
Hampir setengah jam baru kekacauan akibat fenomena alam yang tidak biasa berhenti.
Seluruh dunia kacau untung tidak banyak korban dan mereka hanya mengalami luka-luka yang tidak ringan dan juga tidak berat.
Kalau pihak pemerintah tidak cepat merespon mungkin akan ada banyak korban berjatuhan.
Peristiwa alam kali ini cukup mengguncang jiwa mereka dan fenomena alam kali ini tidak seperti pertarungan para dewa.
Kejadian langka seperti ini biasanya adalah adanya pertarungan para dewa membuat keseimbangan alam kacau tetapi peristiwa alam kali ini berbeda bukan pertarungan antara dewa tetapi melainkan sebuah peringatan untuk selalu waspada kalau dunia suatu saat akan berakhir.
Sekarang seluruh dunia mengerahkan pasukannya untuk membantu rakyat yang tidak bersalah untuk menangani kekacauan ini.
Seluruh kekaisaran sibuk begitu juga dengan kekaisaran Zhang. Kaisar Zhang sibuk memberi perintah kepada para petinggi kekaisaran untuk membantu para rakyat sedikit melupakan kegelisahan tentang Putri bungsu nya Zhang Wei.
Tidak jauh berbeda akademi Taiyang juga melakukan pembersihan membereskan kekacauan dan mengirim beberapa murid untuk membantu rakyat yang berada di bawah lingkungan akademi Taiyang turut membantu pihak kerajaan.
Mereka yang memiliki ilmu pengobatan segera memberikan pengobatan untuk warga yang terluka akibat benda baik kayu dan juga benda tajam yang terbang dan mengenai warga yang tidak mempunyai ilmu kultivasi.
Di akademi Taiyang tidak terlalu banyak mengalami kerusakan hanya beberapa bangunan yang atapnya lepas dan tidak ada murid yang terluka karena mereka mempunyai ilmu pertahanan sendiri dan juga kepala akademi sudah memasang formasi pelindung ketika bencana itu terjadi.
Zhang Fei dan ketiga bersaudara yang lain sibuk mencari adik bungsu mereka tetap juga batang hidung orang yang di cari tidak kelihatan.
Dengan segera Zhang Ziyi mencari gurunya kepala akademi.
"Hormat Lu Ziyi kepada guru" hormat Zhang Ziyi.
"Ya ada apa kelihatan kau terburu-buru? tanya kepala akademi yang masih memperhatikan lembah yang berada di bawah kaki akademi Taiyang.
"Guru saya tidak menemukan keberadaan Meimei" ucap Zhang Ziyi
"Apakah sudah mencarinya? ucap kepala akademi sedikit mengernyit.
Dia tiba-tiba ingat ketika gempa terjadi dia tidak melihat muridnya itu sama sekali. Dia yakin kalau keadaan seperti ini pasti muridnya yang akan turun tangan langsung mengingat tempramen nya yang berbeda.
"Saya sudah memeriksa seluruh keadaan akademi dan tidak menemukan keberadaan nya sama sekali guru. Tadi sebelum gempa dia.." ucap Zhang Ziyi sedikit ragu
__ADS_1
"Ada apa katakanlah! ucap kepala akademi
"Tadi sebelum gempa terjadi saya masih sempat cek ke kamarnya tetapi saya tidak bisa menembus penghalang yang dia pasang" ucap Zhang Ziyi pada akhirnya.
"Hmm Kau kembalilah biarkan guru yang menangani ini" ucap kepala akademi setelah mendapatkan klue dari Zhang Ziyi.
"Baik guru Lu Ziyi pamit" ucap Zhang Ziyi berlalu pergi.
"Kali ini kejutan apalagi yang kau tunjukkan? gumam kepala akademi.
Dia yakin kejadian kali ada hubungannya dengan muridnya itu.
Tetapi dia belum memastikan dan juga dia sedikit merasakan kalau muridnya terjadi sesuatu kepadanya.
Kepala akademi segera melesat terbang ke arah kediaman kedua kakak beradik itu dan menuju ke arah kamar yang di tempati oleh Zhang Wei.
