
Zhang Wei sekarang berada di sebuah padang rumput yang tidak bisa di temukan ujung dari padang itu.
Semakin Zhang Wei melangkah semakin jauh pula padang itu.
Zhang Wei tidak dapat melihat ujungnya sama sekali.
Hanya hamparan bukit yang sangat hijau yang terpampang di depan mata. Perasaan ini sedikit memberikan sebuah rasa yang sangat tenang untuknya.
Dia Zhang Wei kembali melangkah menuju sebuah sisi bukit yang menampilkan pesona lembah yang berada di bawah kaki bukit itu.
Zhang Wei berdiri dengan tenang dan tegak di sisi bukit itu. Matanya menerawang jauh ke arah lembah yang menampilkan pesona alam yang seperti di dalam dunia dongeng.
Keberadaan nya ini seperti keberadaan tertinggi yang sangat tidak bisa di jangkau. Dia berdiri dengan begitu pesona bahkan ribuan bunga padang yang tercipta di situ tidak berani menampilkan puncaknya.
Dia terlalu bersinar dengan wajah tenang dan halus bercahaya bagaikan mentari pagi.
Dia bermain dengan alam pikirannya kenapa bisa ada tempat yang begitu indah di dunia ini?
Sesosok wanita halus muncul di sampingnya.
"Tuan selamat datang kembali! ucap wanita itu dengan suara halus dan begitu merdu.
"Dimana aku berada? ucap Zhang Wei tidak melirik sama sekali sosok yang berdiri dengan anggun di sampingnya.
"Apakah tuan mengingat sebelumnya tuan sedang melakukan apa? wanita itu melempar pertanyaan.
"Hmm menyerap energi alam kenapa aku bisa berada di sini? ucap Zhang Wei
"Ini juga menjadi sarana untuk tuan mendapatkan kembali ingatan Tuan" ucap pelan wanita itu.
Di dekat pohon sebuah energi putih berkumpul di sekitar Zhang Wei dan terus berputar mencari waktu yang tepat untuk bisa menerobos masuk ke dalam tubuh Zhang Wei.
Zhang Wei masih tenang mengatur energi itu sedangkan di alam bawah sadarnya sosok Zhang Wei masih mengelilingi padang itu dan kembali berpindah tempat sekarang dia berada di sebuah tempat yang hampir memiliki persamaan sama seperti tempat tadi tetapi ini sedikit berbeda karena di tempat ini terdapat danau dan juga kediaman serta ladang obat.
Tempat yang tidak lain itu adalah ruang angkasa milik Zhang Wei itu sendiri.
"Tempat ini serasa tak asing" ucap Zhang Wei sedikit memejamkan matanya untuk kembali mengingat sebuah penggalan ingatan yang ternyata tempat ini selalu dia datangi ketika melatih kemampuan baru.
Dia berada di sana hanya sebentar setelah itu dia kembali tertarik oleh sebuah kekuatan misterius menariknya kembali ke tubuhnya.
Bersamaan dengan rohnya yang masuk kembali sebuah energi putih yang terkumpul tadi segera memasuki ruang lebar dantian miliknya.
Segera energi besar itu memasuki tubuhnya membuat dia merasa sangat bertenaga.
__ADS_1
Zhang Wei kembali membuka matanya dan mendapati kalau dia sementara duduk di bawah pohon beringin itu dan Zhang Wei dapat melihat sebuah cahaya melesat masuk kedalam tubuhnya.
Zhang Wei dapat merasakan tatto gambar belati di pinggang dan juga pinggir perut bagian kanan berdenyut dan sedikit menampilkan cahaya yang tidak terlalu terang.
Setelah cahaya itu menghilang rasa sakit yang kadang Zhang Wei dapat rasakan sekarang menghilang sama sekali.
Ini menjadi kegembiraan Zhang Wei tersendiri karena tatto ini selalu memberikan rasa sakit yang sedikit tidak nyaman ketika tatto itu bereaksi.
Sekarang rasa sakit itu hilang ketika sebuah cahaya yang berasal dari pohon itu menembus masuk semoga ini berita baik untuknya.
Zhang Wei bangkit berdiri setelah dirasa cukup untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanannya mencari danau itu.
Para orang istana masih sibuk mencari keberadaan dirinya yang juga belum kunjung kembali.
Zhang hampir setengah jam dia memutari istana yang sangat luas itu sehingga bisa sampai di tempat tujuan yaitu danau.
