PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Keluar istana


__ADS_3

Di istana semua penghuni istana kembali ke kediamannya masing-masing. Sungguh hari ini hari terburuk yang pernah mereka lalui.


Begitu juga Zhang Wei telah kembali ke kediamannya dan beristirahat. Kejadian tadi lumayan menguras tenaganya dan pikiran.


Malam harinya seperti biasa Zhang Wei sudah makan malam lebih dini. Malam ini dia akan keluar istana, dia mau berkeliling dan mau tahu keadaan ibu kota pada malam hari.


Saat ini Zhang Wei tengah bersiap melompat dari jendela kamarnya. Dia memakai pakaian yang dari modern yang dia sudah modifikasi sesuai ukuran tubuhnya.


Kini dia berjalan santai di atas genteng istana seperti tidak ada beban. Ketika dia mau melompati gerbang tidak sengaja dia mendengar suara dari dua orang tengah merencanakan sesuatu karena penasaran siapa mereka? akhirnya dia mendekati mereka untuk mengetahui jelas apa yang di bicarakan oleh mereka.


Kini dia sudah duduk santai di daun jendela tepat di belakang mereka. Mereka tidak menyadari keberadaannya. Mereka tetap saja terus membicarakan rencana mereka.


Kira-kira siapa mereka? Apa yang mereka rencanakan?


"Hm rupanya ada tikus yang ingin bermain" ucap Zhang Wei sambil tersenyum manis sekali kek gula merah eah 😁😁 makanan kali ya ThorπŸ™„


Zhang Wei melanjutkan perjalanannya ke ibukota. Dia berjalan santai di atas genteng rumah warga kek jalanan nya sendiri tanpa menghiraukan warga yang masih bangun melihat ke atas genteng dan mendapati dia yang berjalan santai tanpa merasa bersalah.


"Siapa orang itu? " tanya si A


"Tidak tau" jawab si B


"kenapa dia jalan di atas genteng? tanya si C


"Apa dia tidak takut jatuh? sambung si D


"Eh liat pakaiannya terlihat aneh" tunjuk seseorang yang ikut nimbrung juga.


suara bising mulai terdengar di seluruh penjuru kota tapi Zhang Wei tidak mempedulikan itu. Dia terus saja melangkah sambil menikmati keindahan malam.


"Hm keindahan malam Ibu kota di jaman ini tidak buruk juga" ucapnya sambil tiduran di atas genteng rumah salah satu warga.


Aktivitasnya itu masih di nonton oleh para warga sampai seseorang berteriak keras memanggilnya.


"Hei orang bodoh! ada buat apa kau di atas genteng situ? teriak orang itu


Mendengar ada yang berteriak kepadanya membuat Zhang Wei melihat ke arah orang itu.

__ADS_1


"Maksud kau itu aku? tanya Zhang Wei sambil menunjuk dirinya sendiri.


Semua warga yang mendengar suara pria itu sedikit menjauh karena orang itu adalah berandalan yang selalu memalak uang para warga.


Zhang Wei turun dari atas genteng dan menghampiri berandalan itu.


"Ada masalah apa Kau berteriak padaku? Kau mau kehilangan lidah? tawar Zhang Wei sambil tersenyum penuh makna rupanya dia mendapat mainan baru.


"Kenapa kau berada di atas genteng warga bodoh? tanya pria itu masih dengan pertanyaan yang sama


"Ada masalah? tanya Zhang Wei menaikan satu alisnya


"Cepat serahkan barang yang kau miliki kalau kau masih mau hidup" ucap pemuda itu dengan percaya diri.


Rupanya dia menggangu Zhang Wei untuk merampok ya tapi dia salah mencari mangsa.


"Ya pastilah Saya masih mau hidup. Siapa juga yang mau mati? atau kau yang mau mati? saya dengan senang hati akan mengabulkan permintaanmu" jawab Zhang Wei bertanya balik.


"Kalau kau mau? saya akan membuatmu tidak merasa kesakitan sampai kau menutup mata. Kebetulan saya belum mendapat kelinci percobaan untuk kemampuan saya yang baru" ucap Zhang Wei tidak memberikan kesempatan pria itu berbicara sambil mengeluarkan elemen api kecil di atas tangannya.


