satu anak-anak untuk segera berkumpul dan menyuruh Fei untuk keluar membawa mereka pergi.
Dari telapak tangan Fei keluar sebuah cahaya berwarna putih kehijauan dan menyelemuti seluruh orang yang berada di sel bawah tanah itu.
Setelah Fei dan anak-anak itu menghilang baru Zhang Wei juga menyusul.
Setelah terbang setinggi ribuan kaki baru dia menekan sebuah tombol remote control yang berada di tangannya dan dia terbang menjauh.
Tempat yang di selimuti oleh formasi yang kuat telah di hancurkan oleh Zhang Wei dan membumi hanguskan tempat itu hanya asap tebal yang menyelemuti tempat itu.
Hai hai hai sobat π Author baru come back nih π
Apa kabar kalian?
Jaga kesehatan selalu ππ
__ADS_1