"Wah airnya terlihat sangat menyegarkan tidak sia-sia aku berjalan begitu jauh" ucap Zhang Wei segera mendekat dan bermain dengan air yang sangat dingin itu.
"Akan sangat menyenangkan kalau saya berenang di tempat ini" ucapnya membuka jubah besar yang menutupi tubuh mungilnya.
Segera Zhang Wei melompat kedalam danau itu dan berenang kesana kemari menikmati udara segar dari danau itu.
"Aish kesenangan seperti ini sudah lama aku tidak merasakan nya" ucapnya tanpa menyadari kata-kat.
"Tuan Putri! panggil beberapa pelayan yang melihat keberadaannya.
Ada perasaan gelisah kuatir dan lega terpancar dari wajah mereka yang begitu panik itu.
Zhang Wei yang sedikit mengembang di atas air tersentak kaget hampir meminum banyak air danau.
"Tuan Putri disitu berbahaya ayo naik kembali ke permukaan" ucap kepala pelayan dengan nada panik melihat Zhang Wei berbatuk karena sedikit minum air karena terkejut.
Beberapa pengawal mendekat ketika mendengar suara pelayan yang berteriak minta tolong untuk mengeluarkan Zhang Wei dari danau.
"Aish bibi aku tidak apa-apa" ucap Zhang Wei teriak dari tengah danau.
"Sabar Putri hamba akan mencari pertolongan" teriak bibi itu lagi.
"Yang Mulia Putri" teriak para pengawal berlomba-lomba untuk terjun kedalam danau menyelamatkan permata kerajaan itu.
"Aish merepotkan kenapa mereka terjun lagi" sungut Zhang Wei berenang mendekat dan tidak lama kemudian dia sudah muncul di pinggiran danau.
"Yang Mulia anda tidak apa-apa? ucap kepala pelayan segera menghampiri Zhang Wei dan membungkus tubuh Zhang Wei yang sudah basah kuyup itu.
__ADS_1
"Bibi aku tidak apa-apa" ucap Zhang Wei membiarkan pelayan itu membungkus dirinya dengan jubah yang dia miliki.
"Ayo kembali ke istana Yang Mulia. Anda harus segera berganti supaya tidak masuk angin" ucap kepala pelayan itu membantu Zhang Wei bangun dari duduknya.
Zhang Wei tidak protes lagi dan berjalan mengikuti arahan dari pelayan itu.
"Aish berenang sedikit begini mereka begitu kuatir" gumam Zhang Wei harus tertunda acara berenang yang tidak berlangsung lama itu.
Berita Zhang Wei sudah di temukan segera tersebar dengan cepat.
Dengan segera ketiga orang dewasa yang mendengar kabar itu menuju kediaman sang Putri tercinta.
"Astaga Putriku! Kemana saja dirimu? apakah kau tidak apa-apa? ucap Permaisuri begitu terharu mendapati Putrinya ini tidak terluka sama sekali.
"Ibunda aku tidak apa-apa. Tadi aku hanya berenang di danau. Maafkan aku tidak mengabari kalian membuat kalian panik" ucap Zhang Wei merasa bersalah karena keinginan kuat nya untuk berenang dengan tidak memikirkan akan terjadi seperti ini.
"Berenang di danau? itu berbahaya nak" ucap Permaisuri sedikit terkejut dengan keinginan aneh anaknya yang satu ini.
Wajar kalau mereka bilang aneh karena menurut orang-orang di jaman ini berenang di danau ini merupakan bahaya bagi mereka dan tidak bagus berenang atau mandi di sana.
"Iya Ibunda Ananda ini mengerti" ucap Zhang Wei.
"Baiklah Ibunda tidak bisa marah padamu" ucap permaisuri melunak.
Kedua pria dewasa hanya menonton adegan seorang wanita dan gadis remaja itu.
"Ayahanda, kakak maafkan aku membuat kalian kuatir" ucap Zhang Wei sedikit membungkuk kepada kedua pria dewasa itu.
"Kami lega tidak terjadi apa-apa dengan mu Putriku" ucap Raja lembut.
Hai hai hai sobat π Author baru come back nih π₯°
Apa kabar kalian?
Sehat sehat sehat?
Jaga kesehatan selalu ya
Tuhan memberkati selalu π
**Terimakasih sudah membaca, menyukai dan berkomentar pada cerita ini.
Dan Terimakasih kepada teman-teman yang sudah Vote dan memberikan tips untuk Author terimakasih π
__ADS_1
Hanya ucapan terimakasih dan suguhan cerita yang Author dapat ungkapkan πππ₯°**