
**Salom!
ππ
Selamat hari natal untuk teman-teman yang merayakan nya. Kiranya damai natal selalu beserta ππ**
Di dunia yang lain yang entah berantah dunia yang sangat gelap seorang pemuda berada didalam sebuah lingkaran yang bercahaya sedangkan di sekelilingnya hanya kegelapan yang menyelimuti tempat itu berbanding terbalik dengan tempatnya terkurung.
Dia seperti terkurung di dalam sebuah gelas kaca. Dia menggunakan berkali kali kekuatan fisik untuk menghancurkan tembok penghalang itu tetapi nihil.
Seluruh kekuatan spiritual nya seperti terkurung tidak bisa di gunakan hanya mengandalkan kekuatan fisik nya saja.
Dia belum mengetahui apa penyebabnya sehingga dia bisa berada di tempat itu.
Bahkan dia tidak mengetahui siapa dia sebenarnya. Dia hanya merasakan kalau dia seperti memiliki kekuatan tetapi tidak bisa digunakan.
Bahkan namanya dia tidak mengetahui. Dia tidak mempunyai ingatan masa lalu sama sekali seolah ingatannya di hapus.
Setelah lelah meninju penghalang dan tidak ada tanda-tanda keretakan sama sekali membuat pemuda itu duduk menjambak rambutnya frustasi.
Hatinya mengatakan kalau dia melewatkan sesuatu tetapi dia bingung sesuatu seperti apa itu?
Dia saja bingung kenapa dia berada di tempat itu dan tidak mengetahui sama sekali apa masa lalunya.
Dia duduk tidak berhenti dia memikirkan cara untuk bisa keluar dari tabung kaca ini.
"Tidak bisa saya harus bisa keluar dari tempat ini bagaimana pun caranya" ucapnya bangkit setelah memenangkan emosi.
Dia mengelilingi botol kaca dan memperhatikan baik-baik mungkin dia bisa menemukan celah akan tetapi semakin dia mencari semakin dia di buat pusing.
"Arghhh kalau di lihat dari keseluruhan dinding kaca ini tidak ada sedikitpun celah" ucap pemuda itu frustasi.
"Ayo pikirkan cara" ucapnya lagi memaksa ingatannya.
Lagi-lagi dia merasakan sakit kepala yang hebat memaksa pikiran untuk mengingat.
Dia lelah berpikir, lelah secara fisik dan pikiran. Dia menutup matanya sejenak menenangkan hatinya dan pikirannya.
Dia mengosongkan seluruh pikirannya dia duduk tenang dan dia tidak merasakan apapun di sekelilingnya.
Dia terus memasuki alam pikirannya tidak memikirkan lagi kalau dia terjebak di sebuah tabung kaca.
__ADS_1
Dia hanya mengikuti kata hatinya kalau dia harus menenangkan pikiran dan tidak mempedulikan sekitar.
Dia merasa seperti pernah dan selalu melakukan cara seperti ini. Dia seperti sudah terbiasa melakukan hal seperti ini.
Jadi dia tidak mempedulikan lebih jauh lagi dia terus memasuki alam pikirannya.
Bahkan dia seperti berputar di udara dia merasakan seperti melayang di udara dan terus jatuh kesebuah jurang yang sangat dalam.
Tetapi hal tersebut tidak menjadikan dia panik tetapi suasana seperti ini dia merasakan sensasi yang berbeda.
Dia terus melayang dengan sangat cepat tetapi belum menemukan dasar dari tempat itu.
Seluruh sekelilingnya terus berputar dia masih tetap dalam posisi lotus dengan kedua matanya masih tertutup rapat.
Di sekeliling tubuhnya keluar partikel-partikel kecil yang berbeda-beda warna seperti kupu-kupu malam yang berkelap-kelip atau biasa disebut kunang-kunang.
Menerangi lorong gelap itu.
Awalnya cahaya itu masih kecil tetapi semakin lama semakin membesar dan bersatu membentuk bola raksasa dan memasuki tubuh pemuda itu secara bersamaan.
Secara bersamaan ketika bola cahaya itu memasuki tubuhnya dia bisa merasakan sensasi hangat dan dingin menyatuh ke dalam tubuhnya.
Dan di dalam kolam spiritual Pemuda itu yang sudah sangat meluas seperti danau muncul sebuah mawar biru dan di kelilingi oleh teratai emas dan tepat berada di tengah kolam spiritual Pemuda itu.
