
"Yang Mulia kaisar Zhang beserta keluarga memasuki ruangan" ucap Kasim
"Yang Mulia kaisar Xiao bersama keluarga memasuki ruangan" ucap Kasim itu lagi
Lagi lagi hal serupa terjadi Zhang Wei menjadi pusat perhatian. Orang yang di tatap hanya menampilkan wajah datar dan dinginnya.
Mereka bertanya-tanya siapakah orang itu?
Para gadis sudah ada yang berteriak histeris, banyak para gadis yang mencuri pandang terhadap dia. Zhang Wei hanya duduk tenang di tempatnya dan makan dalam diam. Dia sudah terbiasa dengan tatapan memuja dari orang-orang. Di jamannya saja dulu sudah menjadi sorotan publik selain tampan apalagi dia pengusaha muda terkaya di dunia jadi hal semacam ini sudah menjadi santapan harian dia.
Dua puluh lima menit berlalu, mereka baru selesai makan dan mereka melanjutkan perjalanan menuju ke arah aula pesta.
Kali ini acara apa lagi yang mereka selenggarakan?π€
***********
Di tempat lain seseorang yang duduk di kursi kebesaran tengah tersenyum misterius entah apa yang di pikirkan oleh dia? Author juga tidak tahu π
Tapi rupanya yang dia pikirkan bukan hal baik.
Di tempat lain lagi,
Orang-orang serba berpakaian hitam tengah bersiap untuk menjalankan rencana yang mereka sudah siapkan dari jauh-jauh hari.
"Apa semuanya sudah siap? tanya salah satu yang merupakan pemimpin dari orang-orang itu.
"Sudah pemimpin" jawab mereka serempak dan lantang.
"Baiklah saatnya kita berpencar, ingat pada posisi masing-masing" ucap pemimpin itu masih mengingatkan bawahannya.
Mereka hanya mengangguk kepala tanda mereka mengerti. Mereka mulai mencari posisi masing-masing.
Kembali ke aula pesta,
__ADS_1
Kaisar meminta kasim untuk segera mengumumkan yang menjadi juara, Kasim segera maju ke depan untuk menyampaikan titah Kaisar Wei.
"Perhatian untuk para Pangeran dan Putri. Kaisar dan Permaisuri sudah menentukan siapa yang akan menjadi Pemenang pertunjukan bakat." ucap Kasim menjeda
"Pemenang dari pertunjukan bakat adalah para Pangeran dan Putri dari Kekaisaran Zhang" ucap Kasim lagi.
Pangeran dan Putri dari Kekaisaran Zhang sangat senang mereka tidak menyangka kalau mereka yang akan memenangkan pertunjukan bakat ini. Lalu Kasim meminta mereka untuk maju ke depan.
Putra mahkota dan adik-adiknya mengikuti dia dari belakang maju untuk menerima hadiah.
Hadiah yang mereka terima berbeda-beda seperti Pangeran kedua menerima sebuah suling giok putih, Putri Zhang Ziyi menerima beberapa selendang sutera terbaik, begitu juga dengan yang lainnya sesuai dengan bakat yang mereka tunjukkan tadi.
Setelah menerima hadiah, mereka kembali ke tempat duduk masing-masing.
Tidak ada lagi kegiatan yang dilakukan, semua orang sibuk dengan bersilaturahmi dengan yang lainnya. Para kaisar sibuk dengan urusan masing-masing, Permaisuri ngerumpi dengan permaisuri dari kerajaan lain, Para pangeran dan putri sibuk dengan pertemuan anak-anak muda, Kecuali satu yang tidak sibuk. Yah dia adalah Zhang Wei, dia sibuk menerawang dengan alam pikirannya, di tengah dia sibuk dengan pikirannya tiba-tiba dia tersenyum misterius rupanya tadi dia lagi menunggu kedatangan para tikus.
Zhang Wei langsung menghilang dari tempatnya duduk, tidak ada yang menyadari bahwa dia menghilang kecuali satu orang yang memang selalu memperhatikan Zhang Wei. Dia cukup penasaran dengan gadis kecil itu makanya pas Zhang Wei menghilang dari tempat duduknya. Dia langsung mendelik " Kemana gadis kecil itu? ucapnya sambil melihat ke kiri dan kanan namun tidak menemukan keberadaan gadis itu.
Tiba-tiba di aula beberapa orang berpakaian serba hitam jatuh dengan bersimbah darah,ada yang kehilangan kaki dan tangannya ada juga yang bola matanya keluar di luar membuat orang-orang berteriak histeris melihat setumpuk mayat yang sudah tidak utuh dengan anggota tubuhnya.