Dan benar seperti yang di katakan oleh Zhang Ziyi kalau kamar Zhang Wei memang di pasang Formasi yang sangat kuat tidak bisa di tembus bahkan dia sendiri tidak bisa melakukan apa-apa apalagi dengan muridnya yang masih belum apa-apa.
"Memang formasi pelindung ini sangat kuat seperti nya benar terjadi sesuatu dengan anak itu" ucap kepala akademi berusaha menembus formasi tetapi hasilnya nol.
Tidak lama kemudian formasi itu memberikan reaksi dan segera Kepala akademi memasuki kamar Zhang Wei yang terlihat kosong dan hanya mendapati tempat tidur yang ada bekas kalau masih sempat di pakai.
Tetapi tidak mendapati sosok yang dia cari. Kepala akademi segera beralih ke arah kamar mandi tetap juga kosong bahkan kamar mandi itu rapi tidak ada tanda-tanda di gunakan.
Kepala akademi mencoba mendeteksi aura Zhang Wei untuk terakhir kalinya tetapi tetap dia tidak menemukan apa-apa seolah jejaknya di hapus.
"Ini aneh kenapa aku tidak bisa mendeteksinya? ucap kepala akademi sedikit terkejut dengan kemampuan nya yang tidak bisa mendeteksi aura muridnya.
Di saat dia sedang berpikir dia mendapati sebuah petunjuk yang berada di samping ranjang.
"Tidak usah menghawatirkan keadaannya. Dia akan menjalankan sesuatu yang harus menjadi tugasnya" ucap pesan yang segera menghilang itu.
Kepala akademi hanya mengangguk tidak memiliki jawaban yang lain. Dia hanya berharap semoga muridnya itu berhasil.
Kepala akademi keluar dari kamar Zhang Wei dan membiarkan formasi itu terpasang tidak berniat menghancurkan.
__ADS_1
"Lu Ziyi kemari lah! panggil kepala akademi.
""Hormat kepada Guru apa ada perintah Guru? ucap Zhang Ziyi setelah tiba di hadapan gurunya.
"Sekarang fokus berlatih untuk si kecil dia mendapatkan tugas dan mungkin lama baru dia kembali" ucap kepala akademi.
"Murid mengerti" ucap Zhang Ziyi yang walaupun dia masih sedikit curiga dengan perkataan gurunya.
Kalau sudah menjadi perintah gurunya dia tidak mempermasalahkannya tetapi ini sedikit aneh yang walaupun adiknya itu sedikit lebih kuat darinya tetapi bagaimana mungkin dia langsung menerima misi sedangkan mereka baru beberapa bulan berada di akademi Taiyang.
Zhang Ziyi langsung pamit dia harus menceritakan kepada kakaknya untuk tidak menghawatirkan keadaan adiknya itu.
"Apa kau mendapatkan kabar bungsu Meimei? tanya Putra Mahkota.
Kerap kali mereka memanggil Zhang Wei dengan putri kecil atau bungsu jika kakak yang lebih tua bertanya kepada adiknya.
"Kata guru kalau Meimei mendapatkan misi" ucap Zhang Ziyi
Barulah keempat kakak beradik itu merasa lega yang walaupun mereka masih belum melihat langsung adik kecil mereka tetapi sedikit memberikan mereka rasa lega.
Di atas ranjang batu abadi sosok kecil yang terbaring masih tetap pada posisinya menutup mata.
Sudah berlangsung beberapa hari sosok kecil itu belum menunjukkan tanda-tanda untuk bangun.
Sedangkan sosok pria yang berada tidak jauh di dekatnya masih serius bermain dengan cahaya yang berada di tangannya.
Sekali-sekali ekspresi pria itu akan berubah tetapi tidak menampilkan ekspresi yang banyak.
Dan mawar biru dan teratai emas yang berada di sekitar ranjang itu terus mengeluarkan energi untuk di serap oleh sosok kecil yang terbaring di atasnya.
Ada banyak ikan ajaib yang mempunyai protein tinggi dan mampu memberikan energi yang besar bagi orang yang mengonsumsi daging ikan tersebut.
Mereka berkeliaran menghirup energi yang terpancar dari dua tumbuhan dewa itu.
Jangan lupa dukung ya kakak readers ❤️
__ADS_1