
Keesokan paginya semua keluarga kekaisaran Zhang sudah berkumpul di pintu gerbang. Kecuali satu orang yang masih tinggal di kediamannya siapa lagi kalau bukan Putri Zhang Wei. Tidak lama kemudian orang yang di tunggu pun datang.
"Ah Putri ini yang terlambat datang rupanya" seru Zhang Wei
"Semua sudah berkumpul. Ayo kita berangkat' Ucap Kaisar Zhang.
Lalu mereka semua menaiki kereta kuda masing-masing. Sebenarnya Zhang Wei meminta naik kuda tapi tidak di ijinkan oleh seluruh anggota keluarga kekaisaran terpaksa dia naik kereta kuda yang menjadi tunggangannya.
Selama perjalanan mereka belum ada menemui masalah apapun. Perjalanan kali ini terlihat santai. Mereka melewati lembah, hutan bahkan padang belantara. Zhang Wei yang melihat keindahan alam yang Tuhan ciptakan tidak segan untuk mengabadikan. Dia mengeluarkan sebuah handycam dan memotret pesona alam itu. Dia menikmati perjalanan kali ini dia belum merasakan kebosanan karena suguhan alam yang indah terus menerus menyapanya. Di kehidupan sebelumnya Dia itu pecinta alam tapi sayang di dunia modern hampir seluruh alam penuh dengan penemuan manusia keindahan alam sudah benar-benar rusak.
Sang Surya sudah kembali ke peraduannya mereka belum juga menemukan penginapan atau tanda desa terdekat.
Ketika mereka sudah mendekat desa tiba-tiba mereka di hadang beberapa orang berpakaian serba hitam. Zhang Wei yang sudah merasakan keberadaan mereka dahulu segera bertelepati pada Lou Li.
"Lou Li mangsamu sudah mendekat" telepati Zhang Wei
__ADS_1
"Siap Putri" jawab singkat Lou Li
"Hmm rupanya banyak para tikus yang sudah bosan hidup" gumam Zhang Wei
Para pengawal yang melihat orang-orang itu tidak ada yang terkejut karena memang mereka sudah mengetahui keberadaan mereka lewat telepati Zhang Wei. Pembunuh bayaran itu bingung melihat para pengawal hanya menatap mereka datar tanpa terkejut.
"Menyerah atau....? ucap salah satu pembunuh bayaran terpotong oleh Lou Li yang tiba-tiba muncul
"" Apa? Mati? ucap Lou Li penuh minat
Para pengawal yang mendengar ucapan itu hanya tetap diam di tempat tanpa menghiraukan ucapan mereka. Membunuh mereka? apa? mereka tidak tahu saja kalau ada iblis yang terdiam di antara para pengawal itu. Para pengawal hanya ketawa dalam benak.
"Ah tidak seru kalau hanya kalian yang bisa membunuh" ucap Lou Li sudah berada di tengah-tengah mereka. Para pembunuh bayaran yang tidak menyadari kehadiran Lou Li cukup terkejut.
" Wah bagus. Rupanya ada orang bodoh yang menyerahkan nyawanya. Kalau begini kami tidak susah-susah untuk membuh kalian hhhhhhh" Ucap mereka tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
Kaisar dan yang lainnya hanya menonton kejadian itu. Mereka menanti akan tindakan apa yang di lakukan oleh pengawal Putri Zhang Wei. Mereka tidak ada yang bergerak karena sudah di peringatkan oleh Zhang Wei untuk tidak membantu biarkan Lou Li saja yang menghabisi mereka. Kaisar dan yang lainnya hanya menurut yang walaupun mereka masih ragu.
Lou Li langsung menotok mereka dengan cepat mengunci pergerakan mereka. Para pembunuh bayaran itu hanya melotot tajam malah yang di tatap hanya menatap penuh antusias.
"ah akhirnya selesai juga. Kalian mau hadiah apa? mau di beri gambar atau? tanya Lou Li menjeda sedikit
"Ah rupanya gambar akan sedikit bagus. Darimana saya harus memulainya ya? ah dari kau saja ya" tanyanya dan di jawab sendiri serta menunjuk salah satu pembunuh yang ada di samping kirinya.
Pembunuh yang di tunjuk merasakan firasat buruk segera menghampirinya. Ketika Lou Li mendekat kepadanya langsung saja dia menggelengkan kepalanya ke kiri dan kanan.
Nanti penyiksaan oleh Lou Li untuk pembunuh di episode selanjutnya ya
Author nulisnya sedikit lagi kurang sehat karena kecapekan mendaki gunung berturut-turut
***hola apa kabar?
__ADS_1