PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Sekelompok pembunuh


__ADS_3

Setelah pengangkatan Putri kerajaan itu. Seorang gadis kecil duduk di halaman belakang kediaman.


Gadis kecil yang cantik bagai lukisan di bawah sinar bulan purnama sangatlah kontras dengan penampilan nya di bawah sinar bulan.


Ini sudah larut malam tetapi gadis kecil itu masih betah duduk tanpa melakukan apapun di belakang kediaman itu.


Entah apa yang di pikirkan oleh gadis itu dia hanya menghabiskan waktunya dengan memangku dagunya dengan kedua tangannya dan memejamkan matanya.


"Yang Mulia Putri ini sudah larut malam sebaiknya anda masuk udara malam tidak bagus untuk kesehatan Yang Mulia" ucap kepala pelayan melihat Tuan Putri mereka belum juga beristirahat.


"Dayang Sumbi kau kembalilah dan beristirahat aku akan masuk sebentar lagi" ucap Zhang Wei masih menutup matanya.


"Tapi Yang Mulia" ucap dayang Sumbi.


"Aku tidak apa-apa kau kembalilah" ucap Zhang Wei lagi dengan tegas.


"Baiklah Yang Mulia ingat Anda harus segera beristirahat" ucap dayang Sumbi lalu mendekat memberikan Zhang Wei sebuah selimut.


"Saya permisi Yang Mulia" ucap dayang Sumbi berlalu.


"hmm" hanya deheman yang keluar dari mulut Zhang Wei yang terkatup rapat itu.


Setelah kepergian dayang Sumbi tiba-tiba Zhang Wei dapat merasakan kehadiran orang lain.


Zhang Wei mengangkat kepalanya dan membuka matanya dia dapat melihat seorang pemuda tampan berdiri membelakanginya.


Dilihat dari penampilan orang itu Zhang Wei dapat menyimpulkan kalau orang itu tampan tetapi ada yang sedikit berbeda dari penampilan orang di sini pada umumnya.


"Siapa kamu? ucap Zhang Wei bangkit dari duduknya dan berdiri dengan siaga.


"Lupakan siapa aku tetapi bersiaplah sebentar lagi kau akan kedatangan mainan pengusir kebosanan mu" ucap orang itu langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


Zhang Wei terkejut dengan kemampuan orang itu bisa menghilang dari tempat nya berdiri.


"Wah dunia yang ajaib" ucap Zhang Wei kagum.


"Eit tunggu! dia bilang mainan baru untuk siapa? ucap Zhang Wei bingung πŸ˜•


Belum selesai dia memecahkan maksud perkataan orang tiba-tiba sekelompok orang berbaju serba hitam muncul di sekitar kediamannya.


Melihat orang-orang itu segera Zhang Wei bersembunyi di kegelapan untuk memastikan apa yang di cari oleh orang-orang itu.


"Berpencar jangan sampai ketahuan! ucap salah satu dari mereka memberi perintah.

__ADS_1


"Baik" jawab mereka serempak dengan suara kecil.


Zhang Wei tiba-tiba menyeringai entah apa yang terlintas di kepalanya.


"Fei apakah kau mengetahui siapa mereka? ucapnya bertanya pada Fei.


"Tuan mereka adalah sekelompok pembunuh mereka mencari keberadaan Tuan" jawab Fei dengan sedikit terkejut dan tersenyum apakah Tuanya sudah mendapatkan ingatan.


"Tuan apakah Anda sudah mengingat Fei? tanya Fei memastikan.


""Tidak. Nama itu hanya terlintas di benakku dan apakah namamu Fei? tanya Zhang Wei.


"Benar Tuan" jawab Fei sedikit kecewa tetapi rasa sedih itu tidak berlangsung lama mengingat tuannya setidaknya mendapatkan sedikit ingatan.


"Fei bagaimana menurutmu kalau aku berlatih dengan mereka apakah nanti aku akan terluka? ucapnya masih mengawasi orang-orang yang sedang berlari kecil.


"Saya yakin Tuan bisa menghadapi mereka" ucap Fei dengan tegas.


"Kalau ingatan tuan tidak tersegel mereka akan menjadi mainan untuk tuan" lanjut Fei dalam hati.


"Baiklah ayo bermain" ucap Zhang Wei


Zhang Wei keluar dari tempat persembunyian nya dan mendapati seorang pemuda yang masih sibuk celingukan mencari keberadaan Zhang Wei.


"Apakah kau mencari Ku? ucapnya menepuk pundak pemuda itu.


Satu persatu Zhang Wei mendatangi orang-orang itu dan melakukan hal yang sama sehingga mereka tidak menyadari bahwa orang yang mereka cari yang telah membuat mereka tidak menyadarkan diri.