Pemuda itu bisa merasakan tubuhnya rileks tetapi dia belum membuka matanya sama sekali dia masih menikmati sensasi itu.
Setelah beberapa saat menikmati keindahan seperti itu tiba-tiba tubuhnya mengalami reaksi aneh yang awalnya masih tenang sekarang tubuhnya berputar dengan sangat cepat seperti angin ****** beliung.
Membuat dia sangat pusing dengan sekuat tenaga dia menahan kesadarannya agar tetap terjaga kalau dia melepaskan sedikit pengamatan nya dia tidak akan mengetahui akhir dari semua ini.
Dia masih belum mengingat kenapa dia berada di tempat itu sebaik mungkin dia harus bisa mungkin akan ada cara untuk bisa mendapatkan sepenggal ingatan.
Tubuhnya masih terus berputar di udara dengan sangat cepat.
Dengan kecepatan yang sangat mengerikan dan menutup matanya dengan eratnya sampai lingkaran itu berhenti berputar dan tersentak bangun dari tempatnya berbaring.
"Hah! ucapnya dengan nafas tersengal-sengal seperti habis lari maraton.
"Nak bangunlah! ucap suara dari luar
pemuda itu kaget ketika mendengar suara seseorang memanggilnya dan di situlah dia baru sadar dan memperhatikan sekelilingnya.
__ADS_1
Dia mendapati dirinya berada di ranjang king size dengan dekorasi kamar yang elegan yang berwarna hitam dengan sentuhan putih di setiap titik tertentu seperti dekorasi bintang dan bulan di loteng nya.
Ini menggambarkan suasana seperti langit malam yang penuh dengan bintang dan sebuah bulan sabit yang di kelilingi oleh bintang.
Pemuda itu melirik seluruh badannya dan mendapati jari-jari tangan dan kakinya kecil.
Dia turun dan langsung berhadapan dengan cermin besar setinggi orang dewasa menampilkan seluruh isi kamar itu dan mendapati dirinya benar-benar masih anak-anak.
"Arghhhhhhhh kenapa begini? teriaknya dengan suaranya yang menggelegar menerbangkan burung-burung yang bertengger di atas pohon di sekeliling kamarnya terbang menjauh.
"Ada apa nak? ucap seorang masih terus menggedor pintu anaknya.
Pemuda itu belum merespon perkataan orang yang ada di luar dia masih sibuk meneliti seluruh tubuhnya dan lagi-lagi dia tidak mengingat apa yang terjadi dia hanya refleks berteriak mendapati tubuhnya kecil.
Dia merasa seperti dia sudah dewasa dan kenapa dia terlihat seperti bocah.
Sampai suara pintu yang di dobrak dari luar membangunkan dia dari alam bawah sadarnya.
"Apa yang terjadi? ucap seorang wanita baya yang masih terlihat muda dan cantik memeluk dirinya dan memeriksa setiap tubuhnya apa ada yang terluka.
Pemuda itu masih diam belum menyadari kalau sudah di tanya dengan banyak pertanyaan.
"Ayo bicaralah Nak! apa yang terjadi dengan dirimu? ucap wanita itu terus mengguncang tubuh pemuda itu yang masih diam seperti patung.
"Ah tidak apa-apa Ibu" refleks anak itu.
Jawaban itu membuat wanita itu mengerutkan keningnya menatap anaknya tidak percaya. Bukan jawaban itu yang ingin dia dengar.
Melihat wanita di depannya seperti tidak percaya anak itu melanjutkan perkataannya.
"Benar tidak ada apa-apa ibu tadi aku bermimpi buruk" ucap anak itu menatap manik mata wanita itu.
Mendapat jawaban serius dan tidak ada kebohongan wanita itu tidak lagi mempermasalahkan.
"Ayo cepat bergegas sebentar lagi kamu akan terlambat" ucap wanita itu mengusap kepala anaknya sebentar sebelum keluar. dari kamar.
Anak kecil itu masih belum juga bergegas dia masih memikirkan suatu hal yang tidak dia ketahui pasti.
Memikirkan dan tidak mendapatkan jawaban akhirnya anak itu segera bersiap mengikuti perkataan hatinya seperti kegiatan ini selalu ia lakukan.
Hai hai sobat π Author come back nih π
__ADS_1
Jangan lupa like dan Vote β€οΈ kritik dan saran dari kakak readers ya β€οΈ