"Kau mau mencobanya? tanya Zhang Wei sambil memainkan api itu membuat Pria itu langsung menggelengkan kepalanya. Dia memang berandalan tapi dia tidak bodoh melawan orang yang dengan santainya memainkan api di atas tangannya apalagi itu elemen api murni. Melihat itu langsung saja dia berlutut memohon ampun dia masih sayang nyawa.


Para warga yang masih menonton tadi melihat bingung ke arah dua orang yang menjadi topik pertunjukan.


Apa yang terjadi?


Kenapa pria berandalan itu berlutut memohon ampun?


Itulah yang ada di benak mereka.


"Kenapa saya harus mengampuni orang yang telah mengganggu kesenanganku? Tanya Zhang Wei membuat Pria itu bertambah takut


Mohon master jangan membunuh yang rendah ini. Yang rendah ini akan melakukan apa saja" ucap pria itu


Zhang Wei yang mendengar penawaran pria itu tersenyum tipis dia mempunyai rencana lain.


"Kau akan melakukan apa saja kalau saya mengampunimu? tanya Zhang Wei memastikan

__ADS_1


"Ya Saya akan melakukan apapun untuk master" ucap pria itu sungguh-sungguh


"Apa saya bisa mempercayai kata-katamu? tanya Zhang Wei mencoba menggali tekad pria itu


"Ya apapun itu master" ucap Pria itu penuh tekad.


"Kalau saya menyuruhmu bunuh diri apa Kau akan melakukannya? ucap Zhang Wei mencoba untuk mengetes kesungguhan pria itu.


Pria itu terdiam memikirkan kata-kata Zhang Wei. Maunya bebas dari kematian? eh malah di minta bunuh diri?


"Kalau memang itu yang menjadi permintaan master saya akan melakukannya" jawab pria itu mantap. Dia sudah memikirkan dalam-dalam. Dia Pria sejati kan? tidak mungkin dia menarik kembali kata-kata yang sudah dia ucapkan. Kalau dia mati tidak ada juga yang menghawatirkan kepergiannya itulah sebabnya dia menjawab dengan mantap.


Zhang Wei yang mendengar jawaban pria itu sedikit terkejut. Dia tidak menyangka kalau pria ini akan menjawab ya. Lalu dia tersenyum tipis sangat tipis sehingga tak ada yang menyadari kalau dia tersenyum apalagi gelap yang hanya di temani dengan cahaya rembulan.


"Baiklah kalau memang itu keputusanmu. Maka lakukanlah" ujar Zhang Wei sambil menyodorkan sebuah belati.


Pria itu menerima belati dari Zhang Wei langsung menancapkan ke arah jantungnya.


"Berhenti! "Ujar Zhang Wei cepat sebelum belati itu tertancap indah di jantung pria itu.


"Ada apa master? tanya pria itu dengan bingung kenapa master menghentikannya.


"Sudah cukup. Saya hanya mengetes ucapan yang kau lontarkan apa kau sanggup melakukannya. Ternyata kau membuatku sedikit terkejut." ucap Zhang Wei


"Saya sudah berjanji untuk melakukan apapun yang master ucapkan" jawab pria itu


"Baiklah. Saya mempunyai penawaran untukmu itupun kalau kau mau" ucap Zhang Wei mencoba bernegosiasi


"Apa itu master? Kalau yang rendah ini mampu melakukannya? akan menuruti penawaran master" ucap Pria itu dengan antusias


"Apa kau tidak akan menyesalinya nanti ketika mengetahui? tanya Zhang Wei


"Kalau saya tidak menepati, sudah dari master menyuruh saya untuk membunuh diri, Saya akan menolak permintaan master" ucap pria itu lagi.


" Baiklah kalau memang itu menjadi keputusan mu maka......


**""baiklah baiklah kita akan membicarakan Penawaran apa yang di miliki oleh Zhang Wei untuk pria itu?

__ADS_1


Akan di ceritakan di episode selanjutnya 😊😊😊


__ADS_2