Setelah menangkap mereka Zhang Wei menarik mereka ke tempat yang sama.


Lalu Zhang Wei mengikat mereka dengan tali dan menutup mata mereka dan juga mulut mereka.


Segera setelah selesai Zhang Wei meminta pertolongan penjaga untuk membawa mereka ke penjara kerajaan.


"Hei kalian! panggil Zhang Wei.


"Ada yang kami bisa bantu Yang Mulia? ucap salah satu mendekat.


"Ya. Aku membutuhkan bantuan kalian. Segera bawa mereka ke penjara. Mereka baru saja merencanakan pencobaan pembunuhan" ucap Zhang Wei.


Para penjaga tersebut terkejut mendapati empat orang berpakaian serba hitam sudah di lumpuhkan. Jadi Tuan Putri mereka ini memiliki ilmu beladiri?.


Jadi orang-orang ini baru saja merencanakan pembunuhan terhadap Tuan Putri mereka? Seandainya Tuan Putri tidak bisa beladiri mungkin yang terikat sekarang Tuan Putri mereka dan yang memasuki penjara kerajaan adalah mereka yang tidak becus menjaga.

__ADS_1


"Mohon ampuni kami yang tidak bisa menjaga Tuan Putri dengan baik" segera kedua penjaga itu berlutut dihadapan Zhang Wei dan penuh penyesalan.


"Aish bangunlah kalian. Aku tidak apa-apa kalian melihat sendiri kan? ucap Zhang Wei dengan senyuman menawan membantu mereka untuk bangkit.


"Terimakasih Yang Mulia" ucap mereka lagi.


Setelah para penjaga membawa empat orang itu ke dalam penjara itu menggemparkan seluruh kerajaan.


Segera sang Ayah dan Ibunya dan juga kakaknya datang ke kediaman Zhang Wei dan membangunkan orang yang baru saja itu tertidur.


Orang yang lebih dulu tiba di kediaman Zhang Wei tentu Pangeran Bintang. Dia yang mendapat kabar terlebih dahulu langsung menuju kediaman Zhang Wei.


"Adikku apakah kau tidak apa-apa? ucap Surya Geni memeriksa Zhang Wei dari atas kepala hingga ke kaki tidak itu terus berulang kali sehingga setelah memastikan tidak ada sedikitpun anggota tubuh Zhang Wei yang lecet akhirnya baru membiarkan Zhang Wei duduk.


Zhang Wei masih dengan mata terpejam ketika Surya Geni membolak-balik badannya.


"Syukurlah kau tidak apa-apa adik kecil" ucap Surya Geni menghela nafasnya mungkin kalau Zhang Wei terluka sedikitpun akan jadi apa orang orang itu?


Tidak lama kemudian datanglah sepasang suami istri menghampiri kedua anak mereka.


"Putriku apakah ada yang terluka? ucap Permaisuri begitu mendapati Zhang Wei dan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Surya Geni.


"Ibunda, kakak aku tidak apa-apa. kalian lihat kan aku tidak terluka" ucap Zhang Wei membuka paksa kedua matanya yang sudah mengantuk.


"Syukurlah kau tidak apa-apa putriku" ucap Raja sedari tadi tidak mengucapkan kata-kata apapun.


"Tidurlah kami akan di sini sebentar" ucap Permaisuri membaringkan Zhang Wei untuk tertidur.


Tentu Zhang Wei tidak membuang kesempatan berharga ini dan langsung memasuki alam mimpi.


"Apakah kau mengetahui darimana orang-orang itu berasal Putraku? tanya Raja sebagai Ayah.


"Mereka adalah pembunuh dari selatan Ayah. Entah siapa yang membayar mereka sehingga menarget kan adik kecil" ucap Surya Geni menerawang jauh.


"Baiklah perketat pengamanan Ayahanda tidak mau terjadi sesuatu kepada adik mu" ucap Raja bangkit berdiri dan memperhatikan Zhang Wei yang tertidur pulas sebentar sebelum melangkah pergi.


Setelah suami istri itu pergi baru Surya Geni memperhatikan adik kecilnya itu.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak tidak bisa ilmu beladiri adikku. Mungkin aku akan menghancurkan organisasi itu" ucap Surya Geni sebelum melangkah pergi itu.


Hai hai hai sobat πŸ‘ Author baru come back nih πŸ₯°


Author tidak update kemarin karena masih sibuk dengan dunia nyata.

__ADS_1


Jangan lupa dukung kakak author ya Kaka readers dengan cara para readers tersebut.


...Terimakasih selamat membaca....


__ADS_2