Orang-orang itu adalah pembunuh yang merencanakan pembunuhan terhadap para Kaisar, Permaisuri, pangeran dan putri seluruh kekaisaran yang ada di benua ini. Namun naas sial menimpa mereka bukannya membunuh malah terbunuh. Orang yang membantai mereka tadi adalah Zhang Wei dan Lou Li, pada saat Zhang Wei menutup matanya dia merasakan kehadiran mereka. Sebelum mereka bertindak langsung saja Zhang Wei membantai mereka terlebih dahulu di bantu oleh Lou Li.
Sementara mereka sibuk membatin, Putra Mahkota Kekaisaran Wei mendekat ke arah tumpukan mayat dan mendapati sebuah surat.
Dia mengambil surat itu dan menyerahkan kepada Kaisar Wei, Kaisar Wei menerima setelah membaca isi surat tersebut muka Kaisar Wei langsung dingin. Orang-orang menatap heran dan juga penasaran dengan isi kertas tersebut. Kaisar Zhang mendekat ke arah Kaisar Wei, Kaisar Wei langsung menyerahkan kertas itu kepada Kaisar Zhang.
Setelah membaca isi surat itu reaksi yang sama juga terjadi kepada Kaisar Zhang. Akhirnya terjadilah saling mengover.
Setelah membaca isi surat itu reaksi yang sama juga mereka tunjukkan. Jelas sekali kalau mereka marah, kalau tidak ada orang yang membantai dan mengetahui rencana mereka entah apa yang akan terjadi belum tentu kalau dari mereka tidak ada yang akan kehilangan nyawa dan terluka.
Selain itu mereka masih memikirkan siapa yang melakukan pembantaian? Orang yang mereka pikirkan tengah bercengkrama dengan pikirannya sendiri tanpa menghiraukan keadaan sekitar.
Setelah keluar dari alam pikiran Zhang Wei beralih ke arah camilan yang di sajikan.
__ADS_1
Dia mengambil beberapa kue manis. Dia terlihat seperti bocah pada umumnya yang tidak memikirkan masalah.
Sekarang mereka bukan lagi merayakan pesta tapi sekarang mereka membahas masalah yang baru saja terjadi.
"Kita apakan mayat-mayat ini? ucap salah satu Kaisar
"Di bakar saja" ucap Kaisar Zhang
Para prajurit segera membawa keluar mayat-mayat itu untuk di bakar
"Siapapun orang itu yang membantai pembunuh itu pasti orang hebat, karena keberadaan mereka saja kita tidak merasakannya" ucap kaisar Xiao
"Yah rupanya dia adalah master yang hebat. Kita harus berterimakasih kepadanya" saut Kaisar Wei
Coba mereka mengetahui siapa yang mereka sebut master adalah seorang gadis kecil yang sibuk dengan makanan-makanannya entah mereka masih bilang master atau apa? Author juga tidak tahu π.
Lou Li yang mendengar pembicaraan mereka hanya tertawa dalam hati. Memang dalam segi kekuatan Tuan Putrinya itu hebat. Kadang Lou Li bertanya kenapa Tuan Putrinya itu berbeda dari yang lainnnya? Dari segi pemikiran Tuannya terlihat seperti orang dewasa, dari segi kekuatan dia tidak tahu Tuan Putrinya itu berada di tahapan mana?
"Kau bertanya saya berada di tahapan mana Lou Li? telepati Zhang Wei
"Eh? Putri mendengar apa yang hamba pikir? pikir Lou Li dan langsung menoleh ke arah Zhang Wei dengan ekspresi terkejut.
Orang yang di tatap hanya menatap kue-kue yang ada di tangannya tanpa menoleh dia menjawab
"Saya mendengar suara pikiranmu Lou Li" ucap Zhang Wei
"Eh benaran Putri mendengar suara pikiran hamba? tanya Lou Li memastikan
"humm" ucap Zhang Wei menganggukkan kepalanya.
Yah Zhang Wei bisa mendengar suara pikiran orang, dia mendapatkan kekuatannya itu tadi pagi setelah mendapat penglihatan itu, awalnya dia bingung dan juga merasakan sakit kepala yang luar biasa, dia mendengar banyak suara yang muncul di pikirannya awalnya dia tidak peduli tapi lama-kelamaan akhirnya dia mengungkapkan satu hal bahwa dia bisa mendengar suara pikiran orang lain.
Hay Hay Hay sobat π
__ADS_1
Kembali lagi dengan Author
Maaf akhir-akhir ini Author lambat update karena jaga ponakan kecil π